
Malam itu setelah mengantar Fredian kembali ke Resort miliknya, Rian segera melakukan penerbangan ke Jerman. Menghadiri pernikahan putri satu-satunya Kania. Pernikahan Kania dengan Eryan Cloland.
Setibanya di sana Rian mendapatkan sambutan hangat dari keluarga besar tersebut. Pandangan matanya menyapu seluruh penjuru ruangan. Dilihatnya Kania sedang berdiri memakai dress putih menyambut para tamu, bersama Eryan Cloland.
Pria itu segera menghampirinya, "Apakah kamu bahagia? Menikah dengannya?"
"Pernikahan ini memang harus berlangsung, jadi apa yang bisa aku lakukan." Sahutnya datar.
"Ya kita memang harus melalui segalanya yang sudah menjadi takdir kita. Kita harus siap dengan konsekuensi dari langkah-langkah yang kita ambil. Kita hidup di dunia vampir, dan berturut hukum-hukum yang ada di dunia vampir."
Ungkap Rian sambil tersenyum, dia tahu keputusan dirinya waktu menemukan Irna di awal saat pertemuan pertama kali itu juga keputusan yang salah. Terus menjadikan tubuhnya melawan arus dari darah vampir murni beralih menjadi manusia. Dengan cara menyegel kekuatan dirinya sendiri.
Pria itu menenggak minuman di sudut ruangan sambil menatap tamu yang datang silih berganti masuk ke dalam ruangan.
Tiba-tiba matanya jatuh pada seorang wanita cantik jelita, mengenakan gaun dengan belahan hampir ke pangkal pahanya.
"Kaila.." Rian menerobos di antara kerumunan para tamu tersebut. Saat berhasil sampai di tempat wanita tadi, wanita yang dilihatnya sudah tidak ada di sana.
"Astaga, apakah aku berhalusinasi!" Gumamnya dengan nada suara tertekan. Dia merasa sangat kehilangan wanita yang sangat dia cintai itu.
Tiba-tiba terasa seorang wanita memegangi bahu kirinya. Saat dia menoleh itu adalah pangeran pertama Eryan Cloland. Suami dari putrinya Kania.
Pria itu sudah hidup hampir sebaya dengan usia Rian, lima ratus tahun lebih. Tapi wajahnya tetap terlihat tampan seperti di usia dua puluhan.
"Anda terlihat sangat bimbang." Ucapnya sambil tersenyum bersiap menunggu cerita dari Rian Aditama, yang tidak lain adalah pangeran pertama kerajaan Interure. Pewaris tahta pangeran Wiliam.
Jika saja Rian bersedia meneruskan kerajaannya, mungkin Nira bisa tertolong. Karena Javi Martinez tidak perlu menjadi Raja, dan tidak harus mencari wanita berdarah vampir murni.
Akan tetapi Rian sudah memutuskan untuk hengkang dari kerjaan tersebut. Dan keberadaan dirinya saat ini hanyalah Peter yang tahu. Penasihat kerajaan Interure. Juga ibu kandungnya, yang sempat menemuinya. Anggota kerajaan telah memvonis putra pertama meninggal dunia. Jadi keberadaan Rian aman tidak dalam pencarian.
Rian mengangkat wajahnya menatap pria di sebelahnya itu. "Apakah kamu bisa menceritakan padaku tentang Ratu Angelina? Apakah wanita itu bisa mati? Apakah jika dia mati maka akan lenyap juga ingatan manusia mengenai dirinya?!"
Eryan Cloland tersenyum mendengar pertanyaan dilempar ke arahnya bertubi-tubi oleh pangeran William. Dia juga tahu pria itu setengah mati jatuh cinta padanya. Dan pertempuran antara William dan Welrent juga sudah tersebar ke kerajaannya tanpa menunggu watu lama.
"Menurutmu apa wanita iblis itu bakal mati semudah itu? Wanita itu sudah hidup selama lebih dari lima ribu tahun lamanya, lalu pernikahan dirinya berakhir tragis dengan pembantaian besar-besaran yang dilakukan oleh tangannya sendiri. Dua kerajaan hancur lebur pada saat yang sama! Saat pernikahan Ratu Vertose, Angelina dengan Raja Eroine."
"Lalu dia melakukan bunuh diri dengan bilah pedang miliknya sendiri, pedang kristal es. Mayatnya perlahan lenyap tertimbun es di musim salju! Di tengah mayat-mayat lain yang bergelimpangan di sana. Dari mayatnya tumbuh bunga legenda tersebut. Bunga kristal es abadi."
