
Kini Zula sedang menikmati indahnya senja di pengunungan yang cukup dingin, dengan beberapa tenda yang terbangun di beberapa titik tempat tenda
" Gue kangen banget lho suasana seperti ini tuh cup" ucap Zula sambil terus memandangi mata hari yang sudah mulai menghilangkan sinarnya
" Terakhir kapan Loe mucak ya Il?" tanya balik Ucup
" Kapan ya, apa gak pas gue pokoknya sepertinya pas gue kenal bang Al dan Bang El, tapi belum tau kalau mereka abang gue, gue pas liburan sekolah, udah janjian sama Elo mau mucak, gagal karena gak boleh sama pihak pesantren, dan akhirnya gue pulang sehabis liburan pesantren, tapi sekolah udah masuk, jadi kita cuman kumpul di rumah gue aja, gitu gak sih, 4 tahun lalu" ucap Zula sambil mengingat ngingat kapan dia muncak
" Gue muncak tuh terakhir sama Elo, pas sama siapa ? Tuh orang dulu pernah nebak gue pas di Karimun" ucap Zula mengingat entah siapa Zula juga lupa
" Oh.. Gue juga sama lupa sama dia" jawab Ucup yang lupa dengan temannya juga
" Temen loe lho tuh, masak lupa" tanya balik Zula sambil tersenyum
" Lupa lah, orang tuh anak udah ngilanv beberapa tahun lalu kok, gue gak tau dia dimana" jawab Ucup yang ternyata orang tersebut juga udah ngilang dan lupa namanya
Seperti author lupa siapa namanya 🤣🙏
" Ya udah lama banget ya, dan baru sempet muncak lagi" ucap Zula dengan senyum mengambang dan pandangan lurus ke depan
" Iya lah, biasanya mainnya keliling dunia, udah lupa rasanya muncak juga?" ucap Ucup bergurau
" Iya ya, kenapa begitu, tapi menurut gue negara paling Indah tuh cuman di Indonesia lho Cup, cuman kenapa orang Indonesia justru malah seneng liburan keluar ya?" ucap Zula yang sudah keliling dunia
" Eleh gitu aja semua di kelilingi, gue mah cinta tanah air, jadi tetap bangga negara sendiri" jawab Ucup membantah
" Ya makanya dari situ gue jadi tau, kalau negara terindah itu Indonesia, padahal gue sendiri belum pernah keliling Indonesia, pengen banget rasanya" jawab Zula lagi dan Ucup menoleh kepadanya
__ADS_1
" Hayo kapan? Sama sama kita, kalau sama bu bos kayak elo kan gue gak perlu modal" jawab Ucup enteng
" Pengen sih, dan masalah modal gampang, tapi jujur cup , setelah loe nikah nanti gue gak tau elo masih mau menamani gue yang kadang merasa sepi, yang seperti bang El ceritakan sama Elo juga kan?" tanya Zula lagi kembali ketakutan di hari dia yang kesepian
" Loe jangan ngomong gitu deh Il, Elo tuh prioritas gue tau gak, ih.. Jadi sedih gue kalau loe ngucap gitu " ucap Ucup sambil merangkul pundak Zula
" Gue takut aja lho Cup, Gue tau kalian itu terbaik, tapi kan gak selamanya kalian selalu prioritasin gue, kalian bakal punya istri dan anak serta keluarga, apa gue juga selalu memanggil kalian bila kesepian, dan kalian juga apa mau datang di saat gue butuh kalian? " jawab Zula kembali di hantui rasa takut akan kesepian
Ucup tidak bisa menjawab dan merangkul pundak Zula sambil mengelus kepalanya dengan pandangan yang sama sama lurus kedepan
" Benar kata bang El, dia belum siap kehilangan dan Melepas Abang Abangnya untuk orang lain" batin Ucup sambil mengelus pundak Zula
