
Matahari kini sudah menampakkan sinarnya, dan seluruh keluarga besar Al Musthifa sudah pada siap siap untuk mengantarkan calon manten yang sedari semalam tidak bisa tidur karena besok mau ijab qobul
Beberapa mobil sudah siap memuat keluarga Zain, dan itu mobil mereka masing masing, karena di setiap keluarga punya mobil sendiri sendiri
Seserahan sudah di pindah ke mobil di bagian bagasi, lebih dari 10 mobil akan mengantarkan Al, untuk melepas masa lajangnya
Di mobil Alfatimah, milik Abah Hasan, kini sudah di muati Abah Hasan dan Umi Zahra yang gak mau melewatkan moment pernikahan Al
Sedangkan Al ikut naik di mobilnya sendiri yang di supiri oleh El dan Zula, dan Abah Uminya, karena mobil Al maksimal memuat 5 orang saja
" Sudah semuanya?" ucap Irfan sebagai panitia inti dalam acara tersebut, walaupun Irfan juga di bantu anak buah lainnya
Setelah foto bersama tadi mereka masuk ke mobil masing masing, Ulfa dan Hamdan, serta Rizqi membawa mobil milik El, mereka datang bareng Zain saat pulang dari Turky
" Insyaallah sudah, sudah masuk semuanya" ucap beberapa yang ada di dalam mobil masing masing
Kini mobil El, sudah mulai jalan, karena berada di urutan pertama dan di naiki oleh pengantin
" Wes... kejadian bener nih, nikah nikah, sold out" ucap El saat mobil sudah jalan
" Ya iya lah, siapa yang mau di langkahi adek adeknya, ya gak Al" ucap Jihan membelanya
" Lagian Ula tuh memang nungguin abang abang Ula nikah Mi, masak iya, gak mau kualat Ula Mi" jawab Zula yang ada di kursi depan
" Gue jiga gak ikhlas" jawab Al singkat
" Nanti malam kalau malam pertama pelan pelan aja bang, jangan di gas poll, nanti malah saingan sama umi" ucap El santai dan meledek Al
" Enaknya gimana bah? Gas poll apa pelan pelan?" tanya Al pada Zain membuat Zula dan El tertawa ngakak di depan
" Dulu Abah gak langsung gas Poll Al" jawab Zain apa adanya, toh anak anaknya juga udah pada dewasa,
Bukan berarti membuka prifasi, karena Zain juga tau batasnya, dan bukan berarti ngajari anaknya yang enggak enggak, tapi cuman sekedar guyonan saja,
__ADS_1
Toh mereka juga pasti sudah tau ilmunya, karena di pesantren juga ada pelajaran kitab khusus hal seperti itu
" Ha.. Yang betul bah? Umi halangan ya?" ucap Zula kaget langsung menghadap ke arah Jihan
" Enggak.... Umi gak halangan, ya gimana mau gas poll, Umi tuh ya selesai ijab qobul salaman sama abah, ngobrol sebentar terus di tinggal pulang, gak ada lah malam pertama, " jawab Jihan yang santai dan slow kalau sama anak anaknya
Karena anak atau keluarga gak akan mungkin membuka aib dan prifasi kita sendiri, apa lagi suami atau istri atau anak kita sendiri
Tapi tidak setiap anak suami dan istri itu sama seperti itu, tapi anak dan keluarga yang bener adalah yang menjaga aib keluarganya sendiri
" Yah... Abah sih, payah,.. Masak baru sebentar udah di tinggal pergi, kasian dong Umi" jawab Zula yang memang belum pernah denger cerita kedua orang tuanya
" Abah dulu banyak undangan nak, sedangkan nikah abah tuh sat set, kalau abang masih bisa menghubungi sana sini, memepersiapkan, kalau Abah dulu, hari ini datang besok lamaran sekalian ijab qobul, jadwal abah gak mungkin dong di batalkan tiba tiba, ya udah Umi gak keberatan, jadi lanjut aja sama scedhule abah" jawab apa adanya
" Kalau Ula ngambek Mi, gak usah balik lagi ke sini" ucap Zula yang memang kadang egois juga
