
Ryan dan Zula masih saling memandang dan kompak membelokkan mukanya ke arah ibu ibu tersebut
Mereka kemudian menampilkan cengiran senyuman pada ibuk ibuk itu lagi
" Hehehe Bukan buk" jawab Zula lembut
" Oh belum masih program ya..." jawab Ibu tersebut cepat
" Belum Buk, kami belum menikah" jawab Ryan gantian
" Oh.. Masih calon? Udah kompak gini, semangat ya nanti kalau kalian udah jadi suami istri makin kompak dan solit, " ucap Ibu tersebut berdoa
" Amiin...." Ucap Ryan dan Zula spontanitas , dan kembali saling pandang...
" Amit amit..." ucap Ryan dan Zula saling menjauh satu sama lain
Kini mereka masih lanjut belanja dan setelah mendapatkan semuanya mereka membawanya ke kasir
" Ini sekalian di bungkus ya mbak" ucap Zula mewakili
" Emang bisa sebesar ini?" tanya Ryan lagi
" Udah deh diem aja, ngikut aja sama mbaknya " jawab Zula santai
" Okey deh, iya itu mbak...tolong sekalian" ucap Ryan dan petugas tersebut mengiyakan
Zula dan Ryan sembari menunggu kadonya di bungkus mereka menunggu di salah satu bangku dengan memainkan ponselnya masing masing
Ternyata Zain sudah banyak mengirim pesan dan panggilan tak terjawab, Zula segara mambalas dan menjelaskan kalau sedang menemani Ryan untuk belanja
" Mas Mbak.. Silahkan ini udah selesai" ucap Sang kasir memanggil
" Tuh udah siap sana ambil" ucap Zula menyenggol Ryan
Ryan mengangguk dan memasukkan ponselnya pada kantongnga dan sekalian merogoh dompetnya , dan berjalan menghampiri kasirnya
" Berapa semua mbak?" tanya Ryan
" 2,5 Juta pak" jawab dang kasir
" Boleh pake debit mbak?" tanya Ryan lagi
" Boleh silahkan" jawab sang kasir kemudian Ryan memberikan kartunya dan setelah struk keluar Ryan juga membawa belanjaannya untuk kembali ke mobil
__ADS_1
" Ayok" ajak Ryan menghampiri Zula
" Adah?" tanya Zula dan Ryan mengangguk
Ryan gak jadi beli stoler, dan hanya membeli beberapa kaos kaki , kaos dalam, baju baju bayi dan juga tempat tidur bayi saat santai, dan itu rekomendasi dari Zula yang hanya habis 2,5 juta
Zula berdiri dan berjalan beriringan dengan Zula, keluar dari toko tersebut
" Keluar dari buget gak?" tanya Zula pada Ryan
" Enggak masih sisa malah, " jawab Ryan santai sambil membopong kado yang cukup besar itu
" Okey..." jawab Zula singkat
" Kita makan dulu ya, sebelum pulang, cuman narik loe sama belanja aja gue udah laper" ucap Ryan sambil terus berjalan
" Wokey..." jawab Zula santai
Mereka berjalan santai melewati luasnya mall, dan beberapa kali menuruni tangga melalui eskalator dan saling ngobrol satu sama lain,
Obrolan malam ini bukan debat lagi, tapi ya obrolan basa basi satu sama lain, dan membahas kontrak kerja yang akan di lalui mereka,
Mereka harus siap bekerja sama mewakili perusahaan, bahkan untuk masalah kerja sama di luar negri mereka juga harus saling kerja sama satu sama lain
Di tambah istrinya yang sudah hamil Al gak tega meninggalkan dan gak mau kalau istrinya kesepian dan merasakan seperti apa yang Uminya rasakan dulu
" Loe jalan sama gue kayak gini kira kira tunangan loe cemburu gak?" tanya Ryan mengetes Zula
Padahal Ryan sudah mengenal Maulana melalui bisnis, mereka sudah saling dekat dan Maulana justru nitip Zula kalau sedang di kantor sama Ryan,
Ucup Ryan dan Maulana sekarang justru punya grub sendiri, mereka kenal gara gara Zula, kasus yang sama
Suatu ketika Ucup sengaja mempersatukan Ryan dan Maulana, karena Maulana dan Zula sekarang LDRan, dan Zula di tuntut untuk selalu dekat Ryan,
