Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Cinta tanpa syarat


__ADS_3

" Masyaallah ya Allah.. Alhamdulillah.." Ucap Ryan sangat bersyukur dan seneng banget bisa di tetima Zula dengan mudah


" Gue gak lagi loe prank kan La??" tanya Ryan khawatir


" Asal loe gak ngerjain gue juga" jawab Zula nyeleneh


" Ngerjain gimana sih? Ya Enggak lah..Kok ngerjain" jawab Ryan langsung duduk kembali di bangkunya


" Ya mana tau, " jawab Zula sambil tersenyum sangat cantik


Bahkan saat ini Ryan melihat Zula itu sudah sangat berbeda, makin terlihat begitu cantik banget


Begitu juga sebaliknya, dari Awal memang Zula sudah mengakui ketampanan Ryan, cuman Terkadang Ryan yang nyebelin membuatnya emosi


" Ya gue single elo juga single, jadi gimana? Gak ada yang namanya ngerjain, gue bener bener cinta dan sayang sama Elo" jawab Ryan mulai serius dan sudah terlihat dari tatapannya


" Sejak kapan?" tanya Zula singkat


" Sejak loe berubah jadi elo yang sebenarnya, dengan sikap elo, dan juga cara elo yang apa adanya, dan benar benar Zula, cuman gue takut untuk ngungkapin itu semua" jawab Ryan apa adanya


" Kok takut?"


" Ya gimana sih La, Berawal saat loe masih merasakan sakit, tapi gue gak berani karena Elo saat itu lagi di tahap pemulihan, dan setelah itu gue gak berani di mana gue sama sekali gak punya apa apa, gue masih banyak tanggungan, gue takut gak bisa bahagiain elo, dan jujur kali ini sebenarnya gue masih takut, karena gue baru mau bangkit dan belum punya apa apa" jawab Ryan sadar akan keberadaan dirinya yang masih di roda bawah


Mendengar hal itu Zula kembali menangis sejadi jadinya, dia sadar kalau hal itu semua Ryan lakukan demi dia, demi dirinya yang biar cepet move on,


Ryan faham, dan seperti biasa Ryan langsung mendekat ke Zula dan mendekap serta mengelus pundak Zula lembut


" Jangan nangis lagi" Ucap Ryan lirih dan dia sendiri juga ikut meneteskan air mata bahagia karena di terimanya cintanya


Zula memegang erat lengan Ryan yang ada di sebelahnya


Selama ini Ryan selalu memberi perhatian, rapi Ryan tau batasnya, hanya memegang pundak dan setidaknya belum bersentuhan kulit sama kulit, begitu juga dengan Zula yang masih menjaga tanpa bersentuhan kulit dengan Ryan

__ADS_1


" Terimakasih banyak atas ketulusan hatinya, atas pengorbanannya, atas perhatian dan waktunya hanya untuk menyembuhkan luka di hati gue, gue gak tau harus balas apa? Tapi gue yakin Allah akan memberikan jalan terbaik untuk loe, sebagai balasan kebaikan elo sama gue, dan sekarang, semoga Allah bisa memberi jalan terbaik untuk kita kedepannya, untuk menjalin bahtera rumah tangga" Ucap Zula di tengah tangisannya


" amin amin amin ya Mujibassailin .." ucap Ryan mengaminkan doa Zula


Ryan mengusap lembut pundak Zula dan pindah ke hadapan Zula


" Kita resmi taarufan?" tanya Ryan dan Zula mengangguk


Ryan tak surut mengembangkan senyumannya dan terus memandang Zula, sampai Zula salah tingkah sendiri


" Makasih sayang" Ucap Ryan singkat


" Hiks... Hiks.. Sama sama, udah lah, gue gak bisa niha mau nangis terus" ucap Zula dan Ryan kembali tersenyum


Mereka saling ungkapkan rasa hati mereka masing masing, dan Zula mengaku mencintai Ryan di mana di saat Ryan berkorban mati matian untuk dirinya, bahkan salutnya Zula Ryan gak mau di bahas sama sekali


