
"Irna tolong jangan marah lagi padaku! aku sungguh-sungguh tidak bermaksud untuk menolakmu! Apakah kamu tidak melihat situasinya sudah tidak tepat sama sekali? Kita sudah berada di dalam bar di mana tempat orang bersenang-senang."
"Apa kamu bilang bilang tempat orang bersenang-senang?" Irna mengulangi ucapan Fredian dengan nada sinis.
"Kalau memang kita sekarang berada di tempat orang bersenang-senang! Lalu kenapa aku tidak boleh bersenang-senang?! Apa hanya mereka yang boleh bersenang-senang di tempat seperti itu?!"
Gadis itu sengaja mengejeknya, lalu melangkah pergi meninggalkannya.
"Irna kita naik mobilku saja, aku membawa mobil tadi ketika kemari." Ucapnya sambil menahan kedua lengan tangannya.
Irna hanya menoleh sekilas, dia dengan berani menoleh menatap tajam ke arahnya lalu mengangkat sudut bibirnya menetap remeh pada pria di sampingnya itu.
"Aku sampai bingung padamu Fred! Kamu tadi terlihat sangat bersemangat, tapi sekarang berubah 180 derajat! Karena aku telah kembali beralih jiwa, tapi jangan kira aku tidak tahu apa yang kamu lakukan sebelum itu bersama wanita bernama Angelina itu! dia adalah bagian dari diriku tapi juga sisi lain dari diriku!"
"Walaupun kami setuju memiliki satu raga! tapi kami berbeda! sangat berbeda dia ada di mana sebelum aku hidup! sebelum aku menjadi Irna, sebelum aku menjadi istrimu."
"Jadi, selama aku tidak mengakui dirimu sebagai suamiku, walaupun aku adalah orang yang sama aku tidak suka kamu menyentuhnya! sama sekali tidak suka! karena hidup Angelina bukan hidupku."
Fredian semakin bingung karena harus memilih milih antara mereka berdua, baginya Irna adalah istrinya.
Irna adalah satu-satunya istrinya tidak peduli dia perwujudan dari sosok wanita Angelina atau yang lainnya, Irna tetaplah istrinya.
"Aku tidak peduli Irna! Siapapun kamu aku akan tetap menjadi suamimu tidak peduli itu Angelina atau Irna Damayanti ataupun Kaila Elzana bagiku kamu adalah satu! hanya satu istriku!
"Kami berbeda Fred! Aku Bukan dia! Aku adalah aku, kami sangat berbeda! Berbeda sekali! Aku sakit hati kamu mengatakan demikian! Kenapa kamu tega sekali mengucapkan kalau kami adalah satu orang yang sama? kami sangat berbeda!"
Gadis itu berkali-kali menegaskan ucapannya, dia tidak ingin berbagi dari sisi lain dalam dirinya.
Beberapa detik kemudian Irna menundukkan kepalanya air matanya mulai meleleh membasahi kedua pipinya, lalu dia mendongakkan wajahnya menatap wajah Fredian. Wajah Irna istrinya telah berubah kembali sebagai Angelina
__ADS_1
Wanita itu melangkah maju, menarik dasi Ferdian, hingga pria itu menundukkan badannya. Lalu dia memagut bibir tipisnya.
Ferdian terkejut dengan permainan lidah nya dia tahu itu adalah Angelina Bukan Irna Damayanti, istrinya.
"Kenapa kau cepat sekali berubah wujud?" Fredian kesal dia mengusap wajahnya sambil membalikkan badan memunggungi wanita itu.
Setelah itu dia kemudian melangkah mendahuluinya menuju mobil juga tidak mempedulikan Angelina lagi. Dia meninggalkan wanita itu sendirian di sana.
"Hei tunggu aku!" Teriak wanita itu sambil tersenyum lalu berlari kecil mengejar Ferdian. Dia berhasil mengejarnya gadis itu memeluk pinggangnya dari belakang sesaat sebelum pria itu naik ke dalam mobil. Fredian membenturkan kepalanya ada kaca mobilnya.
Isi dalam kepalanya benar-benar kacau. Dia menikahi satu orang, juga mencintai satu wanita, tapi menjadi dua orang yang sangat berbeda.
Dia mulai bingung tidak tahu bagaimana harus mengambil sikap, tidak tahu harus bagaimana untuk menghadapi Angelina yang super hot itu.
