Misteri Gadis Pemikat

Misteri Gadis Pemikat
Apakah aku mengenalmu??


__ADS_3

Irna masih mengginggil menatap pria di depannya. Pria itu berdiri mengulurkan tangannya merasakan tetesan air hujan di tangannya.


"Apakah rumahmu jauh dari sini?" Tanyanya tiba-tiba.


"Lumayan jauh" Ujarnya pada pria itu.


"Sebentar lagi mobilku akan diderek, apakah kamu mau pulang sekalian aku antar nanti?" Ujar pria itu menawarkan diri.


"Ah, tidak perlu. Terima kasih." Jawab Irna singkat.


"Di sini, jauh dari kota. Dan jarang ada angkutan umum lewat. Apalagi ini sudah malam." Tambahnya lagi.


"Apakah aku nampak seperti wanita yang mudah ikut dengan sembarang pria??!" Menatap tidak senang.


"Ah mungkin wanita ini sedang bermasalah" Bisiknya pelan.


Mobil derek datang, bersamaan dengan seorang sopir membawa mobil mewah menjemput pria itu.


"Kamu yakin, tidak ingin aku antar sekalian?" Tawarnya lagi sembari tersenyum.


"Tidak perlu, aku hanya ingin naik bus. Oh ini mantelmu" Menyerahkan mantel tersebut pada pria itu.


"Kamu bawa saja, di sini terlalu dingin."


"Bagaimana caraku mengembalikan ini?" Tanya Irna bingung karena tidak mengenal pria di depannya itu.


Pria itu tersenyum kemudian menyerahkan kartu namanya.


Reyfarno Aditama, Ceo Perusahaan Eagle Star.


"Jangan-jangan dia adik dari Rian?? atau kakak?? ah terserahlah yang pasti tidak ada hubungannya denganku."


"Lagi pula kita dulu menikah, juga tidak seperti pernikahan pada umumnya, lebih terlihat seperti hubungan kontrak saja. Bagaimana keluarganya saudaranya aku juga tidak mengenal mereka sama sekali"


Lama sekali bus tak kunjung lewat.


"Wah aku benar-benar tahu rasanya menunggu sendirian di tengah hujan tengah malam begini" Tersenyum kecut menunggu bus.


Tiba-tiba ada sebuah bus pariwisata mendadak berhenti di depan Irna.


"Kenapa tiba-tiba malah bus pariwisata yang berhenti di depan sini??" Tanyanya agak terkejut.


"Silahkan naik.." Ujar seorang berpakaian rapi memakai jas. Dua orang turun dari bus mempersilahkan Irna naik ke dalam.


"Tapi saya sedang tidak memesan layanan pariwisata.." Jawab Irna.

__ADS_1


"Ceo kami yang memesannya untuk menjemput anda, mengantarkan anda pulang." Ujar salah satu dari mereka.


"Ah, tidak perlu. Kalian pergilah saya ucapkan terima kasih atas bantuannya. Tolong sampaikan pada Ceo kalian."


"Maaf nona, kalau begitu kami akan menemani anda di sini sampai anda mendapatkan kendaraan lain untuk pulang" Ucap mereka serempak sambil menundukkan badan.


"Astaga! ah kalian tidak perlu menungguku. Kalian pulanglah."


"Jika kami pulang, dan meninggalkan nona di sini. Kami akan kehilangan pekerjaan kami besok."


"Rupanya orang itu sangat keras kepala!" Bisik Irna memaki Reyfarno.


Para pelayan itu terkejut, karena baru kali ini ceo nya dimaki oleh seorang wanita.


Biasanya Ceo nya selalu dipuji dan didekati para wanita cantik yang memiliki latar belakang luar biasa.


Kali ini mereka melihat gadis biasa dan sederhana, dalam keadaan basah kuyup berani memakinya pula.


"Baiklah, demi kalian agar tetap bisa bekerja besok, aku akan menurut. Mari kita berangkat sekarang." Irna berjalan masuk ke dalam bus.


Alangkah terkejutnya dia ketika masuk ke dalam bus, Reyfarno sudah menunggu dirinya di dalam.


"Firasatku benar-benar sangat buruk melihat wajah pria itu tersenyum!" Ujar Irna menarik nafas berat. Gadis itu berdiri tertegun menatap ke arahnya.


Seorang pelayan mendorong Irna agar segera duduk di bangku sebelah Reyfarno.


Irna hendak duduk, tiba-tiba bus tersebut mulai berjalan membuatnya terhuyung jatuh ke pangkuan pria di sebelahnya.


