
El dan Zula saling pandang dan saling melotot,
" Bang.... " ucap Zula yang melihat jelas bayangan Al dan Aliza dari balik Gorden jendela kamar mereka
" Sutt..... " Ucap El merogoh ponselnya
" Parah" ucap Zula menutup mukanya sendiri
" Akh....... " Teriak Al saat melepas dan cukup kuat di dengar oleh El dan Zula
" Masyaallah..." ucap El sembari nepuk jidatnya sendiri
Hingga melihat Al yang ambruk di sebelah Aliza yang sama sama lemas
" Wong gendeng tuh" ucap El sembari menghubungi Yang sudah merasakan kenikmatan surga dunia
Sesaat kemudian Ponsel Al berdering dan Al langsung meraihnya dan melihat siapa yang menelfon,
Untung saja, saat Al dan Aliza sunah rosul, bagian punggung Al di tutupi selimut dan tidak terlihat secara langsung Oleh El dan Zula
" Hem.... Apa El" ucap Al dengan suara lemas dan memeluk Aliza yang sudah memejamkan mata, tapi belum tidur
" Kalau enak enak mbok kira kira, jangan sampe lupa diri, jendela di pastikan di tutup dan di kunci, " ucap El santai sambil memantau ekspresi Al dari luar
" Maksudnya?" ucap Al langsung duduk
" Ada apa mas?" tanya Aliza dan Al memencet tombol spiker dan mencari sarung yang ia kenakan tadi
" Loe tuh, kami semua tau loe pengantin baru, kalau gak bisa kondisikan suara horor kalian, tolong jendela di tutup rapat biar gak kedengeran sampe luar, " ucap El sambil cekikikan
Aliza yang mendengar langsung melotot dan menutupi badannya dengan Selimut yang di kenakannya
" Bang...." ucap Aliza dan Al berjalan ke arah jendela yang memang masih terbuka, tapi tertutup korden transparan
" Asem.." ucap Al sembari membuka jendelanya yang ada El dan Zula yang nyengir di balik jendela
" Hahahahahaha" tawa El dan Zula ngakak dari luar jendela
" Di pastikan dulu bang" ucap Zula membuat Al segera menutup rapat jendelanya dan juga gorden besarnya
__ADS_1
Di dalam Aliza sudah sangat panik dan malu banget rasanya, apa lagi mendengar pernyataan dari kedua adek iparnya yang menurutnya mungkim sudah mendengar dan melihat jelas adegan mereka
Al mendekat padanya kembali, dan membaringkan tubuhnya di sampingnya
" Mas.... Gimana dong... Ih.. Malu Mas" ucap Aliza sembari menutup mukanya dengan kedua tangannya
" Udah cuman gitu aja kok" jawab Al santai dan kembali memeluk Aliza
" Gitu aja gimana, ini prifasi lho Mas" jawab Aliza masih sangat panik
Di tengah kepanikan Aliza baru sadar kalau seprai yang di gunakan saat ini baru berubah,
" Mas , Seprai tadi dimana? yang kena darah Adek" ucap Aliza baru sadar
" Udah di bersihkan sama mbak Nanik," jawab Al santai
" Seprai kita tadi sore lho, yang ada darah Adek"
" iya sayang udah di bereskan mbak nanik" jawab Al makin santai dan Aliza sudah makin memerah mukanya
" Maaaass...... Ya Ampun, mbak nanik melihat dong darah adek" ucap Aliza makin panik
" Kenapa sih? , santai aja kali, panik gitu" ucap Al lagi
" Terus mbak nanik bilang apa?" tanya Aliza lagi
" Tanya aja sih, adek lagi halangan ya, tak bilang enggak mbak, biasa pertama" jawab Al masih tetap santai
" Maaaas.....Ih.." ucap Aliza sepontan mencubit pinggang Al
" Aduh aduh sakit sayang.. Kok mas di cubit sih" ucap Al sambil mengelus pinggangnya
" Ya habisnya, Mas gak tanya adek dulu, biar adek aja yang bersihkan, kok malah manggil mbak nanik, mana ngaku lagi, malu ah Mas" ucap Aliza sudah pasrah
