
Fredian kebingungan mencari Irna, karena gadis itu tak kunjung pulang ke rumah atau kembali ke Resort miliknya.
Gadis itu masih kehilangan ingatannya, dia memilih duduk di kastil kerajaan miliknya, kerajaan Vertose.
Dia bermaksud menunggu Eroine untuk berbicara dengannya. Membahas beberapa hal mengenai kerajaan yang dipimpin oleh mereka berdua sekarang.
Irna berfikir mereka berdua masih tetap terikat hubungan bersama. Karena hanya itu yang bisa dia ingat sekarang, sekalipun dia tahu dia telah membuatnya tertidur lebih dari seribu tahun.
Eroine masih berada di laboratorium Rian, dia tidak berniat untuk kembali sekarang. Pria itu sedang membahas beberapa ramuan yang memiliki fungsi-fungsi tertentu bersama pangeran William, yang tidak lain adalah Rian Aditama.
"Apa kamu tidak ingin kembali?" Ucap Rian di sela pembicaraan mereka berdua. Setelah mereka bercakap-cakap membahas beberapa ramuan obat.
"Kembali ke mana? Ke kastil? Aku tidak punya tempat untuk kembali karena sudah lama tertidur beratus-ratus bahkan lebih dari seribu tahun lamanya."
"Istriku sudah tidak ada hubungannya denganku lagi." Ucap pria itu santai sambil duduk di ruangan kerja Rian.
Irna sendiri juga mulai jenuh karena terlalu lama menunggu di kastilnya Dia memutuskan untuk mencari Eroine.
Tepat pada saat dia keluar kastil itu menuju ke tempatnya, "Oh ternyata kamu ada di sini?" Ucap Irna karena terkejut melihat pria itu sudah berada di sana.
Gadis itu tersenyum melangkah memutari tubuh pria tinggi itu.
Jemari tangannya bermain di atas bahunya sambil melangkah santai memutar, memandang penampilan Eroine dari ujung kaki sampai ujung kepala. Mencermati penampilan pria di depannya itu.
"Kenapa kamu melihat wajahku seperti itu? Apa ada yang tidak benar dengan penampilanku saat ini?" Bertanya-tanya pada Irna karena tatapan matanya terlihat seperti sedang menelanjanginya.
Irna tersenyum lebar sambil menutupi bibirnya dengan jemari tangan kanannya.
"Tidak ada, kamu terlihat tampan." Irna menempelkan ujung hidungnya di pipi Eroine.
Wajah pria itu mendadak terasa panas, suhu tubuhnya menjadi tidak normal karena kembali teringat dengan masa lalunya saat masih menjadi sepasang kekasih.
Pada saat mereka masih bersama-sama bersama-sama, menginginkan hati satu sama lain, pada saat Eroine belum tertidur beratus-ratus tahun lalu.
"Kenapa kamu malah mematung?" Tanya Irna, karena pria itu malah terbengong melompong seperti sedang melamun.
"Tidak ada, apa maksudmu bicara seperti itu?" Ucapnya sambil menepis tangan Irna dari atas bahunya.
"Kenapa menepis tanganku? Apa kamu punya wanita lain?" Memandang tajam, menatap pria itu dengan tatapan mata curiga.
"Kenapa kamu malah bertanya padaku, bukankah kamu kemarin selama dua hari tidak pulang! Sedang bersama dengan pria lain?" Eroine melempar ejekan Irna dengan ejekan ulang.
Irna segera menghentikan aksinya. Gadis itu merasa tersindir, kalah dengan telak. Tenggorokannya tercekat! Lidahnya pun terasa kelu hingga tidak bisa berkata apa-apa untuk menyinggungnya lagi.
"Kenapa kamu sekarang malah diam membisu?" Sergah Eroine karena dia tahu Irna Irna telah bersama-sama dengan Ferdian selama seharian penuh di dalam resort-nya.
"Oke aku salah, aku bersama dengan pria yang kemarin pingsan di klinik William." Irna terang-terangan mengatakannya pada pria itu.
__ADS_1
"Kamu sudah tidur dengannya!" Eroine kini berkacak pinggang pura-pura marah padanya.
