
Jam 10 siang Zula dan Ryan baru saja turun ke meja makan, karena Zula baru aja bangun begitu juga dengan Ryan yang baru bangun
" Makan nak, sini bareng abah sama Umi" ucap Zain saat melihat anak dan menantunya datang
" Ambilkan La suaminya, harus belajar ya" Ucap Jihan juga yang ada di sebelah Zain
" Mau makan pake apa sayang?" tanya Zula lembut
" Apa sepiring berdua aja kayak Umi nih, Abah gak pernah lho makan piring sendiri sendiri, udah 30 tahun menikah" Ucap Zain malah pamer kemesraan
Zula menoleh pada Ryan yang ada di belakangnya
" Betul kata Abah begitu aja" Ucap Ryan dan Zula nurut akhirnya mereka makan sepiring berdua
Zain dan Jihan juga baru tidur, dan gak ikut beres beres karena semua sudah di pasrahkan sama petugas kebersihan sampai bersih saat ini
Dan kamar mereka juga sekarang gantian sedang di bersihkan, hingga seperti semula lagi
Asal ada uang semua beres pikir Zain, gak mau capek capek apa lagi bikin para santri capek
Tak lama Baby Bibi datang dengan Alwi dan cucu Aisyah juga
" Kaka Ula, bang Iyan" panggil Bibi ramah
" Sayangnya kakak, dari mana?" tanya Zula menoleh pada Baby Bibi
" Main, kakak malam malam gak ada" Ucap Bibi
Dan Zain menoleh pada Jihan yang mana semalam Bibi yang biasanya menemani Zula terus mencari kakaknya,
Ya sebagai orang tua tentu gak mau ganggu ritual malam pertama anaknya
" Gimana sayang?" tanya Ryan gak faham maksudnya
" Semalam Bibi cari kakak?" tanya Zula dan Ryan baru faham
" Iya kata Umi kakak masih kerja" jawab Bibi polos
Zula malah tertawa, yang bener aja seharian di pajang di pelaminan malam malam kerja
" Kerjanya di mana Bi? " tanya El yang baru datang dan menggendong adek bontotnya itu
" Kata babah pegi luar negri kerja naik sawat" jawab Bibi makin polos dan El makin tertawa
" Tapi sekalang kakak Ula udah pulang, Bibi anti malam bobok sama Ula ya" tambah Bibi dan Ryan tertawa
" Boleh" jawab Ryan
__ADS_1
" Abang iyan gak boleh, ikut ikut" jawab Bibi suasana makin rame
" Kenapa? Terus abang bobok di mana dong?" tanya Ryan balik
Zain dan Jihan hanya tersenyum memerhatikan pangeran kecil mereka
" Sama kang santri pondok, " jawab Bibi dan semua makin tertawa
" Tapi kenapa Abang iyan gak boleh? Kan Abang iya suami kakak, " ucap Zula mulai memberi pengertian
" Jadi putri kemaren?" tanya Bibi teringat
" iya dong, Bibi lihat kan? Pake sragam juga" jawab Zula pada Bibi
" Tapi kata abah sama Umi kerja, jadi kakak kemana?" balik lagi ke alasan abahnya semalam
" Hayoo.... Abah Umi kena juga" Ucap El dan Zula kompak melihat ke arah Zain dan Jihan
Zain dan Jihan saling pandang dan akhirnya tertawa sambil menggaruk kepalanya
Selanjutnya mereka lanjut makan sambil ngobrol, dan bercerita
Bukan hanya mereka berdua yang kesiangan tapi semua menantu Jihan, sengaja di suruh istirahat saja, karena pasti capek semalaman tidur sampai malam dan ikut nemuin tamu juga
Dan jam 11 baru pada bangun dan nyusul semua kemeja makan untuk sarapan dan makan siang bareng
" Ya Allah baru pada bangun" Ucap Aisyah mulai nyinyir
