
El tersenyum dan mengelus kepala Heny lembut
" Sehat sehat ya sayang" Ucap El lembut dan Heny mengangguk
" Mau makan dulu?" tanya El lagi dan Heny menggeleng
" Ya udah istirahat aja dulu " jawab El mencium tangan Heny
" Belum sholat asar Mamah Pah" Ucap Heny pada El
" Udah jam berapa ini?" tanya Heny kebangun langsung karena ingat sholatnya
" Udah jam 5, mau sholat Papah Bantu yuk" Ucap El dan Heny langsung turun
Masih Agak pusing sih tapi gak seperti sebelumnya yang sampe keliling keliling
" Lepas dulu ya Infusnya Mamah udah gak apa apa kok, cuman tinggal pusing dikit aja" jawab Heny pengen ke kamar mandi
" Tayamum aja, gak pengen pipis kan?" jawab El bertanya lagi dan Heny menggeleng
" Tayamum dulu gak apa apa, mamh masih butuh cairan infus, biar tetap sehat" jawab El dan Heny nurut
El membantu Heny untuk bertayamum di dinding ruangannya , walaupun jarang debu tapi pasti ada
Hingga selesai dan Heny sholat dengan posisi duduk, karena memang benar kata El dia masih butuh cairan onfus karena masih gemeteran kakinya
Di kantor Ryan dan Zula sudah siap siap untuk pulang, dan Ryan menggendong buah hatinya yang sedari tadi rewel karena bosen di kantor gak ada tempat mainnya
Hingga sempet cek cok sama Zula juga, Zula paling gemes kalau Aira itu rewel, ya bocah 3 tahun rewel wajar cuman kadang kalau gak berhenti henti Zula juga gemes dan sebel
Ya akhirnya kedua perempuan cantik itu Ryan yang nengah nengahi
" Aira males sama Mama, Mamah biar pulang sendiri aja pah, gak boleh naik mobil sama papah" Ucap Aira saat di dalam Lift
" Gak apa apa... Kalau Mama sampe rumah duluan kalian yang gak boleh masuk rumah" jawab Zula seneng kali menggoda anaknya dan eker
Terkadang akur terkadang eker, ya begitu lah mereka, dan Ryan hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya
" Ingat pah.. Nanti malam tidur sama Aira, gak usah sama mamah" ucap Zula sengaja tapi tentunya bercanda
" Jangan dong Mah, Papah jadi gak bisa tidur nanti" jawab Ryan mana bisa jauh dari Zula
" Ya gak apa apa papah, kan ada Aira, Aira temani papah Bobok" jawab Aira polos
Ya maksud hati Ryan kalau sama Zula kan dapat jatah harian, kalau tidur sendiri gak dapat apa apa dong
Belum Ryan dan Jihan menjawab pintu lift kebuka dan mereka keluar lalu ke arah mobil mereka
" Papah males deh kalau kalian sering ngambek kayak gini, melas gak mau belikan es cream" ucap Ryan sengaja agak ngambek
__ADS_1
" Mamah mah gak mau es cream, uang papah aja sama mamah" jawab Zula berjalan mendului mereka
" Tuh mamah ngambek kan sayang, nanti di bikinkan adek lho kalau bikin mamah ngambek" Ucap Ryan mengeluarkan senjatanya
" Enggak..." Teriak Aira membuat semua yang ada di dekatnya langsung mengarah padanya
Aira paling benci yang namanya adek, dia takut kalau kasih sayangnya terbagi, apa lagi dari mamah papahnya sendiri
Dan langsung ngamuk kalau dengar nama adek dan gak suka sama anak kecil
" Gak mau punya adek" tambahnya membuat Ryan tersenyum
" Makanya minta maaf dong sama mamah, nanti beneran bikin adek lho" ucap Ryan dan Aira makin marah kalau denger bikin adek dan bahkan sampe mukul mukul papahnya
Ryan menggendongnya keluar segera menyusul Zula karena gak enak di lihat dan di dengar nasabah maupun karyawannya
