Misteri Gadis Pemikat

Misteri Gadis Pemikat
Can't escape


__ADS_3

Kania melanjutkan tugasnya di dalam kelas, seperti biasanya begitu juga dengan Mira. Setelah 2 jam berlalu pekerjaannya juga tugas di dalam kelas tersebut telah dia selesaikan.


Mereka satu persatu membubarkan diri menuju ke tempat parkiran. Kania masih berada di dalam kelas gadis itu memasukkan semua perlengkapan ke dalam tasnya kemudian menentengnya pergi keluar kelas, ketika langkah kakinya tiba di ambang pintu tiba-tiba Royd menghentikannya.


"Kania tunggu sebentar!" Gadis itu menoleh menghadap kearahnya menunggu pria itu untuk mengatakan sesuatu padanya. Royd berlari menyusulnya sambil membawa tas hitam miliknya.


"Apa ada yang ingin kamu katakan?" Tanya gadis itu, dia masih menoleh menghadap padanya.


"Kamu sudah janji padaku, apa kamu lupa?" Kania diam tidak bergeming, gadis itu menundukkan kepalanya seraya menghela nafas berat haruskah aku melakukannya lagi dengannya? bisik dalam hati kecilnya.


"Aku harus bagaimana sekarang? aku harus mencari cara untuk menghindari pria itu, tapi aku masih bingung bagaimana caranya?" Kania menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Gadis itu sedang berpikir keras mencari cara untuk kabur dari Royd.


"Pak Royd sepertinya perutku sakit sekali. Bolehkah aku pulang duluan?" Tanyanya sambil meringis memegangi perutnya.


Royd mencermati apakah gadis itu benar-benar sakit atau hanya pura-pura saja. Dia sendiri juga tidak tega jika melihat gadis itu kesakitan.


"Baiklah pulanglah duluan, aku nanti akan menyusulmu. Jangan lupa minum obat agar nyeri perutmu lekas membaik." Ujarnya dengan wajah cemas.


Kania merasa senang sekali akhirnya dia bisa bebas dari genggaman Royd Carney. Gadis itu melangkah santai menuju mobilnya yang berada di parkiran kampus.


Tapi masih ada keraguan sedikit di dalam benaknya "Apakah dia benar-benar berpikir aku sedang sakit? atau dia akan menangkapku nanti?" Gumam Kania pelan.


Akhirnya pikiran tersebut ditepisnya, gadis itu segera melajukan mobilnya meninggalkan halaman kampus menuju ke sebuah minimarket yang berjarak sekitar 1 km dari kampus tersebut.


Kania membeli beberapa makanan ringan juga sekaleng minuman. Gadis itu mengambil tempat duduk yang berjajar di luar minimarket tersebut dan mulai menikmati makanannya di sana.


Tatapan matanya beralih ke arah jalan raya dimana banyak kendaraan sedang berlalu-lalang di sana seraya sibuk mengunyah makanan dalam mulutnya.


"Aku ingin sekali bebas dari pria itu." Gumamnya dalam hati kecilnya


Kania menenggak setengah kaleng minumannya. tepat pada saat itu terlihat mobil yang tidak asing dan sering dilihatnya kemudian turun dari dalam mobil tersebut seseorang yang sangat familiar yaitu Royd Carney.


Pria itu tersenyum simpul kemudian melompat turun dari dalam mobilnya. Lalu dia melangkah mendekat ke arahnya.


Kania sibuk menyembunyikan wajahnya menutupinya dengan tas kecilnya. Tapi sepertinya tidak berhasil, pria itu mengambil kursi tepat di depannya. Bibirnya masih terus tersenyum menatap wajah pucat Kania.

__ADS_1


"Apa kamu sudah sembuh? sepertinya kamu sudah baik-baik saja kan?" Tanya pria itu padanya. Dia diam seribu bahasa tidak bisa menjawab semua pertanyaan darinya.


Berkali-kali Kania merutuki nasib sialnya hari itu, dia ingin sekali segera bisa lepas dari cengkraman Royd Carney.


"Sial sekali! dia menemukanku lagi sekarang! bagaimana caranya aku bisa kabur kalau seperti ini?" Ujarnya masih menutupi wajahnya dengan tas kecil miliknya.


Gadis itu tersenyum meringis menurunkan tasnya dari depan wajahnya perlahan-lahan.


Pria itu sedang menikmati sekaleng minuman di atas meja milik Kania. "Kenapa kamu terkejut, aku tiba di sini? tanyanya sambil nyengir ke arah Kania.


Gadis itu menggelengkan kepalanya perlahan seraya menopang dagunya dengan kedua tangannya.


"Aku tidak terkejut sama sekali kamu bisa menemukanku di sini, memangnya kapan aku bisa kabur darimu pak dosen?" Tanyanya sambil mengerjapkan matanya berkali-kali.


"Ya kalau sudah begini maka kamu harus menepati janjimu padaku." Masih tetap tersenyum seperti sebelumnya.


