
Setelah ngajak ngobrol dan nimang nimang baby Bibi, Al mengajak Aliza kekamarnya
Ya namanya suami istri, Al rasanya kayak ada setrum saat melihat Aliza, dalam keadaan apapun
Apa lagi habis kerja capek dan lain sebagainya, pulang hanya untuk cari peluntur rasa capek
" Sayang... Kamar Yuk" ajak Al dan terdengar oleh Jihan
Jihan tau hal itu, dulu waktu Dia masih pengantin baru, Zain pun gak mau keluar dari kamar, dan justru sering kali ngajak nginep di hotel, karena tidak nyaman dalam satu rumah penuh saudara
Bukan hanya di rumah saja, bahkan di kantor saat bekerja Zain gak segan kalau mencium sampai menggulatnya, udah hal biasa dan wajar bagi pasangan muda, sampai sekarang aja Zain masih suka begitu
Wajar lah, karena sepertinya Al memamg titisan Abah Zain soal begituan
Aliza tidak menjawab langsung karena tidak enak pada ibu mertuanya, secara dia masih menimang baby Bibi yang masih anteng di pangkuannya
" Nanti bentar" jawab Aliza lirih dan menundukkan kepalanya
Jihan langsung peka dong, secara tingkah anak menantunya itu sama seperti dirinya saat Zain manja di depan Umi Zahra dulu
" Gak apa apa nak, sini Bibi biar sama Umi, di rumat dan di layani dulu suaminya" ucap Jihan faham dan menadahkan tangannya untuk menerima baby Bibi
" Kok Bibi Sih, siapa tuh yang manggil seperti itu?" protes Al baru tau
" Kakaknya dong... Kakak Zula yang panggil, kita ngikut aja" jawab Aliza sambil berdiri
" Ck... Orang udah bener Ul, kan enak Abah Umi manggilnya saat mau di lumpulkan, Al, El, Il, Ul" jawab Al santai dan menggampangkan
" Biar beda sendiri, udah ah... Ayo katanya mau ke kamar, apa gak jadi?" jawab Aliza dan mengajak Al
" Jadi dong... Mi kami ke kamar dulu ya" ucap Al dan Jihan mengangguk
" Mari Mi..." ucap Aliza sopan
" Iya kak... Istirahat dulu" jawab Jihan lembut dan ikut berdiri untuk membaringkan Baby Bibi
Al dan Aliza kini berjakan bersama menaiki tangga menuju lantai tiga, di perjalanan mereka tentu kemesraan dan keharmonisan selalu mereka pancarkan
Membuat orang dan setan yang melihat sangat iri karena tidak suka dengan suami istri yang romantis
" Bisa gendong baby?" tanya Al sambil merangkul pundak Aliza
" Baby yang mana? Yang di perut apa baby baru?" tanya Aliza balik
__ADS_1
" Baby baru dong, kan yang ini belum lahir" jawab Al mengelus perut Aliza yang masih rata
Tapi tangan Jahil Al gak cuman berhenti di sana, tapi justru mengelus dan menelusur sampai ke bagian paling bawah
" Mas... Ih... " kaget Aliza saat toelan mendarat di sana
" Hahaha... Pengan sayang" jawab Al lirih
" Sabar belum sampai kamar, di lihat orang nanti" jawab Aliza lembut
" Gak ada orang, "
" Di lihat setan, sampe iri tuh setannya" jawab Aliza dan Al makin ngakak
" Gimana bisa gak?" tanya Aliza lagi
" Bisa dong.... Bisa gendong dua duanya malah, gendong baby sama gendong baby utun" jawab Aliza dan Al spontan gemas dan menciumnya
Sesampainya di lantai atas Di sana Zula masih sibuk dengan kerjaannya dari Ryan, dan masih sangat fokus bahkan saking fokusnya dia lupa kalau ini sudah waktunya jam istirahat
" Lho beneran gak jadi berangkat kerja tuh anak?" ucap Al saat melihat Zula yang mentengin laptopnya sambil video call karena sambil ngomong juga
" Enggak... Orang sama Adeknya aja posesif banget, " jawab Aliza yang mengetahui hal itu
Al berjalan melepas pelukannya pada Aliza, dan mendekat ke arah adek kesayangannya yang masih bekerja
Al mendekat dan Zula belum menyadari hal itu
