
AL dan Aliza kini sudah terbang ke paris untuk hany moon, bukan malam pertama dan bukan celupan pertama, tapi malam entah keberapa dan sudah celupan keberapa, yang penting senang senang cari ganjaran
Sesampainya di paris Al dan Aliza langsung menuju ke hotel, dan cuman cek in narok barang lanjut jalan jalan
Aliza sudah kepengen ke salah satu tempat yang sangat romantis yaitu di menara efel, tapi sebelum kesana, Aliza dan Al menyempatkan diri untuk berfoto ria dengan biground menara efel tersebut
Musim di paris adalah musim dingin dan bisa di katakan adalah musim salju, Aliza sebelum keluar dari bandara tentu sudah mengenakan baju tebal yang sempet Al beli di bandara setempat
" Mas.. Nanti kita jalan jalan begini ngabisin uang Abah sama Umi gak?" Ucap Aliza polos teringat ucapan Al pada Zula tadi
" kok tanya gitu kenapa sayang?" Tanya balik Al
" Adek gak enak mas, sama Abah sama Umi, baru jadi menantunya beberapa hari udah ngabisin uang aja" jawab Aliza merasa gak enak
" Uang abah umi gak di gunakan sayang, alias nganggur, gak usah di pikir" jawab Al santai dan bercanda
" Tapi sebentar, masak mas masih minta uang abah sama Umi?" Tanya Aliza masih penasaran
" Menurut Adek gimana? Kira kira uang Abang kerja tiap hari untuk apa?" Tanya Al balik dan Aliza nyengir geleng geleng kepala
" Iya sih, " jawab Aliza garuk garuk kepala
" Udah jangan mikirin uang, yang penting kita happy jalan jalan menikmati hidup dan menikmati indahnya pengantin baru" jawab Al lagi dan Aliza mengangguk serta terus menggandeng Lengan Al
_________
Di Indonesia, Zula masih tepar, dia gak langsung pulang kerumah tapi transit dulu di Jakarta, karena El ada urusan pengajuan seminar beberapa hari lagi, dan Zain juga ada pertemuan dengan para pekerjanya .
Padahal sebelumnya mereka juga sudah transit di Riau untuk menurunkan Rizqy dan yang lain karena berubah pikiran enggan kalau lama lama di Jawa
" Zula mau ikut Abah gak?" Ajak Zain pada Zula yang masih kelesotan di karpet lantainya
" Kemana?" Tanya Zula santai
" Kekantor Abah nak... Sekalian kalau mau belajar lebih lanjut" jawab Zain ingin sekaligus mengajari Zula tentang bisnisnya
" Umi ikut gak?" Tanya Zula balik
" Kenapa emangnya?" Tanya Zain heran
" Kalau Umi ikut, Zula bisa cepet nangkep dengan singakat, kalau Abah perlu waktu lama" jawab Zula karena Umi Jihan penjelasannya cukup singkat tapi mudah di mengerti
" Kan Bah, apapun kalau pun kesayangan Abah pasti masih membutuhkan Umi sebagai gurunya" Ucap Jihan bangga diri
" Iya lah, Umi Jihan kok ya" jawab Zain nyemer dan memajukan bobirnya
" Umi ikut gak.?" Tanya Zula lagi
" Ikut Kemanapun Abah pergi Umi harus ada di sebelah Abah" jawab Zain posesif
" Sebenarnya Umi tuh males La, harus nganter setiap hari bayi gerang anak Tk" ucap Jihan yang sudah terasa berat saat hamil seperti ini
