
3 Hari Zula di rawat di rumah sakit, dan kini sudah di bawa pulang kerumahnya kembali
" Yuk tempat Uti aja yuk, biar Uti bisa temani juga nih" Ucap Jihan pada baby kecil yang di pangku ayahnya
" Utinya aja yang tinggal sini kalau mau temani" jawab Zula yang duduk di sebelah Ryan
Awalnya Jihan dan Zain meminta agar Zula pulang kerumahnya, ya namanya anak perempuan kan yang melahirkan, senggaknya dia bisa menemani juga
Kan Jihan sama Zain ada santri yang gak mungkin di tinggal lama lama , karena itu tanggung jawab mereka juga
Tapi karena Ryan harus kerja dan Zula juga nyaman kalau di rumahnya sendiri, jadi akhirnya mereka kekeh pulang ke rumahnya sendiri
" Uti kan banyak anaknya, anak orang lagi" jawab Jihan masih berat
" Ya udah Uti sering sering ke sini aja, kan Baby Udah ada Oma" jawab Zula karena ada emaknya Ryan yang jagain
Jihan menoleh ke arah besannya, dan tersenyum
" Maaf ya buk jadi merepotkan" ucap Jihan pada Ibunya Ryan
" Saya malah seneng bisa nemenin cucu bu nyai" jawab Emaknya Ryan lagi
Ya ini cucu pertamanya tentu seneng nungguinnya, dan bahkan betah juga, lagian di Aceh beliau tidak punya tanggungan apa apa
Tak lama baby cantik itu terdengar tangisannya karena mungkin laper minta nen
Sedari kemaran Zula marah marah, karena terasa aneh saat di nen babynya, dan seolah sakit kalau di nen perih dan luka
Tapi mau gimana lagi itu tanggung jawabnya, dan mau gak mau harus , dan katanya nanti kalau udah terbiasa gak sakit lagi
Ryan menoleh ke Zula dan tersenyum
" Gak apa apa, kata Umi gimana?? Nanti malah sakit kalau gak di nen" ucap Ryan pada Zula
" Sakit sayang" jawab Zula lagi dan Ryan mengelus kepala Zula dengan tangan yang satunya
" Sayang lho nak, ayo kasian anaknya" Ucap Jihan akhirnya Zula mengambil alih Babynya dan mau berdiri
" Mau ke kamar?" tanya Ryan pada Zula
" Lha jadi? Di sini, enggak ah" jawab Zula karena malu
Zula gak pala terasa dengan bekas oprasinya kemaren, karena ya namanya keluarga Jihan Aulia Hospital, dan pastinya di beri fasilitas SC yang fantastis, dan cepet sembuh dan gak begitu sakit , dan sudah terbiasa gendong babynya
__ADS_1
" sini biar Ayah yang gendong, nanti Ibu pas nyeri sakit" jawab Ryan karena kadang tiba tiba perut Zula bekas oprasi agak terasa nyeri
Ryan menganbil dan membawanya di kamar bawahnya selama ini
Zula di bantu berdiri sama ibu mertuanya dan di temani sama Umi mertuanya ke kamar
Selama 3 hari ini, Zula memberi ASI pada bayinya hanya di temani sama Ryan dan Jihan, selain itu gak mau sama sekali walaupun sama sama perempuan
Soalnya masih latihan jadi masih pelan pelan, kalau pake cover masih ke susahan dan repot
" Ya udah di Kasih ASI dulu anaknya, Emak keluar dulu" Ucap emak Ryan dan Zula mengangguk
Pintu di tutup dan Zula mulai di siapkan bantal sama Ryan untuk menyangga buah hatinya
" Sini, Nen dulu" Ucap Zula pada babynya
" Jangan kenceng kenceng ya sayang, sakit PD ibu" ucap Zula lagi dan Ryan tersenyum
" Kalau di Nen Ayahnya kayaknya keenakan malah" Gurau Ryan di sebelah Zula
" Apaan sih Bang, Tolong duku gih, susah nih" Ucap Zula ke susahan buka PD nya,