Dan mereka juga bersepakat untuk tetap bersikap biasa saja, dan tanpa afa perubahan yang cukup membuat mereka berdua canggung


Irfan? Ikut umroh Zain bersama anak dan istrinya juga, jadi mereka harus kerja sendiri


" Jadi kapan gue bisa main kerumahmu, ?" tanya Ryan lembut


" Maksud gue mau menemui ayah kandung dan ibu kandung ya, bukan kerumah pak Zain dan buk Jihan" tambah Ryan lagi


" Mau langsung saja ? sat set gitu?" tanya Zula sudah faham


" Iya dong sayang... Siap gak?? Siap ya, gue udah 32 nih, masak masih harus nunggi dulu, takut ekspayet " jawab Ryan dan Zula ngakak


" Iya ya... Kalau loe 32 tahun, gue berapa? 23 ya, kita selisih 9 tahun, wes nikah sama om om dong" jawab Zula kembali nyeleneh dan Ryan tidak cemberut justru tertawa ngakak


" Gak apa ya bocil, jodohmu memang sama om om" jawab Ryan dan gantian Zula yang tertawa


" Hem... Coba nanti loe bilang dulu sama Ayah dan mamakmu, biar nanti saling setuju kan lanjut, takutnya mereka gak setuju gue gak mau di Permainkan lagi" jawab Zula terlebih dahulu

__ADS_1


" Sudah sayang... Sudah saya sampaikan, bahkan sudah saya istikharohi di mana saat perasaan ini muncul ," jawab Ryan terus terang


Karen bukan asal saja, saat Ryan sadar ada Zula di hatinya Ryan langsung sholat istimharoh dan meminta petunjuk, dan benar Ryan menemukan JODOH DALAM ISTIKHAROH ya dia bertemu dengan Zula dalam minpi istikharohnya


" Terus beliau gimana,?" tanya Zula kepo


" Sampai sekarang selalu bertanya sudah di tembak belum? sudah di ungkapkan belum, di terima gak? Malah gitu, bahkan yang jodohkan mereka, karena gue jomblo akut kan, saat bawa loe pulang dia bilang kenapa gak sama loe aja, kan loe juga sama sama jomblo dan lagi sakit sakitnya" jawab Ryan bercerita


" Terus beliau tau gak kalau harta loe habis untuk bayar pinalty?" tanya Zula ketar ketir


" Awalnya Ryan juga minta pendapat sama mereka, dan mereka mendukung, kalau memang benar Elo jodoh gue" jawab Ryan apa adanya


Zula kembali gak bisa membendung air matanya lagi, ternyata bukan hanya Ryan saja yang baik keluarganya juga sangat baik dan sayang sama dia


" Kok nangis lagi" Ucap Ryan tau kalau Zula ternyata secengeng ini


" Kalian terlalu baik sama gue, menerima gue apa adanya tanpa syarat" jawab Zula sambil nangis sesenggukan


" Begitu juga dengan Elo, yang menerima gue tanpa syarat" jawab Ryan sambil mengelus punggung Zula


Ryan sabar menunggu Sampai Zula kembali berhenti dari tangisannya


" Jadi gimana boleh gue silaturrahmi ke rumah orang tuamu? Untuk meminta restu dan melamar anak cantiknya ini?" tanya Ryan dan Zula hanya tersenyum dan mengangguk


" Tapi sorry, gak bisa sekarang, kan udah malam, gue udah booking hotel juga, lagian abah Umiku gak di rumah juga" jawab Zula lagi dan Ryan mengerti


" Okey... Siap menunggu sampai ada di rumah, " jawab Ryan tanpa bertanya di mana kedua orang tuanya


" Insyaallah minggu depan beliau sudah pulang" jawab Zula lagi dan Ryan mengangguk


" Tapi nanti pas main kerumah jangan kaget ya, jangan kaget dengan keadaan keluargaku, okey" ucap Zula meminta pada Ryan


" Siap, apapun keadaannya gak jadi masalah, yang penting kita jadi nikah" jawab Ryan dan Zula agak sedikit lega kalau Ryan siap menerima apa adanya dan apapun yang terjadi

__ADS_1


__ADS_2