"Dan Rina, pelayanku.. dia menemukannya. Aku yang memintanya untuk menyelinap menjadi pelayan keluarga Derose. Wanita itu tahu kakaknya tidak memiliki keturunan. Dia memungut bayi kecil yang entah berasal dari mana. Tapi dia tahu bayi itu bukan bayi biasa. Dia memberikan bayi itu identitas dengan memasukkan namanya ke dalam daftar keluarga kakaknya."
"Nahas kakaknya, sepasang suami istri itu mengalami kecelakaan. Dan apa menurutmu itu adalah kecelakaan biasa? Bukan! Itu adalah ulah vampir! Untuk membunuh penerus kerajaan Vertose. Mereka mencium aroma bunga kristal es pada tubuh bayi itu! Irna Damayanti putri angkat mereka."
"Rina adalah manusia setengah vampir, dia ingin hidup sebagai vampir murni. Dan setelah terkena pengaruh sihir Wilson. Wilson bertekad memiliki tahta! Pria itu sudah tahu jika Irna Damayanti bukan gadis biasa. Dia bahkan tidak ragu sama sekali untuk melukainya. Karena dia tahu wanita itu tidak akan mati semudah itu."
"Tapi dia hampir mati saat aku menemukan tubuhnya. Dia begitu lemah." Sahut Rian sambil memijit pelipisnya.
"Itu karena Angelina belum bangkit! Setelah bunga kristal es bangkit dan tumbuh! Butuh waktu lama untuk Angelina bangkit! Karena itulah dia masih lemah saat itu." Sergah Eryan Cloland.
Pria itu tahu tentang seluk beluk Angelina. Karena dia adalah keturunan dari salah satu raja yang berhubungan dengan kerajaan Eroine.
Kerajaan Eroine terpecah menjadi tiga bagian. Dan salah satu rajanya adalah ayah ketiga bersaudara tersebut. Raja Cloland menikah dengan ratu Cloland mereka mendapatkan putra tiga pangeran.
"Jadi maksudmu Angelina masih hidup sekarang?" Tanyanya pada Eryan Cloland, Rian ingin tahu kepastian mengenai wanita yang dicintainya itu.
"Jika dia memilih untuk bereinkarnasi kembali, mungkin dia sudah tidak berada di dunia kita." Pria itu menoleh ke arah Rian sambil tersenyum. Dia mengangkat kedua alisnya memberikan isyarat padanya.
"Apa maksudmu? Keluar dari dunia kita?"
"Aku dengar dia meninggalkan pedang kristal es miliknya?" Tanyanya lagi sambil tersenyum semakin lebar.
"Kenapa? Apakah terjadi sesuatu padanya?!" Rian semakin bingung karena dia sama sekali tidak bisa mengerti maksud dari bahasa isyarat tersebut. Rian kini memegangi lengan Eryan Cloland, menunggu jawaban dengan wajah penuh antusias.
__ADS_1
"Dia memilih kembali. Dan meninggalkan hidupnya." Jawab Eryan Cloland santai.
"Dia mati?!" Rian serasa tersambar petir di malam cerah itu.
Eryan menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum. "Dia telah meninggalkan dunia vampir. Karena itulah manusia tidak bisa mengingat dirinya." Ucapnya sambil menengadahkan wajahnya.
"Bagaimana keadaanmu? Kamu bisa sembuh secepat ini? Aku pikir kamu akan mati tahun ini!" Eryan lagi-lagi melemparkan pertanyaan yang Rian tidak ketahui.
"Aku? Mati?! Kemarin aku merasakan sakit yang teramat sangat menjalar menyerang jantungku." Ujarnya tiba-tiba.
"Angelina menemukanmu?" Tanyanya lagi. Kini wajah Eryan semakin terlihat cerah seperti telah berhasil menuntaskan teka-teki tentang lenyapnya wanita cantik jelita pemilik darah pemikat tersebut.
"Iya kami berdua bersama saat tiba-tiba penyerbu datang demi bunga teratai biru. Setelah itu aku tidak sadarkan diri. Aku terbangun dia sudah tidak ada di sisiku." Jelas Rian panjang lebar.
"Dan kamu tidak merasakan sakit lagi setelah kepergiannya, kamu tidak bisa mengingatnya. Wanita itu yang telah menghapus ingatan di dalam kepalamu. Dia juga yang telah memberikan hidupnya untukmu. Racun di dalam tubuhmu sudah ditanam sejak kamu lahir dan hanya bisa bereaksi ketika usiamu sudah mencapai saat ini. Angelina-lah yang menyelamatkan dirimu."
