Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
ikut kepikiran


__ADS_3

Ucapan Jihan sebagai tamparan keras bagi Maulana yang mana secar kasar dan sadis Mantan calon ibu mertua berkata seperti itu


Mungkin ini yang di namakan kecewa berat, dan yang di rasaka orang tua saat anaknya di sakiti


Maulana hanya bisa menunduk lesu di hadapan Zula, dia gak bisa berkata apapun itu, kedatangannya kali ini wajar kalau membuat dia babak belur, dan ini resiko yang harus dia terima


" Semua sudah jelas gak perlu ada yang di bahas lagi sekarang kalian keluar," Ucap Zain sudah semakin gak terima dan semakin muak melihat keluarga Maulana


" Abah.... Saya minta maaf" Ucap Maulana menyaut cepat


" Keluar dari rumah ini" Ucap Zain gak sudi lagi dan mengusirnya


" Zula, maafkan aku, Aku tau aku salah" Ucap Maulana seolah gak mau pergi sebelum Zula memaafkannya


Jihan yang pernah merasa di sakiti, apa lagi posisi saat ini Zula adalah mantan dari Maulana, pasti istrinya di rumah juga merasakan sakit bila tau suaminya masih berharap pada Zula


Dan masih mencintai Zula, dan ngemis maaf dari Zula,Dan Jihan gak tega akan hal itu


" Maul.. Tatap Umi" ucap Jihan tegas


Maulana mengikuti apa kata Umi Jihan, dan menatao dengan tatapan nelangsa


" Kamu sudah menjadi suami dari istrimu, kamu ke sini sudah pasti hati istrimu juga sakit," Ucap Jihan bijak


" Umi sebagai perempuan sudah pasti gak mau di giniin, sekarang kamu pulang, jadikan hal ini sebagai pelajaran, kamu sudah menyakiti hati wanita yang kamu sayang, yaitu Zula, dan cukup Zula saja, jangan yang lain, " tambah Jihan lagi


" Jangan sakiti istrimu, walaupun kamu belum menerima dia, walaupun kamu gak suka sama dia, ingat dia wanita jangan sakiti hati wanita lagi, semua sudah terjadi, dan gak akan bisa kembali seperti semula lagi, " tambah Jihan perlahan dan penuh makna


" Bangun dan pulanglah, jangan membuat banyak orang makin marah padamu, gak ada orang tua yang rela anaknya di sakiti, sama seperti Abah dan kedua abang Zula, gak rela, jangan dapatkan hal ini untuk kedua kali dari keluarga istrimu juga" tambah Jihan dan Maulana mendengarkan dengan seksama


" Bangun" Ucap Jihan dan akhirnya Maulana bangun dari duduknya


" ada yang mau di omongkan?" tanya Jihan lembut pada Zula

__ADS_1


Zula menggeleng cepat dan sudah cukup sudah enggan untuk mengeluarkan suara lagi apa lagi sama Maulana


Sebenarnya Al dan El itu sangat gereget, Uminya masih berbaik hati banget pada sosok Maulana yang sudah menyakiti hati Zula.


Apa lagi Zain, tapi melihat hal itu Zain jadi teringat kejadian di mana dia di serang orang tua Jihan, dan juga adek serta pamannya


Sangat menyakitkan, dan begini rasanya jadi orang tuanya saat melihat dan mengetahui anak kesayangannya di sakiti oleh orang lain


" Pak Zain jangan putus kontrak kerja sama kita" Ucap Kakek dan nenek Maulana memohon


" Tunggu aja waktunya" Jawab Zain dan langsung pergi meninggalkan mereka


Karena Zula sudah di bawa Uminya naik ke kamarnya, tanpa memedulikan rengekan Maulana, El dan Al juga ikut meninggalkan dan menyusulnya


Kalau Aliza dan baby Bibi memang berada di atas semenjak terjadinya pertengkaran tadi


Mereka yang di tinggal akhirnya sadar diri dan hendak keluar untuk pulang, ini baru pertama kali mereka mengusir kasar tamu, yang malah tamunya kekeh dan akhirnya di tinggal pergi


