Learn to Love You

Learn to Love You
Harvard University, Amerika


__ADS_3

Setidaknya mereka tahu bahwa sebenci apa pun Ace kepada Fayra, jika takdir sudah berkehendak untuk menyatukan kedua insan tersebut. Maka berbagai cara yang Ace lakukan menjauhi Fayra, semua tidak ada artinya.


...*...


...*...


Selama 3 hari Fayra, Ace dan para sahabatnya menikmati masa libur yang penuh kebahagian. Mereka benar-benar menghabiskan waktunya bersama-sama.


Kini tibalah dimana Ace harus pergi meninggalakan istri, keluarga dan juga para sahabatnya. Ace terpaksa pergi hanya untuk meneruskan pendidikannya di luar negeri.


Hampir 1 bulan ini, Fayra selalu berada di dekat Ace sampai mereka tidak pernah sedikitpun berjauhan. Meski sifat kemanjaan Ace sangat-sangat menyebalkan, tetapi Fayra akan merasa kehilangan setelah suaminya pergi.


Terlihat wajah Fayra, kedua orang tuanya dan para sahabatnya begitu sedih. Mereka semua ikut mengantarkan Ace pergi kebandara, dimana Ace pergi di tenamani oleh orang kepercayaan Daddy Gerry.


Isak tangis terdengar begitu pilu, ketika sepasang suami istri harus berpisah dalam jeda waktu yang cukup menguras rasa rindunya.


"Hiks, ha-hati hati di jalan Bunny. Jaga kesehatan, jaga hati dan jaga semuanya. I-ingat jangan nakal di sana ya, dan jangan lupa harus kabarin aku setiap


harinya." nasihat Fayra, sambil memeluk suaminya dalam keadaan menangis.


"Siap, Honey. Kamu juga hati-hati di sini ya, jangan nakal jaga kesehatan. Untuk lu semua gua titip Fayra, jaga dia dengan baik. Terutama lu para wanita yang selalu ada di samping istri gua!" tegas Ace, menatap tajam ke arah sahabatnya.


"Lu tenang aja, gua sama yang lain akan jaga Fayra. Meskipun kita bertiga enggak bisa satu sekolah di sekolah yang sama, tapi kita akan selalu kumpul apa pun kondisinya." ucap Louis penuh penegasan.


"Lu enggak usah khawatir, ular betina udah keluar dari sekolah. Jadi enggak akan ada yang nyakitin Fayra, jikalau pun ada, gua akan jadi perisai pertama untuknya." sahut Sheila, sangat serius.


"Lu enggak usah mikirin masalah Fayra, itu urusan kami. Yang penting lu baik-baik di sana, cari ilmu yang tinggi dan balik ke Indonesia."


"Gua harap di saat lu udah balik nanti, semua bisa kumpul sama-sama dengan keluarga kecil masing-masing."


Nicho menepuk punggung Ace beberapa kali, lalu dia melepaskan pelukan istrinya. Dan bergantian memeluk ketiga sahabatnya secara bergantian.


Fayra yang masih enggan mau melepaskan Ace hanya bisa menangis di pelukan sahabatnya.


"Jaga diri baik-baik, belajar yang benar. Daddy harap kamu bisa pulang dalam keadaan sehat, serta memiliki ilmu yang tinggi. Pada saat itu juga, Daddy akan menyerahkan perusahaan padamu." ucap Daddy Gerry memeluk Ace, ala laki-laki tegar.


"Siap, Dad. Ace titip Fayra dan Mommy, jangan biarkan mereka merasa bersedih atau pun tersakiti. Karena jika sampai itu terjadi, disitulah Ace akan meninggalkan semua pendidikan." ancam Ace, melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Daddy Gerry tersenyum menepuk-nepuk pipi anaknya, meski terlihat tegar tanpa air mata. Tetapi hatinya begitu sedih, harus melepaskan anak satu-satunya pergi ke negeri orang.


Mommy Rosa langsung memeluk Ace, menangis di dalam pelukannya. Sebenarnya dia tidak rela, cuman apa boleh buat. Jika tidak seperti ini, kemungkinan Ace tidak bisa sepenuhnya mengambil alih perusahaan Daddy Gerry.


Setelah semuanya sudah berpamitan, kini saatnya Ace berpamitan kepada mertuanya. Terlihat jelas harapan terukir dari sudut mata kedua orang tua Fayra.


