
Kini Al dan Rizqy sudah kembali ke rumah lagi, dengan membawa hasil panen yang sangat melimpah itu
Sesampainya di rumah Ulfa dan yang lainnya sangat kaget, karena gak biasanya panen sampe segitu banyaknya
" Lho Al jadi kamu bawa mobil ini tadi untuk ambil jengkol sama Pete di ladang?" tanya Ulfa yang menghampirinya
" Iya Uti, Al bingung mau bawa apa, truk om juga belum pulang dari pabrik, jadi Al bawa mobil aja lah" jawab Al santai dan turun dari mobil
" Kamu nanti di marah sama orang kantor Al mobilnya kamu bawa untuk keladang, mana ngangkut jengkol lagi" jawab Luna dan Al tertawa
Dari dalam Aliza menggandeng kedua anak Rizqy dan juga menggendong baby 10 bulan itu
Aliza tadinya main di dalam sama mereka dan karena ada rame rame di luar, maka dia pun ikut keluar dan ternyata yang datang adalah suami tercintanya
" Sayang... Sini sayang" ucap Al pada Aliza yang masih menggendong baby
Aliza kemdian mendekat pada mobil Al, dan Al membuka bagasi belakang untuk memperlihatkan jengkol dan petenya
" Wow... Banyak banget sayang, Mau di jual?" tanya Aliza spontan
" Apa mau bikin pabrik sambal?" tambahnya lagi karena memang buanyak banget
" Untuk kamu sayang, kamu tau gak Mas tadi sampe di kroyok nyamuk sama semut, naik keatas, manjat tinggi banget lagi" jawab Al bercerita
" Masyaallah terimakasih sayang" jawab Aliza kagum dan memeluk Al
" Sekalian suruh masakin Za, biar tau rasa dia" saut Rizqy mngkonpori
" Jangan dong.... Dia cuman mau merasakan masakan Tante Luna bukan masakan Al" jawab Al santai dan menghindar
" Udah kok, Adek udah makan sayang sambalnya" jawab Aliza keceplosan
Luna Rizqy dan Ulfa kompak tepuk jidat mendengar Aliza yang keceplosan
" Makan dari mana?" tanya Al kaget
" Ups..... Maaf" ucap Aliza lirih dan menutup mulutnya
Al mengerutkan keningnya dan mencium bau yang tidak jelas pada keluarganya
__ADS_1
Al melihat ekspresi wajah dari om tante dan neneknya yang cukup membuatnya curiga
" Kalian ngerjain Al ya" ucap Al spontan
" Sayang... Kok gitu sih sama Mas" ucap Al melas
" Maaf mas, yang suruh Abah," jawab Aliza menunduk
" Emang tuh orang tua ya, gak bisa lihat anaknya seneng" kesal Al dan langsung merogoh ponse yang dia kantongi
Panggilan terhubung, dan masih belum di angkat, apa lagi panggilan video yang mungkin Zain sedang siap siap mana tau sedang ikut ngasi sama kayak baby Bibi
Tut..... Tut... Tut.....
