
Mereka semua naik ke Atas, begitu juga dengan Bapak dan Ibunya Jihan, yang sudah di bantu cucu cucunya dan mengikutinya sampai atas
" Itu tadi bapak sama ibuk kami" ucap Zain pada tamunya
Dan hari kian malam, tamu habis di jam 10 malam, itupun di batasi kalau tidak bisa semalaman gak tidur dia gak jadi bertemu dengan bapak ibuk dan saudara saudara lainnya
Tak selang lama, mereka ke atas, untuk menghampiri semuanya ternyata masih pada melek, bahkan para bocik semua kebangun begitu juga baby Bibi yang merasa ada kawannya jadi gak mau bobok
" Lho lho... Kok gak bobok" Ucap Jihan saat menghampiri baby Bibi yang ada dj gendongan Utinya
" Iya Umi, di gendong Uti jadi gak bisa bobok" jawab Ulfa mewakili Baby Bibi
" Wah iya ya, ini pertama kali di gendong sama Utinya deh kayaknya" ucap Zain yang menyusul dari belakang
" Iya makanya gak mau bobok, Utinya baru sempet gendong, baru ke sini, " jawab Ulfa dan berkali kali mencium Baby Bibi
Kini Jihan dan Zain duduk bersama mereka, dan mulai ngobrol ngobrol
El masih asyik main dengan keponakan keponakannya, dan Zula juga itu itu, sedangkan Aliza dan Luna saling ngobrol dan berbagi cerita
" Mas Zain, bapak sama Ibuk turut berduka cita ya, hanya bisa mendoakan saja, kemaren gak bisa ke sini" Ucap Ulfa pada menantunya itu
Ulfa memang gak sempat datang untuk takzizah, di saat padatnya jadwal bulan romadhon di masjid dan pesantren, juga menantunya yang sangat reppt apabila di tinggal
Tapi mereka juga ikut mengirimkan doa di kediaman mereka sendiri, untuk besannya
" Iya ibuk, bapak, gak apa apa, lagian sangat mendadak sekali, gak mungkin saat padetnya jadwal juga, dan terimaksoh doanya, malah ngerepotin"jawab Zain sopan dan sungkan
" Enggak merepotkan, mas Zain ini anak bapak sama ibuk juga, seperti kata Jihan, mas Zain berfikir gak punya siapa siapa, gak punya orang tua, kami ini orang tua mas Zain juga, sama seperti Abah dan Umi yang selalu menganggap Jihan sebagai anaknya sendiri" jawab Ulfa dan Zain mengangguk
Zain selalu bersyukur, walau mertuanya dari golonga orang bkasa biasa saja, tapi hati mereka yang luar biasa
Kesalahannya yang begitu parah pada anaknya dengan mudah dia memaafkan dan menerimanya
Mereka ngobrol asyik karena lama gak ketemu, dan bahkan sampai Jihan tertidur di pangkuan Bapaknya
Dari kecil Jihan paling lengket sama bapaknya, paling dekat dan saat ngobrol tadi karena dia capek makanya meletakkan kepalanya di pangkuan bapaknya,
" Haduh... Tertidur bu nyai" ucap Rizqy saat obrolan mereka terhenti dan sadar akan mata Jihan yang rapet
" Masyaallah... Masih sama mas?" tanya Ulfa saat melihat Jihan merem
" Sama buk, apa lagi inj habjs capek, seharian menemani Zain untuk menemui tamu" jawab Zain sambil mendekat ke arah istrinya
__ADS_1
" Untungnya bayinya gak rewel Buk, jadi kalaupun belum tidur Uminya sudah tidur gak pernah nangis dan rewel, " tambah Zain bercerita
" Ya Allah.. Merepotkan ya mas, anak ibuk ini" Ucap Ulfa gak enak
" Enggak buk.. Beliau sufah capek sejak dulu merawat anak anak sendiri" jawab Zain menyadari kesalahannya
Zain kemudian menggendong Jihan untuk di pindah ke kamarnya, karena gak enak juga yang ada kaki bapak mertuanya kesemutan gak bisa berdiri
Zain perlahan membaringkan Jihan, dan melepas Jilbabnya juga, serta menyelimutinya, dan rak lupa menghidupkan AC nya
Setelah begitu Zain kemudian kembali keluar untuk kembali mengobrol dengan mereka
Karena baby Bibi sepertinya masih mau sama Utinya dan masih melek sambil mengecot jari tangannya
" Ini betah ini, baby Betah sama kakungbsama Uti ini, gak bobok bobok" Ucap Zain pada baby Bibi
" Biarin mas, lagi pengenalan sama Utinya" jawab Hamdan santai
