Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Di kira pasangan


__ADS_3

Zula makin berbinar binar matanya saat sudah dekat dengan toko yang dia tuju, tapi tidak dengan Ryan yang perasaannya sudah tidak enak bila melihat toko itu


Zula masih terus berjalan dan sesampainya di depan toko tersebut Ryan langsung menghentikan langkahnya , dan menahan tangan Zula dengan di genggamnya


" La... Plis jangan ke sini dong, gue belum gajian Laa" ucap Ryan sambil ber bicara pelan


" Eh... Kenapa?" jawab Zula mengerutkan keningnya


" Gue tau ini toko mahal, tapi sayan terasa mau pingsan kalau masuk sini, kita pindah aja ya ke toko khusus baby" jawab Ryan langsung menarik Zula


Secara Ryan yang mempunyai perawakan besar dangan mudah manrik Zula, apa lagi dengan kehawatiran Tentang harga di sana


" Yah Pak Ryan Ih... Lepas gak" ucap Zula di sepanjang perjalanan karena gak enak di lihat orang ya di kira apaan nanti


Tapi Ryan tetap membawa Zula untuk menjauh ke toko yang Zula tuju tadi, dan menjauh di deretan toko yang mahal mahal itu,


Karena Ryan sudah bisa menebak dan ini jawaban Kebaikan Zula seharian, dia peka kalau mau di rampok sama Zula untuk kali ini


Hingga akhirnya Ryan berhenti dan merasa jadi perhatian banyak orang seolah kasar pada perempuan karena sedari tadi Zula dia tarik dengan Jalan yang cepat


Apa lagi Zula yang terus memberontak dan minta lepas, dan Ryan mulai berfikir hingga akhirnya


Pluk.... Ryan merubah posisi Zula yang di bawanya di pelukannga, dengan menggandeng dan memeluk pundak Zula dengan lembut dan lebih romantis dan enak di lihat orang


Zula langsung melotot melihat tingkah Ryan, baru kali ini Zula di pegang orang lain selain ucup, apa lagi sampe di peluk pundaknya seperti itu


Zula sangat laget sehingga mwmbuat dirinya diam dan menatap Ryan yang tersenyum sambil pandangan lurus kedepan,


Dari para orang orang yang lewat melihat dia seolah iri dengan keromantisan musuh bebuyutan itu,


Dari kecantikan Zula yang sangat serasi dengan ketampanan Ryan, menjadi pelengkap ke irian orang lain yang memandang


Hingga akhirnya mereka sampai di toko perlengkapan bayi


" Hih.... Pak Ryan Apaan sih, Pake meluk melul segala, hih... Hih... Hih..." kesal Zula setelah sampai di Toko perlengkapan baby


Zula beberapa kali mengipat ngipatkan tangannya di atas blazer yang dia kenakan,

__ADS_1


" Pak Ryan mau modus ya" tambahnya makon melototi Ryan


" Iyyuuuuuh.... Modus sama cewek kayak elo, Gak Sudi.. Huueek.." jawab Ryan gak kalah gengsi dan membersihkan kemejanya


Ryan sebenarnya pake jas juga kalau kerja, cuman sudah di lepas dan di tinggal di mobil


" Ya buktinya tadi meluk meluk gue " marah Zula lagi


Untung marahnya di salah satu tempat yang sepi


" Ya mata loe gak lihat, gue narik elo kayak pemaksaan gitu, mulut loe sih, gak bisa apa gak bawel gak teriak teriak, kesannya saya kayak perampok aja, mau nganiaya cewek, jadi pandangan negatif orang tau, kalau ada yang melapor gimana ? Repot urusannya" jawab Ryan menjelaskan dan malah ngengas


" Biasa aja kali gak usah ngegas " jawab Zula makin kesal


" Bilang aja modus, gak pernah peluk cewek, jomblo sih " Cibir Zula sambil ngedumel


" Apa loe bilang?" tanya Ryan yang mendengar samar samar


" Jaka kelottt, Alias jomblo gak laku" jawab Zula tepat di muka Ryan yang mulai murka


