Misteri Gadis Pemikat

Misteri Gadis Pemikat
The mystery of the blue lotus flower


__ADS_3

Irna masih berdiri di depan rumah tempat dia tinggal bersama dengan Fredian. Dia menatap kepergian Fredian bersama Eroine tanpa berkata apapun.


Gadis itu berdiri mematung sesaat, angannya kembali teringat tentang peristiwa pernikahannya.


Bersama dengan Eroine, yang saat itu telah digagalkan oleh Ratu Holland dengan membuat kesalahpahaman di antara mereka berdua.


Irna kemudian menjentikkan jarinya hingga dia tiba-tiba muncul di kerajaan Holland negara Belanda.


Irna melangkah masuk ke dalam kastil tersebut. Bibirnya tersungging senyuman penuh aura membunuh, siap menyingkirkan siapa saja yang berniat menghadangnya!


Para pengawal terkejut melihat kedatangan Irna di sana. Gadis itu tersenyum sinis dengan sebilah pedang kristal es berada di genggaman tangan kanannya. Irna sengaja menyeret ujung pedangnya di lantai, hingga timbul suara berderit ketika di melangkah. Gadis itu melenggang santai di hadapan para pengawal.


Seorang pengawal berlari tergopoh-gopoh masuk ke dalam kerajaan tersebut untuk menemui Ratu Holland.


"Ada apa kamu kenapa berlari tergesa-gesa kemari?" Tanya Ratu tersebut pada pengawalnya.


"Ratu-ratu Vertose sudah sampai di sini! dia terlihat sangat marah sekali."


"Apa kamu bilang? Ratu Vertose hari ini datang kemari? Kenapa mendadak sekali?!" Teriak ratu Holland pada pengawalnya itu.


Dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba Irna datang ke kerajaannya tanpa memberikan pemberitahuan terlebih dahulu, apalagi setelah mereka berhasil mengobrak-abrik kerajaan tersebut beberapa hari lalu.


"Dengan siapa dia datang?!" Tanya Ratu Holland lagi pada pengawalnya.


"Nona Kaila datang sendirian ratu!" Jawabnya sambil menundukkan kepalanya dengan hormat.


"Tidak masalah kalau dia sendirian, saya bisa mengatasinya. Suruh dia masuk!" Perintahnya pada pengawal tersebut.


"Baik Ratu!" Ucapnya, lalu undur diri untuk menemui Irna.


"Ratu memerintahkan anda untuk segera masuk ke dalam."


Irna tidak menjawab perkataannya, gadis itu segera masuk tanpa takut sama sekali.


Irna yang sekarang bukanlah Irna yang kemarin, dia adalah Angelina vampir yang awalnya menguasai tubuh tersebut telah muncul dan hidup kembali bersiap membalaskan dendam kesumatnya di masa silam.


Ketika dia melihat Ratu Holland duduk di singgasananya, Gadis itu tersenyum mencibir. "Cih! Wanita keparat!"


"Apa yang membawa anda datang kemari Nona Kayla?" Tanya Ratu Holland pada Irna. Gadis itu tersenyum mengejek menjawab pertanyaan darinya.


"Siapa Kaila?" Tanyanya pada Ratu Holland. Ratu Holland terkejut mendengar pertanyaan yang dilemparkan balik padanya itu.


"Apa maksudmu? Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa kamu hilang ingatan kemarin! Pada saat aku hampir berhasil menghabisi nyawa dua pria simpananmu itu?!" Ejek Ratu Holland pada gadis itu.


"Menghabisi nyawa kekasihku?! sejak kapan kamu berani menghabisi nyawa pengikut-ku! Wanita tua tidak tahu diri sepertimu memang pantas mati!" Ancam Irna padanya.

__ADS_1


"Apa kamu lupa siapa yang membuatmu terluka parah beratus-ratus tahun lalu? Dan kemarin aku berusaha menawarkan yang terbaik untukmu tapi kamu malah memintaku untuk menikahi pria brengsek itu! pria bodoh piaraan mu itu."


Irna mendengus kembali mengejek.


Wajah Ratu Holland mendadak berubah pucat pasi, mendengar pernyataan panjang lebar tersebut.