" Bapak ibuk Iki di sini aja, nanti pas mau ke acara baru berangkat bareng, yang penting di sini aja dulu" ucap Zain meminta agar mereka tinggal di rumahnya
" Kita ada rumah mas, besok biar pulang kerumah aja" jawab Ulfa santai
" Ini sama buk, rumah anak ibu, rumah ibuk juga, " jawab Zain dan akhirnya Mereka menyetujui
_______________
Hari kian berganti
Di lebaran ke 5, mereka sama sama berangkat ke rumah Charir, Charir belum tau kalau kakaknya sudah sampe sejak 2 hari yang lalu
Setahu dia masih di jalan, dan belum sampe
Sehabis subuh, Charir udah telfon tapi sengaja Ulfa bilang kalau masih sampai di daerah Pelembang karena kejebak macet dan beberapa kali ban bocor
Sampe Charir pun telfon ke Jihan agar segera menjemputnya menggunakan Helly, tapi Jihan seolah gak peduli dan repot banget, Charir sampe marah marah pada keponakannya itu
Dengan mengendarai mobil masing masing merka akhirnya sampai di pelataran rumah mbah pakdenya
Karena kebetulan parkiran ada di belakang dan di depan gak ada lokasi karena sudah di pasang tenda untuk acara besok
Mereka sengaja tidak langsung memasukkan mobilnya ke garasi karena pasti sudah di tempati banyak orang untuk rewang masak masak
Padahal katring bisa, apa lagi kalau di resto sudah pasti tinggal makan, cuman namanya di kampung juga harus menghargai para tetangga, untuk di ajak guyup rukun
__ADS_1
" Lha Ini Udah sampai" Ucap Ahya karena Charir tadi sempat Heboh
" Kenapa Mas? Charir heboh?" tanya Ulfa dan di iyakan Oleh Ahya
Mereka semua bersalaman denganpakde spupunya itu, bisa di katakan sepupu dari Ulfa ibuknya Jihan
" Ngikut parkir ya pakde, di sana kayaknya tadi udah di pasang tenda ya" Ucap Jihan pada Ahya
Tak lama mobil El baru nyusul yang semobil cuman dengan Zula saja, tadi di jalan sempat bimbang mau jemput Heny atau enggak untuk bareng ke reuni
Ya di sisi lain, El tau Heny mau ikut berangkat juga seperti yang pernah di katakannya beberapa waktu lalu saat pergi bersama ke reuni alumni muda
Cuman yang dulunya pernah jannian mau di jemput, kali ini El bingung karena Heny sudah di ikat oleh orang lain
Tadi Zula siap menemani kalau mau jemput Heny, tapi ya bagai mana lagi, El gak mau ganggu hubungan orang, dia juga gak tau apa nanti yang terjadi saat calpnnya Heny mengetahui yang jemput adalah mantan dari calon istrinya
El tidak membelokkan mobilnya dan berhendi di pinggir dan menepi, karena sekarang udah jam setengah 10 siang, yang pastinya dia juga agak telat
" Mi.. Ula ikut abang" Ucap Zula saat menghampiri Uminya
" Ikut reuni?" tanya Zain dan Zula mengangguk
" Ya udah, gak apa apa, nanti kalau gak kenal sama santi putrinya mendekat aja sama tente Ilma atau tante Naifa aja," jawab Jihan takutnya anaknya insecure
" Ula ikut abang aja, mau tebar pesona" jawab Zula malah bercanda
" Oalah... Nih gara gara omobganmu bah" ucap Jihan yang dulu sering banget di katai tebar pesona dan sekarang di sindir anaknya sendiri
Setelah itu mereka pamit dan El juga, lanjut OTW ke pondok El dan Uminya dulu,
Ini kali pertama Zula akan ke sana, dan pertama kalinya Zula berkunjung ke sana
" Jauh bang?" tanya Zula setelah El membelokkan ke jembatan menuju desa di mana pondoknya berada
" Enggak..." jawab El dan melaju kembali dan 1 menit kemudian mereka sampai di pondok
" Udah sampai?" tanya Zula dan El mengangguk
" Hem.. Enak ya, yang ponfoknya deket sodara, pasti kalau gak betah pulang terus" ucap Zula dan El malah tertawa
" Elo yang gak betah di pondok" bantah El membalikkan
" Betah lah, 14 tahun di pondok di bilang gak betah" jawab Zula sambil melepas seat belt nya
__ADS_1
Kini keduanya turun dan berjalan beriringan masuk ke area acara