"Janji apa? aku tidak mengerti maksud ucapan darimu!" Pura-pura lupa mendadak, layaknya orang amnesia.


"Hahaha coba lihat itu wajahmu, lucu sekali! Kamu pikir aku percaya ketika kamu bilang sedang sakit? kamu hanya mencari cara untuk menjauh dariku Kania."


"Mana mungkin! aku tidak pernah seperti itu!" Pura-pura mengelak, menepis ucapan dosennya itu.


Royd masih santai menikmati minuman ringan nya duduk di kursi menatap kepergian Kania.


"Kania Kania! sampai kapan kamu akan kabur dariku?!" Ujarnya seraya menyeringai tersenyum penuh misteri.


Kania terus melajukan mobilnya menuju ke rumah Alfred, dia berpikir hanya di sana satu-satunya tempat yang aman untuk dia bersembunyi saat ini.


Dia berharap Royd tidak akan bisa menemukannya, walaupun itu hanya angan-angan saja.


Pria itu akan tetap menemukannya dimanapun keberadaan dirinya karena dia adalah raja pemburu.


Dan benar saja tak lama kemudian mobil Royd terlihat dari kaca spion mobilnya. Pria itu sudah mengikutinya dari belakang tidak jauh dari posisinya sekarang.


Tak lama kemudian mobil Royd melaju dengan kencang mendahului mobil Kania. Kemudian menghentikannya mendadak, menghadang tepat di depan mobil Kania.

__ADS_1


Hingga membuat Gadis itu segera menginjak pedal remnya agar tidak menabrak mobil pria itu yang telah berada di depannya saat ini.


"Dasar sialan! pria itu sampai kapan akan berhenti menggangguku!" Ujar Kania dengan penuh rasa kesal dalam hatinya.


Gadis itu kemudian membuka pintu mobilnya, lalu melompat turun. Dia segera membuka pintu mobil Roy menarik kerah baju warna hitam miliknya, menyeretnya keluar dari dalam mobil.


Kania membenturkan tubuh pria itu mendorong ke badan mobil miliknya. Royd menyeringai tersenyum, dia tidak tampak takut sama sekali atas apa yang dilakukan Kania padanya.


"Apa yang kamu mau?!" Teriak Kania sudah tidak bisa bersabar lagi.


"Sudah jelas kan? apa yang aku mau darimu Nia? kamu masih pura-pura tidak tahu?" menyeringai lebar, tersenyum menatap wajah Kania lekat-lekat.


"Tutup mulutmu! dasar pria brengsek! sampai kapan kamu akan berhenti menggangguku? membuatku kesal sepanjang waktu? aku sangat bosan sekali!!" Kania mencekik leher pria itu dengan lengan tangan kanannya.


Royd masih tersenyum, dia tidak peduli sama sekali. Kania mendengus kesal lalu melemparkan tubuhnya ke samping hingga pria itu jatuh ke atas jalan raya.


Setelah itu Kania masuk ke dalam mobilnya memutar balik arah mobilnya menuju ke tempat lain. Kembali berlari menjauh dari Royd, pria itu mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya.


Menatap tajam ke arah mobil Kania yang perlahan-lahan menjauh hingga tidak terlihat lagi dari depan matanya.


"Apakah dia pikir aku tidak akan bisa menemukannya lagi untuk yang 100 kalinya? sekalipun dia pergi ke ujung dunia aku akan tetap menemukannya! Jangan harap kamu bisa kabur dariku!"


Di sisi lain, Irna sedang berada di rumah sakit. Gadis itu sedang duduk di lorong di depan ruang kerjanya menyelonjorkan kakinya.


Sepertinya dia terlihat sangat lelah sekali, pagi ini datang berjibun pasien akibat kecelakaan beruntun. Kecelakaan tersebut terjadi akibat sebuah truk pengangkut barang, truk tersebut put menabrak kereta api yang sedang melintas. Penyebab secara rincinya belum bisa diketahui dengan pasti.


Yang dia tahu mungkin sopir tersebut sedang mengantuk hingga melewati batas palang kereta api, begitulah sekiranya menurut pemikiran dalam benaknya.


Seorang staf datang menghampirinya, "Halo dokter, apa anda tidak sibuk?" Tanyanya pada Irna.


"Aku lelah sekali, Rin mungkin nanti aku akan melanjutkan untuk memeriksa pasien lagi." seraya mendongakkan kepalanya menatap langit-langit lorong.


"Tapi presdir Ryan tidak tidak bisa menunggu lagi, dia sudah sejak tadi meminta anda untuk pergi memeriksa pasien membantu dokter lainnya." Ujarnya lagi.


"Tapi kakiku kram sekarang, aku tidak bisa berdiri lebih lama lagi. Rasanya nyeri sekali minta saja dokter lain untuk menggantikanku." Ujarnya seraya memukul-mukul kedua lututnya secara bergantian.

__ADS_1


Bersambung...


Tinggalkan like sebelum pergi thanks for reading..


__ADS_2