
Mendengar jawaban Zula sempat mengagetkan Umi dan Abi Maulana, pasalnya mereka memang belum tau kalau Zula sulit untuk di ajak segera menikah, tapi tidak dengan Maulana yang faham gimana kekasihnya itu
" Lho kenapa nak?" tanya Umi Maulana lembut
" Iya sayang kenapa? kamu udah lulus kuliah, Maulana juga bentar lagi lulus, udah bisa sama sama dan bisa bekerja sama," jawab Abi Maulana juga
Zula tersenyum sebelum menjawab ucapan dari kedua calon mertuanya
" Maaf Umi, Abi, Sebelumnya Zula minta maaf banget, karena tidak memberi kepastian pada Umi Abi sama Bang Maul, Zula di sini merasa masih belia, Usia Zula baru menginjak 20 tahun, Zula masih pengen berkarir dulu, mau bantu abah Umi di pesantren dulu, apa lagi bang Maul anak satu satunya Abi Umi, Zula takut ketidak dewasaan Zula untuk bisa menghormati dan menghargai Abang Maul sebagai suami Zula nanti" jawab Zula menjelaskan dengan ketenangan dan kelembutan
" Apa bila bang Maul siap menunggu, Zula insyaallah bersedia menerima lamaran bang Maul" jawab Zula lagi memberi jawaban dengan sebuah persyaratan
" Abang Mau Zula, Abang siap menunggu kamu sampe siap menjadi pendamping hidup Abang" jawab Maulana sigap,
Karena Maulana sendiri hanya mencintai satu satunya wanita, dan menemukan satu satunya wanita yang berbeda yaitu Zula,
Dan sampai kapan pun, Maulana akan selalu menunggu Zula, akan menanti Zula dan tidak akan pernah mau memaksakan Zula
" Alhamdulillah kalau kamu mau menunggu Maul" ucap Abi Maulana
Hingga akhirnya Umi Maulana menyematkan cincin ke jari manis Zula dengan penuh kelembutan, dengan kesaksian keluarga Zula yang cuman seberapa ini
Zain dan Jihan gak menyangka secepat ini anaknya akan di pinang oleh orang lain,
Sebenarnya Zain masih gak rela, tapi karena jawaban Zula yang justru meminta waktu membuatnya sedikit lega
Selesai acara karena waktu sudah menjelang magrib Maulana dan Keluarganya di persilahkan untuk istirahat dan bebersih dulu di kamar tamu,
Sedangkan Zula dan kedua abangnya serta Aliza naik ke lantai 3, dengan Aliza yang di ajak Zula ikut ke kamarnya
" Cie cie..... Yang dapat tunangan" ledek El pada Zula
" Bang gimana dong nih, masak iya kita berdua di langkahi sama Zula" ucap El pada Al
__ADS_1
Zula justru tertawa dan memamerkan jari manisnya yang sudah di sematkan cincin, kalau Maulana tidak mendapat cincin dari Zula sebagai pengikat, karena selain dadakan dan tidak ada persiapan, memang dari keluarga Maul maupun Zain tidak ada tradisi tukar cincin, karena pria di larang untuk memakai perhiasan apa lagi berbahan emas
" Besok segera nyusul dong, " jawab Zula mengece abangnya
" Okey 3 bulan lagi kan liburan semester dia, gue yang gantian melamar" jawab El gak mau kalah
" Nah loe kapan bang?" tanya Zula pada Al yang hendak masuk kamarnya
" Iya pak Al, mantan udah mau nikah lho" saut Aliza yang sudah terbiasa
" Mantan?" kaget Zula dan El yang ketinggalan berita
" Kalian gak tau, kalau Yasmin mau nikah bebrp minggu lagi?" tanya Aliza balik dan Zula serta El kompak menggelengkan kepalanya
" Wah rupanya ada yang simpen rahasia mantan nih La" ujar El melirik pada Al
" Apaan gue aja gak tau, dan gak mau tau" jawab Al pura pura gak peduli
" Bohong..." ucap Zula lagi