" Ujung ujungnya nanti di sana Umi yang kerja, kejam kan Abahmu tuh, udah hamil tua kalau ada pertemuan seperti ini Umi juga yang harus ikut" jawab Jihan sembari ngomel
" Kalau Umi ikut Ula juga ikut, ogah di rumah sendirian" jawab Zula sembari berdiri dan berjalan menuju kamarnya untuk ganti baju
10 menit Zula berganti baju dan tacap tanpa mandi,
Setelah itu mereka berjalan santai menuju lobi, karena mobil kantor sudah menjemputnya
Setelah masuk mobil tersebut Zula duduk di bangku depan sedangkan Zain dan Jihan di bangki belakang
" Maaf mbak ini bukannya asistennya pak Ryan ya?" Tanya pak Toni drever Zain di Jakarta
" Iya betul pak, Bapak apa udah pernah lihat saya sebelumnya?" Tanya Zula sopan
" Sudah Ibuk, beberapa waktu lalu pergi sama pak Ryan , sayang yang menjemput Ibuk dan Pak Irfan di bandara" jawab pak Toni lagi
" Sebentar pak Toni, bapak baru jemput sekali kok sudah mengenali lagi?" Tanya Jihan sebagai bahan obrolan
" Iya buk, karena Ibuk ini selalu bertengkar dengan pak Ryan , debat dan seolah berebut pendapat " jawab Pak Toni jujur
" Hem... Sampe Faham kan pak draivernya, padahal baru sekali lho" ucap Jihan dan Zula nyengir
" Sekarang pindah ke sini ya buk kerjanya?" Tanya Pak Toni lagi
" Enggak pak ini cuman mau mendampingi Pak Zain dan Bu Jihan sementara" Jawab Zula ngasal dan beralasan untuk menutupi indentitas yang sebenarnya
" Oh.. Kirain mau mundur dari pak Ryan " jawab pak Toni lagi
" Pengen banget pak, " jawab Zula cepat karena bosen berdebat
Hingga akhirnya kini merena sampai di kantor dan siap mendampingi Zain dan Jihan untuk meeting
Sambutan sudah terbiasan Zula dapatkan saat berkunjung ke kantor pusatnya
Hingga kini mereka sampai di ruang meeting tempat pertemuan yang sudah di janjikan
Jihan dan Zain sudah duduk di bangku kekuasaan mereka
Semua anggota meeting juga sudah pada datang, dan Zula langsung asal duduk di bangku yang masih kosong
Pertemuan ini di lakukan beberapa bulan sekali untuk evaluasi, dan menyampaikan pendapatnya masing masing dari barbagai cabang di seluruh Indonesia
Dan berada di gedung yang sudah di sediakan untuk pwrtemuan tersebut dnegan di pimpin langsung oleh Jihan dan Zain
Zula yang baru kali ini datang, karena setiap kalinya dia datang bukan untuk acara seperti ini, tapi untuk mengurus laporan dan lain lain
__ADS_1
Kalau acara seperti ini adalah acara Zain dan Irfan saja biasanya sekertaris gak ikut cuman direktur dan wakilnya saja, atau dengan pak Irfan saja
Acara sudah di mulai, dan Ryan yang ada di belakang Zula cukup senang ada musuhnya yang sudah lama tidak bertengkar
Ryan kangen dong dengan sosok wanira cantik imut manis tapi aneh, memansang wajahnya itu tidak bosan tapi kalau bertengkat dengannya sangat membosankan
Zula memutar mejanya karena masih lama menunggu dan bosan juga, dan
Tuing.......
