Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Serasi


__ADS_3

Selama baby Bibi aktif bergerak, Zula semakin gemes dan sering mengajaknya main, apa lagi saat ini ketampanan baby yang berumur 7 bulan itu makin membuat para cewek gemes banget dan ngefans padanya


Jauh lebih tampan dari masa bayi dari abang abangnya,


" udah seger aku kakak, mau ganti baju" ucap Zula sambil memakaikan handuknya yang tertinggal di kamarnya


Ya Handuk dan baju baby Bibi itu banyak yang tertinggal di kamar Zula, kamar Aliza, maupun di kamar Abahnya, kecuali kamar El ya, karena para cewek cewek yang suka mandiin baby Bibi bahkan sampai tertidur di kamar mereka juga


Kebetulan kamar Zula terbuka, Aliza yang hendak turun ke bawah bersama Al pun belok dulu karena mendengar suara baby Bibi yang sedang ngoceh


" Assalamualaikum..." Ucap Aliza masuk bersama Al


" Waalaikumsalam..." Jawab Zula mewakili baby Bibi


" Gak kerja?" tanya Al dan Zula menggelengkan kepalanya


" Okey" jawab Al faham karena sudah di senggol oleh Aliza


" Di sini ini babynya" Ucap Aliza sambil mendekat ke arah Zula yang sedang mengelap badan baby Bibi


" Kak tolong pegangin dulu dong, dia gerak mulu gak mau anteng" Ucap Zula minta bantuan pada Aliza


" Loe mau kasih dia minyak telon?" tanya Aliza dan Zula mengangguk


" Tolong ambilkan dong Bang.." Ucap Zula yang sedang mengambil pampes yang Uminya taruh di nakas samping lampu tidur, sedangkan minyak telonnya berada di barisan meja riasnya


" Umi kemana? Kok tumban nih baby udah di sini" ucap Al sambil menaruh minyak telon di dekat baby Bibi


" Biar kakaknya gak galau" jawab Zula sambil tersenyum tipis


" Jangan galau galau, bentar lagi bebanmu tambah, " jawab Al membuat Zula mengerutkan keningnya


" Harus momong dua baby" tambah Al dan Zula baru faham


" Makin rame dong.. Ya gak.." ucap Zula sambil mengoleskan minyak telon ke perut dan dada baby Bibi yang gak mau anteng sampe di pegangi sama Aliza dengan kedua tangannya


Padahal udah di tidurkan dan di kunci tapi baby Bibi masih berusaha untuk bangun lagi


" Bibi... Bisa anteng gak bisa anteng gak? " Gemes Zula pada adeknya


" Hek..hek hek..." Baby Bibi seolah mewek karena gak bisa bebas


" Bentar sayang ya... Ganti baju dulu nanti baru main lagi, kakak masih belajar ini" Ucap Aliza pada baby Bibi yang masih berontak


" Dia tuh mau berdiri sayang" Ucap Al yang melihat polah Bibi aja bingung


" Iya.. Tapi kan masih di pakaikan baju sayang... nanti lepas susah dia" jawab Aliza dan Al terdiam karena memang adek bungsuhnya itu sangat aktif banget

__ADS_1


" Aturan ini di gantiin sama mbak santri se aula, biar gak kualahan yang pegangi" ucap Al akhirnya ikut turun tangan memegangi baby Bibi


" Tapi gak pernah kok, dia gak pernah di mandiin sama mbak pondok, " ucap Aliza


" Jangan lah, tau kan bapak dia siapa?" saut Zula karena Zain ketat juga sama anak


" bapak Elo juga lah" saut Al cepat


" Bapak Elo juga" bantah Al dan membuat mereka tertawa hingga membuat baby Bibi ikut tertawa juga


Semua melongo melihat tawa baby yang ikut ikutan itu


" Kok ngikut sih dek, emang tau?" ucap Zula sambil menggendong baby Bibi karena sudah selesai di pakaikan baju


Baby Bibi hanya tersenyu manis dan makin membuat Zula gemes dan menciumnya berkali kali


" Udah pake sisir minyak rambut biar ganteng" Ucap Zula memakaikan minyak rambut dan sisir


Tak lupa pake lotion dan juga minyak wangi serta scincare baby di wajah tampan baby Bibi


" Hallo baby.. Main yuk" Ucap Zula sambil menarik lembut tangan baby Bibi ke perut Aliza