Biasanya di buka dulu dan ini belum di buka baby udah di pangkuan, apa lagi Zula yang masih belajar jadi lebih hatu hati dalam memeganginya
" Abang buruan ih, anaknya udah nangis nih" ucap Zula karena babynya kembali nangis
" Iya ya sayang... " jawab Ryan pelan pelan karena kalau ke senggol pasti sakit
" Yang satu Ayah ya nak" Ucap Ryan spontan Zula memukul pundak Ryan
" Ayahnya puasa dulu" jawab Zula ketus dan Ryan tertawa lanjut mengeluarkan PD Zula
"Mmuuuuuuaaccchh..." Dan menciumnya kuat membuat Zula kembali memukul lengannya
" Pengen lho Buk" jawab Ryan dan Zula melengos
Zula perlahan memberikan ASInya dan pelan pelan sambil menahan rasa sakit sakit sedep
Melihat baby Mungil ngedot PD nya, ada rasa bahagia dan haru, bayi mungil yang sangat cantik
" Sehat sehat putri Ibuk, lekas gede biar bisa main sama ibuk" ucap Zula mengelus kepala anaknya
" Siap Ibuk, ibuk lekas sehat biar adek bisa jalan jalan sama ibuk" jawab Ryan merangkul pundam Zula
__ADS_1
Ryan memerhatikan baby dan juga istrinya yang sedang memberi ASI pada baby nya
" Abang besok udah mulai kerja?" tanya Zula sambil menatap Ryan
Hingga Ryan yang sedari tadi menatapnya kini membuat mereka saling menatap
Ryan yang sudah berpuasa beberapa hari gak tahan dong melihat bibir Zula, apa lagi di tambah buah kesukaannya terlihat jelas di hadapannya
" Mmuuuuuaacch...." Ryan langung menyosor bibi tersebut
Plak..... Pukulan kecil dari Zula ke lengan Ryan
" Asal ngosor aja, ada anaknya " kesal Zula sambil melotot
" Mumpung belum faham sayang, Abang gak tahan" jawab Ryan santai
" Gak faham gak faham" jawab Zula kesal
" Adek emang gak kangen sama Abang?" tanya Ryan sambil memeluk pinggang Zula
" Kangen, pengen kencan berdua, pengen bobok berdua di peluk abang, udah 3 hari kita bobok sendiri sendiri" jawab Zula yang ternyata merindukan kehangatan Ryan
Ya selama ada baby mereka tidur sendiri sendiri, apa lagi selama Jihan di sana tentu Zula tidur di temani Uminya
" Abang juga, kangen banget, apa lagi setelah adek melahirkan, rasanya pengen terus peluk adek, temani adek dan gak mau ninggalin adek" jawab Ryan lagi sambil membawa Zula ke kepelukannya
Ini kali pertama mereka cuman berdua saja, setelah Zula melahirkan
Biasanya, selalu ada Jihan lah, Putri lah Emak lah, dan masih banyak orang lainnya
Intinya saat ini mereka butuh waktu berdua dulu
" Adek wanita hebat, ibu hebat untuk kita, ya sayang ya" Ucap Ryan sambil mengelus kepala babynya
Baby kecil mungil nan cantik itu bernama
Cut Zaira Auzura Ryan nama yang mereka berikan pada sosok bayi mungil yang ada di pangkuan ibunya saat inj
" Terimakasih sudah berkorban dan berjuang melahirkan putri cantik kita ini" Ucap Ryan masih memeluk Zula
" Sama sama, makasih juga untuk Abang yang sudah mau sabar menemani perjuangan adek tanpa henti, dan sudah siaga di saat Adek membutuhkan Abang" jawab Zula yang bersandar di dada bidang suaminya
Di saat mesra mersanya tiba tiba
__ADS_1
Ceklek..... Pintu terbuka sendiri, dan membuat mereka reflek melongo pada sosok yang ada di depan pintu tersebut apa lagi Zula masih dalam keadaan memberi ASI