Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Story cinta


__ADS_3

Kini mereka pada jalan masing masing ke tempat tujuan masih masing


Seperti saat ini Ryan dan Zula hendak menuju ke kantor, karena tema prewedding mereka adalah story PERJALANAN CINTA,


Ya Zula memilih itu sebagai bentuk kenangan di mana kalau tidak semua musuh akan tetap jadi musuh,


Tapi justru sebaliknya akan menjadi jodoh seperti yang dia alami saat ini, musuh jadi jodoh, dan damai itu indah


" Sayang... Gak mau ambil tema anak SMA?" tanya Ryan


" Enggak lah... SMA, gue aja gak lulus SMA" jawab Zula santai


" Kok bisa gitu, jadi kuliahnya?" tanya Ryan bingung


Tapi justru Zula tertawa terlebih dahuli sebelum bercerita


" Tau sendiri lah, anak siapa ya, jadi sekolah setehun setengah minta ijazah bisa lah ya, aman bisa masuk Universitas langsung" jawab Zula santai dan Ryan tersenyum sambil geleng geleng kepala


" Jadi dulu sekolahnya di BNT?" Tanya Ryan dan Zula mengangguk


" Abang mondoknya di depan BNT Pas" jawab Ryan yang baru mau cerita


" Serius?" kaget Zula dan menegakkan duduknya yang awalnya bersandar


" Iya kenapa emangnya, abang tuh ponakannya Abah pengasuh, abahnya Abang, abangnya abah pengasuh" jawab Ryan lagi dan Zula mekin terkaget kaget


Melihat Ekspresi Zula, Ryan makin heran dan bingung


" Kenapa sih? Kaget gitu, ada yang salah?" tanya Ryan lagi


" Gue alumni situ juga lho bang, dari cuplis gue di sana" ucap Zula dan Ryan tak kalah kaget


" Yang bener sayang?" tanya Ryan masih gak percaya


" Bener, sampe akhirnya gue minta lepas dan kembali ke rumah" jawab Zula lagi dan Ryan masih bertanya tanya sosok wanita yang di sayangi dulu yang mana


" Adek tahun berapa?" tanya Ryan


Kemudian Zula bercerita awal masuknya dan keluarnya


" Abang Mulai Mts di sana, sampai S1, S2 dapat beasiswa di UI, dari perusahaan Abah Zain" jawab Ryan baru bercerita juga


" Berarti udah di sana dong, apa jangan jangan.." Ucap Zula teringat saat Ryan mengaji pas 7 hari mbahnya


" Apaan sih kok jangan jangan" jawab Ryan sambil senyam senyum


" Abang tau gak yang dulu santri putra, setoran hafalannya paling akhir, kalau ada semaan bareng santri putri paling pertama, di aula" ucap Zula bertanya terlebih dahulu


" Itu Abang sayang.. Kenapa?" jawab Zain yang memang dia selalu begitu setor paling akhir dan semaan pembuka

__ADS_1


" Bang... Gak ngaku ngaku kan?" tanya Zula sambil menatap lekat Ryan


" Kenapa sih?? Salah ada apa dengan itu?" heran Ryan masih bingung


" Sumpah gue ngefans sama tuh orang" jawab Zula makin gemes dengan calon suaminya


" Ah masak....? Yang bener aja, " goda Ryan dan Zula sudah mulai makin gemes dengan Ryan


" Serius, gue tuh gak tipe gampang jatuh cinta, tau sendiri kan, tapi kagum, iya, pas Abang ikut ngaji di rumah, gue teringat sosok itu yang persis kayak abang, suer" jawab Zula berterus terang


Ryan tersenyum dan bangga juga sih, ternyata calon istrinya ini adalah pengagum beratnya pada waktu itu, Ryan mengelus Zula dan khilaf sampe membawa Zula dalam dekapannya sambil nyetir


" Tapi Abang ada gak sosok cewek yang di sukai, selain yang di tinggal nikah itu" tanya Zula kembali ke posisi awal


" Yang di tinggal nikah bukan teman pondok sayang, gak sepondok juga" jawab Ryan lembut


" jadi?" tanya Zula


" Teman kampus di pondok sebelah kok, bukan sepondok juga, cuman pas itu gak lama sih, cuman dia seangkatan dan sekelas juga, cerdas sih, sat set, tapi ya gak level sama abang yang masih ingusan" jawab Ryan mulai cerita


" Terus terus?" tanya Zula kepo


" Udah gak usah di bahas, " jawab Ryan dan Zula mengangguk


" Tapi kalau sosok yang Abang kagumi saat di pondok dulu tuh ada, hem... Dia tuh kecil tapi cabai rawit, sempet ya mikir dulu kalau punya istri semungil itu, dia pinter banget sat set, yang abang seneng saat SD udah hatam Hafalannya, SD Klas 4, imriti, dan pas sudah Mts, detik detik abang mau lanjut S2, dia sudah hatam sab'ah di kelas 2 Mts, sama Alfiyah, jos menang, mengagumkan" jawab Ryan dan Hal itu adalah hal yang di lakukan Zula