" Umi malah Alhamdulillah dong, Umi masih sekolah, masih mondok, ogah di obok obok" jawab Jihan langsung membuat El dan Al tertawa ngakak
Mereka lanjut ngobrol dan tak terasa sampai juga di lokasi acara, yaitu di kediaman mempelai wanita tempat Aliza
Dengan dekorasi yang luar biasa mewah, apa lagi Ini Zula yang pilihkan, bahkan Zula yang membayarnya juga
Di dalam Aliza sudah di rias cantik dan pangkling dengan baju putih, dengan hijab simpel dan modern,
Aliza hanya di temani saudara dan sepupunya, karena dari pihak sekolah maupun kampus tidak ada yang di undang sama sekali
Al turun dari mobil, dan di gandenga dengan abah Uminya, serta kedua adeknya yang ada di belakangnya,
Para sesepuh atau tuan rumah juga sudah menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan tamu agung atau inti dari kekuarga Al Musthofa,
Rasa haru, sudah Jihan rasakan sejak kemaren mendengar akan ijab qobulnya Al di hari ini
Gak menyangka, anak lajang ana sulingnya akan menikah pada hari ini, dan mengakhiri lajangnya
__ADS_1
DERAI AIR MATA Sedari kemaren sudah Jihan kucurkan, betapa harunya Jihan saat mengingat waktu yang begitu cepat berjalan mulai dari hamil Al, sampai saat ini, Lika liku perjalanan Hidup sudah Jihan lewati bersama dengan anak sulungnya itu, harus dulu pernah di tuntut menjadi dewasa di usianya yang masih balita
Jihan menggunakan gamis yang senada dengan semua anggota keluarga, dengan perut yang semakin buncit tapi Jihan masih terlihat sangat cantik
" Al, ini semegah ini acaranya, kamu kasih uang gak ke Aliza, untuk acara ini? kasian nak kalau semua harus modal sendiri" ucap Jihan sebelum melangkahkan kakinya
" Ya udah dong Mi, itu juga udah A ah pikirkan, gak mungkin kita lepas tangan begitu aja" jawab Zain karena Al sudah gugup dan tak sanggup menjawab
Semua pengiring sudah siap, dan kini Al sudah berjalan dengan di gandeng Abah Uminya untuk menuju pintu utama lokasi acara tersebut
" Assalamualaikum..." Ucap Zain lantang saat sampai di sana
" Waalaikumsalam..." jawab Farhan yang ada di barisan depan,
Kemudian Farhan bersalaman pada Zain dan di dampingi istrinya yang salaman dan cipika cipiki dengan Jihan
Al di kalungkan melati oleh istri dari Farhan, dan kemudian di persilahkan masuk untuk menempati lokasi yang ada
Di sepanjang jalan masuk, semua pengiring juga bersalaman dengan para penyambut tamu
Senua tamu sudah duduk, Hidangan sudah tersedia, MC mulai masuk dan membacakan susunan acara dan membukanya,
Dan acara selanjutnya yaitu ijab qobul, yang di selenggarakan di Musholla peninggalan kakek Aliza yang awalnya di turunkan ke bapaknya, dan sekarang di lanjutkan oleh Farhan dan Furqon kakaknya
Kali ini Aliza akan di nikahkan langsung oleh wali nikahnya yaitu Farhan sebagai kakak pertama,
Sunasana makin menegangkan, Al masih di dampingi oleh Abah Dan Uminya, serta El dan Al yang ingin menyaksikan langsung ijab qobul kakaknya
Khotbah nikah sudah di bacakan, dan lanjut adalah ijab qobul
" Ya Akhii Muhammad Haidar Al Musthofa, angkahtuka, wazawwajtuka, mautubatakan, Ukhtii Aliza Qumaira Putri, binta Muhammad Hamid, Alm Alladzi kod wakkalani waliyuhaa bi mahri khomsunaa jiram dahabin, hallan.." ucap Farhan dengan lantang dan bersalaman dengan Al
" Qobiltu nikahaa watajwijahaa, binnafsi bimahril madzkur Hallaan.." jawab Al dengan Muttasil atau sambung dan lantang
__ADS_1
" SAH.." ucap para saksi yang ada di sana