Reyfarno terkejut tiba-tiba wanita itu duduk di atas pangkuannya, sampai aroma tubuh Irna bercampur parfum tercium olehnya.


Irna mengerjapkan matanya berkali-kali menatap pria di depannya.


Wajahnya memang sedikit mirip dengan mantan suaminya Rian, jika tidak dia bisa lupa kalau pangkuan yang dia duduki adalah Reyfarno.


Beberapa saat kemudian, Irna segera menggeser duduk di sebelahnya.


"Kenapa kamu bersikeras menjemputku kembali kemari?" Tanya gadis itu memecah rasa canggung antara mereka.


"Aku hanya tidak ingin kamu menjadi mangsa anjing liar di tengah malam" Jawabnya singkat.


"Kita mau menuju ke mana?" Tanya Reyfarno pada Irna.


"Ah, ke alamat ini" Irna menyodorkan kartu namanya pada pelayan.


"Jika, dia tidak menanyakan namaku. Artinya dia sudah mengetahui tentangku. Apalagi beberapa waktu lalu aku terlibat skandal tinggal bersama Rian saudaranya! Ah kenapa tadi aku tidak memikirkan hal itu sebelumnya! Aku bodoh sekali!!!"

__ADS_1


**Flash back


"Kalian ikuti nona Irna sampai di rumah dengan selamat." Ujar Rian pada tiga pengawalnya.


Kakak Rian yang bernama Reyfarno kebetulan ketika itu sedang ada perjalanan bisnis, dan dia hendak menengok adik satu-satunya itu.


Akan tetapi melihat kondisinya seperti itu dia juga tidak mengerti.


Adik yang dikenalnya tidak pernah terlibat dengan wanita manapun, tiba-tiba menjadi frustasi hanya karena seorang gadis yang beberapa bulan dikenalnya.


"Kalian mau pergi ke mana?" tanyanya pada pengawal yang diperintahkan oleh Rian.


"Kami akan menjaga nona Irna tuan"


"Siapa Irna itu? dan apa hubungannya dengan Rian?"


"Dia satu-satunya gadis yang menarik hati tuan Rian, bahkan hubungan mereka sempat terekspos berita beberapa bulan lalu tuan, namun akhir-akhir ini hubungan antara mereka sedikit kurang baik."


Reyfarno hanya manggut-manggut mendengar penjelasan mereka.


"Jika Rian tergila-gila dengan seorang wanita, tentulah wanita itu begitu istimewa. Dan tidak bisa dipandang remeh." Bisiknya pada dirinya sendiri.


"Oke! serahkan padaku saja!" Ujarnya segera pergi.


Reyfarno segera melihat liputan hari itu melalui ponselnya, ketika mengetik nama Irna langsung muncul begitu banyak berita simpang siur tentang gadis itu.


"Irna Damayanti berada dalam gendongan Fredian Presdir Reshort angel masuk ke kamar hotel, Irna Damayanti tinggal bersama dengan seorang Presdir NGM, Irna Damayanti bertunangan dengan Dion Anggara Presdir Entertainment, Irna Damayanti seorang arsitektur muda terlibat cinta panas dengan Reynaldi Anggara seorang Desainer ternama, terlampir foto Reynaldi mencium bibir Irna di depan kantor Irna."


"Wah sulit dipercaya adikku tertarik dengan wanita murahan seperti ini??!!!" Ujar Reyfarno geram.


Kemudian ada berita baru hari itu, Live seorang Presdir NGM menyatakan ungkapan perasaan pada Irna Damayanti.


"Di acara pernikahan Presdir Reshort angel Rian Aditama menyatakan perasaannya bahwa selama ini dialah yang selalu mencuri perhatian dari seorang arsitektur muda bernama Irna Damayanti. Mereka juga terikat hubungan kontrak kerja sama. Dan seterusnya..."


Hari itu mereka bertemu bukanlah suatu kebetulan. Ketika melihat seorang gadis duduk sendirian di halte, dia kembali teringat dengan wajah Irna, ternyata benar dia.


Dilihatnya gadis itu sedang melamun dengan pakaian sekujur tubuhnya basah kuyup memeluk kedua lututnya mengginggil menahan dingin. Reyfarno hampir tidak mengenalinya.


"Bagaimana mungkin seorang wanita yang terlibat dengan banyak pria kaya raya, berpenampilan mengenaskan begini??!" Bingung tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Reyfarno segera membuka kab mobil, mengguyur sebotol air hingga mobilnya rusak. Kemudian menghampiri gadis itu **


Begitulah hingga akhirnya mereka berdua kini duduk bersebelahan di dalam bus.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2