" Iya pak Ryan, ini di tulis saya gak tuli, " jawab Zula karena sedang mengikuti apa yang Ryan suruh
Al melihat itu gak berani melihatkan wajahnya di kamera karena takut Ryan curiga tentang sebenarnya siapa Zula
Al memilih di sebelah kanannya karena Di sebelah kiri ada ponsel Zula yang masih aktif sambungan video callnya
" Emang enak bolos kerja, salah siapa sih gak datang ke kantor, " ucap Ryan mencibir Zula yang bolos tanpa alasan
" Diem.... Gue matiin ini nanti video callnya" jawab Zula kesal dan Ryan tertawa
" Kalau izin tuh pake alasan, jangan junur jujur amat, di rumah akhirnya tetap kerja kan?" tawa Ryan masih berlanjut
" Gue orangnya jujur pak, kalau mager ya mager, gue takut yang mananya bohong dan berdosa" jawab Zula sambil lanjut mengetik tugasnya
Ya itu lah kelebihan dari para kaum hawa, bisa melakukan perkrjaan dan bisa mendengar serta menjawab apa yang jadi pokok bahasan
__ADS_1
" Ya karena sudah kebanyakan dosa makanya takut kalah mau nambah dosa" jawab Ryan gak mau kalah
" Eh pak Ryan, seharusnya bapak tuh merdeka kalau gue gak berangkat kerja, karena gak ada yang ngajak berantem, ini lagi sekali gak berangkat udah di telfoni mulu, di ajak video call, kangen bapak sama gue, rindu berat rupanya? Apa kesepian?" jawab Zula mencibir balik Ryan
" Huueeek..... " jawab Ryan sambil pura pura muntah
" Eleh gaya, bilang aja kesepian, dan iri takut gue di rumah pacaran mulu sama tunangan gue, makanya pak cari jodoh pak,... Jangan kerja mulu, " tambah Zula masih ingin lanjut mencibir Ryan
" lihat tuh wajah udah beruban, rambut udah banyak kerutan, gak malu kalau ngaca belum punya gandengan?" rambah Zula yang membalikkan kata kata
" Eh... Kebalik" bantah Ryan yang sempat bingung
" Suka suka gue lah... Emang hidup loe tuh jungkir balik, gak ada kepastian, sukanya cari gara gara aja" jawab Zula santai
Al yang di sebelahnya hanya menahan tawa dan geleng geleng kepalanya, karena kasian melihat adeknya yang masih lanjut bekerja
" Isitirahat dulu, makan dulu, sholat dulu" ucap Al lembut sambil menepuk Pundak Zula
" Eh... Bang... " kaget Zula dan menoleh pada Al
" ISHOMA " ucap Al lagi
" Jam berapa sekarang?" tanya Zula lagi
" Tuh hampir jam 1, " jawab Al lagi
" Whattt....??? Gue lembur ini ya pak Ryan, udah lenbur 1 jam, 1 juta, gue gak mau tau" kaget Zula langsung nyeplos ke Ryan yang ada di seberang sana
" Eh... Enak aja, loe pikir perusahaan ini milik abah Elo,? Kerja mulai jam 10 aja heboh, dari jam 8 sampe jam 10 loe ngapain?" bantah Ryan sambil ngomel
" Bodo amat, gue mau ISHOMA dulu, Assalamualaikum... " ucap Zula langsung mematikan sambungan VC nya, dan menutup laptopnya
Zula kesan dan lanjut ngomel lagi karena kelakuan atasannya yang super duper nyeleneh banget
" Capek?" tanya Al lembut
" Poll capek, Yuk istirahat bang yuk, sana samperin kak Liza, gue juga mau sholat dulu, nanti mau kebawah lihat baby Bibi" jawab Zula santai dan menggolet dulu
" Muuach... " Zula mencium pipi Al sebelum kekamarnya
" Anak kecil anak kecil" ucap Al dan menggandeng Zula untuk kekamar masing masing yang berdekatan
Maaf ya lur... Untuk menjawab tentang kasus Ailza dan Soni, sabar semua akan terungkap, tapi sabar dulu ya, ada prosesnya, kalau kasus selesai nanti author bingung cari kasus apaan lagi,
__ADS_1
Karena cerita tanpa kasus dan bumbu cabe kurang sedep.. 😉😉😉
Jadi sekali lagi, tolong nikmati dulu alur ceritanya, trimakasih... 🙏🙏🙏