
Setelah sholat dan menganbil bagasi Zula dan Ryan sudah di jemput oleh supir kantor dan hendak ke hotel untuk beristirahat
" Huh.... Cuapek..... berjam jam di pesawat bikin boyok mau lepas" Ucap Zula saat dalam perjalanan
Ryan tidak menanggapi dan hanya nelirik saja cewek cantik nusuh bebuyutannya yang ada di sebelahnya
" Sampe Hotel langsung tidur wenak paling ya" Ucap Zula lagi
" Tidur tidur... Berkas loe belum di selesaikan, enak aja tidur" jawab Ryan gak terima
" Kita ke sini gak liburan ya La, tapi bertugas FAHAM" tambah Ryan semakin gak terima
" Iya gue tau... Tapi habis kerja Liburan dulu ya, biar fres juga otakku Pak, ini otak penuh tekanan tau gak dari Bapak" jawab Zula sambil ngomel
" Lha kita di sini kan kerja La, otak gue juga penuh, bahkan mau bonjrot nih" jawab Ryan lagi
Dan Zula ogah menjawab, gak enak jyga sama supir di hadaoannya itu
" Ke hotel Z, masih jauh gak sih pak?" tanya Zula dengan bahasa inggris
" Sebentar, nanti sekitar 10 menit sampai" jawab pak supir dan Zula mengangguk.
10 Menit kemudian Zula akhirnya sampai di hotel tujuan, Zula langsung ke bagian resepsionis untuk menanyakan kamar hotel yang sudah di persiapkan dari pihak kantor tentunya
Setelah mendapat kunci atau kartu kamar mereka, Zula langsung memberikan pada Ryan
" nih..." ucap Zula sambil memberikan kartu tersebut
" Makasih" Ucap Ryan dan Zula lanjut jalan
" Tunggu Laa..." Ucap Ryan sambil mengejar Zula
Kini mereka jalan barengan manuju kamar mereka yang memang bersebelahan
Sesampainya di depan kamar Ryan terhenti dan..
" Habis sholat isya' gue tunggu di luar, jangan tidur dulu, kita lanjut makan malam sekalian bawa laptop dan ngerjakan apa gang perlu di selesaikan, dan titik gak ada alasan lagi" ucap Ryan kemudian masuk tanpa menunggu jawaban dari Zula
" Jelas 99% , " kesal Zula kemudian masuk kamarnya
Di rumah Maulana, Kini dia di sidang oleh kakek dan neneknya di ruang keluarga juga ada Abi dan juga bundanya
Maulana masih terdiam mematung, pikirannya hanya pada sosok gadis cantik yang sangat ia cintai,
Bahkan melebihi cintanya dengan siapapun
" Pokoknya harus" Ucap Kakeknya masih memaksa
__ADS_1
" Bi...Gak bisa memaksa begitu" Ucap Ayah Maulana
" Lana sudah punya Calon Bi, jangan di paksa, nanti gimana hubungannya Lana sama calon istrinya? Abi gak kepikiran tentang itu?" tambah Ayahnya Maulana pada Ayahnya sendiri
" Abi gak mau tau soal itu" jawabnya singkat
" Kek.... Kami menjalin hubungan sudah lama, hampir 4 tahun, dan itu bukan waktu singkat, dia sosok gadis yang sangat istimewa, dan gak ada duanya, plis tolong kakek ngertiin Lana, " ucap Lana meminta permohonan
" Masih lama perkenalanmu kedekatanmu sama Aufi, dari bayi dari kecil, dan baru berpisah beberapa tahun saja, " bantah neneknya
" Tapi Lana Gak cinta Nek, Lana gak sayang sama Aufi" bantah Maulana cepat
"Dulu kami semua juga sama, gak saling mencintai, gak saling sayang, tapi jodoh kan, yang jelas kakek nenek udah mengenal keluarga Aufi, sudah tau jelas betul bebet bobotnya dan keturuannya, " batah Kakeknya lagi
" Pokoknya Nenek dan kakek gak mau di negosiasi lagi, kalau masih membantah, kami loncat dari apartemand ini," ancam neneknya pada Maulana
Semua tentu kaget, bahkan Maulana dan orang tuanya, sampai gak di beri kesempatan untuk memberi alasan, dan menjelaskan tentang siapa keluarga Zula
" Harus mau, dan 3 Hari Lana sudah siap menikah, pas kami ambil di moment ulang tahun Lana, kakek gak menerima penolakan, kalau sampe penolakan terjadi, lebih baik kakek sama nenek, mati, dari pada mengingkari janji" ucap kakeknya dan langsung pergi meninggalkan Mereka