"Ya Kamu benar!" Irna sama sekali tidak menepis ucapanya.
Gadis itu merasa lebih suka, jika pria di depannya itu mengetahui secara terang-terangan apa yang terjadi sebenarnya, dia tidak ingin menyembunyikan sesuatu lagi di belakangnya. Begitulah pola pikir seorang Angelina.
Baginya, jika ia berbohong, suatu saat nanti juga pasti akan terbongkar oleh pria itu. Irna yang kini adalah Angelina, masih belum bisa mengingat kejadian setelah dia berinkarnasi menjadi Irna Damayanti.
Ingatan itu ada sebagian muncul namun hanya berupa kepingan kepingan yang terus timbul tenggelam ke dalam memorinya.
Seluruh memori di dalam kepalanya masih dipenuhi oleh memori Angelina. Wanita berstatus vampir murni dan tunangan dari Raja Eroine.
Tidak ada memori tentang Fredian di saat dia masih hidup sebagai Angelina. Karena pada masa itu dia terlahir terlebih dahulu sebagai penguasa kerajaan vampir jauh hari sebelum kedua orang tua Welrent dan Wilson menguasai kerajaan Vertose.
Hingga pemilik bunga kristal es tersebut sudah menjadi legenda di masa kehidupan ratu Vertose di masa Welrent dan Wilson terlahir. Angelina sudah sirna dalam legenda ketika Fredian terlahir.
Pertemuan awal mereka berdua adalah saat Angelina telah berinkarnasi menjadi manusia biasa yaitu Irna Damayanti.
Masa kecil mereka berdua, pertemuan Irna dan Wilson hingga diambil alih oleh Welrent yang tak lain adalah Fredian.
Tapi situasinya kini telah berubah, walaupun dia adalah Angelina sekarang, pernikahannya telah menjadikan Irna tinggal bersama Fredian. Yaitu manusia vampir yang sebetulnya lebih muda dari usia Angelina sebelum dia bereinkarnasi.
Pria yang mengelola bisnisnya sebagai manusia biasa yaitu Fredian yang tidak lain adalah pangeran Welrent.
Bagi Angelina Fredian masih tetap jauh di bawah usianya. Sebenarnya dia tidak ingin bermain-main dengannya.
Eroine mengatakan yang sebenarnya,
"Dan mengenai ingatanmu tentang masa lalu sebelum bereinkarnasi, anggap saja itu hanyalah masa lalu yang sudah terkubur di antara kita."
"Dan tidak akan bisa kita gali lagi dan kita angkat ke permukaan, karena masa itu terasa lama berlalu."
"Ketahuilah kamu bukan lagi istriku, kamu adalah istri pangeran William kemudian menikah dengan pangeran Welrent."
"Nama kamu sekarang adalah Kaila Elzana dokter hebat ahli bedah. Laluilah hidupmu seperti sekarang."
"Kamu harus melaluinya, hidup yang sekarang! Bukan hidup yang dulu atau hidup di masa lalu."
"Kamu sudah memiliki keluarga dengan Welrent, kalian memiliki seorang putra juga dua cucu."
"Hahaha! Apa kamu sedang bercanda denganku? Mana mungkin?! Jika itu benar aku pasti akan mengingatnya! Perjalanan itu begitu panjang."
"Bagaimana aku bisa tidak ingat sama sekali?! Jika telah hidup hingga memiliki sebuah keluarga bersama dengan pangeran itu!"
Irna tetap menyangkal dan bersikeras untuk tidak mengakuinya. Karena ingatannya terlanjur terpenuhi oleh memori Angelina! Wanita hebat yang berstatus sebagai ratu kerajaan Vertose.
"Ya terserah padamu Angelin! Aku hanya mengingatkan saja. Ketahuilah bahwa kita sudah tidak memiliki hubungan apapun sejak kamu mulai berinkarnasi menjadi manusia biasa."
__ADS_1
"Kenapa? Kenapa aku harus berusaha untuk mengingatnya! Bukankah itu terlalu bodoh dan konyol!?" Ujar Irna tidak peduli sama sekali.
