
Kini El dan Ryan serta Irfan sedang melaksanakan shoalt Jum'at, setelah sholat Jum'at mereka mampir ke resto milik Zain, yaitu ke restoran Masyaallah Nikmat
Dan bahkan mereka sudah duduk dan sedang memilih menu makan siang mereka bertiga
" Eh bentar, gue telfon Zula dulu, dia belum makan siang juga sepertinya" ucap El yang kepikiran Zula
" Makan bareng dia di sini?" tanya Ryan cepat
" Kenapa?"
" Loe gak nafsu?" saut Irfan
" Enggak gitu pak Irfan, nanti kalian gak jafi makan, dia tuh entah kenapa kalau nampak gue langsung rasanya ngajak debat terus, gue udah sabar setiap dia ngajak debat, tapi semakin gue sabarin tuh anak bukannya meredan justru malah melakin melunjak, dan makin meninggi, ya di situ tuh, adek angkat kesayangan elo El, huh .. Heran gue sama elo dan Al gimana ceritanya duly bisa naksir sama tuh anak " ucap Ryan menjawab semua pertanyaan El yang cukup membuatnya kesal
El justru hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya mendengar kejengkelan Ryan pada Adeknya
" Dan gue juga sabar tuh siapa tunangannya, udah punya cewek se crewet itu, ratu debat, suruh nunggu mau lagi, kalau gue ogah" tambahnya makin kesal
" Udah... Gitu aja setiap hari kumupul debat gak berakhir juga kok" sindir Irfan
" Ya gimana lagi orang cuman itu patnernya" jawab Ryan santai dan tidak di tanggapi lagi
El menghubungi Zula agar segera menyusul ke sana, karena dia tau Zula tih udah laper dan nungguin dia untuk makan siang bareng
Cukup melalui chat, dan langsung dapat balesan singkat dari Zula
Tak perlu nunggu lama, Zula sudah datang, bahkan dia sudah membawa semua berkas dan laptop serta tasnya untuk langsung pulang sesuai perintah El barusan
Dan Kini Zula sudah masuk dan menuju meja yang sesuai El kodekan tadi
" Assalamualaikum" ucap Zula saat masuk dan duduk di sebelah El di hadapan Ryan
" Waalaikumsalam.." jawab semuanya dan Zula menampilkan senyumnya
" Mbok gitu terus ngapa sih La, biar gue gak ilfeel lihat elo" ucap Ryan tiba tiba
" Hiii.... Wek..." balas Zula dengan Meringis dan kemudian menjulurkan lidahnya
" Mau ilfeel mau enggak bodo amat pak Ryan, sekarang waktunya makan, jangan ngajak debat dan membiat moodku ancur lagi" jawab Zula gak mau berdebat
__ADS_1
Ryan tidak menjawab dari pada nanti moodnya yang makin rusak
" Mau makan apa?" tanya El sambil memberikan menu makanan pada Zula
" Hem.. Apa ya, tapi gue makin laper aja sih lihat muka pak Ryan, jadi gue pesen... Ini ini ini ini ini ini ini dan itu, tambah es teh, 3" jawab Zula sambil menunjuk menu makanan yang sangat banyak
" Gak seteko sekalian?" tanya Ryan menyaut
" Boleh" jawab Zula santai
" Cah cuilik mangane okeh ( anak kecil makannya banyak)" cibir Ryan pake bahasa jawa
" Ben ( biarin)" jawab Zula singkat
Dan pelayan pamit untuk membuat pesanan Zula dan yang lain
" Pak Ryan, habis ini saya langsung pulang, pekerjaan yang bapak berikan sudah saya susun di meja bapak, dan sebagian untuk senin besok saya bawa pulang" ucap Zula menyampaikan apa yang Ryan suruh tadi serta pamit
" Gak boleh " jawab Ryan cepat
" Orang yang nyuruh aja bang El, hati hati dia anak pemilik perusahaan, mau anda di pecat?" tanya Zula mendekatkan wajahnya pada Ryan