"Kau jangan bilang kau adalah Angelina." Ratu Holland tergagap mengucapkan kata itu, dia sendiri baru tahu kalau Kaila adalah reinkarnasi Angelina.


"Kenapa kamu terkejut sekali? Kamu takut aku membunuhmu sekarang?" Ucap Irna santai. Gadis itu melenggang menaiki tangga menuju singgasana Ratu Holland.


"Sepertinya singgasanamu ini nyaman sekali untuk diduduki!" Dia mengangkat dagu Ratu Holland menggunakan ujung pedangnya.


Bersamaan dengan itu para pengawal ikut menyerbu Irna, menghunuskan pedangnya bersiap untuk menyerang Irna, mereka mengarahkan pedangnya ke tubuh Irna.


Melihat pengawalnya mulai gegabah, Ratu Holland segera mengangkat tangan kanannya untuk menghentikan para pengawalnya agar tidak menyerang Irna. Karena dia tahu Angelina tidak akan bisa ditembus oleh pedang manapun.


Juga tidak ada yang bisa membunuhnya karena dia adalah Angelina. Berbeda dengan manusia seperti Kaila.


Kaila Elzana, walaupun dia sudah berubah menjadi vampir tapi dia masih bisa kehilangan nyawanya. Karena dia belum memiliki kekuatan yang seutuhnya.


Juga ingatannya mengenai kekuatan yang tersimpan dalam dirinya, belum bisa keluar karena tertahan oleh memorinya, ketika dia memutuskan untuk bereinkarnasi.


Irna tersenyum sadis sekali, dia ingin menggorok leher wanita di depannya itu.


"Tolong hentikan Ratu, saya mohon untuk tidak menyentuh ibu saya."


"Dasar bodoh! Dia ini bukan ibumu dia hanya memanfaatkan tubuhmu untuk menyimpan salah satu jiwanya. Pria itu hanya tiga hari menikahinya karena terpaksa! Eroine bahkan tidak pernah menyentuh seujung kuku pun! Tapi dia menggembar-gemborkan hubungan mereka ke depan publik! Membuat rumor palsu! Dasar wanita licik!"


Derent terkejut mendengar ucapan Irna, "Tapi saya tidak bisa percaya begitu saja."


"Kenapa kamu tidak percaya padaku? tanyakan saja segalanya pada wanita ini!" Irna mengangkat dagu Ratu Holland lebih tinggi dengan ujung pedangnya.


"Apa maksud anda ratu Vertose?"


"Ibu! bisakah ibu menjelaskan kepada saya, karena saya tidak ingin mempercayai ucapanya!" Derent menundukkan kepalanya, air matanya menetes membasahi kedua pipinya.


Wanita itu memalingkan wajahnya ke arah lain seakan-akan dia tidak ingin putra satu-satunya itu mengetahui kejadian yang sebenarnya.


"Lihat wajah wanita ini dia bahkan tidak berani menatap wajahmu sekarang! Dia terlihat sangat ketakutan karena aku ingin membongkar rahasianya di depan matamu sekarang!" Ucap Irna lantang.


"Wanita ini menyimpan jiwanya di dalam tubuhmu! Agar dia bisa bertahan hidup sampai sekarang! itulah alasan kenapa tidak bisa mati, waktu aku membunuhnya! karena kamu Derent! Karena sebagian jiwanya masih hidup dan tegak berdiri sekarang! Hai! Apakah aku harus membunuh kalian berdua di saat yang sama." Irna menggesekkan pedangnya di leher ratu Holland.


Derent tercekat mendengar ucapan Irna. Tubuhnya bergetar kuat, dia takut sekali karena Irna benar-benar ingin membunuh dan menghabisi nyawanya saat itu juga.


"Saya mohon jangan bunuh saya! Dan juga ibu saya!" Ucap Derent. Pria itu memohon kepada Irna agar tidak menghabisi nyawanya.

__ADS_1


"Apa yang bisa kamu berikan padaku?! Untuk menukarnya dengan nyawa kalian berdua?!" Tanya Irna padanya. Gadis itu mencoba bernegosiasi dengan mereka berdua.


"Kerajaan ini! aku akan memberikannya padamu." Ucap Ratu Holland pada gadis itu.