" Om tan, ... Jangan di biarkan anak anak dan menantumu itu, masak bangun ya siang begini, " Ucap Aisyah pada Jihan dan Zain
" Gak apa apa toh Aisy, sesekali, toh mereka juga capek kan, kemaren seharian nemenin saya menerima tamu" jawab Jihan santai
" Ya jangan di biarkan toh, ajarin bersih bersih bareng bareng biar kompak " jawab Aisyah masih cari celah
" Apanya yang mau di bersihkan? Orang udah di panggilkan orang juga, biar di bersihkan mereka lah" jawab Al kesal bangun tidur kena trompet
" Bantuin kek" bantahnya lagi
" Loe bantuin gak tadi Aisy, ?" tanya Zain santai
" Ya enggak tamu kok bantuin" jawabnya nyemer bikin kesal sendiri juga
Untung Ryan juga sudah faham siapa Aisyah, karena dulu selama Ryan masih merja di Pusat perusahaan Zain di Jakarta, Zain kadang minta tolong untuk menyampaikan sesuatu ke rumah Fani, dan Aisyah yang menerima
Dan kadang Aisyah yang pas datang ikut mencak mencak ke dalam dalam sampai ke ruang direktur
" Ya udah diem... Kalau bantuin tak bayar biar gak banyak omong" jawab Zain tenang dan Aisyah langsung diam dan berdiri serta pergi dari hadapan mereka
__ADS_1
" Kebiasaan nyinyir tuh ponakanmu" ucap Jihan paling kesel kalau sama Aisyah
Siang harinya setelah sholat dhuhur mereka kembali ke kamar masing masing, hari ini waktunya mager kata Jihan, jadi semua pada istirahat di kamar masing masing
Zula sudah di kamar dengan Ryan, di tambah Bibi yang ngintil terus kalau sama kakak Zula
Sedari tadi di rayu sama Heny dan El gak konjat pokoknya maunya sama Ula dan malah katanya takut Ula di ambil sama bang Iyan
Dan akhirnya Zula membiarkan Agar Bibi di kamarnya
" tapi Bibi bobok ya, gak boleh ajak main terus" ucap Zula dan Bibi nurut
" Main sama Bang iya boleh?" tanya Bibi polos
" Boleh tapi bobok dulu" jawab Zula dan akhirnya Bibi nurut
Dan tak lama bocah kecil pengacau pengantin baru itu tertidur di dekapan Zula
" Bocil bocil, tau aja Kakaknya mau di ajak mainan eh nyempil dia" Ucap Ryan saat melihat Bibi tertidur
" Abangnya sih kayaknya pengen terus aja" jawab Zula menatap Ryan
" Enak kok ya terus lah" jawab Ryan santai
" Enaknya seperti apa sih bang?" tanya Zula penasaran
" Adek enak gak?" tanya Ryan balik
" Iya tapi sakit" jawab Zula terus terang
" Bentar lagi hilang apa lagi kalau sering sering" jawab Ryan
" Sok tau"
" Tanya Abang sama kakak, dia begitu juga gak pas malam pertama" jawab Ryan dan Zula menimpalnya dengan guling
" Aneh aneh aja, prifasi lah" jawab Zula dan tak lama El datang karena tadi sempat WA Ryan kalau Bibi sudah tidur
Zula kaget saat El masuk,
" Kenapa bang?" tanya Zula yang gelagapan menegakkan tubuhnya
" Udah tidur Bibi? Biar abang Pindah aja, kalian lanjut aja" ucap El santai karena dia tau gimana rasanya pas pengantin baru
" Biar di sini gak apa apa, nanti bangun dia" Ucap Zula lagi
" Gue tau La.. Gimana rasanya jadi Ryan, kemut kemut, gue ngerasain itu" jawab El sambil mendekat ke arah Bibi dan menggendongnya
__ADS_1
" Abang yang minta?" tanya Zula dan Ryan tersenyum
" Lanjut aja Yan, gas poll" Ucap El saat keluar menggendong Bibi