" Ayo Om" jawab Aliza menirukan suara baby Bibi


" Hahaha... Om.. Kecil ini" Ucap Zula sambil tertawa


__________


Seharian Zula hanya berdua dengan baby Bibi, ya sesekali Zain nengoin mereka, tapi ya namanya seorang Kyai kadang berkali kali ada tamu yang hadir dan datang kerumah


Sore sekitar habis asar Zula baru selesai mandi dan sholat asar, dia mengajak baby Bibi yang sama sama sudah ganteng untuk main di halaman rumah


Para santri makin segan dengan Zula saat mengetahui kalau Zula adalah putri kandung dari Abah Zain, yang mana adalah neng di pondok Al Musthofa


Tak lama mobil Ryan masuk ke halaman rumah dan entah ada apa kok tumben datang ke sini


Zula masih belum melihat dan begitu juga dengan Ryan yang gak melihat keberadaan Zula yang sedang main dengan Bibi


Ryan turun dari mobil dan langsung mengunci mobilnya dan langsung berjalan ke dalam rumah Zain


" Assalamualaikum..." Ucap Ryan saat di depan pintu


" Waalaikumsalam..." jawab Zain yang sedang menemui tamunya


" Pak Ryan silahkan masuk" Ucap Jihan ramah, karena Jihan juga di sana


" Iya buk" jawab Ryan ramah dan permisi masuk tapi sebelumnya dia melepas sepatunya terlebih dahulu kemudian masuk dan bersalaman pada Zain dan tamu laki laki di sana,

__ADS_1


Ryan kemudian duduk di tempat yang longgar sebelah Zain


" Pak Ryan kopi apa teh ini?" tanya Jihan ramah


" Udah gak apa apa buk, nanti saya ambil sendiri" jawab Ryan sungkan


" Gam boleh, tamu gak boleh ambil sendiri" jawab Jihan dan akhirnya menuangkan teh ke gelas dan di taruh di hadapan Ryan


" Silahkan pak Ryan? Baru pulang kerja ya?" Ucap Jihan dan bertanya


" Iya buk, langsung ke sini, ada perlu sama pak Zain " Jawab Ryan sopan


" Gimana? Ada masalah? Apa ada yang perlu di tanda tangani?" tanya Zain santai


" Biasanya di bawa Zula, Zula hari ini gak masuk kerja, maaf ya" Ucap Jihan merasa gak enak


" Maklum ya Yan, kalau akhir akhir ini dia agak kurang maksimal, ya kamu tau sendiri gimana dia, dan kamu faham lah gimana keadaan Zula, jadi kalau kadang untuk kerja sendiri dulu gak apa apa ya" tambah Zain minta pengertian Ryan


" Iya gak apa apa Pak Zain, saya Faham dan maklum dengan keadaan Zula, terus gimana keadaan Zula saat ini pak?" tanya Ryan balik


" Alhamdulillah... Sekarang sudah mulai baikan, dan kembali ceria" jawab Jihan dan Ryan tersenyum dan mengangguk


" Ohya ini langsung saja apa gimana?" tanya Ryan yang merasa gak enak


" Bawa aja ke ruang kerja bapak dulu ya pak Ryan, nanti bapak nyusul" Ucap Jihan karena kalau masalah bisnis bukan di ruang tamu bahasnya


Dan Ryan sudah sering datang kemari untuk menyampaikan laporan, selama Zain pindah, kalau dulu di rumah SRG malah makin sering,


Kalau di sini sama Zula hubungannya itupun juga harus di bahas di ruang kerja Zain sendiri bukan di kamar maupun yang bukan tempatnya


" Kalau gitu saya permisi untuk menyiapkan berkasnya dulu ya pak Buk" Ucap Ryan pamit


" Oh iya silahkan pak Ryan" jawab Zain dan Ryan kembali ke luar karena berkasnya dan laptopnya masih tertinggal di mobil


Saat keluar tak sengaja pas Zula hendak masuk ke dalam


" Lho.. Udah di sini aja? Dari kapan?" tanya Zula kaget


" Dari tadi, loe dari mana tiba tiba muncul ?" tanya Ryan balik


" Gue lho dari tadi di sana sama Bibi," jawab Zula sambil menunjuk ke arah gazebo di depan sana


" Baby... Gantenh banget sih, sini ikut abang" ucap Ryan sambil mengulurkan tangannya


" Idih abang... Udah tua juga" jawab Zula malah nyinyir


" Masih muda Abang aja ya" Jawab Ryan dan mengambil baby Bibi dan menggendongny ke mobilnya dengan Zula yang ikut juga dengan berjalan beriringan yang layaknya pasangan serasi

__ADS_1


__ADS_2