Blek.... Mic di depannya spontan kepencet karena melihat Ryan yang tersenyum dan menaik turunkan alisnya
" Woy... Masyaallah" ucap Zula berteriak dan membuat semuanya menoleh padanya
Jihan dan Zain menggelengkan kepalanya Pada Zula yang berteriak
Pandangan lain mereka langsung berucap aneh dan membicarakan Zula yang notabenya belum di kenal siapa siapa di sana, dan baru pertama kalinya hadir
Zula nyengir san berdiri untuk meminta maaf,
" Lanjutkan" ucap Zain lagi dan
Plak.... satu pukulan mendarat pada Lengan Ryan
" Eh Munyuk... Loe ngagetin aja sih, kalau datang kemari kenapa gak bilang bilang dulu?" ucap Zula kesal dengan Ryan
" Kenapa harus bilang, loe kan masih masa cuti, seharusnya gue yang tanya, kenapa loe tiba tiba ada di sini bukannya loe ikut ke Jerman kemaren?" batah Ryan gak mau kalah
" Loe Lihat mantan calon kedua mertua gue udah ada di sana, itu artinya gue juga udah balik dari Jerman" jawab Zula kembali berdebat dengan Ryan
" Kirain mau liburan lama di sana" jawab Ryan nyinyir
" Tadinya, tapi masak gue mau jadi obat nyamuk, Pak Al dan Istrinya ogah lah" jawab Zula cepat
" Kan memang loe kayak obat nyamuk, yang muter muter aja" jawab Ryan mgasal kembali memancing kemarahan Zula lagi
Hingga di tegur oleh pihak pengamanan dalam ruangan tersebut
" Jangan brisik" ucap Ryan gak di pedulikan oleh Zula sama sekali
Kini giliran Ryan dan Zula yang menyampaikan pendapatannya dari kantor yang merek handle
Zula menyampaikan dengan seksama, Awalnya Ryan tapi Zula menyangkal karena kurang tepat penyampaiannya dan menyerahkan pada Zula sepenuhnya
Zula bangga dengan dirinya sendiri yang memberikan ide yang cukup di minati banyak karyawan abahnya untuk perkembangan perusahaan keluarganya
" Ya Allah... Berikan hambamu kekuatan dan ke ikhlasan serta me istiqomahan, di saat waktunya hamba mengemban tugas dari Abah ini, tugas untuk mensejahterakan masyarakat dan juga bawahannya yang semua ada di sini" gumam Zula betapa bangganyanpada Abah dan uminya yang mampu mempunya perusahaan yang bercabang cabang sebesar ini
Selesai acara Zula tak langsung keluar karena di Hadang oleh Ryan
" Pak Ryan plis deh, ini masih masa cuto gue, jadi jangan kasih kerjaan dulu sama gue, gue mau refresing bersihkan otak gue dari perdebatan bersama anda" ucap Zula pasrah pada Ryan
" Makasoh obat kangennya" jawab Ryan yang sedari kemaren kangen debat dengan Zula
" Orang gila kok gak waras waras" jawab Zula saat Ryan sudah pergi
Evaluasi kerja sudah selesai, tiba saatnya di acara malam, sama seperti Dulu Jihan dan Zain, mereka para ditektur membawa istrinya untuk arisan dan pertemuan lainnya
Mulai dari milik pak Hermawan, sampai jadi milik Zain, suasana masih sama, pertemuan selalu ada dengan Zula yang ikut datang karena permintaan dari Jihan dan Zain di forum tadi
Di tengaj acara makan makannya, hanya Zula dan Ryan yang gak punya pasangan
" Pak Ryan, cocok lho, aturan sikat aja" ucap Salah satu teman cabangnya
" Saya gak berani, dia udah ada ikatan" jawab Ryan santai
" Masak udah ada tunangan?" kaget lainnya
" Sudah dong orang bule saya gak levelnya" jawab Ryan lagi
Zula melirok ke Abah uminya yang sukses mengerjainya untuk gabung di geng ibuk ibuk dan bapak balak tua
Melihat kemampuan Zula, banyak kolega lainnya yang ingin tau dan berkenalan dengan Zula, bahkan banyak yang mau menjadikan Zula sebagai menantunya
