
Zula kembali kesal di buatnya, yang mana lagi lagi bertemu dengan patner edannya itu
" Eh.. Sembilan sembilan ngapain loe di sini?" tanya Zula dengan seenaknya aja panggil Ryan
Ya karena yang mau menabraknya tadi memang Ryan, yang sedang asyik bermain mobil, mengepot ngepotkan mobil di area bagian permainan mobil
Di puncak sana tuh luar biasa seru, jadi lengkap, ada tempat kemping, tempat adrenalin mobil seperti hobi Ryan saat ini
Sebenarnya Ryan juga hobi muncak, karena ini masih jadwal cutinya, dan di sana muncak sekaligus ada adrenalin mobil membuat dia makin betah
Ryan datang sudah sedari pagi tadi, setelah semalam kumpul dengan para kolega kerjanya, Ryan langsung gas poll mobilnya ke arena sini, mumpung jalanan sangat sepi banget karena tengah malam
" Gue yang harusnya tanya loe ngapain ke sini?" jawab Ryan gak kalah nyolot
" Mata loe buta, gak lihat di sini rame orang lain, wisata jalan jalan, " jawab Zula kembali nyolot
" Apa memang beneran buta kan? Buktinya gak loe mau nabrak gue tadi, gak lihat ada orang jalan malah sengaja mau di tabrak, punya dendam loe sama gue?" tambah Zula makin memanas
Dan tanpa mereka sadari banyak dari teman teman Ryan dan Club mobilnya menyaksikan perdebatan mereka
" Eh... Elo tuh yang gak punya mata, " jawab Ryan gak mau kalah
Tapi apa daya di Indonesia khususnya babon mana bisa di lawan, dan jangan tanya tradung akan menyerang
" Loe lihat gak, dari tadi mata gue melotot seperti ini? " jawab Zula gak terima
" Noh.. Ini tuh area mobil, loe salah jalan , asal jalan aja" jawab Ryan makin geram
Mereka yang jadi pusat perhatian orang orang di sekitar, tentu Ucup juga tau, dan segera berlari mengejar dan mengamankan adek kesayangannya itu
" Udah Il, Udah, gak enak jadi pandangan orang lain" ucap Ucup menarik Zula
Ryan yabg kaget dbegan kedatangan Ucup secara tiba tiba, membuat dirinya semakin bertanya tanya dengan sosok si Ucup
" Biarin lho Cup, orang itu memang gila, gak di setiap tempat kenapa gue jumpa sama orang itu" ucap Zula masih kesal dan Ryan masih mendengar itu
" Idih.. Siapa yang mau jumpa sama elo juga" ucapnya Lirih tapi masih di dengar sama Zula
__ADS_1
" Heh.... Gue mending vertemu debgan demit dari pada sama Elo 99" jawab Zula berteriak.. Dan Ucup segera membawanya menjauh
" Haduh haduh udah ya Il, udah... malu di lihat orang" ucap Ucup gak tau apa motif persekutuan mereka
Hingga akhirnya Ucup membawa Zula ke toilet yang tak jauh darinya
" Udah loe buang dulu khajat loe, jangan twrbawa emosi bestie" jawab Ucup akhirnya Zula masuk ke toilet tersebut
Ryan kini di dekati teman teman se clubnya, dan kembali mengintrogasi siapa yang barusan Ryan ajak debat
" Weh... Bro.. Jangan galak galak sama cewek" ucap salah satu temannya
" Gimana enggak galak, dia aja nyolot gitu" bantah Ryan yang masih kesal
" Cantik lho bro, jangan di galakin" jawab lainnya
" Cantik kalau kelakuannya seperti itu, luntur cantiknya" jawab Ryan gak terima temannya memuji Zula.
