Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Calon istri (ortu Ryan)


__ADS_3

Sore harinya Zula sudah berada di bandara karena pesawat jetnya sudah mendarat dan menunggu di bandara setempat


Hari ini mereka mau kembali ke Indonesia tapi bukan ke SRG, Melainkan ke Aceh di mana Ryan tinggal


Tapi mereka akan langsung ke Sabang di mana banyak tempat wisata laut di sana


Zula masih sering menangis di kala mengingat kejadian malam tadi, apa lagi saat sholat, bahkan dia sendiri gak peduli sama ponselnya dan barang barangnya untuk Ryan sabar


Di kala kekalutan Zula kambuh Ryan masih terus menenengkan dan membantu apa yang perlu di bereskan dan di siapkan


Seperti kali ini, Zula melamun sambil menatap awan di luar kaca pesawat, Ryan hanya bisa menatap iba, melihat Zula yang masih terluka


" Loe pasti bisa La, pasti bisa melupakan Maul" Ucap Ryan yang sekarang iku memblokir nama kontak Maul dari ponselnya


Dan Ryan tentu juga menyalahkan Maul yang gak ada kata kata apapun pada dirinya maupun Zula dan tiba tiba menikah


Sesekali Ryan melihat tetesan air mata yang mengalir di pipi Zula, ingin dia mendekat dan mengusapnya tapi juga tidak berani


Perjalanan cukup lama, tiba mereka di bandara Aceh, dan Zula turun tanpa peduli dengan barang barangnya juga, dengan diam mata sembab dan berjalan tanpa menoleh


Biasanya Zula yang jadi Asisten Ryan, dan menyiapkan keperluan Ryan, dan kali ini seolah Ryan yang harus tukar posisi dengan Zula, Dia yang menjadi asisten Zula kali ini


Ryan berjalan mengikuti Zula yang asal jalan aja sampai di mobil yang sudah menunggu mereka


Ryan akhirnya masuk dan memerintahkan draivernya untuk kerumahnya dulu


Zula tidak bertanya dan diam saja sambil melipat kedua tangannya dan memejamkan matanya


Jarak dari bandara Aceh sampai ke rumah Ryan cukup jauh, lebih dekat kalau dari Bandar udara Kualanamu Medan, jadi Ryanpun ikut tertidur


Karena suasana juga udah malam, udah capek juga jadinya mereka berdua tertidur pulang setelah lebih dari 30 jam tanpa mengecas mata kantuk mereka


Tak terasa setelah 7 jam perjalanan mobil sampai di halaman rumah Ryan di jam 2 malam


Ryan sama sekali tidak mengabari emak bapaknya dari kepulangannya yang mendadak ini


" Pak Sudah sampai" Ucap sang draiver membangunkan Ryan


Ryan segera terbangun dan bilang terimakasih pada sang draiver


" Sebentar ya pak, saya bangunkan teman saya dulu" ucap Ryan dan di angguki sang draiver

__ADS_1


" La... Zula.. Zula.." Ucap Ryan pada Zula


Zula tidak ada jawaban sama sekali, dan masih pulas, apa lagi kepalanya sempat pusing juga karena sama sekali gak bisa nelen makanan sejak semalam


" Udah sampai La.. Ayo turun" Ucap Ryan pada Zula


Tapi Zula masih tidak bergeming sama sekali dan tidak ada tanda tanda bangun


" Maaf menunggu sebentar gak apa apa ya pak" Ucap Ryan segan


" Gak apa apa Pak, saya tunggu" Ucap Driver sabar


Ryan kemudian membuka pintu mobil y dan berjalan kekuar untuk mengetuk pintu rumahnya dulu


Tok tok tok..