Panggilan masih terhubung dan sesaat kemudian baru Zain angkat dan memperlihatkan wajahnya pada layar ponselnya
" Assalamualaikum anak abah" ucap Zain di luar sana yang sudah menebak kalau Al akan marah kalau sudah kebongkar semuanya
" Waalaikumsalam... Bah.." panggil Al dengan raut yang berbeda
" Kenapa anak ganteng?" jawab Zain dan Jihan sudah cekikikan di sebelahnya
" Gak apa apa, iyu udah kewajiban" jawab Zain tetap santai
" Kewajiban gimana? Kalau udah ada kenapa Al di suruh manjat dan cari? Ligat nih segini banyaknya untuk apa coba percuma dong" jawab Al sambil ngomel dan memperlihatkan tumpukan jengkol dalam mobil
" Masyaallah buanyak banget" ucap Zain kaget
" Bawa pulang aja ke Jawa Al" jawab Jihan menyaut
" Ya ini semua karena Abah lah, Abah yang nyuruh Al berusaha" jawab Al tidak terima
" Yang namanya menuruti istri hamil yang sedang ngidam itu gak boleh seperti itu Al, harus sabar, kamu gak lihat perjuangan Abah seperti apa kemaren waktu Umi ngidam dan sakit? Jangan cuman seneng buatnya aja, malah ngereng gitu, udah lah, gak sopan kamu tuh telfon marah marah, " bantah Jihan kalau udah kesal
Kalau Zain masih santai cuman Jihan juga gak terima kalau Al memarahi balim Abahnya
" Terus buat apa semua ini Mi?? " jawab Al sudah kesal
" Coba ulang yang lembut ngomongnya?" kesal Jihan balik
__ADS_1
" Maaf, terus buat apa semua ini Umi sayang cantik sholehah?" jawab Al lagi dan merayu Jihan dengan lembut tapi kesal
" Bagikan lah, di sana kan juga ada banyak orang, kalau kamu mau bawa ke sini juga gak apa apa, biar di bagikan warga sini yang jarang jengkol seperti itu" jawab Jihan lagi
" Terus??" tambah Al bermaksud bertanya gimana bawanya
" Kamu pulang bawa mobil Om, mobil yang sering di bawa ke kebun jauh itu, " jawab Jihan kembali santai
" Lewat jalur darat?" tanya Al lagi sambil melotot
" Kenapa? Ya gak apa apa, sesekali sambil jalan jalan, bawa supir sekalian kalau gak mau nyetir lama, latihan rekoso juga lho Al, jangan enaknya aja " jawab Jihan santai dan malah mengajari Al
" Tau ah.... " kesal Al dan gak tau nanti gimana
Sebenarnya pake pesawat juga bisa, tapi kalau dia lewat jalur darat haduh gimana kondisi istrinya nanti
" Udah lah... Jangan marah marah, kasian bayinya, Abahnya gak ikhlas, kalau nanti di bagiin di sana, jangan lupa kalau pulang Zula di bawakan pesenannya, kasian adek perempuannya" jawab Jihan lagi
" Okey... Ya udah Assalamualaikum" jawab Al kemdian mematikan sambungan video callnya
Zain dan Jihan justru tertawa karena melihat Al yang begitu kesal di kerjain, dulu gimana gak kesal Toha sama Rizqy yang di permainkan Jihan, udah tengah malam cari mangga ketemu lampir dan buto ijo lagi sampe mewel badannya
Al dan yang lai menurunkan dan mulai membagi bagi di kantong plastik untuk semua warga dan tetangga
Al mengambil pertimbangan untuk tidak di bawa pulang ke jawa, karena sangat repot dan susah, paling bawa beberapa saja yang bisa dia bawa dengan pesawat jet nantinya
Sore harinya di kantor Ryan dan Zula masih lembur dan benar sampai habis magrib mereka baru selesai.
Zula sama sekali tidak protes apa apa, Zula tetap santai dan menikmati kerjanya, apa lagi hadiah jajan tutup mulut dari Irfan cukup menemani kinerjanya hari ini tanpa rasa bosan
Irfan bIk banget dan pengertian banget hari ini, karena Irfan membelikan buanyak makanan dan minuman yang cukup sampe sore
Zula seharian berada di ruangan Ryan, dan tidak mengajak debat sama sekali karena ada rencana indah bagi Zula untuk Ryan
Zula sangat baik hari ini pada Ryan, karena apa Zula nurut sampe sholatpun berjamaah sama Ryan, dengan kekaleman dan keramahan palsu yang Zula ciptakan
" Ayo udah siap?" tanya Ryan lagi pada Zula
" Wokey... Kita belanja kemana?" tanya Zula balik
__ADS_1
" Tumben loe hari ini baik banget kalem nurut gak ngajak berantem?" ucap Ryan mulai curiga dan terus terang sama Zula dengan apa adanya