
Zain dan Jihan langsung syok dengan jawaban tersebut dan Zain rasanya ingin langsung mendatangi Maulana dan membunuhnya
Zain sudah gusar dan pas di hadapannya ada Maulana yang baru datang
Spontan Zain langsung menarik kerah baju Maulana dan di angkat dengan penuh Emosi
Kakek nenek Maulana Melihat Zain dan Jihan, yang mana mereka sebelum pensiun adalah patner kerjanya juga langsung syok dan hampir kena serangan jantung
Dan mereka berfikir Mantan tunangan Maulana adalah anak dari Zain dan Jihan
" Kamu Apakan anak Abah Maul?" amarah Zain gak bisa di kontrol lagi
Zula masih dalam pelukan Al dan El, dan Kini Jihan mendekat pada Zula yang makin menjadi tangisannya
" Umi.. Sakit.." Ucap Zula saat Jihan berhasil memeluknya
Jihan gak bisa jawab, hal itu sudah pernah dia alami, dan kini gantian anaknya yang mengalami, hanya bisa ikut nangis dan memeluk erat tubuh anak gadisnya itu
Bruk......
Satu hantaman Zain berikan di pipi Maulana sebelah kanan
Bruk....
Kambali hantaman berikutnya Zain berikan pada pipi Maulana sebelah Kiri
" Kenapa kamu sakiti anak Abah Maul?? Salah Apa anak Abah sama kamu?" tanya Zain lagi masih mencengkeram kerah baju Maulana
Kakek neneknya sudah gak berani berkutik lagi sama sekali, apa lagi berurusan dengan salah satu orang yang berpengarus besar dalam perusahaannya
" Kenapa kamu bikin Putri satu satunya Abah menangis?" tambah Zain dengan tatapan mematikan
Nenek Maulana makin syok, putri satu satunya, sudah habis riwayat dia di sini, dan habis harta bendanya juga kalaupun ada cuman Pinalti kerja sama yang bahkan kurang untuk bayar pesangon karyawannya
Maulana sama sekali gak bisa jawab, Dia sudah menangis dia melihat mantan tunangannya menangis saja sudah gak berkuasa, apa lagi menjawab ucapan Zain
Kini kedua kakaknya sudah berdiri di samping Abahnya, dia sebagai abang tentunya gak akan terima adeknya di sakiti, dan kini mereka gak akan tinggal diam dan pasti akan memberi pelajaran untuk Maulana
__ADS_1
Tentu karena mereka gak tau apa yang terjadi sebenarnya kalau Maulana di sini juga korban
Seet....
El menarik kerah yang abahnya cemgekeram dan langsung ikut menghantam Maulana sampai tersungkal ke belakang
Tambah Al juga hingga membuat Maul babak belur, sama seperti yang Zain dapatkan saat dia menyakiti hati Jihan dan di ketahui oleh keluarga Jihan
Sampai Maul sama sekali gak berdaya bahkan kakek nenenknya sampai mati kutu melihatnya
Zain menoleh ke arah kakek nenek Maul, dan langsung mengenalnya
" Pak Haji" Ucap Zain tegas
" Pak Haji masih ingat siapa saya? Masih faham siapa saya? Dan apa akibatnya kalau cucu anda mwnyakiti hati putri saya?" tanya Zain penuh ancaman
" Maaf pak Zain, kami minta maaf" Ucap Neneknya sampai bersujud di kaki Zain
" Jangan lakukan itu pak, kasiani kami, nanti apa yang akan terjadi bagi perusahaan kami, bagi anak cucuk kami" tambah Kakek Maulana ikut bersujud dan memohon
" Kami akan menceraikan Lana Aufi, kami gak tau kalau calon Lana adalah anak pak Zain" Ucap Nenek dengan segampang itu mau menceraikan Maul dengan Aufi
Mereka terdiam, dan kini giliran Maulana yang sujud i kaki Zain
" Abah.... Maul minta maaf Abah, Maul gak bermaksud menyakiti hati Zula" Ucap Maul dengan muka babak belur dan menangis
" Gak bermaksud gimana? Otak loe gak sedang loe gadaikan kan Maul?" tanya Al tegas