Zula tak risih, Dan gak ilfeel apa lago sok Alim kalau sam Ucup, bahkan kedekatan mereka melebihi saudara kandungnya, dulu saat Al dan El pertama kali melihat kedekatan Ucup Dan Zula mereka sempat cemburu, apa lagi mereka dulu belum bisa sepenuhnya menghapus rasa cintanya pada Zula, dan masih ada perasaan
Tapi dari Ucup lah, justru mereka belajar memahami sifat Zula, dan mengenal Jauh karakter Zula, dan Mereka sadar hingga saat ini Zula justru lebih luluh kalau sama Ucup, begitu juga Abah Zain yang ikut belajar mengerti tentang Zula dengan Ucup
Dari jauh, Ryan melihat kedekatan mereka justru malah curiga dan suudzon pada Zula yang selingkuh dengan Ucup
" Tuh pacarnya apa gimana sih? Kok deket gitu" ucap Salah satu teman Ryan
" Entah... Setahu gue dia tuh udah punya tunangan, tapi kalau dia selingkuh, gak mungkin sepertinya, tunangannya lho orang arab, jauh lebih ganteng dari pada orang itu, kalau kakaknya kok gak ada mirip miripnya ya" jawab Ryan yang maish menjadi teka teki juga
" Wah udah mau merrid ya ? Udah dewasa dong" saut lainnya
" Mana, masih lama, dia tuh masih bocil tau gak? Umurnya aja baru 20 tahun, tapi udah lulus S2" jawab Ryan yang sedekar tau tentang CV Zula
" 20 tahun Lulus S2? Itu kampus Milik Bapaknya kali ya, asal nerima Ijazah doang" jawab teman lainnya
__ADS_1
" Tapi jangan salah, dia cerdas tanggung jawab di siplin, masalah pekerjaan, cak cek, sat set, ide cemerlang, dan luar biasa, tapi ya itu, cantik tapi galak" jawab Ryan dengan pandangan tak lepas dari Zula yang masih di rangkul Ucup
" Apa lagi pas lagi gak mood kerja dan mager, haduh repot gue ngadepinnya, nangis gaes, apa karena masih belia ya " tambah Irfan malah curhat
Di sela obrolan mereka terdengar suara adzan dari musholla yang ada di lokasi sana, dan Ryan berdiri hendak melaksanakan sholat magrib terlebjh dahulu
" Gue ke musholla dulu lah ya, ayo sholat" ajak Ryan pada teman temannya
" Gue PMS" jawab mereka kompak
Ya memang pertemanan tak bisa di nilai dan tidak bisa sama dengan masalah ibadah, sesekali Ryan selalu mengingatkan, karena tidak semua orang sama dengan dia, dan itu urusan masing masing makhluk Allah dengan sang penciptanya
Dan Ryan hanya mengangguk dan lanjut pamit untuk sembahyang dulu
Begitu juga dengan Ucup yang mengajak Zula untuk sholat juga
" Hehe.. Maaf ya Cup, gue lagi M, tau lah tamu bulanan" jawab Zula yang sedang datang bulan
" Okey lah, mau balik ke tenda dulu apa masih mau di sini?" tanya Ucup lagi
" Gue sini aja lah, loe jangan lama lama, " jawab Zula dan di senyumi sama Ucup dengan mengacak kepala Zula
Seperginya Ucup teman teman Ryan pada memberi kode dan hendak mendekati Zula yang menurut mereka cukup cantik dan membuat mereka penasaran dengan cerita Ryan
" Coba kita deketi, bener gak apa kata Ryan, di cuek gak? Cantik lho, " ucap salah satu dari mereka
" Tapi wajah dia tuh gak asing lho, dan gue kayak pernah tau siapa dia, " jawab salah satu dari mereka gang sangat penasaran dengan Zula
__ADS_1
" Udah gak usah menerka nerka, kita coba ajak kenalan aja, gimana tanggapannya" saut lainnya yang sudah berdiri
Kira kira gimana ya tanggapan Zula saat meteka mendekati? Nurun dari Jihan apa lebih hamble? Komen di ba