
Zula dan Ryan sampai juga di kantor, dan ini kali pertama Zula berangkat ke kantor bareng dengan suaminya
Dan Semua rekan kantornya sudah mengetahui siapa Zula, dan anak siapa Zula, berawal dari Undangan yang menyebar ke seluruh karyawan kantor, dan acara resepsi yang membuktikan kalau Zula benar putri Zain atau pemilik perusahaan ini
Ya gak kaget dong Zula yang begitu cerdas dan langsung naik jabatan teratas setelah setengah hari kerja
Jadi makin banyak yang awalnya sega karena asisten Ryan, dan sekarang makin segan karena putri Abah Zain, sekaligus istri dari atasannya
" Selamat datang pengantin baru" penyambutan dari para karyawan pada Zula dan Ryan
Zula yang menggandeng tangan Ryan merasa terharu karena dapat sambutan yang luar biasa dari mereka
Di rumah Al Musthofa, Zain dan Jihan sedang ngobrolin tentang El dan Zula yang minta pindah
Ya Zain masih keberatan, tapi tidak untuk Jihan yang memberi penjelasan sekaligus pengertian Pada Zain
" Yang Zula rasakan saat ini itu cita cita Umi Abah" Ucap Jihan saat ngobrol
Zain menoleh dan teringat masa lalu Jihan yang ingin menjadi asisten suaminya, doa Jihan di ijabah, cuman bukan itu yang Jihan inginkan dan saat ini Zula yang merasaka
" Ryan anak Baik Mi, dia pasti bisa jagain Zula, apa lagi Zula terus akan sama dia" jawab Zain dan Jihan tersenyum
_____________
Malam Harinya Zula dan Ryan sudah kembali ke rumah Ryan, sesuai izinnya pada Abahnya, malam ini akan menginap di sana
Zula bawa baju ganti, ya beberapa untuk stok di sana sebelum benar benar pindah
Dengan menggunakan piyama, yang couple, mereka duduk santai di ruang tengah rumah Ryan
Zula takjub dengan interior rumah Ryan yang minimalis tapi modern dan terkesan mewah
Dengan cat yang berwarna gelap mampu membuat Zula makin betah dan terpesona
" Ini Rumah Abah sama Umi dulu katanya Lho yang" ucal Ryan sambi mengelus kepala Zula
Cenderung lebih memainkan rambut Zula sih, apa lagi posisi Zula saat ini ber sandar di dada Ryan sambil rebahan di atas sofa lebar miliknha
" Iya ceritanya begitu, dan ini rumah penuh kenangan terindah dan pahit katanya" jawab Zula sambil mainkan pipi Ryan
" Abang penasaran gak sama Cerita Adek tentang kenapa Adek baru di kenal sekarang? " tanya Zula pada Ryan
Ryan tidak langsung menjawab dan menunggu gimana ucapan Zula selanjutnya
" Secara Abang tau kan, kisah Zula sebelumnya, dan sampai sekarang yang jauh berbeda" tambah Zula dan Ryan masih diam lagi
__ADS_1
" Penasaran Gak?" tanya Zula lagi
" Enggak sayang... Cuman kalau Adek cerita Abang terima" jawab Ryan lembut
" Abang gak mau, gara gara Adek cerita nanti Adek malah sedih teringat lagi, Abang menerima adek apa adanya, Abang gak mau pasang sepion dalam kehidupan lama Abang maupun adek, apa lagi yang menyakitkan" jawab Ryan sangat sangat sayang Zula dan gak mau melihat Zula menangis kembali
Zula tersenyum dan langsung menatap Ryan lekat dan...