" Bener El? " tanya Ryan dan El mengangguk
" Weeek.. " Zula menjulurkan lidahnya lagi
Irfan gak mau komentar karena itu makanan sehari hari dia
" Om gak bising setiap hari?" tanya El pada Irfan
" Udah jadi makanan telinga om itu El, kalau gak ada musik mereka berdua, sepi lantai paling atas tuh" jawab Irfan sambil menyerutup esnya dengan seger
" Seger kali sih pak Irfan, mana lama lagi nih Es teh Ula" ucap Zula yang ternyata gagal fokus sama Es milik Irfan di cuaca panas seperti ini
" Kamu mau La? Bekas Om lho" ucap Irfan langsung peka
" Om boleh gak?" tanya Zula balik
" Eleh kayak biasanya enggak aja, permisi ya Om, emang rada nih anak, ngences nanti" ucap El sambil mengambilkan gelas Irfan dan di berikan ke Zula
__ADS_1
Karena memang biasanya kalau sedang kumpul bareng mereka memang seperti itu, apa lagi sama Ismi, yang pas Jihan serta yang lain masih tinggal di SRG, Mereka sering main makan bareng di rumah
Ryan sampe heran sama Zula yang sangat ilfeel kepadanya tapi tidak pada yang lainnya bahkan minum se gelas bersama aja tidak geli apa lagi risih
___________
Di Jerman, Ailza sedang berkumpul dengan teman temannya, di salahs atu lembah bukit yang cukup asri,
Mereka sengaja berkumpul di tempat tersebut sambil menikmati suasana musim dingin di sana, cuman tidak sedang turun salju
Di lembah situ tersedia kamar hotel yang di kelilingi perpohonan yang menjulang tinggi dan bukit
Ailza dan yang lain sedang menyiapkan makanan dengan teman perempuananya, yang akan mengadakan barbeqiuan nanti malam
Sedangkan anak laki laki sedang menyiapkan perapiannya
Tiba di malam hari mereka sedang asik menikmati BBQ, yang mereka buat, sambil ngobrol dengan teman satunsama lain
Ailza hanya satu satunya cewek yang berhijab di sana, dulu enggak tapi semenjak kenal El dan jadi cewek El serta mengetahui keluarga El Ailza tentu berubah
" Cantik banget anak muslimah ini" ucap salah satu teman nya mendekati Ailza, tentunya dengan bahasa Jerman juga
Temannya adalah Soni, yang mana mantan Ailza waktu SMA
Sepanjang SMA, Ailza berpacaran mulai kelas 2 SMA, dengan orang yang sama Yaitu Soni, sampai lulus S1 di Jerman dan lanjut dengan transfer nilai untuk mwnyelesaikan S1nya di Swiis dan ketemu El
Bukan waktu yang singkat tentunya, Ailza menjalin hubungan dengan Soni, tentunya karena Ailza pindah ke Swiss baru semester 3 awal
" Ya namanya mau jadi istri pak dokter ustadz ya harus berjilbab lah" jawab teman lainnya
Soni langsung menatap Ailza pekat dan memandangnya kaget
" Bener?" tanya Soni pada Ailza yang hanya menjawab dengan anggukan
" Boleh ngomong berdua?" ucap Soni seketika
Soni masih sering menghubingi Ailza, masih saling kirim chat cuman sekarang mereka tidak ada hubungan lagi tapi masih tetap komunikasi dengan baik
" Kemana?" tanya Ailza lagi
__ADS_1
Soni berdiri dan menggandeng tangan Ailza untuk ke tempat yang lebih sepi dan prifat
Hal itu sudah sering mereka lakukan saat masih berpacaran, pergi berdua, nginap berdua juga sudah sering mereka lakukan, dan Ailza juga sudah sering menginap di rumah Soni waktu SMA dulu,