Sedangkan yang kelihatan di depan matanya hanyalah Irna apapun wajah gadis itu baginya Angelina tetaplah Irna, bukan wanita lain.
Fredian dengan terpaksa melepaskan pelukan kedua tangan Angelina dari pinggangnya. Dia kemudian masuk ke dalam mobil menyalakan mesin lalu melajukan mobilnya tanpa membawa wanita itu untuk pulang ke rumah.
"Apa kamu pikir kamu bisa lari dariku? Jangan harap! Kamu sudah membuatku tidak bisa melupakanmu lagi!" Ucapnya penuh hasrat terpendam.
Sampai di resort Fredian segera melepas jasnya juga bajunya. Dia berniat untuk membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi sekarang, pada malam itu.
Fredian menyalakan kran shower, air hangat mengguyur tubuhnya. Tanpa diduga Irna sudah melepas seluruh pakaiannya.
Gadis itu melangkah masuk ke dalam kamar mandi miliknya. Dia memeluknya dari belakang, menciumi punggung Fredian.
Jemari tangannya merayap kesana kemari berhasrat ingin berhubungan intim dengannya. Fredian terkejut, pria itu membalikkan badannya sambil menyentuh kedua pipinya. Dalam hatinya dia bertanya-tanya apakah itu Irna atau Angelina.
Saat menatap mata nyalangnya dan liar itu dia tahu itu bukan Irna, Fredian segera mendorong tubuhnya ke belakang.
__ADS_1
"Kenapa kamu terus-terusan menghindariku? Bukannya kamu kemarin sudah berjanji untuk menjadi pria simpananku? Pria peliharaan-ku?! Kenapa sekarang begini? Kamu tiba-tiba berubah menghindariku!"
Irna melihat wajah Fredian dengan tatapan mata penuh kemarahan.
Fredian sendiri bingung harus bersikap bagaimana menghadapi dua wanita itu yang saat ini berada di dalam tubuh yang sama.
Dia mengusap kepalanya dengan kedua tangannya, air shower masih mengguyur tubuh kedua pasangan itu. Tubuh keduanya basah kuyup hingga tetesan air mengalir dari atas tubuh mereka berdua.
Akhirnya pria itu berkata,
"Dengarkan aku," Ujarnya pada Angelina. "Kamu bekerjasamalah dengan Irna karena dia yang memiliki tubuhmu saat ini. Cintaku untuk dirinya, tahukah kamu?"
"Kamu telah menggunakan tubuhnya, tubuh yang kamu tempati saat ini adalah miliknya sekarang."
"Bukankah ini tidak adil? Jika dia mengetahui kamu menggunakan tubuhnya untuk bermain-main bersama pria? Juga bersama orang yang tidak dikenalnya?" Fredian mencoba untuk menjelaskan tentang perubahan sikapnya saat ini pada wanita tersebut.
"Aku tidak peduli! Karena tubuhnya adalah milikku! aku adalah dia! Dia juga adalah aku! Dan kamu? Apa perbedaan kami sebenarnya? Kami satu manusia yang sama! satu klan yang sama! Dia juga merupakan reinkarnasi dariku."
"Kamu bilang, kamu adalah suamiku? Lalu apa salahnya jika kita melakukannya? Apa salahnya juga aku menikmatinya!"
"Aku senang sekali mendekati pria tampan seperti dirimu!"
"Tapi sepertinya Irna tidak bisa menerima keadaan ini, dia tidak nyaman. Selama kamu memperlakukan dirinya seperti ini. Dia tidak ingin membuat cinta kita berubah, hanya karena kamu itu punya menguasai tubuhnya sekarang."
Fredian masih berusaha agar Angelina mau menerima Irna di dalam tubuh tersebut. Hingga gadis itu bisa menyatu satu sama lain. Tidak saling berebut kesadaran, berebut memori masing-masing.
Angelina menatap wajah Fredian sambil tersenyum, dia tidak senang mendengar ucapan pria itu.
Dia merasa terintimidasi oleh tindakan Fredian. "Jelas-jelas aku yang memutuskan untuk bereinkarnasi! Tapi kenapa aku yang disuruh mengalah pada wanita lemah ini!"
__ADS_1
Bersambung....
Tinggalkan like sebelum pergi, jangan lupa vote juga ya untuk dukung author terus berkarya? Terima kasih sudah membaca.. tunggu Episode selanjutnya ya..