
Maul masih kaku dan tersenyum datar, sambil terus memandangi Zula sampai gak kedip
" Hem... Selamat pak Ryan, Ula" ucap Maul kaku pada mereka
" Makasih pak Maul, " jawab mereka kompak dan kembali saling pandang dengan senyuman yang membuat mereka iri dengan keromantisan Ryan dan Zula
Apa lagi senyum itu pernah jadi senyum manis untuk Maul di kala itu
" Maaf ya Pak Ryan, saya temu berliannya, bapak buang sih waktu itu" ucap Ryan kembali membahas
" Abang Ih" Ucap Zula lirih dan Ryan tersenyum merangkulnya
Maul seketika kaku dan hanya mengangguk datar
" Oh iya ini mau kemana tadi babynya?" tanya Zula pada Aufi
" Dia baru belajar jalan, jadi tadi ngejar bolanya yang lepas" jawab Aufi santai
Aufi mah dia mencoba untuk tetap slow, apapun yang terjadi, toh Zula juga care sama dia, walaupun suaminya kaku, tapi itu urusan suaminya dengan Zula mantannya
" Oh... Udah berapa tahun mbak?" tanya Zula basa basi
Zula cerewet, dan terkadang kalau udah kepo gak bisa diem
" Baru 1 setengah tahun" jawab Aufi ramah
" Ini udah berapa bulan hamilnya?" tanya Aufi juga sambil mengelus perut Zula
" Jalan 4 bulan mbak" jawab Zula ramah juga
" Kapan nikahnya? Kok tau tau nikah udahan" ucap Maul kepo
" Ya kan kita punya masa depan juga ya Bang, masak iya mau gadis terus, emang duda mana yang di tunggu" jawab Zula mulai santai tapi pedas dan bikin keseleg
" Ya itu lah pak Maul, saya sendiri juga sayang kalau berlian di anggurin gak ada yang ambil, saya ambil lah" tambah Ryan jadi kompor
" Kami nikah sekitar 4 bulan yang lalu pak Maul, " jawab Ryan akhirnya
" Maaf gak kabar kabar, kami sat set dalam 3 minggu lamaran, dan banyak proses proses semua, tau sendiri orang Indonesia banyak adat" tambah Ryan lagi dan Maul menganguk
" Rame ya, banyak momentnnya" Ucap Aufi iri
" Alhamdulillah mbak, bukannya itu adalah impian setiap wanita kan mbak" jawab Zula dan Aufi mengangguk
" Dan suami saya faham akan itu semua" tambah Zula membanggakan Ryan
Mereka ngobrol sambil berdiri cukup lama sekitar 10 menitan
" Maaf kita ngobrol sambil ngopi aja yuk, masak berdiri aja, pegel kasian bu Mil" Ucap Aufi menawarkan
__ADS_1
Tak lama ada beberapa petugas travel mendatangi Zula dan Ryan
" Mas Ryan mbak Zula di telfon gak ada eh di sini" Ucap salah satu dari mereka
" Eh.. Iya gimana?" tanya Zula yang mungkin kenal
" Kami di minta pak Zain, untuk ambil moment kalian" jawab Dia santai
" Yah, kami baru sampai siang tadi, tapi okey lah, paling bagus di mana?" tanya Zula seneng kalau foto foto
" Tuh di bawah jembatan deket sungai nanti nampak menaranya" jawabnya sambil menunjuk sport foto terbaik
" Okey , " jawab Ryan santai
" Kami ke sana dulu ya" ujar Zula pamit
" Okey silahkan" jawab Aufi
" Kok langsung kenal, kita aja gak ada kenalan" ucap Aufi heran saat mereka pergi bersama foto grafernya
" Itu tadi petugas travel sayang, milik keluarga mereka" jawab Maul menjelaskan
" Sekaya itu?? " tanya Aufi lagi
" Tadi denger ceritanya kan, mereka lergi tanpa rencana, sedangkan kita sudha setengah tahun lalu, harus nabung dulu" Ucap Maul bercerita
Karena dia tau latar belakang keluarga Zula yang sultan tan tan tan...
