
Istrinya pun segera memeluk lengan suaminya dalam kondisi kesal, karena dia tidak mau lagi suaminya direbut oleh wanita gatal seperti mantan istri sirihnya, yaitu Freya.
Ya, walaupun istrinya itu tidak kenal dengan Freya cuman dia sedikit tahu tentangnya dari suaminya ini. Bahka melihat wajahnya pun dia tidak pernah, sehingga dia hanya bisa berharap suaminya tidak lah belok dengan wanita manapun.
Suaminya yang begitu gemas dengan tingkah istrinya hanya bisa terkekeh lalu mengelus pipinya sambil mencium kepalanya. Dimana perlakuan manis itu seharusnya untuk Freya bukan wanita tua itu.
"Ini enggak bisa gua biarin, pokoknya gua harus bisa rebut Daddy dari tangan wanita tua itu. Apapun akan gua lakukan asalkan Daddy kembali ke dalam pelukan gua, titik! Gua udah kehilanga Ace, dan sekarang gua tidak mau kehilangan Daddy!" batin Freya.
Tak lama lampu hijau pun menyala, membuat semua mobil berjalan perlahan. Freya yang tidak mau ketinggalan jejak mantan suaminya itu, segera menyuruh sang supir untuk mengikutinya jangan sampai lolos ataupun ketinggalan.
...*...
...*...
Di sebuah Mall terbesar yang ada di Amerika, Freya baru saja sampai di lobi Mall sambil terus mengikuti kemanapun mantan suaminya pergi bersama istrinya.
Meski, banyak orang-orang yang menatap ke arahnya dengan tatapan menggiurkan. Tetapi, Freya tetap tidak menggubrisnya. Dia hanya fokus pada urusannya agar tidak sampai ketinggalan jejak mereka berdua.
Hingga dia menemukan celah, dimana sang istri dari mantan suaminya sedang berada di salah satu toko pakaian, kemudian dia dengan sengaja menyenggolnya.
"Awwshh, aduh ... Mbak, kalau jalan lihat-lihat dong. Saya lagi diam kok di senggol." ucap istri dari mantan suaminya, dengan wajah sedikit kesal.
Dia berusaha berdiri, susah payah dengan kaki yang sedikit kesakitan. Akibat tubuhnya yang tak seimbang, hanya di senggol Freya dengan kekuatan tidak terlalu besar, dia langsung jatuh ke lantai.
"Aduh, maaf ya Bu. Soalnya saya tadi tidak lihat, Ibunya gapapa 'kan? Atau ada yang terluka?" tanya Freya dengan wajah di buat sedikit bersalah.
Freya berusaha menolong wanita itu dengan berlagak berpura-pura bersalah. Padahal di hatinya dia terlihat begitu menertawakan wanita tua ini, tubuhnya begitu rentang sehingga di senggol dikit langsung jatuh.
"Hem, untungnya gapapa sih. Cuman kaki saya sedikit kesleo aja, mungkin gara-gara tadi saja jatuh dengan posisi yang salah." jawabnya, sedikit tersenyum sambil membenarkan pakaiannya.
"Syukurlah, lain kali kalau udah berumur jangan pakai sendal tinggi-tinggi, Bu. Takut entar kesleo akhirnya kakinya enggak bisa jalan untuk selamanya." sindir Freya.
"Ma-maksudnya bagaimana ya, Mbak? Mbak sedang menyindir saya, atau iri? Denger ya Mbak, meskipun umur saya sudah tua, tetapi jiwa saya masih muda!" sahutnya.
Wanita itu mulai terpancing oleh sindiran Freya, sehingga perbincangan mereka sampai terdengar oleh mantan suaminya yang berada tidak jauh dari mereka.
__ADS_1
"Hei, ada apa ini? Kenapa saya dengar ada suara keributan di sini. Dan kau, kenapa marahin istri saya seperti ini. Memangnya kamu sia ... pa?"
"Loh Fre-freya? Ngapain kamu ke sini? Dan ada urusan apa kamu sama istri saya?"
Mantan suaminya terlihat begitu terkejut dengan keberadaan Freya, yang saat ini penampilannya begitu berbeda.
Baju hitam, dengan keadaan dada dan perut terbuka menambah kesan kese*xy'an Freya. Apa lagi di tambah dengan rok kecil yang hanya menutupi pinggang dan juga pahanya semakin membuat jenjang kaki Freya terlihat lebih meninggi.
Wanita tua itu melirik ke arah suaminya yang saat ini matanya sedang meliht ke arah Freya tanpa mengedip.
"Papah! Terus ya matanya, jelalatan aja terus. Lihat yang bening dikit langsung matanya bersinar, bilang mau berubah tapi apa, hah!"