" Gak jelas tuh, malah melarikan diri" kesal Zula akhirnya masuk juga dan menggeret Aliza untuk masuk begitu juga dengan El yang masuk kamarnya juga
Sesampainya di kamar Zula merebahkan badannya sambil memandangi cincin cantik simpel yang melingkar di jari manisnya
" Ini bukan mimpi kan ya mbak? masak gue udah punya tunangan" gumam Zula sambil terus memandangi cincinya
" Enggak dong dek, mbak lho baru aja ikut menyaksikan, selamat ya" ucap Aliza dan ikut rebahan di sebelah Zula
Setelah habis sholat magrib, Al dan Maulana saring ngobrol di balkon lantai dua, sedangkan Zula dan yang lain sedang menyiapkan makan malam untuk keluarga Maulana dan keluarganya tentunya
Di bawah terlihat ada box besar yang berikatkan sebuah pita besar, dan menjadi box misterius
" Itu apaan bang?" tanya Maulana sambil menunjuk box besar tersebut di sela obrolannya
__ADS_1
" Itu hadiah untuk Zula, baru saja datang, " jawab Al yang tau apa yang ada di sana
" Dia belum punya mobil sendiri, rencana mau nabung dulu, katanya dia udah kerja untuk beli mobil, gak mau repotin Abah dan kami semua, sampe ngendors sampe tengah malam, suting jutub sampe ketiduran, tuh lah, anak nih... gak ada capeknya" ucap Al lagi bercerita perjuangan Zula
" Dia memang gitu ya bang, itu yang membuat Aku gak bisa berpaling dari adekmu, dia luar biasa, kesederhanaannya tidak ada yang menandingi, " jawab Maulana dan Al tersenyum sambil menepuk pundak Maulana
Mereka seumuran, bahkan lebih tuaan maulana beberapa bulan dari Al
" Oh ya Abang masih sama Helend?" tanya Maulan ragu, karena ada sesuatu yang Maulana ketahui tentang Helend selama Al LDR
Al menoleh dan dia sebenarnya ada keraguan dalam hatinya mengenai hubungannya dengan Helend
" Ya sejauh ini masih komunikasi lancar, gimana dia okey kan di Swiss?" jawab Al dan bertanya balik
Maulana terdiam sebelum menjawab yang sesungguhnya, dia takut tapi dia juga harus menyampaikan ini
" Aku beberapa kali menemui dia di..." ucap Maulana lanjut dengan ..
Flasback On...
Pada malam minggu, bukan hanya di Indonesia aja yang weekandnya minggu, di Swiss juga malam minggu rame dengan para mahasiswa yang sedang menetralkan otaknya dari tumpukan tugas kuliah
Seperti biasa mereka ningkrong di kafe kafe yang berjejer di sana
Dan di sana bukan hanya untuk anak baik baik saja, ada juga sebuah bar yang biasanya anak yang non muslim dan suka yang hal hal berbau aneh main ke sana
Suatu ketika saat Maulana sedang ngobrol dan nongkrong santai dengan teman temannya di salah satu kafe, tak sengaja melihat Helend yang sudah tidak menggunakan hijab lagi, bahkan dia memakai pakaian mini dengan rambut yang ter urai, jauh saat sudah memiliki hubungan dengan Al, maupun Al masih di Swiss
Maulana sangat kaget, dan mengajak salahbsatu temannya untuk memastikan hal itu,
Dan benar saat Maulana ikuti ternyata itu benar Helend yang sedang di gandeng dengan laki laki lain dan lebih parahnya dia sampai minum minuman terlarang
Karena sejatinya Helend awalnya bukan oranh muslim sejati, dia muallaf saat mengenal Al, di mana saat Ailza sudah menjadi pasangan El, dan tau kalau Al adalah anak pengusaha kaya, sedari itu Helend mencoba berubah seolah sudah Alim sejak dini dan berhijab sejak dini sebelum mengenal Al
__ADS_1
Flasback Off..