" Udah ah.... Gak usah gitu matanya lepas nanti, jadi beli gak nih ?" ucap Zula dengan kembali ke mode awal hilang kalemnya


" Jadi lah" jawab Ryan luluh


Kemdian Zula berjalan menyusuri susuna perlengkapan bayi di etalase yang tersusun rapi


" Di kasih di toko bagus, milihnya ke sini, nampain kalau pelit" ngedumel Zula lagi dan di dengar oleh Ryan di belakangnya


" Yah Gimana Dong La... Kita aja belum gajian, kalau ke sana paling enggak gaji sebulan kepotong Laa, Gak jadi belo rumah gue nanti La" jawab Ryan kembali memelas


" Punya calon aja belum mau beli Rumah" cibir Zula lagi


" Ya gak apa apa, investasi La, untuk masa depan cerah, kalau udah punya istri udah punya rumah sendiri" jawab Ryan dan Zula membenarkan


" Bener juga sih, dewasa juga ya nih orang ternyata, bukan suka foya foya" batin Zula memuji Ryan


" Bugetnya berapa untuk anaknya pak Zain?" tanya Zula masih memilih milih apa yang adeknya perlukan

__ADS_1


" Terserah lah, sekitar 3 jta cukup gak ya La?" tanya Ryan pada Zula


" Bentar lagi anak Al juga lahir kan, El juga mau nikah, terus punya anak, nengok lagi nanti La, gue belum punya pasangan juga" jawab Ryan memelas lagi


" Idih perhitunga banget sih loe pak, nanti gue balik lagi kalau bapak nikah dan punya anak" bantah Zula kesel kalau lihat cowok seperti Ryan


" Bukan peritungan La, gue juga gak ngarep kembalian juga, niat gue nyambang nengok dan sedekah haduah untuk baby," jawab Ryan kembali bijak


" Coba loe pikir, kalau uang 3 s/d 5 Juta kita bawa ke toko tadi, sepatu bayi aja gak dapat," Tambah Ryan kembali berceramah


" Kalau di sini kan banyak nih dapat stroler, dapat baju dapat mainan, dapat banyak, lagian makenya juga sama, Gue tau pak Zain berkelas, tapi kan lain level La sama Gue, Gue Insecure, Kalau gue tau bu Jihan sederhana banget sih" tambah Ryan lagi dan gak sadar kalau yang di ajak ngomong adalah putrinya


Zula terdiam, sebenarnya buget 5 juta cukup buanyak, dan Ryan bukan peritungan juga sih, dan cukup loman


" Ya udah Ambil keranjang atau troli sana, " jawab Zula dengan nada yang sama


" Huh..... Gagal maning gagal maning" kesal Zula karena gagal mengerjain Ryan


Ryan mengambil troli dan untuk membekanjakan apa yang perlu di bawa ke rumah Bosnya nanti,


Setelah mengambil troli Ryan kembali ke Zula yang sedang memilih barang untuk baby Bibi


Zula terus berjalan dan memilih keperluan baby Bibi, sedangkan Ryan berjalan mendorong Trolinya di belakang Zula, seperti sepasang suami Istri yang sedang belanja persiapan melahirkan


" Ini ya... " ucap Zula sambil menunjukkan gendongan kanguru untuk bayi


Ryan menagngguk dan mereka sampai di tempat baju baju bayi


" Ini aja gimana?" tanya Zula lagi sambil memperlihatkan salah satu kaos yang bisa di pake Baby Bibi 3 bulan lagi


" Yang warna itu aja, cakep cowok kan?" tanya Ryan dan Zula menurut


" Weh kompak banget ya pak buk, untuk cari perlengkapan baby" ucap salah satu ibuk ibuk yang juga berbelanja di sana


Melihat ke kompakan dan keserasian Zula dan Ryan mereka jadi mengagumi


" Ngomong ngomong udah hamil berapa bulan kok udah belanja aja, " ucap ibuk ibuk lagi dan membuat Zula dan Ryan saling pandang karena kaget

__ADS_1


__ADS_2