Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Curhat sama baby


__ADS_3

Setelah makan dengan hidangan masakan Umi Jihan yang simpel tapi menyegarkan nikmat dan tentunya mengenyangkan mereka semua pada tepar dan tertidur di kamar masing masing


Begitu juga dengan Jihan dan Zain yang sudah pindah ke kamar mereka dengan menbawa baby Bibi ikut pindah ke kamarnya


Untung sudah lebih dari 30 menit Jihan tidur, karena baby Bibi justru bangun dan mengajak bermain


" Aduh adek... Umi masih ngantuk lho ini, adek bobok lagi guk, nen dulu yuk ayo bobok" ucap Jihan masih dengan merem merem karena sangat ngantuk


Zain juga ikut terbangun, karena mendengar keluhan Jihan yang masih mengantuk


" Ya udah Umi bobok aja lagi, baby biar sama Abah" ucap Zain gak tega melihat Jihan yang pastinya sangat capek


" Heem... Susunya di kulkas ya Bah, nanti panasin aja kalau mau nen" jawab Jihan yang sudah merem kembali


Zain tidak menjawab dan malah mengelus kepala baby Bibi, dan jufa mencium kepala Jihan agar tidur kembali


Zain menggendong baby Bibi keluar kamar dan mengajaknya untuk bermain di halaman belakang


Yang mana kini keadaannga sangat sepi banget, karena selain cuaca yang panas dan penghuninya pada tidur siang


Dan tau kali ini adalah kali pertama Zula menikmati tidur siang, biasanya kalau hari sabtu maupun minggu dia paling sulut tidur siang, dan sering kali justru berkunjung ke butiknya karena di akhir pekan pengunjungnya makin rame


" Semua pada bobok, baby main ya sama Abah, mau main apa ini?" tanya Zain sambil mengajak ngoceh baby Bibi


" Aaooo...." ucap Baby Bibi seolah menjawab


" Mau Abah dongengin gak? " ucap Zai pada Baby Bibi


" Hemm..." jawab baby Bibi seolah tau


" Heem..? Tau abah ngomong apa? Tau Abah bicara apa? Iya, jawabnya heem aja" ucap Zain dan Baby Bibi kembali menjawab dengan ocehannya dan tersenyum

__ADS_1


Zain makin gemes dengan baby Bibi yang menjadi hiburan di masa tuanya


" Kamu tau gak nak, Abah tuh bahagia banget di masa tua abah, Abah di hadiri malaikat kecil sepertimu, " ucap Zain malah curhat


" Dulu Abah bukan abah yang baik untuk abang dan kakak, Abah yang jahat bagi mereka, karena Abah gak pernah beri perhatian sama mereka, gak pernah beri kasih sayang pada mereka" ucap Zain lanjut curhat


" Mereka kakak dan abang yang hebat, yang selalu menjadi penyemangat Umi, untuk tetap bangkit dan bertahan sama Abah, walaupun Abah udah sering menyakiti hati Umi, tapi Umi masih bisa memaafkan Abah, Umi masih mau sama Abah, masih bertahan dan menjaga nama baik Abah, " tambah Zain masih lanjut curhat


" Yang paling Abah salut dan bangga pada Umi, Umi masih membela Abah di hadapan kakung sama Uti, padahal Abah itu banyak salah, Umi masih mau ngikut Dan membela Abah, mungkin kalau dulu kalau Umi gak maafin Abah, Abah gak jumpa sama kakak Zula, kakak yang paling sabar sedunia, walaupun di rendahkan dan di pandang negatif sama temannya kakak tetap cuek dan gak peduli, dan di situ Kakak dapat perjalan berharga dari umi, untuk tetap pada pendirian, dan menyadari serta mengerti keadaan" tambah Zain dengan membanggakan kakak dan Uminya baby Bibi


" Yang baik hati lagi Abang El, dari semenjak di kandungan Abah sempat tidak menerima Abang El, sampai lahir juga Abah tidak menerima Abang El, sampai yang mengadzani adalah orang lain, dari mulai Abang El ada di kandungan Umi, sampai lahir Abah gak pernah mengelus apa lagi mengajaknya ngobrol, menghina dan mencaci maki iya, tapi Abang El selalu ingin dekat dengan Abah, Abang El gak mau jauh dari Abah, padahal kalau dulu Abang El tau kalau Abah gak menerima mungkin Abang El akan sakit hati dan gak mau mengakui Abah juga, tapi karena sikap pengertian Umi, yang gak pernah mengajarkan pada Abang El dan Abang Al untuk membenci Abah, justru malah membanggakan Abah pada merek, padahal Abah udah jahat" tambah Zain tak terasa meneteskan air matanya mengingat dulu dia gimana