" Kan mulai tuh" Ucap Zula melihat Aira yang terus memukul Papahnya
" Aira,... " Ucap Zula pelan tapi Aira tau kalau mamahnya makin marah
" Mamah papah minta maaf" Ucap Aira cepat
Ya Aira kalau sudah dengar kata namanya sendiri dengan nada yang berbeda dari mamahnya, sudah langsung finis mintaaaf
" Sholehah..." ucap Ryan dan mencium kening Aira dan Zula membuka pintu belakang mobilnya
" Kemana kita??" tanya Ryan seperti biasa
" OTW bikin dedek" jawab Zula sengaja
" Enggak... Mamah jahat" jawab Aira teriak dan Zula tertawa ngakak begitu juga dengan Ryan yang seneng ngerjain anaknya
" Enggak enggak... Sini sini, putri mamah, masyaallah " ucap Zula saat Aira di belakangnya
Aira melangkah dan ke depan di pangkuan Zula dan Zula juga berkali kali menciumnya dan mengekus kepalanya
Sekesal kesalnya orang tua pastu tetap sayang pada anaknya apa lagi ibunya
" Kenapa sih gak mau punya Adek? " tanya Zula pada Aira
" Gak mau... " jawab Aira masih kesal
" Iya sayang tapi kenapa?" tanya Ryan
" Mamah papah gak sayang Aira aja" jawab Aira dan mereka tetawa
" Tapi kalau mamy Heny sama papi El yang punya baby gimana dong, " ucap Zula lagi
" Gak apa apa, asal bukan mamah papah" jawab Aira ceriwis dan membuat Ryan gemes
__ADS_1
" Gemes gemes putri papah ini" Ucpa Ryan mengelus kepalanya Aira
Aira sudah faham jalanannya bahkan cukup hafal, dan tau di mana tempat jajan es cream kesukaannya
" Mamah... Papah..." Panggil Aira pada mamah papahnya
" Iya sayang .." Jawab Zula lembut
" Aira mau Es cream deket rumah sakit papi" ucap Aira polos dan Ryan langsung belok kesana karena memang pas di daerah sana
Mereka pesen dan Zula iseng telfon El mana tau masih di rumah sakit sekalian suruh nyusul
" Bang... Masih di Rumah sakit apa udah pulang??" tanya Zula di balik telfon
" Pulang gimana?? Kakakmu di opname nih, gak bisa pulang malah" jawab El santai
" Lho kenapa kak Heny??" tanya Zula kaget
" Gue ke sana lah kalau gitu" Ucap Zula dan Ryan ikut heran
" Kenapa sayang?" tanya Ryan selepas Zula memutuskan panggilan telfonnya
" Kak Heny di opname katanya" jawab Zula apa adanya
" Kenapa?, sakit apa?" ucap seseorang dari belakangnya
" Lho kok di sini ngapain?" kaget Zula saat melihat Al dan Aliza serta kedua anaknya
Bibi tentu gak ikut karena Bibi sudah di pesantren, sama seperti Abang dan kakaknya sejak kecil hidup di pesantren
" Tadi habis belanja bulanan, sekalian cek ke kampus, eh.. Gak taunya tuh ada mobil belok platnya gue hafal ngikut lah" jawab Al langsung duduk di sebelahnya
" Oalah... mampir lah ke rumah, masak mau langsung pulang enggak kan?" tanya Zula pada Al dan cipika cipiki dengan Aliza
" Rencana gitu kasih kejutan" jawab Aliza dan ikut duduk
" Oh ya kenapa Heny kok di opname?" tanya Aliza pada Zula
" Itu lah, kita kesana yuk mbak, nantipara suami biar nyusul jagain anak anak di sini, heboh nih bayi minta es cream" jawab Zula malah memojokkan para suami
" Kena lagi kita bang" Ucap Ryan pada Al
" Yah... Begitulah, kita mau enaknya juga harus mau jadi serepnya" jawab Al santai dan baby kecil sekarang sedang ngobrol ber 3 layaknya para orang dewasa
" Anaknya ya Bah, " Ucap Aliza berdiri dengan Zula
" Pah, Aira" ucap Zula juga
" Iya" jawab Al dan Ryan kompak
__ADS_1