" Assalamualaikum.." Ucap Ryan sambil mengetuk pintu


Pas di jam jam segitu orang tua Ryan sudah bangun dan menjalankan kebiasaannya beliau untuk menjalankan sholat sunah malam, untuk bermunajah pada sang Kholik


" Waalaikumsalam.." jawab Abah Ryan yang membuka pintu rumahnya


Ceklek... Pintu terbuka dan nampak laki lako separuh baya dengan mengenakan busana muslim


" Abah.." jawab Ryan langsung mencium tangan Abahnya


Tak lama Emak Ryan ikut keluar, karena tamu siapa tengah malam gini


" Emak..." Ucap Ryan bersalaman dengan Emaknya


" Lho kok sampai sini, katanya sedang keluar negri" ucap Emaknye menerima salaman balik dari Ryan


" Nanti ceritanya ya mak abah, ini ada teman Ryan rekan kerja Ryan, mau liburan di sini, cuman karena ini tengah malam, Ryan ajak pulang dulu, boleh kan?" tanya Ryan meminta izin


" Ya boleh mana ajak masuk" jawab Emaknya


" Dia tidur Mak, susah bangunnya, cewek juga gimana dong" jawab Ryan lagi


" Ha..." Kaget kedua orang tuanya


" Pak Ryan ini taruh mana kopernya?" tanya pak Draiver yang mungkin bosen menunggu

__ADS_1


" Oh iya bawa masuk aja" jawab Ryan sopan dan gak berbisik


" Ryan gendong dia ya Mak, kasian kamar tamu kosong kan?" tanya Ryan dan orang tuanya mengangguk


Ryan kembali ke mobil dan mengambil Zula, Emaknya langsung menyiapkan kamar untuk Zula tempati


Sesampainya di sana, Ryan membaringkan Zula dengan pelan pelan agar Zula tidak terbangun


Emak Ryan terus menatap wajah cantik gadis yang di gendong anaknya itu, sangat cantik manis dan kalem, tidur aja sangat kalem banget


Ryan menyelimuti Zula dan juga menghidupkan AC di kamar tersebut


Setelah itu Ryan kembali keluar untuk memasukkan koper dan barang barang Zula lainnya


Setelah semua selesai Ryan di Introgasi oleh kedua orang tuanya , mereka malah menuduh Zula sebagai calon istri Ryan padahal mereka lho Musuhan


Kemdian Ryan bercerita tentang apa yang terjadi sebenarnya, dan mereka juga ikut prihatin dan kasihan apa yang menimpa Zula


" Nanti besok kalah udah bangun jangan bahas masalah itu ya mak Bah, jangan di ingatkan lagi" ucap Ryan dan kedua orang tuanya mengerti


Di Turky sedari kemaren Maulana hanya diam diam dan diam, bahkan di tanyain sama Aufi yang sedari kemaren bedua saja dengannya di kamar Maulana tetap diam saja tanpa kata dan seolah cuek


Malam ini di malam yang kedua mereka masih di kamar yang sama, semua keluarganya sudah cek out dan kembali ke rumah masing masjng dan hanya tinggal mereka saja


" Lana, gue gak tau di sini salah gue apa , Sudah 2 hari bahkan saat pertemuan kita waktu itu kamu gak penah menyapaku, kita di sini benar di jodohkan, tapi kan bukan salahku juga Lana, tapi di sini seolah kamu menyalahkan aku dan terus diam padaku" Ucap Aufi mulai mengungkapkan perasaannya


Maulana menoleh pada Aufi yang berdiri di hadapannya


" Kota sudah menikah, nasi sudah menjadi bubur, aku memang menyetujui perjodohan ini, karena aku memang sayang sama kamu, cinta sama kamu sejak dulu, walau kamu gak mencintai aku, tapi aku sudah sah menjadi Istrimu Lana, dan aku sakit hati saat melihat kamu terus memikirkan mantamu" ucap Aufi dan menambah unek uneknya


Lana makin melotot dan berdiri di hadapan Aufi dengan tatapan yang mengerikan


" Apa mau kamu?" tanya Maulana datar


" Aku mau keadilan sebagai istri dan hakku sebagai istri" jawab Aufi tanpa rasa takut


" Meminta Hak?" tanya Maulana dan langsung memepetkan tubuhnya pada Aufi


Aufi ada rasa tersendiri, antara takut dan kesempatan


Maulana semakin sangar, tanpa aba aba, langsung mengobek baju yang Aufi kenakan dengan begitu kasar

__ADS_1


Lana langsung mengangkat tubuh Mungil Aufi dan di jatuhkannya ke Ranjang honey moon, dengan begitu kasar dan seperti ke setanan


__ADS_2