" Gaya mau bersihkan sendiri, jalan aja kesulitan kok, " jawab Al mencibir
" Kan gara gara Mas juga" bantah Aliza
" Gitu aja keenakan sampe jerit jerit di dengar sama El dan Zula" jawab Al lagi makin membuat Aliza malu dan pasrah
__ADS_1
" Mas Ih.... " kesal Aliza dan kembali mencubit Al
" Sayang... " ucap Al kesakitan
" Biarin, " jawab Aliza lagi dan membuat Al tertawa
" Sekarang udah berani ya bantah dan bahkan mencubit atasannya, emang mau di kasih SP 1?" gurau Al mencibir Aliza
" Gak apa apa, emang kalau di kasih SP 1, yang kasih SP Mau gak dapat jatah?" bantah Aliza gak mau kalah, membuat Al makin tertawa dan mengguntel Ke Aliza lagi
Hingga keduanya semakin seru dan asyik, saat ini mulai berteriak seperti apapun gak kedengeran sampai luar karena jendela sudah di tutup rapat dan juga sudah menjadi ruangan kedap suara
Saking asyiknya mereka kembali berkali kali melakukan hal nikamt itu, hingga membuat keduanya saling memberi kenikmatan dan melupakan rasa malu yang barusan Aliza permasalahkan
Zula dan El di kamar masing masing justru kebayang akan kegiatan abang dan kakak iparnya yang dia lihat tadi membiat keduanya justru sulit untuk memejamkan matanya
Keesokan harinya, .....
Kini sudah waktunya sarapan, Dan Zula dengan El masih tidur karena semalaman kebayang malam panjang abang dan kakaknya
Begitu juga Al, yang masih tertidur juga karena semalaman habis lembur, agar Rasa sakit di bagian istimewa Aliza segera menghilang
Sedangkan Aliza sudah sibuk di dapur membantu para mbak yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga Al Mushofa , dan Juga Jihan yang selalu menyiapkan makanan untuk sang suami, karena Zain gak mau kalau gak masakan Jihan
" Abah tuh kadang suka rempong, beberapa bulan kemaren sih puasa makan masakan umi, tapi ini Umi udah sehat ya umi harus kembali masak lagi, dari pada abahnya wiridan setiap hari, Umi yang ngidam abah ikutan kurus" ucap Jihan bercerita pada Aliza menantunya
" Abah So sweet, kalau Mas gimana Umi? mau makan yang lain apa harus Umi juga?" tanya Aliza lagi
" Kalau mereka Umi los kak, Mereka sering tinggal di luar, sering juga kalau kerja makan di luar, kalau abah enggak, Kemana Abah Pergi Umi harus ikut, kalaupun makan cuman pake sambel sama telur aja, kalau udah makanan Umi lahab, " jawab Jihan lanjut bercerita dan Aliza tersenyum
" Bukan berarti Umi membiarkan mereka, cuman dari kecil kamu tau sendiri, Zula aja sudah jauh dari Umi, begitu juga abang abangnya, dari kecil semua, makannya umi gak pala repot kalau soal mereka kalau Abahnya agak manja, besok lah Al mungkin juga seperti itu" tambah Jihan dan Aliza hanya tersenyum manis
Di tengah obrolan mereka saat masak, Al yang sudah terbangun datang menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang
" Sekarang sudah punya istri, Uminya lupa" sindir Jihan santai membuat Aliza sebenarnya menahan malu
" Kasian dia Mi, kepikiran Al" jawab Al sembari mencium Jihan juga dan Kembali ke Aliza yang masih mengupas sayur
" Kenapa?" tanya Jihan santai
__ADS_1
" Semalam udah Al bikin kesusahan jalan, makanya Ini bangun tidur udah gak ada di sebelah Al, Al makin kepikiran langsung nyusul ke sini" jawab Al Mulai ngawur dan membuat ekspresi wajah Aliza berubah total