"Ratu Vertose, aku ingin menikahkan kamu dengan putraku karena memang ingin memiliki penerus kerajaan ini! Jadi kamu berhak memiliki kerajaan ini!" Ucapnya sepenuh hati.


"Lalu kamu sendiri akan tinggal di mana?" Tanya Irna padanya.


Ratu Holland tidak menjawab pertanyaan Irna, wanita itu terdiam dan bahkan sekarang sedang melamun seperti memikirkan sesuatu.


"Eroine, apakah kamu sudah bertemu dengannya?" Tanyanya pada Irna.


"Iya aku sudah menghidupkan raja Eroine kembali! Kenapa? Kamu ingin kembali padanya? menjadi istrinya kembali?" Irna tersenyum mengejek ke arahnya.


"Tidak sebenarnya kami sudah lama berpisah sebelum kamu menjadi kekasihnya! Aku ingin menghancurkan hubungan kalian pada waktu itu, karena aku tidak senang melihat kebahagiaan kalian berdua! Sepasang pasangan kekasih yang akan hidup menguasai dunia vampir! Aku begitu sakit hati!"


Jelasnya, wanita itu akhirnya mau mengakui segala kesalahannya pada Irna di depan Derent.


"Kamu tahu, gara-gara perbuatanmu aku harus bereinkarnasi ulang! Menjadi manusia biasa, hidup sebatang kara! Tahukah kamu bagaimana kesulitannya aku untuk menghadapi kehidupanku sebagai manusia biasa setelah aku bereinkarnasi??! Dasar wanita sialan! Inilah yang membuatku gila ingin sekali menghabisi nyawamu sekarang!" Hardik Irna pada wanita itu tanpa menurunkan pedangnya sama sekali.


"Aku minta maaf padamu ratu Vertose!"


"Aku tidak butuh permintaan maaf darimu! Bagiku kamu adalah manusia yang tidak berguna sama sekali! Sangat menyebalkan, sangat menjijikkan!" Irna menarik ujung bibirnya tersenyum mengejek.


"Lalu apa yang kamu minta dariku? Aku akan memberikannya." Ucap ratu Holland dengan bibir tergagap karena Irna sudah menusukkan ujung pedangnya di luar lehernya.


"Berikan padaku bunga teratai biru yang ada di danau kerajaan ini! Maka aku akan melepaskan kerajaan ini."


"Bagaimana kamu bisa tahu bunga teratai biru ada disini?" Ratu Holland sangat terkejut mendengar ucapan Irna. Karena gadis itu mengetahui harta besar inti dari kerajaan Holland.


Tanpa bunga itu, kerajaan tersebut sangat lemah. Dan Irna bisa membinasakannya seketika. Jadi tidak ada bedanya sama sekali apakah Irna meminta singgasana kerajaan tersebut atau tidak, karena kerajaan tersebut telah diambil intinya, yaitu bunga teratai biru.


"Tentu saja aku tahu! Aku mencium bunga itu berada di tubuh pangeran Welrent." Desisnya di telinga ratu Holland.


"Kamu juga yang menanamkan di dalam tubuhnya! Pada saat dia bertempur melawan para monster itu. Di kastil Eroine, wanita busuk sepertimu apakah pantas diampuni?!" Irna menggoreskan pedangnya pada leher ratu Holland hingga darah menetes membasahi bilah pedang miliknya.


"Cepat berikan perintah pada pengawalmu, untuk memberikan kepadaku!" Hardik Irna semakin dalam menggoreskan mata pedangnya.


"Untuk apa? Bukannya anda sudah bertemu lagi dengan raja Eroine?! Apakah anda memilih tetap bersama dengan pangeran muda bodoh itu?!" Cibir ratu Holland padanya.


"Hidupmu berada di tanganku sekarang! Aku mau dia atau bukan, itu bukan urusanmu! Cepat berikan itu padaku sekarang!" Teriaknya lantang semakin dalam menggeser mata pedangnya di leher wanita itu.


Bersambung...


Tinggalkan like sebelum pergi vote juga ya untuk dukung author terus berkarya? Terima kasih sudah membaca, tunggu episode selanjutnya ya?... See you Readers...

__ADS_1


__ADS_2