Rian terasa lemas mendengar penjelasan Eryan Cloland. Dia tidak menyangka karena ingin menyelamatkan nyawanya Irna pergi tanpa kabar tanpa ucapan perpisahan.
Karena racun yang ganas itu, racun berusia beratus-ratus tahun lalu.
"Benda pusaka satu-satunya itu, wanita iblis itu bahkan benar-benar telah mendapatkan tanpa kesulitan sama sekali. Angelina, dia menggunakan bunga teratai biru sekarang. Dia tahu kekuatan yang tersimpan pada bunga itu. Jika dia benar-benar memilih berinkarnasi maka pedang kristal es miliknya juga pasti menghilang dari pandangan."
Eryan kini malah tertawa sambil menepuk bahu Rian. Melangkah pergi meninggalkannya.
"Apa maksudnya? Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang telah dia katakan! Dia bilang Irna tidak berada dalam dunia kita lagi? Lalu dia juga bilang Irna telah hilang dari ingatan manusia karena dia telah pergi dari kehidupannya sekarang! Jika dia pergi dari kehidupan ini mestinya dia mengiyakan uacapanku saat aku bilang dia mati!"
"Kemudian dia bilang jika Irna masih hidup dan tidak semudah itu mati?"
"Itu artinya, dia menjadi lebih hebat? Atau bahkan kehilangan kekuatannya sama sekali? Dan karena terhapus dari klan vampir, maka ingatan mengenai dirinya lenyap di dalam setiap kenangan manusia yang telah dia temui. Wanita itu hidup menjadi orang yang baru. Tapi dia tidak mungkin melupakan putri dan cucunya! Sekalipun dia tidak menginginkan diriku atau Fredian lagi." Rian masih mencoba menerka-nerka. Dia tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi.
Baginya Irna tetap hidup di luar sana. Di negeri yang tidak dia ketahui.
Sampai di lobby hotel dia segera menerjang masuk.
"Hosh! Hosh! Hosh!" Rian terengah-engah mengatur nafasnya. Pria itu telah berlari dari lobby menuju ruangan kerja Fredian.
Dia melihat Fredian sedang berada di dalam kolam renang yang ada di ruangan dalam. Pria itu terus berenang untuk menghapus rasa kesalnya, rasa rindunya.
"Fred, Irna masih hidup! Wanita itu masih hidup. Dia mengambil racunku."
Teriak Rian sambil jatuh terlentang di tepi kolam. Nafasnya masih megap-megap tidak beraturan.
Fredian mendengar ucapannya langsung berenang menepi. Dia menyambar handuk yang ada di kursi tepi kolam renang. Kemudian berjongkok di sebelah Rian terlentang.
"Kamu harus menemukannya!" Rian menyentuh tangannya. Pria itu tersenyum padanya.
"Jika dia tidak menginginkanku? Buktinya dia hidup tapi tidak datang padamu? Atau padaku!" Kini Fredian menatap jauh ke permukaan air di depan matanya. Pandangan begitu jauh, teramat jauh seolah-olah dia melihatnya tapi tak bisa menggapainya.
"Kamu masih mencintainya kan?" Tanya Rian sambil mencermati wajahnya.
"Aku sampai gila gara-gara memikirkannya!" Ucapnya dengan tatapan mata masih menerawang ke tempat yang begitu jauh.
"Mungkin keadaannya sekarang yang membuat dia tidak bisa datang! Wanita itu memindahkan racun dari tubuhku, racun itu berada di dalam tubuhnya sekarang." Jelas Rian penuh rasa sesal di wajahnya.
"Jika saja dia membiarkanku mati! Dia tidak akan pergi seperti ini Fred." Ungkap Rian menyatakan hal mengenai perasaannya.
"Aku berani bertaruh, dia sengaja melemparkan nyawanya untukmu, sebenarnya dia juga mencintaimu! Dia diam-diam menyimpanmu di dalam hatinya! Menyembunyikannya dengan baik." Ucap Fredian sambil beranjak berdiri.
Kini Fredian tampak acuh. Dia seperti sengaja melepaskan seluruh hatinya untuk wanita yang telah lama dia cintai itu. Dia merasa Irna begitu mencintai Rian. Hingga dia merelakan nyawanya sendiri demi menyelamatkan pria itu.