Tapi Zula gak kepedean karena mungkin selain dirinya toh dia belum faham juga ada orang lain gak


" Dan sering nangis ke Ndalem Abah Umi kan?? Sering laporan dan gak punya kawan, di bully karena tidak punya ayah di anggap anak sampah dan buangan, anak terlarang?" lanjut Zula yang faham dengan semuanya


Secara itu dirinya sendiri yang menjalankan pasti kenangan itu tidak ingin terulang kembali


" Kok Sayang faham" ucap Ryan karena dia adalah orang ndalem yang selalu ada di keluarga abah Yai


" Abang tau gak siapa dia sebenarnya?" tanya Zula dan Ryan menggelengkan kepalanya


" Ini Bang... Itu adek, calon istri Abang saat ini" jawab Zula mengaku


Ryan langsung ngerem mendadak karena kaget, untung jalanan sepi dan di jalan searah


Ryan langsung menepikan mobilnya


" Sayang serius?" tanya Ryan menghadap Zula


Zula tersenyum tipis dan mengangguk


Ryan seolah bertanya apa yang terjadi sebenarnya, kalau dia menyenbenyikan identitasnya sebagai anak Zain okey, mungkin karena ingin jadi detektif, tapi cerita ini gak logis dan Ryan makin penasaran


Secara dia menyaksikan langsung gimana sosok Zula kala itu, gimana sikap dia saat berada di pesantren waktu itu

__ADS_1


" Nanti setelah menikah Adek cerita, panjanga banget yah" ucap Zula dan Ryan mengangguk


Ryan percaya Zula orang baik, dan dia ada alasan dan cerita masa lalunya, kemudian Ryan memutar setirnya dan lanjut perjalanan


" Masyaallah sayang... Ternyata kita memang saling mencintai sejak dulu" ucap Ryan dan Zula tersenyum


" Harapan konyol kita di ijabah setrlah berfahun tahun lamanya sayang" jawab Zula dan Ryan seolah ingin kembali mendekap Zula


Tapi aeet... Belum waktunya dan takut kebablasan bahaya


Seharian penuh mereka mengambil foto, prewedding dengan gaya awal mereka bertemu, bekerja sama, berantem, meeting bareng, persentase dan bahkan bedua pergi semobil, sampai di pesawat dan tangisan Zula saat putus cinta


Dan berakhir dengan tembakan keduanya saat Ryan terpuruk gak punya apa apa , lanjut di mengaji bersama


" Story Kisah Cinta" Tema prewedding mereka yang cukup banyak dengan foto foto dengan tema tersebut


____________


2 hari berlalu, di mana hari ini adalah hari tunangan mereka


Keluarga Ryan sudah datang, dan Ryan sudah cerita dengan Abah pengasuh yang ternyata Omnya Ryan


Dan sekarang mereka sudah berada di halaman rumah megah al Musthofa


Yang di sulap menjadi gedung mewah untuk acara pertunangan mereka


Zula di dalam sudah di dandani cuantik, dengan menggunakan kebaya rancangannya sendiri yang di jahit kebut oleh penjahitnya


Ryan menggunakan batik yang senada dengan bawahan Zula,


Zula kini di umpetkan, acara demi acara sudah di mulai


Dan ini penebakan Ryan yang benar benar tau betul dengan sosok calon istrinya


Ada beberapa santri yang di minta untuk menjadi tebakan Ryan


7 santri gak ada yang Ryan akui, dan masih berkata bukan yang itu dan kini Zula sudah mulai di keluarkan , dan di tutup dengan jarik


" Assalamualaikum abang" Ucap Zula di balik tirai


" Waalaikumsalam sayang" jawab Ryan langsung mendapat tepuk tangan yang cukup meriah


" Ini betul adek Zula" jawab Ryan dan Tirai langsung di bukak


Tepuk tangan bergemuruh oleh pada hadirin yang hadir dan sorakan yang meriah juga karena memang tepat


Ryan tak berkedip melihat sosok wanita cantik pilihannya di giring ke pelaminan tunangan


Ryan menyampaikan maksud dan tujuannya dengan linangan air mata haru, begitu juga dengan Zula yang menerima pinangan Ryan dengan tangisan haru

__ADS_1


Sampai akhirnya penukaran cincin yang di sematkan oleh ibu masing masing


Hingga kini mereka menggunakan cincin cantik yang melingkar di jari mereka


__ADS_2