" Jadi baby sehat terus ya nak, doakan Abah supaya bisa menemani baby sampai besar nanti, " ucap Zain lagi sambil mengusap air matanya dan juga kepala baby Bibi yang seolah ngerti di ajak curhat Abahnya


" Tetap seperti Abang dan kakak ya, yang sanggup menerima Abah walaupun Abah dulu jahat sama mereka" ucap Zain lagi dan kalau mengingat hal itu dia merasa kalau dia orang paling jahat sedunia sampai saudara saudaranya sendiri sudah gak peduli padanya lagi


Dan memang benar istri dan anak anak yang tulus yang sanggup menerima suami apa adanya, apapun kesalahannya akan di maafkan untuk kembali bersama


Mungkin saat ini, sudah biasa kalau laki laki banyak harta dan bisa apa aja, wanita 1 aja kurang, dan masih cari yang lain


Tapi sebaliknya untuk wanita yang banyak harta dan bisa apa aja, dia justru gak butuh satupun lelaki


Zain masih ngajak ngobrol baby Bibi, sampai tak terasa suara adzan asar terdengar dari ponselnya yang sudah di setting,


" Udah asar baby, kita mandi yuk, biar seger" Ucap Zain kembali menggendong baby Bibi


Zain kembali ke kamar atas dan berniat memandikan baby Bibi tanpa membangunkan Jihan yang masih terlelap


Zain menaruh baby Bibi secara perlahan di sebelah Jihan, dan kemudian mengambil handuk dan perlengkapan baby Bibi dari koper yang sempet hilang tadi


Setelah semua siap, kini Zain mulai membuka baju baby Bibi dan membawanya ke kamar mandi yang mana sudah di siapkan air hangat juga untuk baby Bibi

__ADS_1


Jangan tanya tentang kemahiran Zain ya, yang selalu siap sedia untuk anak dan istrinya termasuk memandikan baby Bibi seperti saat ini


Dengan telaten dan pelan pelan Zain memandikan baby Bibi, hingga selesai semuanya dan membawa baby Bibi kembali ke kamar untuk di pakaikan baju yang sudah di siapkan


" Seger Bah, baby Udah mandi, baby Udah seger lagi" ucap Zain sambil mengelap tubuh mungil baby Bibi


" Umi masih bobok, Umi masih ngantuk, masih capek biar istirahat dulu" tambah Zain dan baby Bibi seolah mengerti


Zain mulai memakaikan minyak telon dan bedak pada baby Bibi, agar tetap hangat dan tidak masuk angin,


Setelah baju selesai di pake semuanya Jihan terbangun karena gerakan dan harumnya wangi khas bayi sehabis mandi, dari wangi dan harumnya minyak telon yang di gunakan baby Bibi


" Hem.... Udah wangi, udah seger putra Umi?" ucap Jihan sayup sayup


" Nen Mi... Sepertinya habis mandi terus bobok ini nanti" ucap Zain memberikan baby Bibi pada Jihan


" Okey hayuk nen dulu" ucap Jihan memangku baby Bibi dan memberinya ASI


Zain membereskan perlengkapan baby Bibi dan di masukkan kembali kedalam kopernya sebelum kena semprot dari Jihan


" Umi... Ini udah hari nifas ke berapa?" tanya Zain tiba tiba


" Keberapa ya? Kenapa sih?" tanya Jihan lagi karena masih dalam keadaan nifas, karena belum bersih beneran


" Keberapa?" tanya Zain mulai terlihat mencurigakan


" Ke 58 sayang, dan sepertinya hari ini Umi selesai deh, pagi tadi masih coklat dan mungkin sore udah bersih" jawab Jihan apa adanya


Karena paling sedikitnya darah nifas yaitu 1 tetesan, dan wajarnya 40 hari, dan paling banyak 60 hari, kalau lebih dari 60 hari itu bukan darah nifas lagi tapi sudah masuk darah istihadhoh , harus wajib sholat juga ya bestie..


" Yees..." ucap Zain semangat dan girang

__ADS_1


__ADS_2