Mau tidak mau Maulana pulang tanpa mengantongi kata maaf dari Zula, tapi dia teringat ucapan Umi Jihan dan beberapa pesan Zula yang cukup menusuk hatinya karena dia cukup gak peduli sama istrinya


" Umi bilang udah cukup, ini pertama dan terakhir kalian pacaran dan punya mantan, gak enak, dan bikin masalah" ucap Jihan yang mana peringatannya sama sekali tidam di Gubris sama anak anaknya


" Masalah kontrak gimana? jadi di cabut?" tanya Al yang seolah siap untuk membantu pencabutan


Semua terdiam dan masih memikirkan sesuatu, di pikiran masing masing


" Abah Mau lepas saja" jawab Zain cepat


" Abah..." Sontak kaget Zula yang langsung melepas pelukannya dengan Abahnya


" Jangan Bah... Banyak resiko, Pinaltynya banyak buanget bah" tambah Zula masih berfikit logis


" Abah siap bayar" jawab Zain enteng

__ADS_1


" Pikirkan gimana nasib karyawan di sana Bah, jangan egois, Umi tau pinalty yang mereka terima memang gam cukup untuk bayar pesangon karyawan, cuman plis pikirkan matang matang, ini bukan masalah dendam saja" ucap Jihan sangat bijak pada suaminya


" Tapi El lihat kedua orang tua tadi menikahkan Maul karena harta juga gak sih Mi?" tanya El malah membahas lainnya


" Gak perlu di bahas hal itu, abah gak peduli sama mereka" jawab Zain gak suka kedua orang tua itu di pertanyakan


" Abah akan tetap putus kontrak kerja" tambahnya kekeh


Jihan paling gemas kalau suaminya gegabah kayak gitu, apa asal ucap seperti ini tanpa di pikir panjang mubadzir kalau hanya menuruti emosi


" Abah ini panutan kami semua, Abah gak seharusnya berkata dan ambil tindakan seperti itu" Ucap Jihan protes


" Semua di pikir secara logoka dengan hati dan kepala dingin " tambah Jihan lagi dan semua terdiam


" Abah tau gimana dulu rasanya jadi Umi? Apa yang abah lakukan pada Umi? Apa Umi dengan mudah memutus danembatalkan serta keluar dari kantor abah? Kecuali Abah memamg sudah keterlaluan, baru keluar" ucap Jihan membuka kisah DERAI AIR MATA


" Sesakit apapun Umi bah, Umi masih mau mengerjakan dan menjalankan pekerjaan Abah, sebisa dan semaksimal mungkin, " ucap Jihan lagi


" Bukannya Umi sayang dan eman dengan harta yang kita punya, coba abah hitung berapa banyak dan berapa kerugian kita saat memutus kerja sama, dan apa keuntungan yang kita dapat? Gak ada kan?" tambah Jihan lagi


" Dalam dunia bisnis itu gak ada yang namanya kenal emosi ,dan sampai ke bawa bawa, kecuali orang yang gak faham bisnis, kira kira pinaltynya berala La?" tambah Jihan dan bertanya pada Zula


" Sekitar 1 T," jawab Zula singkat


" Dengarkan Tuh bah, kalau kita tidak memutus kontrak kerja sama, uang segitu bisa untuk buka kantor baru dan perusahaan baru lagi" Ucap Jihan hitung hitungan


" Dan bukan abah aja yang rugi, kasian sama penduduk dan juga karyawan yang bekerja di sana, dia jadi pengangguran" Tambah Jihan lagi


" Tapi Zula?" ucap Zain masih memikirkan Zula


" Zula akan profesional dengan tugas Zula sendiri, gak ada masalah pribadi masuk ke rana bisnis, Zula akan berusaha tetap tanggung jawab dan profesional, tanpa membawa masalah pribadi" jawab Zula sangat bijak


Di pesawat kakek dan nenek Zula kini beralih pada Maulana agar bisa mendapatkan Zula lagi

__ADS_1


" Gak usah brisik, semua ini gara gara kakek nenek gak perlu di bahas di sini" sentak Maulana pada nenek dan kakeknya seenak udelnya


Maaf ya lur agak gak pala nyambung kena gangguan saat nulis, ngantuk berar lurr... 🙏🙏🙏🙏🤭


__ADS_2