Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Janji Ryan


__ADS_3

Zula otomatis kaget dengan ucapan Ryan yang bisa mengatakan memutuskan kontrak kerja sama, kalau Ryan bilang sama Zain tentu Zain langsung menyetujui apa lagi kalau sampai Zain tahu kalau Zula gak bisa tenang saat kerja dan sering kumat kunatan


" Heh.. Ngawur, itu perusahaan siapa?" ucap Zula mengalihkan


" Ya kalau karyawannya saja gak nyaman kan? masak mau di teruskan, gue yang bilang sama pak Zain" jawab Ryan gak mau menyerah


" Iya tapi tau lah kita lho ibarat di sini tuh kerja, babu lho Pak, okey gue sadar gue sudah masuk dalam keluarga mereka, tapi gue siapa? Gak usah aneh aneh deh, loe pikir aja lagi gimana resikonya" jawab Zula langsung menghadap pada Ryan yang sambil fokus nyetir


" Iya Tau, perusahaan kita sudah berjalan bekerja sama 6 bulan, keuntungan yang sudah di dapatkan mereka dari perusahaan kita sudah balim modal awal, kalaupun ada pinalty itu juga gak semuanya La, kalau loe masih galau seperti biasa, gue putuskan sepihak dan gue yang bayar pilatynya" jawab Ryan nekat dan Zula sampai gak habis pikir sebegitunya Ryan sama dia


Seneng sih itu artinya Ryan peduli sama dia, tapi kalau itu terjadi dia juga kasian sama Ryan kalau mau nanggung pinaltynya juga


" Milyaran lho " Ucap Zula lirih


" Gue gak peduli La, yang penting loe kerja tuh nyaman gak banyak pikiran, " jawab Ryan kekeh


" Lagian saham kita sama mereka itu 60 %, 20 % milik perusahaan lain, dan 20 % milik perusahaan keluarga Maul, kalaupun kita lepas dia, kita tarik aja semua karyawan kalau loe mikirin karyawan, gue tau elo tuh keras kepala, tapi Elo mikirin karyawan yang kerja, ya udah kita lepas terus tarik kembali jadi keryawan kita, " jawab Ryan mengajukan pertimbangannya agar Zula gak kepikiran


" Itu kalau loe besok masih galau La, kalau enggak ya udah, mau gak mau gue ajukan pemutusan kontrak kerjasama, gue siap cari infestor lainnya, dan gue siap ganti rugi" tambah Ryan yang membuat Zula tidak bisa kembali berkata


Zula terdiam cukup lama, bukan memikirkan masalah Maul, dia berfikir segitu pedulinya musuhnya dulu pada dirinya


Dan rasanya pengen langsung mengakui kalau dia pemilik perusahaannya,tapi lidahnya sangat kelu dan kaku


" Hay... Diem aja, ngantuk?" tanya Ryan pada Zula


Zula menoleh pada Ryan dan terbuyar lamunannya


" Loe melamun La? Mikirin itu?" tanya Ryan mulai mencairkan suasana


Zula dengan polosnya mengangguk karena dia bingung mau jawab apa, dia sangat kepikiran banget, gara gara dia Ryan harus berkorban kalau memang besok benar terjdi


" Ya Elah..." ucap Ryan mengelus kepala Zula


" Makanya jangan galau terus cil, " Ucap Ryan memanggil Zula dengan sebutan bocil


" Asem" jawab Zula dan Ryan tertawa

__ADS_1


" Kita mampir dulu ya, " Ucap Ryan lagi


" Mampir kemana?" tanya Zula


" Cari ice cream biar loe gak galau" jawab Ryan dan Zula langsung berbinar


Ryan tau kalau kesukaan Zula itu selain nyemil ya Ice cream, dan itu adalah cita cita Ryan yang bisa memberikan hal sepele tapi sangat di hargai


Tidak hanya sekali, kalau Zula kembali kumat galaunya Ryan sering mengajaknya makan ice cream sambil menenangkan pikirannya