" Cup..." Zula mencium lembut bibir Ryan
" Sayang Ih.." Ucap Ryan sebel
" Gak suka?" kaget Zula
" Mancing mancing" Ucap Ryan sambil gerakin Ryan Junior yang gerak gerak
" Emang Abang sayang gak sama Adek?" tanya Zula mengalihkan,
Masih sore jam 9 malah Ryan sudah mulai mau minta jatah, alihkan saja
Kalau di jawabi makin ke sini makin mengerikan, grayangi ke mana mana
" Sayang banget dong, " jawab Ryan tangannya sudah mulai ke mana mana
" Apa lagi kalau udah di elus gini, haduh sayang... Pintu surga dunia sudah di depan mata" Tambah Ryan makin kemana mana
Zula berusaha mengalihkan tapi Ryan selalu menyangkal dan akhirnya
" Ayo. Tempur kita, Adek malam ini yang menang" Ucapnya menantang
" Wah... Betah berapa jam sayang?" jawab Ryan menerima tantangan
" Sekalahnya Abang" jawab Zula tanpa rasa takut
" Nanti di ronde ke dua, teriak udah sayang udah, Adek gak tahan" jawab Ryan menirukan Zula yang cenderung gak kuat saat Ryan melanjutkan di ronde ronde selanjurnya
" Ya namanya kecil abang aja besar" jawab Zula gak mau kalah
" Bilang ja, maaf Bang, adek gak sanggup, mana pake nantang lagi" jawab Ryan dan Zula malah gak terima
" Hem... Remeh abang Ya" Ucap Zula menerima tantangan
Jam 9 malam, komplek sana sudah agak sepi, dan pastinya semua lampu rumah Ryan di matikan, kecuali ruang tengahnya itu aja pake sinar dari layar TV saja dan remang remang
" Ayo siapa takut" jawab Ryan masih tetao santai
__ADS_1
Padahal Zula masih belum pengen dan pengen santai santai sama Ryan dulu karena masih sore
Dia sendiri gak bisa kalau tidak bersuara , seolah wajib bersuara, karena gak sadar
" Enggak lah, orang tadi adek mau curhat cerita malah abang ngajak Laot lato" Ucap Zula kesal
" Kok lato lato" heran Ryan sambil cengengesan
" Iya bunyinya kayak lato lato" jawab Zula dan Ryan tertawa ngakak dan membawa Zula pada dekapannya lagi
Ryan kembali menbawa Zula dalam pelukannya, perlahan Zula bercerita tentang kenapa dirinya baru faham Abangnya
Dan Intinya Zula bercerita Mulai dari JODOH DALAN ISTIKHAROH, DERAI AIR MATA, dan JODOH DUNIA AKHIRAT ( yang belum baca mampir dulu yuk, biar nyambung ceritanya)
Ryan yang mendengarkan bahkan sampai nangis nangis dan makin memper erat pelukannya untuk Zula
" Umi hebat kan Sayang" Ucap Zula pada Ryan
" Sangat Hebat, selain sudah melahirkan wanita Hebat seperti sayang, beliau juga berkorban berat demi anak anaknya, " Jawab Ryan sangat bangga punya pertua seperti itu
" Hiks.... Hiks... Hiks..." Ryan berkali kali menahan ingusnya yang hendak keluar
Sampai Tissu yang ada di dekatnya habis untuk ngelap air mata dan juga ingusnya
Ya karena stok tinggal sedikir untuk ngelap terus sampai kehabisan
" Wanita hebat wanita Hebat, sekarang udah jadi istri Abang, Wanita yang luar biasa" Ucap Ryan bangga pada sosok Zula
Keluarga yang begitu romantis harmonis ternyata cobaan selalu datang di waktu itu
Dan bahkan sampai bertahan hingga saat ini, terluhat tanpa ada apa apa
" Jujur sayang.. Abang sempet kaget dengan kejadian yang seperti itu, 10 tahun Abang bekerja sama Abah, sama sekali gak ada satupun hal yang berkaitan dengan itu keluar maupun keceplosan, " Ucap Ryan yang sama sekali gak tau
" Sama sayang, semua gak ada yang tau kecuali Mbah abah mbah Umi, dan keluarga lainnya, tapi mereka bisa menjaga itu, bahkan anak anaknya gak tau apa yang pernah terjadi hingga waktu kecil sampai besar kami jauh dari abah Umi, ya itu sampai akhirnya Adek jadi rebutan bang Al dan bang El, sampai semua terbongkar bahwa adek putra abah, dan adeknya mereka" jawab Zula dan Ryan tak mau melepas Zula
Zula begitu beruntung mendapat laki laki seperti Ryan yang gak pandang siapa dia, punya apa dia, bisa apa dia, tapi justru menerima apa adanya sebelum mengenal siapa keluarga Zula sebenarnya
Mereka berpelukan, dan Zula kembali ingat kewajibannya yang di minta oleh Ryan
" Jadi gak bang main lato latonya?" tanya Zula menawarkan
" Jadi dong...." jawab Ryan semangat
" Tapi kenapa jadi lato lato sih? , gak tepuk pramuka aja?" tanya Ryan sambil tertawa
__ADS_1