Jeweran cantik berhasil mengenai telinga pria itu yang langsung meringis kesakitan dan juga meminta pengampunan pada istrinya.
"Astaga, Daddy! Ja-jadi ini istri Daddy? Hem, pantas saja Daddy meninggalkan dia dan menikah denganku. Orang istri Daddy aja tidak bisa merawat diri."
"Lihat saja, kulitnya sudah kriput, wajahnya juga sudah banyak kerutan. Huhh, mending sama aku. Putih, mulus, cantik, se*xy dan juga bisa memuaskan Daddy, bukan?"
Wanita yang berusia kurang lebih sekitar 50.an ini merupakan istri sah dari pria yang sudah menjadi mantan suami Freya. Meski, dia terlihat sudah mulai menua.
Tidak menutup kemungkinan kalau dia masih terlihat cantik, tidak seperti apa yang Freya katakan.
Percecokan antara Freya dan istri sah dari mantan suaminya mulai ramai, sehingga banyak pengunjung yang sudah mengelilingi mereka.
Suaminya pun tetap berusaha untuk melerai mereka yang saat ini beradu mulut, sampai akhirnya semua pengunjung disana menjadi penonton gratis untuk mendukung salah satu dari mereka.
"Wah, sepertinya ada yang ketahuan nih. Bisa jadi perang dunia ke-3 dong, waw seru kayanya nih. Ayo, kalian dukung siapa? Istri sahnya apa selingkuhannya?"
"Gua sih milih selingkuhannya, biasanya yang cantik lebih terdepan haha ...."
"Kalau gua sih istri sahnya, karena pasti dia lebih berkuasa atas suaminya haha ...."
__ADS_1
"Udahlah dari pada menontin dong, meninding kita live tiktok, lumayan kan kalau meledak bisa dapat rezeki nomplok kita haha ...."
Suasa toko menjadi semakin tidak kondusif. Bahkan para penjaga pun berusaha membantu untuk memisahkan mereka, dimana saat ini Freya dan istri sahnya sudah guling-gulingan di lantai sambil menjambak satu sama lain.
Beberapa penonton bersorak, hingga ada juga yang melakukan live secara mendadak hanya demi mengabadikan momen tersebut.
Sementara mantan sumi Freya dia sudah terlihat begitu malu, tetapi harus melerai serta membela istri sahnya sendiri.
Hampir membutuhkan waktu beberapa menit, akhirnya pertengkaran mereka berhasil di pisahkan oleh sejumlah orang. Tatapan keduanya saling menajam satu sama lain.
"Daddy, kenapa Daddy lebih memilih dia! Apa Daddy sudah tidak mencintai aku?" ucap Freya tidak terima, mantan suaminya terus berada di pihak istrinya.
"Cukup, Freya! Kita udah tidak ada lagi hubungan apapun dan aku sudah menceraikan kamu. Bahkan aku sudah menyuruh pengacaraku untuk mengurus semuanya!"
"Aku juga pernah bilang bukan, jika kau berani mengusik kehidupanku jangan salahkan aku, kalaku aku akan melakukan kasar padamu!"
Ancaman terus dilontarkan oleh pria paruh baya itu, untuk mewanti-wanti Freya agar tidak sampai melukain keluarganya.
Cuman sekarang, melihat Freya seperti tidak ada malunya membuat mantan suaminya semakin muak melihatnya.
"Ta-tapi, Dad! Daddy udah janji tidak akan pernah meninggalkan aku, lalu sekarang? Daddy sudah membohongiku, bisa-bisanya Daddy memilih dia dari pada aku!"
"Jelas-jelas aku lebih cantik dari dia, aku lebih segalanya dari dia. Kenapa harus dia, yang Daddy pilih, hahh! Kenapa bukan ak---"
Plakk!
Tamparan keras berhasil terceplak di pipi sebelah kanan milik Freya dari istri sah mantan suaminya, yang dari tadi sudah sanga emosi.
"Harusnya kamu bersyukur suamiku tidak menuntut apapun dari mu, bahkan dia hanya sekedar mengancammu. Asal kamu tahu aja, suamiku ini seorang Mafia yang memiliki usah dibawah tanah!"
"Jadi, dia bisa dengan mudahnya memenggal kepalamu hanya sekali tebas! Tapi, sayangnya dia masih mempertahankanmu untuk tetap hidup."
"Itu semua karena, kamu adalah orang yang pernah hadir di dalam hidupnya dan memberikan dia cinta, walaupun hanya sesaat. Setidaknya dia tidak seegois dirimu, yang masih mengemis cinta!"
Degh!
__ADS_1
Mendengar kata Mafia membuat bulu kuduk semua orang seketika terbangun, bahkan yang awalnya beberapa orang merekam kejadian itu, ada yang langsung menyudahinya. Mereka takut jika namanya akan terseret atas khasus ini.