
2 Bulan berlalu, kondisi Jihan saat ini sudah semakin membaik, dan sudah tidak kembali muntah lagi, dan mulai berbaikan gizi ibu hamil, yang selama 6 bulan berat badan turun sampe 8 kg, karena sering muntah dan sering bolak balik ke rumah sakit
Di simertri 2 menginjak 3 ini, Jihan sudah lumayan, di usia kehamilan 6 bulan, sudah mulai makan terus dan mulai menikmati semua makanan yang ada
Dan sudah beberapa kali juga ngidam yang cukup membuat Zain kualahan, pasalnya beberapa waktu lalu Jihan pengen makan pizza yang langsung di Italia,
Dan namanya juga sultan Zain pun bersedia mengantarkan Jihan untuk ke Italia, hanya untuk makan Pizza saja, dan habis itu minta pulang
Ke tiga anaknya sempet geleng geleng kepala melihat keinginan Uminya yang cukup membuang buang waktu saja
Bahkan beberapa waktu lalu juga pengen ke makan makanan padang langsung di Padang,
Dan kali ini Umi Jihan pengen makan Kebab yang asli dari Turki, dan langsung makan di sana, sama dengan minum kopi asli Turki yang di masak dengan pasir
Kali ini Zula sedang membantu Uminya peking sebelum berangkat ke Turki
" Aduh dek dek... kamu tuh, mau seperti abang El ya, pengennya jalan jalan keluar negri aja" ucap Zula sambil mengelus perut Uminya
" Kalau Abang El dulu temani Umi kerja, Kalau ini kan cuman mau Healing" jawab El yang ikut masuk di kamar Uminya
" Dulu pas Hamil Ula, Umi keluar negri Juga gak?" tanya Zula penasaran
" Hem.... Kemana ya La, iya sih, tapi kemana Umi lupa" jawab Jihan yang sudah terlupa
" Ke Makkah, .. Umroh, jumpa Abah tapi gak sadar" jawab Zain saat keluar dari kamar mandi
" Abah gak nyamperin sih" ucap Zula sok tau
" Udah, bahkan Umi hampir terjatuh dan di tangkap Abah, pas di jabal Rahmah" jawab Jihan bercerita
" So sweet.." ucap Zula terkesima
" Loe gak ikut sekalian ke Turki La? Mampir ke calon mertua" ucap El pada Zula
" Turkinya di mana? Enggak lah, bisa di bantai gue sama Ryan, izin aja, minggu depan kan harus ke German" jawab Zula karena minggu depan mau ikut ke German untuk tunangan El
" Masih lanjut debatnya sama Ryan?" tanya Zain mendekat pada Zula
" Wajib Bah" jawab Zula singkat membuat Zain terkekeh
" Baby... Sehat sehat ya di jalan, jangan buat Umi muntah, kasian Umi masih perbaikan gizi" ucap Zula mengelus perut Jihan
" Baik kakak cantik" ucap Jihan mewakili jabang bayi yang ada di perutnya
Sesaat kemudian Al ikut masuk ke kamar abahnya, sebelum abah dan Uminya pergi untuk menuruti ngidamnya
__ADS_1
Al berjalan dan mendekati Jihan dan duduk di hadapan Jihan
" Eh.. Baby... manja banget sih kamu, ngidamnya aneh aneh aja, " ucap Al seolah menegur calon adeknya
" Ya begini dong bang, kalau hidup Umi udah bahagia, harus di nikmati" jawab Jihan santai dan Al berdiri setelah mengelus perut Uminya
" Dulu pas Umi hamil Al masak gak bisa jalan jalan" ucap Al bertanya
" Bisa dong, mau kemana Abah juga bisa turutin, cuman Uminya sibuk sekolah sibuk kuliah" jawab Zain menjelaskan
" Hem... Pantesan aja, orangnya jadi bagian pendidikan ini, dulu Uminya pas hamil nelen semua buku perpus kok" jawab El nyeleneh dan menjadi tawa bagi semua yang ada di sana
Selanjutnya Zain dan Jihan di antar anak anaknya ke bandara, dan setelah mengantar ke bandara mereka lanjut ke Mall, untuk menemani El yang akan mencari cincin tunangan untuknya dan Ailza
Karena Sepulangnya Jihan dan Zain dari Turki mereka akan langsung ke German untuk melamar Ailza
Di Toko perhiasan, El sibuk memilih dan di dampingi Zula yang memberi rekomendasi
" Gue sekalian dong La, yang cocok" ucap Al tiba tiba
Zula dan El kompak terhenti, dan mengerutkan keningnya, seorang Al yang belum punya pacar minta sekalian di pilihkan
