
"Bagaimana ratu bisa terlibat dengan mereka?" Eroine tidak mengerti kenapa Irna bisa terlibat dengan kerajaan Holland.
Dia bahkan terlibat masalah yang tidak sederhana. Untungnya Irna bisa selamat karena mantra tersebut efeknya sangat luar biasa.
Kerajaan Holland tahu jika raja Eroine tengah terbaring sebagai mayat.
Mereka mengambil kesempatan itu untuk merebut pasukan dengan cara memantrai monster pengikut kerajaan Eroine untuk membalaskan dendam kepada Irna.
"Jadi dugaan-ku tidak sepenuhnya salah?" Gumam Irna sambil berbalik, melangkah menuju pintu keluar kastil.
"Tunggu nona!" Tahan raja Eroine padanya. Irna menoleh ke arahnya, gadis itu segera menghentikan langkahnya.
"Ada apa?"
"Apa anda sangat terburu-buru sekali? Saya ingin membicarakan hal mengenai kerajaan Holland. Mungkin saja bisa membantu anda sedikit, untuk menyelesaikan masalah yang sedang anda hadapi sekarang."
Ucapnya sopan sambil menundukkan kepalanya pada Irna. Para monster pengikutnya masih duduk bersimpuh di lantai. Tidak ada yang berani beranjak berdiri dari tempatnya.
"Ah, tidak perlu tuan. Terimakasih sudah berniat membantu saya. Saya permisi untuk kembali." Jawab Irna padanya. Gadis itu melenggang melewati para monster yang masih duduk di sana.
Salah satu dari mereka berdiri berlari mengejar Irna. "Nona tolonglah tunggu sebentar saja. Biarkan raja kami bicara sebentar dengan anda. Pasti itu hal yang sangat penting. Raja kami tidak pernah berbicara dengan siapapun di luar kerajaan Eroine."
Mereka sudah berada di luar kastil. Irna mencoba untuk memahami maksud monster yang sedang menahan langkahnya tersebut.
"Memangnya semengerikan apa kerjaan Holland sebenarnya?" Tanya Irna padanya, gadis itu masih berada di luar kastil. Bercakap-cakap dengan pengawal tersebut.
"Mereka bisa menggunakan mantra untuk mengelabuhi lawannya." Ujarnya pada Irna.
"Hanya itu?"
"Iya nona, itu setahu saya. Tapi raja Eroine lebih mengetahui dengan jelas seluk-beluk kerajaan tersebut."
Irna bergegas masuk kembali dia menerobos masuk melewati para pengawal yang berwujud monster tersebut. Saat sampai di dalam dia melihat seorang pria asing. Bukan monster raja Eroine.
"Siapa pria ini?" Irna menoleh ke belakang punggungnya, semua pengawal yang berwujud monster itu telah berubah wujud menjadi manusia vampir seperti dirinya.
"Astaga! Kalian memiliki garis klan sama denganku?" Irna terkejut melihat perubahan itu.
__ADS_1
Raja Eroine menundukkan kepalanya, "Benar ratu Vertose. Kami memiliki klan yang sama dengan anda."
"Apakah aku boleh menebak? Jika ini adalah perbuatan ratu Holland?"
"Benar nona."
"Wah luar biasa, aku tidak berpikir wanita penyakitan itu telah berbuat sejauh ini pada kalian. Lalu apa yang ingin anda tunjukkan padaku?" Irna langsung bertanya ke titik permasalahan.
"Derent! Adalah salah satu vampir yang memilki belahan jiwa ratu Holland. Mereka berdua sambil saling terhubung. Padahal Derent sesungguhnya bukanlah putra kandungnya. Wanita itu adalah istriku di masa lalu." Jelasnya panjang lebar pada Irna.
"Lalu, bisakah anda menjelaskan tentang, ratu yang telah membuat anda tertidur beratus-ratus tahun lalu?" Irna tertarik untuk mendengarkan kisah tersebut, gadis itu ingin mengetahui penyebab raja Eroine tertidur beratus-ratus tahun.
"Pertempuran, aku ingin meminangnya sebagai istri setelah kepergian ratu Holland. Tapi wanita itu menghunuskan pedangnya padaku." Jelasnya dengan nada datar, dia tersenyum getir melihat sekilas ke arah Irna.
Irna jadi tidak enak telah mengungkit masalah asmaranya kembali. Untuk menepis hal itu Irna mengeluarkan sebilah pedang kristal esnya. Senjata utama untuk pertempuran miliknya.
"Apakah benda ini yang membuat anda tertidur beratus-ratus tahun lalu?"
Raja Eroine tersenyum, pria itu menganggukkan kepalanya. Wajah Irna begitu mirip dengan wajah kekasihnya di masa lalu.