" Loe udah jelas jelas nikah, sama perempuan lain, tanpa mengakhiri hubungan kalian sama sekali, untung Zula datang, kalau enggak loe bikin mainan adek gue?" tambah El makin marah
" maaf Mas... Pak Buk, ini semua salah saya" ucap Kakeknya angkat bicara
" Maksud kakek apa?" tanya El tegas
" Saya yang menjodohkan Lana sama anak sahabat saya" jawab Kakek Maul
" Dan kami menyita semua akses yang Lana bawa, begitu juga dengan akses dan fasilitas kedua orang tuanya,atau anak kami, sehingga Lana gak bisa menghubungi kalian" tambah Nenek Maul menjelaskan
__ADS_1
" Loe gak bisa nolak Maul? Loe gak bilang kalau loe sudah punya Zula? Apa loe sengaja karena Loe cinta sama istri Elo?" tanya El tegas pada Maul yang masih terdiam
Zula yang menangis masih bisa mendengar penjelasan itu, tapi bagi Zula itu semua sudah terlewat dan dia sudah terlanjur sakit hati dan gak bisa memaafkan lagi
Maulana tidak menjawab dia fokus pada perempuan yang ada di pelukan Uminya, yang nangis tersendu sendu,
Maulana dengan susah payah pindah ke arah Zula, hatinya makin sakit mendengar isak tangis dari Zula, isak tangis yang selalu dia tahan dan jangan sampai terdengar di telinganya, tapi kini ada di depan matanya
Sosok wanita cantik multi talenta, yang selalu di cintainya menangis di hadapannya
" Sayang.... Maaf, Maafkan aku" ucap Maulana masih memanggilnya sayang, di saat dia sudah menyakiti hati Zula
Tangisan Zula terhenti, tapi masih terisak di dada Uminya , Jihan sudah ikut menangis dan terus mengelus dan menenangkan Zula
" Maafkan Aku sayang" Ucap Maulana penuh permohonan
Zula melepas pelukannya, dan mengusap air matanya kasar sekarang mau gak mau dia harus menatap sadis Maulana
Maulana mendongkakkan kepalanya dan menatap Zula dengan tatapan sendu dengan tatapan melas dan senyuman yang sangat di paksakan karena sakit banget bekas pukulan ke tiga laki laki di dekatnya itu
Semua terdiam tanpa ada yang berkata apapun, diam akan menyaksikan sepasang mantan kekasih yang dulu sangat harmonis ini
Zula masih terdiam dan terua menatap Maulana dengan tatapan penuh kebencian
Tetesan air mata yang dia usap tanpa komando kembali mangalir dengan sendirinya, dia gak bisa menahan lagi, melihar sosok Maulana di hadapannya begitu menyakitkan
Sosok tersebut dulu sangat menyayanginya, sangat melibdungi dan mencintainya sekarang jadi sosok yang paling dia benci
Zula gak peduli mau di jodohkan atau bagaimana, intinya Maulana gak bisa mempertahankan hubungan mereka, dia gak berani berkorban dan gak bisa mempertahankan dirinya untuk tetap jadi kekasihnya
Lagi lagi Zula mengusap kasar air matanya dan menatap mantap Maulana
" Kamu pengecut, kamu penghianat, kamu gak bisa di percaya, dan kamu gak sayang sama Aku" jawab Zula dengan tatapan tajam
" Aku sayang sama kamu Ula, hanya kamu yang aku sayang, aku gak bisa hidup tanpamu" jawab Maulana penuh harap
" Bohong" jawab Zula tegas
__ADS_1
" Kalau gak percaya, nanti biar Lana pisah dan menceraikan Aufi, biar kembali sama kamu nak" Jawab Nenek Maulana dan di betulkan oleh kakeknya
" Maaf pak Buk, itu gak akan pernah, masih banyak laki laki yang lebih baik dari pada Maul, masih banyak laki laki yang lebih tulis dari pada Maul, dan bisa memiliki dan menjadikan Zula wanita satu satunya, dan ingat bukan duda dan bukan bekas orang lain" sangkal Jihan ketus dan gak terima bekas dari Aufi ataupun siapapun