Di sisi lain, tepatnya di Paris Al dan Aliza sudah kecapean jalan jalan seharian, foto foto romabtis mereka sudah di simpan sebagai pengisi stan foto di acara resepsi nanti
Mereka kembali ke kamar untuk mandi dan berendam sebentar
Saat berendam bareng di bak yang sama, alias bat up Al rasanya sudah tidak karuan dan ingin segera memasukkan kembali sang junior kedalam kandangnya hingga terjadilah kembali pembuahan di keduanya tanpa ibgat waktu tengah malah sudah tiba dan kedinginan di kamar mandi
Hadeh hadeh...... Hany moon dengan masuk angin, alamat tiduran seharian di kar hotel nantinya
__________
3 Hari sudah Al dan Aliza menghabiskan waktu di Paris, sekanjutnya mereka akan melanjutkan perjalanan hani moonya ke Jepang, dengan tempat yang sudah Zula bokong sebelumnya
Hadiah Hany moon kejeoang selama 5 hari adalah hadiah dari Zula, sebagai hadiah pernikahan mereka
Dan selain kamar hotel di Jerman tadi, El juga mwmbarikan hadia yang lain yaitu hani moon naik kapal pesiar selama seminggu setelah dari Jepang nantinya
Di masa Hany Moon ini, Al dan Aliza bukan hanya jalan jalan saja, tapi di mana tempat dia menginap di situ juga saksi celup celupan Al pada Aliza
Setiap malam, bahkan hingga 3 kali semalam, awal malam, tangah malam, dan menjelang subuh
Al sama sekali gak ada bosennya dan membuarnya sangat nagih, hingga Aliza kadang kualahan walaupun dia sngat agresif
Rasa syukur gak pernah Aliza lupakan, di setiap langkah kenikmatan yang Allah berikan kepadanya, yang berawal dari gadis desa yang miskin dan polos, gak menyangka dan mimpi kalau sampai bisa keliling negara seperti ini
__ADS_1
Aliza tak lupa jiga untuk mengabari kakak kakaknya tentang kebahagiaannya dan selaku berdoa dan laporan pada Allah Atas Nikamt yang dia terima
Di situasi lain, Zula sudah siap siap dengan barang barang muncaknya,
Sudah lama Zula gak lernah muncak dan kali ini kembali mucak dengan geng ucup
Ucup sekarang sudah makmur dan jaya, berkat kerjaan yang Zain berikan kepadanya setelah beberpaa rahun lalu di berikan pekerjaan oleh Zain
Bahkan sekarang ucup sudah punya rumah sendiri dan juga mobil
Bukan itu aja, Ucap sudah pernah menaikkan umroh neneknya, bahkan haji plus juga, tanpa menunggu lama
Dan sekarang ucup sudah punya mobil dan tunangan, rencana bulan depan ucup mau menikah, tapi sebelum menikah ucap mau bernostalgoa dulu dengan sahabat karipnya Nazula yang selalu mengisi canda tawa di grubnya sendiri
Agenda mereka kali ini adalah muncak di aah satu gunung di daerah jawa barat karena Zula mau langsung berangkat dari Jakarta
Dari desanya, Ucup rela menjemput Zula di Partemant keluarganya yang jaraknya cukup jauh
Zula sudah menunggu di lobi hotel bersama kedua orang tuanya juga yang menunggunya
Mobil Ucup masuk ke area apartemant, dan parkir tepat di depan lobi
" Tuh mobilnya Bah Mi" ucap Zula yang melihat ucup setelah lama tak jumpa sama sekali
Dan benar Ucup berhenti dan turun dari mobilnya menghampiri Zula dan bersalaman dengan zain dan Jihan
" Assakamualaikum pak Bos" ucap Ucup pada Zain
" Waalaikumsalam Pak Bos muda Ucup" ucap Zain bahkan hormat
Membuat Zainterrawa dan juga lainnya
" Lapor pak Kyai, anaknya saya bawa jalan jalan dulu sebelum lepas masa lajang boleh?" ucap Ucup minta izin dengan bahasa konyolnya, padahal sebelumny juga Ucup udan minta Izin melalui telfon
" Siap komandan, jaga anak saya baik baik, " jawab Zain me buat Zula tertawa