" Abahnya punya Bank sendiri" pungkas Maul yang tak luput memandang sosok mantannya yang kini sedang foto romantis bersama dengan Ryan
Zula dan Ryan terus berfoto mersra dan romantis, Maul sama sekali tidak berkedip dan bahkan tidak mau pergi dari sana
Melihat sang mantan bahagia ada rasa pedih di hatinya, seharusnya dia yang ada di sana, bukan Ryan
Aufi tidak berani mengajaknya beranjak dari sana, ya Aufi seolah buta akan kehangatan tatapan suaminya pada mantannya
Dia masih sadar, sulit kalau memang cinta sudah melekat, dan kenangan indah selalu ada
Aufi membiarkan biar Maul puas memandang istri orang tanpa peduli istrinya sendiri, toh dia tetap akan jadi istrinya dan Aufi Yakin Zula juga gak akan kepincut dengannya
Tak lama hingga akhirnya sudah sore dan Zula hendak segera pulang beli baju duli baru ke Hotel
" Hem... Dingin banget, semalaman adem mau bobok aja" ucap Zula sangat cerita dan di dekap oleh Ryan
" Harus dong, kasian di utun kalau di ajak jalan terus, nanti adek kecapean gak jadi jalan jalan lagi besok" jawab Ryan dan Zula sambil berjalan
Zula dan Ryan kembali bertemu Maul dan keluarga karena masih ada di tempat yang sama
__ADS_1
" Lho masih di sini?" tanya Zula santai
" Iya masih nungguin kalian" jawab Maul yang gak di gubris sama Zula
Zula seolah lebih akrab dengan Aufi dan anaknya, dan gak kenal dengan sosok Maul yang dulu pernah menjadi warna bagi hidupnya
Karena Zula tau masalalu mungkin Aufi bukan lah sosok pemaksa, dan dia juga korban juga pikir Zula
" Ganteng... Gak dingin nak?? " Ucap Zula mengalihkan
" Iya tante, Abinya masih mau di sini," jawab Aufi santai
Mail masih terus merhatikan Zula, dan Ryan faham itu, kemudian mengalihkan
" Kita ke toko biasa yuk, gak bawa ganti kan," ujar Ryan mulai mengalihkan
" Okey... Ikut sekalian yuk" jawab Zula pada Aufi dan anaknya
Aufi melihat suaminya masih di mode yang sama , jadi dia mengiyakan saja
Zula dan Ryan berjalan di depan dengan Ryan yang menggendong anak mantan dari istrinya itu
Di belakang Maul dan Aufi berjalan bareng
" Masih kangen?" tanya Aufi lirih
" Masih belum dapat maaf tepatnya" jawab Maul yang masih juga merasa bersalah
Aufi hanya mengangguk dan langsung faham, apa maksud suaminya, yang mana mungkin sekarang sudah sangat sayang padanya dan anaknya, tapi masih merasa bersalah pada mantannya
Mereka sampai di salah satu toko ternama di dunia, yang mana Aufi dan Maul cuman beberapa kali masuk dalam hidupnya
Zula di dalam masih memilih, dengan anak Bocil ganteng itu, Zula jadi teringat Bibi yang lama gak main kerumahnya
" Abang keluar dulu ya sayang" ucap Ryan dan Zula mengiyakan
" Istrinya si Maul suruh masuk aja bang" jawab Zula lembut dan di iyakan oleh Ryan
Dan ini kesempatan Ryan untuk ngobrol berdua sama Maul, mungkin ada yang perlu di sampaikan
Si Aufi masuk dan Ryan sudah di luar bersama dengan Maul yang di mode yang sama .
" Dari kapan kalian menikah?" tanya Maul datar
" Maaf, bukannya tadi sudah di jawab" jawab Ryan tetap santai
" Kenapa gak ada kabar?" ta ya Maul lagi dan Ryan justru tertawa
" Sepertinya gue gak perlu menjelaskan hal yang bukan jadi urusan elo lagi, dia sekarang milik gue, loe sudah punya sendiri, dan hargai dia" jawab Ryan kesal juga dengan sikap datar Maul
__ADS_1
" Nanti malam ada waktu?? Kita ngobrol berdua" Ucap Maul meminta waktu
" Gue gak pernah ninggalin bini gue sendirian di hotel sedetikpun, kalau ada yang perlu di sampaikan , sekarang aja" jawab Ryan gak mau basa basi