Tapi Rian tahu Irna tidak seperti yang dikatakan oleh Fredian. Kesalahpahaman di hati Fredian terhadap dirinya masih menjadi batu di dalam hati Presdir Resort itu. Masih menjadi ganjalan yang menyakitkan di hatinya.
__ADS_1
Rian tahu Irna selalu termenung, di sela tawanya. Menangis terisak tatkala memikirkan Presdir Resort di depan matanya itu. Sejak awal dia tidak pernah berpindah hati.
Jika Rian bisa menaklukkan hatinya tentu saja dia tidak akan menyerahkan kembali kepada Fredian. Takkan pernah!
"Kamu masih berfikir aku menusuk-mu dari belakang?" Rian kini bangkit berdiri.
"Jika kamu tidak mau menemukannya! Tidak mau mencarinya! Ya sudah! Jangan menduga-duga seperti orang bodoh! Sebanyak aku tidur dengannya saat dia menjadi istriku! Lebih banyak air matanya yang terus meleleh memikirkan pria bodoh sepertimu! Aku akan menemukannya! Aku pasti menemukan keberadaan wanita itu!" Rian kesal sekali.
Rian datang berharap pria di depannya itu mau merespon dan bersemangat untuk mendapatkan Irna kembali bukan malah menampilkan punggungnya! Membelakangi dirinya, dan tidak peduli apapun yang terjadi pada Irna.
Dia datang agar Fredian bangkit untuk mencari wanita yang sudah bertahun-tahun mencintainya. Tapi Fredian malah menampik luka dengan pisau! Menambah parah luka yang telah berdarah.
Sekarang Rian sangat sedih, dia tidak tahu harus bagaimana untuk menemukan keberadaan Irna.
Dia sudah menghubungi Reyfarno Aditama kakak angkatnya pemilik Eagle star. Dia meminta kakaknya untuk membantunya mencari Irna di seluruh pelosok negeri. Dan belum mendapatkan kabar sampai sekarang.
Rian menjalani kehidupannya seperti biasa, berkecimpung di dalam laboratorium dari waktu ke waktu.
Fredian juga sudah tidak di London lagi, pria itu memilih tinggal di resort Perancis. Sepertinya dia benar-benar ingin mengubur nama Irna Damayanti dari dalam hatinya.
Dia meraih kesuksesan di dunia bisnisnya tersebut. Hari demi hari namanya terus terlilit di dalam berita. Fredian mendapatkan julukan Raja Bisnis.
Hari ini Rian berada di Jerman untuk menyambut kelulusan Kania. Dia datang bersama cucu tirinya Nira, istri dari adiknya Javi Martinez.
Nira memilih tinggal di Jerman merawat putra kecilnya seorang diri, yang kini sudah menginjak usia empat tahun.
"Ayah!" Kania berlari menghambur memeluk Rian dan Nira.
Putra Kania sendiri dirawat oleh keluarga Cloland. Dari hasil pernikahan tanpa cinta itu. Pernikahan demi klan vampir.
Walaupun gadis itu melanjutkan kuliahnya, tapi tak merubah setatus dirinya sebagai istri dari pangeran Eryan Cloland.
Terlihat pria itu juga sedang menunggunya bersandar di depan mobil sport warna merah miliknya.
Beberapa mahasiswi berduyun-duyun menghampiri pria tampan itu demi mendapatkan tanda tangan darinya. Eryan Cloland meraih popularitas di bidang permodelan. Sangat unik dan terlihat tidak masuk akal pria berusia lebih dari lima ratus tahun itu meraih popularitas yang melejit ke langit karena ketampanan pada wajahnya.
Kania sendiri tidak bisa mempercayai dia telah menikahi pria yang bahkan lebih tua dari usia ayahnya, Rian Aditama.
Kania bercengkrama bersama Rian dan Nira di salah satu bangku kampus kedokteran Jerman tersebut.
Seseorang dari kejauhan memakai kacamata, rambutnya diikat menjadi satu di belakang punggungnya. Wanita itu tersenyum lembut melihat kebersamaan dan wajah-wajah ceria di depan matanya.
"Dokter, anda harus mengisi kelas yang ada di lantai tiga hari ini." Ucap sekretarisnya yang selalu mencatat daftar jadwalnya.
"Hem." Jawabnya sambil membawa jadwalnya menuju ke kelas yang dimaksud oleh asistennya tersebut.
Bersambung....
"Siapa wanita berkacamata itu???? *
A. Irna
B. Kaila
C. Angelina
D. Wanita lain
E. Istri Royd Carney
F. Wanita penuh dendam kesumat.
__ADS_1