" Nitip anak gadis bapak ya nak ucup, jangan sampe lecet" ucap Zain lagi
" Kalau lecet?" tanya Zula lagi
" tak bawa ke jalur hukum, dengan pasal perusahan anak gadis orang" jawab Zain kembali membuat mereka tertawa
" Umi pamit dulu ya" ucap Ucup lembut
" Iya hati hati di jalan ya nak, nitip anak Umi" jawab Jihan lembut dan percaya sepenuhnya dengan Ucup karena sedari dulu ucup yang bisa menjaganya
" Adsalamualaikum abah umi" ucap Zula tak lupa salaman dan mencium keduanya begitu juga dengan ucup yang tetap salaman sopan
Zula masuk mobil ucup di depanz karena twman temannya menunggu di lokasi saja katanya jadi hanya mereka berdua
" dada..." ucap Zula saat mobil sudah jalan dan melambaikan tangannya pada Abah Uminya
" weh.. Keren gaes... Sekarang bisa punya mobil sendiri, " ucap Zula sambil melihat lihat mobil Ucup
" Tak seindah dan semahal mobilmu tadi Il" jawab Ucup masih dengan panggilan yang sama
" Ah... Sama aja, yang penting gak kepanasan gak kehujanan cup" jawab Zula tanpa membahas matri dengan ucup
" Gue kalau gak kenal elo, dan keluarga Elo, gue gak bisa seperti ini Il, mungkin pandagan sebelah mata terus gue dapatkan, dan hanya omelan dari nenek gue yang setiap hari gue dengar" jawab Ucup bersyukur banget
" Jadi sekarang gak nak omel sama simbahmu lagi cup?" tanya Zula mengalihakan pembicaraan
" Hem... Aman gue, sudah damai dengam beliau ibu Haj konaah, namanya aja konaah menerima tapi sering ngomel juga" jawab Ucup ngasal
" Jadi sekarang gimana?"
" Sekarang gue bebaskan nenek peot itu dari tugas negara, gak perlu mengurus gue yang penting istirahat sholat, gue sewa asisten tuamh tangga untuk membersihkan semuanya, kasian kalau dia harus.ikut kerja juga udah sangat tua" jawab Ucup yang cita citanya ingin memulyakan neneknya
Bukan hanya Zula sajaz ucup adalah korban dari cekcoknya rumah tangga kedua orang tuanya,
Yang sudah lama pisah dan dia yang menjadi korban, hanya neneknya yang siap menampunya
" Hem.. Maaf sebelumnya ya Cup, " ucap Zula ragu
" Maaf apaan sih? Kayak sama siapa aja" ucap ucup pada Zula yang biasanya asal nyeplos
" Okey okey, loe kan sama seperti gue yang dulu, korban dalam rumah tangga kedua orang tua kita," Ucap Zula yang Ucup juga tau pokok masalah Zula dulu
" hem... Kenapa?"
" Orang tua loe tau gak loe sekarang gimana? Dengan keadaan elo yang sekarang lebih dari cukup" ucap Zula dan ucup langsung faham
" Tau, " jawab Ucup singkat
" Terus tanggapan mereka gimana ke elo?" tanya Zula pelan pelan
" Awalnya mereka sempet merendahkan gue, saat gue ada niatan beli rumah, bangun sih bukan beli, gue sempet bilang, sama mereka, Hem... Bapak sih, kan itu tanah yang kami tempati adalah warisan bapak, gue bilang kalau gue mau perbaiki rumah tersebut boleh gak?" ucap Ucup lanjut bercerita
" Eh.. Gue di kira mau minra uang dan di kata katain sok sokan, kalau miskin ya miskin itu keturunan dari ibumu" tambah Ucup apa adanya
" Bapakmu jawab gitu?" tanya Zula lagi dan Ucup mengangguk
" Kejam itu Cup, terus ibumu?"
" Dia gak mau tau, dia ada pendamoing sendiri, gue udah minta izin juga, pokoknya dia gak mau tau soal rumah itu dan gak bisa bantu, ibuk ibuk kan tau sendiri sok gak tega aja, tapi niatnya pura pura gak tau" jawab Ucup sangat mengenaskan ceritanya
" Terus Nenekmu tau soal itu?" tanya Zula lagi
__ADS_1
" Tau, "
" Dan mereka juga tau soal keberhasilanmu sekarang ? " tanya Zula lagi