" Mau melamar juga? sama siapa?" goda Zula mendekat pada Al
" Curiga Gue La, jangan jangan nanti dia setres gara gara kita langkahin La" ucap El yang terdengar oleh Al
" Enak aja, gue normal, dan memang gue nikah sebelum kalian nikah, gak boleh langkah langkah kualat" jawab Al santai dan mendekat
El dan Zula makin melongo dengan ucapan Al, yang tiba tiba mau menikah aja, selama ini dia gak ada cerita dekat dengan siapa, dan tiba tiba bilang gak mau di langkahin oleh adek adeknya
" Kenapa kalian bengong? gak terima? gak boleh ngelangkahin lho ya, gak takut kualat" ucap Al santai kemudian memandangi perhiasan di hadapannya
" Gak gitu bang... Loe mau melamar siapa?" tanya Zula heran
" Ada, udah ayo pilihin jangan banyak tanya, " jawab Al santai
" Bukan gitu, loe belum pernah cerita lho sama kami, gak etis dong" jawab Zula gak terima dan gak percaya
" Iya tuh, sama siapa sih? dekat dengan yang mana?" tanya El malah gak fokus sama tujuannya
" Jangan jangan loe kembali sama mantan? jadi pembinor?" tanya Zula menebak
" Enak aja, dia masih gadis aja gue gak mau, apa lagi sekarang sudah punya suami, udah hamil dia, " jawab Al cepat
Pasalnya memang si Yasmin saat ini sudah mengandung, karena sekali tembak langsung jadi dan sekarang sedang hamil muda sekitar usia 5 minggu
__ADS_1
" Wah sadis kang ilyas, sekali langsung jadi" ucap El dengan pikirannya yang traveling
" Kan di Gas poll" jawab Zula ngawur
Hingga akhirnya semua sudah di beli dan sudah kembali pulang ke rumah
Al masih belum mengaku dan bercerita kepada adek adeknya, bahkan sampai Zula mendesak dan menebak nebak Al sama sekali tidak menjawab
Keesokan harinya, Al membawa cincin tersebut ke sekolah, atau ke kampus, karena memang hari ini dia akan menyatakan cinta pada seseorang
Setelah 2 bulan dia mendekati dan akan adanya sinyal yang cukup membuatnya Yakin, di tambah kemantapan dari sholat Istikharoh yang makin membuat dia mantap karena petunjuk yang Allah berikan cukup membuatnya makin yakin
Di jam pertama Al mengajar di BNT, di kelas 12A IPA, di sana banyaj gadis cantik muridnya yang tentunya mengidolakannya
Seperti Zain dulu, menjadi idola dari para kaum hawa, tapi Zain cukup santai dan tidak menanggapinya, sama dengan Al yang santai tidak menanggapi lebih, karena saat ini ada satu nama yang ada di dalam benak hatinya
Jarum Jam terus berputar, hingga waktu senja telah datang,
Sebelum pulang Al biasanya ke ruangannya dulu, untuk mengecek berkas berkas yang sudah di siapkan oleh Sekertarisnya yaitu Aliza
Dan benar Aliza sudah ada di ruangannya untuk menyampaikan berkas yang perlu Al tandatangani
" Assalamualaikum" ucap Al saat masuk ruangannya
" Waalaikumsalam" jawab Aliza dan berdiri dari duduknya
" Mau nganter berkas?" tanya Al dan Aliza mengangguk serta tersenyum
" Okey, " Jawab Al santai dan Aliza memberikan berkasnya
Al menerimanya dan terduduk kembali di kursi jabatannya
Al mulai membaca dan menandatangani semua berkasnya
Aliza masih menunggu karena berkas tersebut akan kembali di setorkan ke pihak menanggung jawab
Tapi Al justru tidak memberikan langsung pada Aliza dan malah berjalan ke pintunya dan mengunci pintu ruangannya
Aliza kaget dan sudah mau gemeteran, karena tidak biasanya Al mengunci pintu ruangannya apa lagi masih ada di sana
" Duduknya pindah sofa dulu ya , ada yang mau saya omongkan" ucap Al serius dan Aliza mengangguk dan pindah ke sofa sesuai perintah Al
Setelah Aliza pindah dan duduk, Al juga ikut duduk di sebelah Aliza
Aliza sudah cukup gemeteran, dan jantungnya sudah dag dig dug diieerr.. karena gugup berhadapan langsung dengan Al, dengan jarak yang begitu dekat
__ADS_1