"Sudah lanjutkan sendiri celotehan-mu! Aku ingin pergi ke bar untuk mencari mangsa! Berada di kastil sepanjang hari membuatku bosan karena tidak ada yang menarik di sini."
Irna melenggang pergi dari hadapan Eroine, gadis itu memakai baju modern yang terlihat sangat terbuka saat pergi ke bar, dia telah mengambil satu stel baju tersebut dari sebuah mall tanpa membayarnya.
Flash back saat di mall.
Angelina pikir semua yang ada di dalam mall tersebut disediakan untuknya, sama pada saat dia hidup beratus-ratus tahun yang lalu. Dia selalu dilayani, apapun yang dia inginkan selalu terpenuhi tanpa kesulitan sama sekali.
"Nona anda harus membayarnya sebelum membawa pakaian ini pergi!" Tahan pelayan mall tersebut.
"Kamu bagaimana mungkin tidak mengenali ratu Vertose! Aku bisa mengambil apa saja yang aku mau tanpa memberikan imbalan! Kamu seharusnya bersyukur bertemu dengan ratu legendaris sepertiku!"
Irna yang berada di bawah kekuasaan Angelina tersebut mengancungkan pedang kristal es miliknya ke pelayan toko tersebut. Hingga pelayan mall tersebut ketakutan.
"Bukankah dia dokter Kaila? Wajahnya begitu mirip, tapi kenapa dia begini? Apa mungkin ini bukan dia?!" Beberapa orang berkasak-kusuk di belakang punggungnya.
Angelina tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, gadis itu tetap bersikeras untuk mendapatkan apa yang dia mau.
Hingga seorang dokter muda datang menghampiri dirinya karena terus dimarahi oleh pelayan mall, pria itu kebetulan juga bekerja di rumah sakit yang sama. Bahkan cukup dekat karena sering menjadi asisten Irna untuk menangani proses operasi pasiennya. Pria itulah yang membayar tagihan bajunya.
Dia pikir dokter seniornya itu sedang mabuk berat. Tapi ternyata tidak dan malah memintanya untuk mengantarkan dirinya ke sebuah klub malam.
Karena dia sangat bangga bisa langsung ngobrol berdua dengan dokter Kaila, dia segera mengiyakannya saja. Tanpa bertanya alasan Irna mengajaknya pergi ke klub malam tersebut.
Saat masuk ke dalam klub malam.
Beberapa orang terkejut, karena dia mengenali dokter ternama yang sangat hebat di bidang medis bernama Kaila Elzana.
Mereka terkejut melihat penampilan yang tidak biasa itu, wanita yang seharusnya berpakaian sopan dan menawan kini malah berpakaian terbuka dan menggoda.
Irna melenggang pergi menuju sebuah kursi bar untuk membuang kebosanan dan juga rasa jenuhnya.
Fredian telah memerintahkan beberapa pengawalnya untuk menyelidiki keberadaan Irna. Dia mendapatkan laporan jika malam ini gadis itu sedang menikmati segelas minuman di sebuah klub malam.
Fredian memijat keningnya, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang! Wanita pendiam, lembut, bijaksana dan selalu menjaga nama baik dirinya itu kini tiba-tiba muncul di sebuah klub malam.
Di mana tempat para muda-mudi berjingkrak-jingkrak untuk menikmati minuman, dan meliuk-liukkan tubuhnya di bawah kerlap-kerlip lampu dengan lantunan lagu hingar bingar memekakkan telinga.
Irna dengan santainya duduk di kursi bar menikmati segelas minuman keras. Anehnya gadis itu tidak merasa mabuk sama sekali, karena kemungkinan besar sebelum berinkarnasi dia adalah peminum yang tangguh.
Ferdian melihat foto di dalam layar ponselnya, dia melihat penampilan Irna yang sangat terbuka memperlihatkan sebagian dadanya.
Juga kedua kaki mulusnya. Rok yang dia kenakan hanya sebatas setengah paha, membuat pria itu melotot menahan amarah terpendam.
Begitu manis dan menggoda!
__ADS_1
Bersambung...
Tinggalkan like sebelum pergi vote juga ya untuk dukung author terus berkarya, tunggu episode selanjutnya ya... See you Readers...