Melihat hal itu Ryan bahagia banget, dan pemberiannya di hargai oleh Cewek, dulu saat dia mengenal sosok santri putri yang akhirnya ci ta tak terbalas dia sering kirim makanan dan jajan juga, cuma kata makasih aja gak pernah di terima


Sesampainya di salah satu kafe Ice cream Zula turun bersama dengan Ryan yang mengambil Alih baby Bibi dan di gendongnya


Ryan kini duduk dengan memangmu baby Bibi yang sedang memakan kentang goreng yang barusan di pesan


Zula masih menikmati ice cream dengan begitu santai dan menghanyutkan kegalauannya dalam larutan lelehan ice cream dalam mulutnya


" Baby...." panggil Ryan


" Hem..." saut baby Bibi pada Ryan


" Ula no" Ucap Baby Bibi dan Zula tersenyum


Setelah itu dan Zula agak enakan Zula kembali pulang karena sudah agak sore dan Umi Jihan mencari bayi nya


Sesampainya di sana Ryan gak mampir lagi karena mau peking paking nanti malam jam 3 udah harus bangun untuk menjemput Zula, karena penerbangannya sangat pagi banget


Dan Zula langsung masuk sambil menggendong baby Bibi yang sudah tertidur pulas


" Assalamualaikum.." Ucap Zula lirih agar tidak terdengar


" Waalaikumsalam.." jawab Jihan yang langsung faham


Jihan memindahkan baby Bibi ke tempat tidurnya dan Zula pun ijut berbaring di sana


" Dari mana aja?" tanya Jihan lirih

__ADS_1


Zula tidak menjawab dan pindah di dekat Uminya , Lebih tepatnya di pangkuan Uminya


" Mi..." Panggil Zula lirih


" Hem.." jawab Jihan lembut


" Ula gimana ya Mi?" tanya Zula bingung sendiri


" Gimana apanya?"


" Keadaan Zula masih sama Mi, Zula takut Zula belum siap bertemu an berhadapan dengan Maul lagi" jawab Zula mulai buka suara


" Abah udah bilang lho kak, kalau mau di putus kerja samanya" jawab Zain yang menyusul Zula dan baru saja masuk


" Tadi pak Ryan juga bilang gitu Bah" jawab Zula masih bimbang


" Ya udah tunggu apa lagi, abah malah seneng dari pada kamu paksa kerja seperti ini Abah makin khawatir," jawab Zain yang duduk di sebelah Jihan yang mengelus kepalanya Zula lembut


" Tapi Ryan kok bisa bilang gitu gimana?" tanya Jihan lagi


Zula yang akan menutup akhirnya buka suara juga dan menceritakan semuanya gimana yang terjadi padanya beberapa waktu lalu, dan bahkan disetiap pertemuan


" Kalau gitu kamu ngaku aja La, kalau kamu anak Abah, dan Umi, biar Ryan gak nekat, apa Umi dan Abah yang bicara langsung?" ucap Jihan setelah mendengar cerita dari Zula


" Jangan Mi, Zula terus berkawan dengan siapa kalau dia tahu Zula sudah bohong padanya, Zula gak ada rekan dekat Mi, senua sudah punya pasangan masing masing" jawab Zula masih manahan


" Ula takut nanti dia kecewa dan Ula gak punya teman di kantor, dia baik Mi, " tambah Zula lagi


Karena memang kerjanya Zula hanya di lantai paling atas dan hanya terisikan 3 orang jadi kurang akrab sama anggota dan karyawan lainnya


Intinya saat ini sama sama takut kehilangan dan takut terpisah di antara leduanya karena sudah saling memberi kenyamanan saat bekerja sama


" Terus Abah Umi harus gimana?" tanya Zain lagi


" Hem.. Kalau Ula lihat dia juga gak kaya raya sih, dan sederhana" jawab Zula yang berfikir sendiri


" Apa hubungannya?? Kaya enggaknya untuk apa?" kurang faham Zain

__ADS_1


" Dan abah sama Umi harus bantu apa dan jadikan apa,?" bingung Zain lagi


" Jadikan mantu aja, gitu aja ribet"


__ADS_2