Mereka hanya memperikan suport, dan juga nasihat agar Ace fokus pada karirnya. Bukan dengan hal yang lain, apa lagi tentang wanita.


Disaat semuanya selesai, pelukan terakhir kembali jatuh pada istrinya. Air mata kesedihan yang berusaha Ace tahan, kini telah runtuh ketika dia harus meninggalkan orang yang sangat dia sayangi.


"Setelah kepergianku nanti, aku mau kamu menjadi wanita yang kuat, wanita yang mandiri, dan juga menjaga dirimu sendiri dari semua yang bisa membahayakanmu."


"Aku tidak mau lagi mendengar kecengenganmu itu, apa lagi kemanjaanmu. Masih ingat bukan, kalau aku tidak suka cewek manja? Jadi belajarlah menjadi wanita yang tegar, hebat, mandiri serta tidak tergantung oleh siapa pun!"


Nasihat Ace terakhir membuat Fayra menganggukan kepalanya. Beberapa kali Ace mencium seluruh wajah istrinya, hingga menyatukan bibir mereka sekilas.


Semua itu mereka lakukan bukan semata-mata ingin menunjukkan kemesraannya. Melainkan sebagai obat rindu, yang sebentar lagi akan mereka jalani untuk beberapa tahun kedepannya.


Kepergian Ace bukan untuk bersenang-senang. Melainkan, ini tuntutan seorang pria yang harus memiliki pekerjaan bagus, demi kebahagiaan keluarganya.


Perlahan langkah Ace mulai menjauh, bersamaan dengan lepasnya tangan Fayra. Hingga akhirnya Ace masuk ke dalam sebuah pesawat yang sangat besar.


Di delan pintu perawat, Ace melambaikan tangannya sambil meneteskan air matanya menatap keluarga tercinta.


Sampai akhirnya dengan hitungan menit pesawat tersebut perlahan mulai meninggalkan bandara, membuat hati Fayra terasa sangat kesepian.


Fayra menangis di dalam pelukan Amma Trysta dan juga Mommy Rosa. Hanya ada satu harapan setelah perginya Ace, yaitu semoga firasat buruk tentang suaminya tidak sampai terwujud.


Seperginya pesawat tersebut, semuanya langsung bergegas balik kanan menuju rumahnya masing-masing.


Ya, meskipun tidak ada Ace di sampingnya. Fayra tetap berusaha kuat dan juga mandiri, sesuai dengan nasihat suaminya.


Bahkan Fayra tetap tinggal bersama keluarga Ace, sesekali dia menginap di rumah kedua orang tuanya sendiri.


...*...


...*...

__ADS_1


Seiring berjalannya waktu, tak terasa Ace sudah pergi meninggalkan Fayra sekitar kurang lebih 1 bulan yang lalu.


Walaupun mereka jauh, tetapi sesuai dengan permintaan Fayra bahwa Ace selalu memberikan kabar sejam sekali.


Ya, jika dia tidak memberikan kabar bukan berarti ada yang baru. Melainkan dia sedang sibuk dengan pendidikannya.


Sama halnya seperti Fayra, dia juga sedang disibukkan oleh pendidikannya. Apa lagi Fayra saat ini sudah duduk di bangku kelas 3 SMA, jadi dia harus banyak menguasai pelajaran. Agar kelak dia bisa menyusul suaminya yang ada di luar negeri.


...*...


...*...


Harvard University, Amerika.




University tersebut merupakan salah satu kampus terkenal di Amerika, hingga menduduki peringkat teratas selama 1 tahun terakhir ini.


Di dalam kelas, Ace sedang duduk fokus menatap ke arah depan sambil mendengar penjelasan sang dosen.



Di saat semua murid sedang fokus menyimak pelajaran, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu tersebut.


Tokk ... Tokk ... Tokk ...


Semua mata menatap ke arah pintu, bersamaan dengan sang dosen yang berjalan menuju pintu. Kemudian membukanya secara perlahan.


Pintu terbuka, lalu muncullah seseorang yang berhasil menyita perhatian semua mahasiswa/i yang ada di dalam kelas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Mampir yuk masih seger nih, karya author ke-4. Jangan lupa kepoin ya ❤️🙏🏻...


__ADS_1


__ADS_2