Akhinya Ucup punya rencana untuk mempertemukan mereka, agar Maulana bisa mengerti dan tidak salah faham sama Ryan
Dan sampai saat ini mereka saling akrab, walaupun si ucup udah punya keluarga dia yang mungkin tidak bisa lagi memprioritasman Zula, jadi meminta Maulana dan Ryan agar faham tentang karakter Zula
Sahabat sejati memang seperti itu, yang gak mau bestienya kenapa napa
" Enggak lah... Di bucin cuman gak cemburuan kalau hanya soal kerjaan" jawab Zula santai
" Bucin kok gak cemburuan" ledek Ryan
__ADS_1
" Ya karena dia sangat bucin sama gue, makanya dia percaya sama gue" jawab Zula dan Ryan tertawa
Dari ketiga cowok tersebut merahasiakan kedekata keakraban mereka dari Zula, jadi Zula sendiri tidak pernah tau tentang mereka itu
Kini Zula dan Ryan sedang berada di rumah makan padang di dalam mall, milik salah satu artis
Sebagai orang minang/Aceh, Ryan paling suka makan makanan padang, kalau makanan daerah jawa terasa manis di lidahnya
Jadi setiap hari dia paling seneng makan masakan padang, bahkan kalau jam makan cuman itu yang di cari
Kalau tadi Zula bilang ke pecel ayam pinggir jalan, Ryan paling gak suka, kalau sukapun terpaksa
Kini semua menu sudah di hidangkan, mereka sama sama menikmati makanan tersebut dengan sesekali ngobrol
" Jadi loe sekarang tinggal di mana pak Ryan? Masih ngontrak apa ngekos? Apa tinggal rumah sendiri?" tanya Zula yang sudah hampir setahun kerja sama Ryan tapi belum tau rumahnya
" Gue orang penting La di perusahaan, jadi gue tinggal di komplek deket pak Irfan, rumah dinas" jawab Ryan apa adanya
" Emang ada rumah dinas?" tanya Zula yang sama sekali belum tau
" Ada dong... Loe mau? " tanya Ryan dan Zula terdiam
" Ajukan sendiri sama pak Zain" jawab Ryan santai dan lanjut makan
" huuu Ra ceto" kesal Zula dan Ryan tersenyum
" Enggak enggak La, ada sih rumah dinas, yang jadi satu sama rumah dinas rumah sakit, tapi gue gak mau, " jawab Ryan bercerita
" Kenapa ? kan gak keluar biaya" jawab Zula bertanya balik
" Bukan masalah begitu sih, awalnya dulu pertama gue kesini kan cumanmau badalin pak Zain saat umroh, dan puasa lebaran di Makkah, gue tinggal tuh sama Al di rumah pak Zain yang ada di perum itu.." ucap Ryan dan Zula mengangguk
" Pas pak Zain pulang Eh... Gue malah suruh lanjut, gue dulu tugasnya di Jakarta, tinggalnya di apartemant dekat El, sama pimpinannya Pak Imam" jawab Ryan dan Zula kembali mengangguk
" Habis pak Zain pulang, gue tinggal di Mess Rumah sakit, cuman beberapa bulan, rumah dekat pak Irfan di jual, jadi gue beli lah, di jual murah sih, karena butuh cepet, jadi gue tinggal di rumah pak Irfan, pak Irfan minta tukar" jawab Ryan lagi dan Zula kembali ngangguk
" Karena menurut gue interiornya cakep punya pak Irfan ya udah gue ngikut aja, karena memang rumah yang gue beli itu agak luas" tambah Ryan dan Zula lagi lagi ngangguk
Di sana rumah yang di maksud adalah rumah Zain dan Jihan dulu, yang mana Jihan sudah trauma tinggal di sana bahkan berkunjung di sana karena dulu Rani pernah tinggal lama di sana
Rumah saksi Cinta pembuatan Al, El dan Zula, cuman sekarang di tempati Ryan, karena Irfan menukarnya, karena rumah Jihan dan Zain dulu
" Tau gak? Asal ngangguk aja?" ucap Ryan dan Zula nyengir
__ADS_1
Padahal Zula juga udah tau tentang posisi rumah itu, ya namanya anak Zain, kemana pergi ya dulu ngikut saat di perkenalkan