Maulana sangat terpukul, ingin rasa di minum ra*un, biar dia yang mati dari pada menerima kenyataan pahit ini
Dari pada dia harus melukai hati Zula nantinya, itu paling gak sanggup, dia tau cerita hidup Zula semua, dan dia pernah berjanji gak akan pernah menyakiti hati Zula lagi, Zula sudah sering sakit hati, sudah kenyang makan hati sedari kecil
Tapi kali ini mau berkata dan menghubungi Zula juga tidak bisa, ponselnya di sita, dan dia juga gak akan pernah mampu membuat hati Zula terluka
" Abi gak bisa berfikir Lana, " jawab ayahnya
" Bunda juga, " tambah Bundanya
Secara ini pilihan terberat mereka, apa lagi dengan ucapan nekat orang tua mereka itu pasti gak ada duanya
" Kamu hubungi Zula dulu, jelaskan semuanya" ucap Bundanya
Seketika Maulana menggelengkan kepalanya
" Lana gak mampu Bunda, Lana gak sanggup harus menyakiti hati Zula, " jawab Lana sampe menangis
Dia pernah mendengar cerita gimana jalan kehidupan Zula kala itu, dan dia paking fak mampu dan gak kuat kalau harus mendengar hal itu
" Mau pake hp Abi?" tanya Ayahnya menawarkan
Maulana masih ragu dan...Neneknya datang kembali untuk meraoas juga ponsel ayahnya dan juga Uminya
" Gak perlu menghubungi siapapun, kalian terima beres, " ucap kakeknya juga
Dan mengambil juga dompet mereka semua, karena takut mereka beli nomer baru dan ponsel baru, bahkan semua fasilitas di ambil oleh mereka
__ADS_1
Maulana saking betenya, dan langsung pergi masuk ke kamarnya
Di resto hotel, Zula dan Ryan mengerjakan tugas tugasnya sampai larut malam, dan sampe beberapa kali Zula memesan makanan untuk menemani kerjanya
" Hoaam...." Ryan sudah mulai menguap
" Waktunya tidur..." Ucap Zula menyindir
" Nanggung, " jawab Ryan masih mengotak ngatik laptopnya
" Udah ngantuk juga" jawab Zula kesal lama lama
Sampai akhirnya selesai juga tugasnya di jam setengah 1 malam, waktu Turky
Pagi harinya setelah sholat subuh mereka berdua siap siap di kamar masing masing, untuk menghadiri pertemuan di salah satu perusahaan besar
Di mana di sana semua perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan Zain semua kumpul, salah satunya adalah perusahaan milik ayahnya Maulana
Cuman karena beberapa waktu lalu, Ayah maulana sudah ambil cuti karena kehadiran orang tuanya, makanya hanya anak buahnya yang mewakili
Dan mereka juga gak tau kalau perwakilan dari perusahaan Zain adalah Jihan, karena setau mereka biasanya kalau gak Zain sendiri dan Irfan ya seperti beberapa waktu lalu, Irfan sama Ryan
Kini keduanya sudah di mobil yang siap mengantar mereka
Mereka gak sanggup sarapan lagi dan hanya membawa susu kemasan yang di berkan dari pihak hotel dan juga roti selai
Karena jaraknya cukup jauh kalau nunggu sarapan gak sempat lagi
" Gue tuh paling males kalay sarapan cuman makan seperti ini" Ucap Ryan sambil membolak balikkan rotinya dan juga susunya
Zula tidak menanggapi dan tetap mengunyah roti yang ada di tangannya
Ryan masih membolak balikkan toti dan susunya, karena dia gak suka sama susu juga
" Mau roti ?" tanya Zula iseng sambil menunjukkan roti yang sudah dia gigit
" Enggak" jawab Ryan singkat dan Zula mengambil Roti Ryan
Ryan kaget dong dan tentunya protes
" Kok roti gue di ambil"
" Katanya gak mau, ya udah buat gue aja" jawab Zula santai mengikuti trand yang lagi viral
Ryan kembali berfikir dan rau apa balasannya
" Mau susu?" tanya Ryan berniat agar mau mengambil susu Zula
__ADS_1
" Mau" jawab Zula langsung merebut susu kemasan yang ada di tangan Ryan..