" Tapi sepertinya kalian udah saling kenal, siapa sih dia?" tanya yang lainnya lagi
" Boleh kita ke kafe aja, biar enak ceritanya, gue haus habis di ajak perang sama dia" jawab Ryan lagi dan akhirnya mereka berjalan ke kafe
Saat ini Zula gantian yang pesan, begitu juga dengan Ryan yang sama sama mau pesan, mereka berdampingan dan saling menoleh
" Masyaallah.... Dunia sesempit ini kah? Kenapa Elo lagi elo lagi" ucap Zula kembali menggegerkan kafe
" Elo sengaja ya, ngikutin gue, bilang aja kalau Elo kangen sama gue, sedari kantor semalem ngikutin gue mulu, gue cuti ikut cuti, gue ke kantor loe ikut juga, sekarang gue ke sini loe ikut juga, ke kafe juga ikut, " tambah Zula makin kesal
" Loe gak punya tujuan hidup apa, ngikutin orang mulu bikin gak mood," kesal Zula lagi dan Pas minuman dan cemilan pesenannya sudah jadi
Bahkan Zula sama sekali tidak memberi kesempatan Ryan untuk membantahnya
Dan Ryan yang sudah malu gara gara di ajak debat di lapangan tadi, dia memilih diam juga untuk dari pada meladeni nulut si Zula
" Ini sudah siap, atas nama kak Zula" ucap Sang pelayan
" Okey makasih mbk, dia yang bayar" jawab Zula sambil menunjuk Ryan
__ADS_1
Ryan melototkan matanya mendengar ucapan Zula yang sehabis ngomelin dia malah sekalian suruh bayarin
" Ada ya manusia yang seperti itu, udah darang datang di omelin, ujung ujungnya suruh bayarin " gumam Ryan yang menggelengkan kepala
Di sudut Ucup udah tutup muka aja, melihat temannya yang memang paling enggan kalau di ajak debat, bisa bisa habis nanti orang tersebut
" Nih..." ucap Zula menaruh minumannya
" Il, Loe sebenarnya udah kenal orang itu?" Tanya Ucup santai
" Kenal, dia Wakil direktur Abah di kantor, dan gue asisten sekaligus sekertarisnya, loe bayangin coba tiap hari gue harus bertemu dan debat sama dia" jawab Zula nyerocos
" Masak? Jadi gimana kalian kerjanya kalau setiap hari berdebat?" tanya Ucup makin penasaran
" Ya seperti yang loe lihat tadi, setiap hari gue udah jadi tontonan orang sekantor, karena debat sama dia" jawab Zula bercerita
" Terus beres juga kerjanya?" penasaran ucup yang gak kebayang punya patner tapi bermusuhan
" Pasti dia juga gak tau kalau Elo anaknya pemilik perusahaan" tambahnya lagi dan Zula mengangguk
" Kebiasaan toh Il, kenapa berdrama" jawab Ucup lagi yang tentunya faham dengan Zula
" Ya jadi sih, makin maju juga, dan kami kemaren dapat penghargaan sebagai cabang perusahaan wilayah yang paling maju" jawab Zula akhirnya santai sehabis minum es yang Ryan bayarin tadi
" Ya Ampun, Tapi Alhamdulillah, dan selamat ya, untuk memajukan perusahaan, " jawab Ucup mberi selamat dan Zula mengangguk sebagai hawabannya
"eh.. Ini udah elo bayar belum? Bukannya dompet dan barang barang loe masih di mobil ya? " ucap Ucup lagi baru ke inget
" Soalnya dompet gue juga masih di mobil Il" tambah Ucup dan Zula tetap tenang
" Gue tadi minta bayarin sama dia" jawab Zula santai membuat Ucup Syok , dan pikiran yang sama dengan Yabg Ryan pikirkan tadi
Kini Ryan sudah berkumpul dengan teman temannya lagi yang menyaksikan perdebatan kedua kalinya
Mereka lanjut mengintrogasi Ryan, dan Ryan pun cerita sama seperti cerita Zula pada Ucup,
" Gila loe Ryan, tapi benci bisa bilang cinta lho nantinya" ucap salah satu temannya setelah mendengar cerita Ryan
__ADS_1
" Amit amit gue punya istri kayak dia" jawab Ryan sambil membentokkan kepalanya ke meja.
" Orang gak punya hati kok, gitu tadi habis ngajak debat dan ngata ngatain gue, minta bayarin tadi makanan yang dia pesen barusan" jawab Ryan lagi yang memang Zula kadang gengsinya kelewan sampe bobol