Learn to Love You

Learn to Love You
Lolipop


__ADS_3

Namun saking gemasnya, Fayra malah menggenggamnya begitu kuat hingga membuat suaminya meringis kesakitan. Dan segera menyingkirkan tangan Fayra, kemudian mengembalikan burung pipitnya ke dalam kandangnya.


"Astaga, Honey! Kamu itu ngapain sih, jika dia terluka terus nasibku buka segel bagaimana?" pekik Ace, sedikit kesal sambil memegangi adiknya yang terasa ngilu.


"Ya-ya maaf Bunny, kan aku e-enggak sengaja. Habisnya gemes sih hehe ...." Fayra hanya bisa cengengesan saat melihat wajah suaminya mulai memerah.


"Udah dong, Bunny jangan sedih lagi ya. Mending kita buka segel sekarang aja yuk, hitung-hitung pemanasan. Kan kata google sebelum kita melakukannya harus pemanasan lebih dulu."


Fayra mencoba merayu suaminya yang saat ini wajahnya ditekuk, bagaikan baju lecek yang habis diangkat dari jemuran.


"Boleh, tapi nanti gantian ya Honey yang diatas kaya Mommy sama Daddy yang tadi aku ceritakan." Ace menyengir, bagaikan gigi kuda ketika dia memang sudah ada maunya.


Apa boleh buat, Fayra cuman bisa mengangguk kecil karena dia tidak mau membuat suaminya kembali bersedih.


"Ini Bunny, pakai dulu pengamannya." Fayra memberikan 1 sutra, rasa strawberry.


Ace menerimanya, lalu dia membukanya secara perlahan. Dimana Ace melihat alat tersebut berbentuk kerucut, Ace yang tidak mengerti hanya bisa menunjukkan bentuknya kepada istrinya.


"Kenapa bentuknya kaya empeng anak bayi, Honey?" ucap Ace, bingung.


"Mana aku tahu, mungkin karena adik Bunny kecil jadi mereka memberikannya seperti itu." jawab Fayra, spontan.


"Mereka tahu dari mana jika adikku kecil?" tanya Ace, kembali.


"Entahlah, eh tapi ngomong-ngomong gimana cara pakainya?" ucap Fayra.


"Aku buka google dulu bentar, Honey."


Ace segera memegang ponselnya, lalu dia membuka aplikasi google dan mengetik di sebuah pencarian. (Cara menggunakan sutra yang benar dan baik)


"Bagaimana, Bunny? Sudah ketemu?" tanya Fayra, sambil menatap ponselnya.

__ADS_1


"Udah, tapi katanya adikku disuruh bangun dulu." ucap Ace, menatap Fayra.


"Memangnya selama ini adik Bunny tertidur? Terus cara banguninnya gimana?" tanya Fayra.


"Kalau kecil tandanya dia masih tidur, tapi kalau sudah agak besar dikit dia udah bangun. Nah caranya seperti Mommy hehe ...." jawab Ace, kembali memengingat kejadian yang belum lama dia lihat.


"Seperti Mommy? Memangnya Mommy ngapain?" tanya Fayra, penasaran.


"Honey pernah kan menikmati lolipop?" tanya balik Ace.


"Pernah, bahkan sering hehe ...." jawab Fayra.


"Nah, apa yang Mommy lakukan sama adiknya Daddy kurang lebih seperti itu. Jadi Honey harus melakukan layaknya sedang menge*mut lolipop bisa?" ucap Ace.


"Bisa dong, cuma rasanya apa akan ada manis-manisnya gitu?" sahut Fayra, masih dalam kondisi bingung.


"Mungkin, soalnya pas Mommy nyobain Daddy sampai merem melek gitu. Itu artinya enak, jadi ayolah cepat lakukan Honey, aku sudah tidak kuat ingin merasakan apa yang Daddy rasakan hihi ...."


Kemudian, Ace duduk di tepi ranjang dalam keadaan celana sedikit diturunkan ke bawah. Sehingga sang adik kecil menampakkan dirinya kembali.


Fayra berjongkok dihadapan Ace, tepat diantara kedua kakinya. Lalu Fayra langsung melahap si kecil menggemaskan secara perlahan, benar-benar persis seperti saat dia menikmati lolipop kesukaannya.