Gadis itu tidak menemukan ingatan apapun, selain masa kecilnya bersama Welrent dan Wilson.
Tapi melihat raja Eroine begitu antusias ingin menunjukkan segalanya pada dirinya, Irna mencoba menggali masa lalunya. Masa lalu yang tidak bisa dia ingat.
Apakah sebenarnya Fredian bukan pria yang pertama?!
Tentu saja hal itu tidak bisa terungkap karena raja Eroine telah tertidur sejak lama, sebelum vampir wanita itu memilih untuk mati dan bereinkarnasi kembali menjadi manusia biasa bernama Irna Damayanti.
Irna masih berusaha untuk memahami segalanya, dan juga ratu Holland yang mati-matian menginginkan dirinya menikahi Derent. Ketiga hal tersebut ada hubungannya, sebuah misteri yang memiliki hubungan dengan masa lalunya.
"Siapa nama pemilik pedang ini sebelumnya?" Irna mendongakkan kepalanya memberanikan diri menatap wajah pria asing bernama Eroine itu.
"Angelina." Ucapnya sambil tersenyum.
"Sriiing! Sriiing!" Irna mencengkeram erat kepalanya, seperti ada seribu jarum menusuk-nusuk syaraf otaknya.
"Akkkhhh! Kepalaku!" Irna terhuyung-huyung jatuh terduduk di lantai. Raja Eroine tidak berani mendekat kearahnya. Dia tidak ingin jika Irna telah menemukan ingatannya yang dulu kemudian kembali membunuhnya seperti waktu silam.
__ADS_1
"Anda tidak apa-apa?" Tanyanya pada Irna, sambil berjongkok di depannya.
Mata Irna merah menyala-nyala, gadis itu buru-buru menyimpan kembali pedangnya. Lalu berusaha untuk bangkit berdiri.
"Kamu laki-laki sialan itu! Laki-laki yang melamarku waktu itu! Dan aku membunuhmu karena mengetahui kamu memiliki hubungan dengan ratu Holland." Jelasnya pada raja Eroine.
"Iya kamu benar. Aku pria sialan itu." Ujarnya sambil melangkah mundur.
"Ya itu hanya masa lalu, tapi ratu Holland sampai mencariku ke London. Pasti dia tahu aku reinkarnasi saingannya! Apa dia tidak ingin aku menyelamatkanmu? Sampai membuat siasat pernikahan?"
"Aku rasa bukan! Dia melihat putra angkatnya jatuh cinta. Dia ingin memilki penerus kerajaannya."
"Jadi itu murni karena Derent?!" Irna benar-benar tidak percaya dengan apa yang di dengarnya itu. Lagi-lagi gadis itu menghela nafas berat.
"Benar, dan hubungan kita, maksudku masa lalu itu saya sudah melupakan segalanya. Jadi nona tidak perlu terbebani lagi dengan kejadian beratus-ratus silam tersebut. Ratu Holland dan saya juga sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi sejak sebelum saya mengenal Angelina."
Ucapnya dengan sopan, Irna tersenyum tipis mendengar penuturannya. Dia ingat di masa lalunya, ingat dia bahkan pernah berada di tempat tidur yang sama! Dengan pria di depannya itu.
"Astaga kenapa aku harus mengingat masa lalu sebelum reinkarnasi! Menyebalkan sekali!" Gumam Irna pelan sekali.
"Pria di depanku ini pasti juga mengingat segalanya." Ujarnya dalam hati.
"Saya mendengar suara hati anda nona." Eroine tersenyum membuang muka ke arah lain. Dia takut membuat Irna marah.
"Apa maksudnya? Jadi anda bisa mengetahui semua rutuk-kan yang aku ucapkan di dalam hati?!" Irna tergagap berusaha menutupi rasa malunya.
"Benar, anda sudah mengingat sebagian besar memori di masa lalu tentang kita berdua."
"****** aku! Kalau begitu saya pamit pergi!" Irna membalikkan badannya melangkah terburu-buru keluar dari dalam kastil.
"Bagaimana jika Fredian mengetahui masa laluku??? Pria itu pasti akan menguburku hidup-hidup!" Irna mengaduk rambutnya sendiri dengan kedua tangannya. Lalu menjentikkan jarinya dan muncul di hadapan Fredian.
Pria itu masih berdiri di depan mobilnya, di tepi tebing dimana mereka bertemu awal senja itu.
Bersambung....
Tinggalkan like sebelum pergi, jangan lupa vote juga ya untuk dukung author terus berkarya, terima kasih sudah membaca tunggu episode selanjutnya ya?
__ADS_1