Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Ngaji kitab dewasa


__ADS_3

Siang harinya kini mereka sudah berkumpul semua di lantai 2, karena lokasi paling lebar ada di lantai dua rumah Zain,


Ini rumah Zain ya, karena udah di kasihkan dan sudah milik Zain, sedangkan kedua kakaknya Baha dan Fani juga sudah dapat bagian yang mana dulu Abah Hasan membelikan mereka yang tak jauh dari lokasi tempat mertua mereka beri


Dan semua harta sudah di bagi rata seperti kesepakatan, begitu juga dengan lahan sawah yang mana Zain masih memiliki dan dekat di rumah kayu miliknya


Mereka siap menyantap makan siang dengan menu seafood, sebelumnya mereka sudah ikut masak besar, bukan mereka beberapa saja, seperti istri adam Ali, dan beberapa lainnya


Dan kali ini lanjut dengan makan besar, semua sudah di masak, dan tentunya anak ndalem ikut mencicipi juga, anak ndalem adalah santri yang mengabdi di ndalem


Kalau semua santri tentunya gak cukuo karena ada ribuan santri di sana,


Abah Hasan dan umi Zahra juga sudah di pindah ke sana, dengan bantuan El dan Al, yang mengendong mereka


Sebenarnya mereka bisa berjalan bila menggunakan tongkat tapi ya tunuk tunuk dan El sama sekali tidak tega melihat itu yang pastinya capek, makanya di sediakan kursi roda


Senyuman manis tak surut dari Abah Hasan dan Umi Zahra, mereka bahagia menatap anak cucu cicitnya berkumpul di sini makan bareng bersama sama


" Nanti malam sahurnya pake Apa ini bah menurut Abah?" tanya Zain agar Abahnya makin semangat


Zain belum menemui tanda tanda sama sekali justru anak dan istrinya yang sering kali di pesan oleh kedua orang tuanya


" Aku tau, " Ucap El menyahut


Semua mata tertuju pada El, dan pada menatap El yang seolah sok tau


" Semua yang ada di sini santri, pasti pada rindu dengan masakan pondok, sampel terong bakar sama ikan asin, huh mantaaap" ucap El seolah menikmati


" Cocok" saut Zain paking seneng apa lagi kalau masakan Jihan


" Gimana?" tanya Al pada yang lain

__ADS_1


" Boleh, nikmat itu" jawab Baha' yang juga suka


" Terus besok waktu buka puasa pake sayur urab, sama sama" saut Umi Zahra yang langsung di setujui sama semua orang


" Zain Abah ada jadwal kan? untuk romadhon ini?" tanya Abah Hadan pada Zain


"Mbah Abah mau ngaji?" tanya Al menyaut


" Habis subuh tapi mbah Abah, gak apa apa ya, gantian sama Al" ucap Al yang dapat jadwal untuk mengisi ngaji kitab selama bulan romadhon


" Ya wes Gak opo opo, Habis subuh, kalau mbah gak ada nanti kamu lagi yang ngaji" jawab Abah Hasan dan cuman Zula saja yang faham dan rasanya mak Jlep di hati


Bukan hanya Zula, tapi Jihan mendadak ilang nafsu makan mendengar ucapan Abah Hasan barusan


" Terus kami pulangnya kapan mbah?" tanya salah satu anak Fani yang masih kecil


" Nanti aja jangan pada pulang, besok lah tanggal tanggal 3 aja, kalian pulangnya, di sana kan ada ustadz dan ustadzah kan, ya sudah, sesekali kumpul, sudah berapa tahun kalian tidak kumpul di sini" jawab Umi Zahra dan membuat hati Jihan semakin sesak


Jihan menunduk sesaat menenangkan hatinya yang begitu sakit, akan di tinggal mertua yang seperti orang tua sendiri, mereka berdua yang selalu ada dan selalu membela Jihan di saat Jihan kesakitan


Mereka lanjut ngobrol dan Jihan sama Zula sama sekali tidak buka suara dalam obrolan dan cerita menarik mereka semua, tetap menunduk menahan bendungan air mata yang selalu mereka pertahankan


Malam Harinya sholat tarawih di mulai, semua anggota ikut sholat di aula, yang kini muat untuk ribuan santri, dan begitu juga dengan keluarga mereka


Kini El yang menjadi imamnya, sedangkan Zain me jadi imam sholat tarawih di masjid Al Musthofa,


Abah Hasan ikut sama Umi Zahra, untuk jamaah di Masjid, yang mana Umi Zahra yang menemani Zula untuk sholat jamaah di masjid


Awalnya El mewanti wanti, karena kondisi Abah Hasan dan Umi zahra, tapi mereka merasa sangat membaik dan lebih sehat,


Zula siap menemani, dan siap mengantar dan tak lama Jihan ikut menyusul dan mengantar serta menemani Umi Zahra,

__ADS_1


Dan baby Bibi di temani oleh mbak santri yang sedang libur bulanan alias datang bulan yang otomatis gak ikut sholat tarawih


Sholat tarawih sudah di laksanakan, ngaji kitab di pesantren sudah di mulai, begitu penuh, 2 kitab di baca oleh El dan Juga santri putra senior


Semua santri pada semangat, apa lagi saat El yang mengaji, udah ganteng sholeh dokter, brewok ke arab araban, di tambah lagi ngajinya kitab Kurrotul uyun lagi, hem... Makin syahdu,


Bahkan santri bil Ghoib, atau santri tahfidz yang khusus penghafal al Qur'an dan tidak di wajibkan mengikuti ngaji kitab ikut nimbtung dan ikut ngaji juga


" Ini tuh sebenarnya salah jadwal, siapa yang bikin jadwal ini?" ucap El sebelum membaca kitab


" Kang sekertariat? Waduh salah kitab ini kang, saya belum berpengalaman seperti ini gimana ini? Aturannya Bang Al yang ngaji, yang udah praktek sama kak Liza" ucap El dan meledakkan tawa para santriwan santri wati


" Saua sebenarnya takut, nanti membuat sampo para santri di sini cepet habis kalau ngaji ini" ucap El lagi dan makin membuat tawa mereka pecah


Salah satu petugas sekertariat meju karena mendengar ucapan El, dan mendekat pada El


" Gimana kang?" tanya El lagi


" Mua di ganti sama gue Al, habis subuh mau?" tanya El lagi,


" Di masjid?" tanya El balik dan kang santri mengangguk


" Wegah kang, males, aku arep turu wae, mau tidur aja, " Jawab El nyeleneh dan mengundang tawa kembali


" Saya jam 8 harus sampai di rumah sakit eg, jam 3 udah bangun kalau suruh melek seharian sampe jam 10 malam ya gak mau toh, itu pun kalau bisa tidur, kalau dadakan ada oprasi ya bahaya gak jadi tidur" jawab El mengingat dirinya yang harus kerja juga


" Gak usah kang, saya ini aja, sama sama belajar karena sama sama belum tau rasanya masih pada jomblo" jawab El dan mereka makin tertawa


" Bismillahirrohmanirrohim... Ngaji sama sama ya, mudah mudahan gak kebawa mimpi, kasian yang belum dapat kiriman, samponya udah habis duluan" lanjut El dan mereka makin tertawa


" Allahumma jannibnassaithona ..... Eh... Keliru, maaf maaf, belum waktunya ya, wlwkw gak tau kawannya siapa" Ucap El lagi dan malah ngelawak sebelum ngaji di mulai

__ADS_1


__ADS_2