"Hemp, te-ternyata ja-jadi Daddy itu e-enak ya Ho-honey." gumam lirih Ace, saat merasakan adiknya begitu dimanjakan dengan sentuhan istrinya.


"Huhh, Ho-honey ge-gelih hihi ...." sambung Ace, ketika merasakan ujung adiknya dimainkan oleh lidah istrinya.


Fayra memang belum ahli dalam permainan tersebut, akan tetapi Fayra hanya melakukannya seperti apa yang dia bayangkan saat ini.


Dimana Fayra sedang menikmati lolipop yang sangat nikmat, hanya saja dia tidak bisa merasakan rasa manis yang selalu melekat di lolipop tersebut.


"Kok gak ada rasanya, Bunny?" ucap Fayra, mendongak menatap wajah suaminya yang saat ini mulai memerah.

__ADS_1


"Ada Honey, buktinya aku kaya kesetrum gitu. Aishh, kenapa berhenti. Ayo teruskan, nanti jika adikku sudah besar baru aku bisa memasangkan alat itu." ucap Ace.


Fayra kembali melanjutkan aksinya, cuman ketika Ace sedang merasakan lagi enak-enaknya. Dia kembali dikejutkan oleh tingkah istrinya, yang lagi dan lagi berhasil membuatnya memekik keras sambil memegangi adiknya.


"Aargghh, Honey! Kenapa kamu malah menggigitnya seperti itu sih, mana di ujung lagi!"


Ace meringis kesakitan, menikmati rasa ngilu yang awalnya menagihkan kini berubah menjadi petaka untuknya.


"Emang salah kalau aku menggigitnya? Karena setiap aku lagi menikmati lolipop, aku selalu mengigitnya supaya cepat habis. Kalau enggak digigit mah lama habisnya." jawab Fayra, benar-benar polos tanpa bersalah.


"Astaga, Honey! Kalau kamu menggigitnya sampai habis, apa kabar dengan masa depanku?" sahut Ace, begitu kesal.


Rasanya Ace ingin sekali mencekik batang leher istrinya, yang saat ini hanya menatapnya dengan tatapan begitu polos.


"Tenang masa depan Buny pasti akan baik-baik aja, percaya. Jika kita melakukan semuanya dengan sungguh-sungguh dan memilik tekat yang kuat, pasti masa depan akan selalu cerah." nasihat Fayra.


"Astaga, dia malah ceramah dong disaat genting seperti ini. Huaaa, begini banget sih nasib punya istri yang polosnya melebihin kain kafan!" batin Ace menangis, ketika merasakan betapa nikmatnya memiliki istri seperti Fayra.


"Maksudku bukan itu Honey, masa depan yang aku maksud itu tentang anak. Jika adikku kau habiskan, bagaimana caranya aku memproduksi anak di pabrikmu!" sahut Ace, benar-benar kesal.


"Pabrikku? Sejak kapan aku punya pabrik? Sepertinya kamu salah orang Bunny. Kan kamu tahu sendiri Appa itu cuman punya perusahaan bukan pabrik, jadi---"


Fayra menghentikan ucapannya ketika mulut Ace berhasil membungkamnya. Ace terlihat begitu frustasi, pusing dan juga kesal sudah tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi istrinya yang polosnya melebihi dirinya.


Tanpa berkata apa pun, Ace membopong Fayra untuk tidur diatas ranjangndalam keadaan bibir mereka masih menyatu sangat lekat.


Tak lupa tangan Ace mulai gencar mencari mainan yang beberapa hari ini berhasil membuatnya candu. Dia menggenggamnya perlahan, menekan dan juga memainkan pucuk buah Cerry yang sangat menggemaskan.


Tangan Ace sudah berhasil menerobos masuk ke dalam baju Fayra, melewati kaca mata yang masih melekat didalam bajunya.


Susah payah melewati rintangan, akhirnya Ace berhasil memi*lin kecil pucuk Cerry tersebut. Sehingga saat ini tubuh Fayra mulai menggeliat sana-sini sampai tidak bisa diam.

__ADS_1


__ADS_2