
" Ya udah sana dekati adeknya minta maaf sama Adeknya, jangan buat dia menangis lagi" ucap Aliza meminta pada Al untuk menyambangi Zula di kamarnya
" Masih mau peluk Adek dulu" jawab Al manja
" Idih... Makin manja sekarang ya, seorang Al Musthofa, yang terkenal garang dan cuek, apa lagi kalau lagi marah, hem... Habis dunia, sekarang manja" jawab Aliza mengelus wajah Al lagi
" Kan sama istrinya sendiri sayang, Adek juga gitu, seorang Aliza pendiam dan pemalu, kalau sedang di garap agresif dan ganas" bantah Al lagi membuat Aliza tertawa
Mereka kembali saling bercanda dan bercumbu Ria, hampir aja kembali kebablasan tapi Aliza kembali mengingatkan untuk segera ke kamar Zula untuk minta maaf
" Udah sana lho, Adek mau siap siap, 2 jam lagi kan OTW ke acara lamaran" ucap Aliza karena nanti jam setengah 2 siang udah OTW ke rumah Ailza
" Okey adek siap siap ya, Mas ke kamar Zula dulu" ucap Al sambil bangkit dari tidurnya dan
Cup.... kecupan mendarat ke kening Aliza dan lanjut berjalan keluar kamar
Kamar Al dan Zula tidak jauh, paling jarak 2 kamar yaitu kamar Umi dan juga Mbahnya
Tok tok tok...
" Assalamualaikum...." ucap Al sambil mengetuk pintu
Ting tong ting tong
" Assalamualaikum...." tambah Lagi dengan memencet bell
" Waalaikumsalam..." jawab Zula dari dalam dan ceklek..
Pintu terbuka dengan menampilkan wajahnya keluar dari kamar
" Bang... Masuk lah" ucap Zula mempersilahkan masuk pada Al
" Tumben kemari, gak enak enak lagi?" tanya Zula masih ada desiran yang memanas di hatinya
Al tidak menjawab dan merangkul pundak Zula, serta mencium keningnya
" Enak enaknya kan udah tadi, Abang kangen sama adek perempuan Abang ini" jawab Al sembari duduk dan mengelus kepala Zula yang sama sama sedang duduk
" Masih ingat?" sindir Zula
" Ya jelas dong, Mana pernah lupa Abang sama Loe La, " jawab Al santai dan membawa Zula bersandar di dadanya .
__ADS_1
" Abang Minta maaf ya La, Abang gak bermaksud tadi," ucap Al menyampaikan maksud dan tujuannya
" Ula juga minta maaf ya bang, kalau Ula terlalu berlebihan, dan Lebay" jawab Zula sadar diri
" Enggak Lebay, abang yang lupa akan janji Abang sendiri" jawab Al menetralkan suasana
" Janji Apa?"tanya Zula bingung
" Abang janji sama diri Abang sendiri, akan selalu menjagamu, menbahagiakanmu sampai kapan pun" jawab Al apa adanya dan Zula masih di pelukannya
" Loe tuh adek abang perempuan satu satunya, Abang sebagai yang paling tua belum lama bisa membahagiakan loe," jawab Al masih mengelus pundak Zula
" Abang kena sempror kakakmu tadi, gara gara bikin kamu nangis" tambah Al lagi menceritakan Aliza
Mendengar cerita Al, Zula tertegun karena kakak iparnya itu luat biasa banget dalam menyikapi segala hal
" Gimana? seneng dan bahagia gak punya pendamping terbaik seperti mbak Liza?" tanya Zula lagi, karena dulu Zula yang memberi dukungan penuh
" Sangat sangat bahagia, dia selalu mengakah, dan snagat pengertian dalam hal apapun, terutama dalam hal ranjang iya gak?" goda Zula yang tau karena Abangnya jarang keluar dari kamar karena urusan ranjang
" Wah kalau itu nomer satu" jawab Al membuat mereka tertawa ngakak
" Loe nanti gak pindah tempat kan bang, tetap di rumah Abah kan?" tanya Zula lagi
" Ngapain??" tanya Jihan heran
" Ngabisin waktu di kamar gak ada yang manggil Manggil" jawab Al kony makin membuat Zula ngakak
" Segitunya ya pengantin baru, udah ah... Belum waktunya gue, jangan di ajak ngobrol soal itu" jawab Zula risih sendiri
Al masih memeluk adek perempuannya dan masih berbicang bincang serta saling memberi pengertian, dan ngobrol syahdu keduanya
Setelah sholat dhuhur dan siap siap, kini saatnya acara ke rumah Ailza
Di Rumah Ailza semua sudah siap tersedia, mereka menggunakan sragam ke baya dan batik ala khas Indonesia
Sengaja memang, dan itu rekomendasi dari keluarga Al Musthofa , dengan di baluti hijab semuanya yang ikut pada acara siang ini, kecuali yang cowok ya
Keluarga Ailza tidak berhijab sebenarnya, Cuman Aliza dan ibundanya saja yang berhijab,
Walaupun mereka juga bukan ahlul Qur'an tapi El menerima apa adanya tanpa menuntut lebih pada Ailza
__ADS_1
Seserahan sudah di siapkan, dan siap di antar ke rumah Ailza, kini mobil sudah siap di halaman hotel bintang lima tempat mereka menginap
Aliza dan Zula memakai baju kembar sesuai yang mereka rencanakan dan di sainkan, sedangkan seperti Ulfa, Jihan dan Luna juga sama sama memakai gamis brukat yang sesuai kenyamanan mereka
Aliza dan Luna, mimilih digsain modern dan kekinian sesuai fashion Zula yang seorang seleb gram
" Ini kalau yang memakai seleb ya cocok, " Ucap Al saat melihat Baju Yang Aliza kenakan
Dari mulai pas pertama di pakai sampai lantai dasar Al terus mengamatkan, dan tidak seperti biasa yang istrinya kenakan
" Emang kalau yang makai mbak Liza gak pantes bang?" saut Zula sambil menggandeng Aliza
" Bukannya gak pantes, Abang cuman gak mau aja nanti dia di lirik bule sini" jawab Al membuat Aliza merona pipinya
" Eleh..... Siapa juga bule yang mau sama Adek Mas" jawab Aliza merendah
" Jangan salah sayang, justru bule bule jerman tuh carinya yang seperti kita kita ini, berkulit sawo matang, apa lagi yang hitam" jawab Al ngasal
" Takutnya kalau mereka kepincut sama adek gimana, bahaya dong" ucap Al lagi
" Jadi maksud Mas, Adek hitam kulitnya?" saut Aliza pura pura tersinggung
" Bukan gitu, Mas gak bilang gitu ya" jawab Al langsung merangkul Aliza dan menciumnya karena kebucinan Al pada Aliza
Kini mereka sudah memasuki mobil dan siap berjalan ke rumah Ailza, El sudah duduk di mobil bersama dengan mbah dan kedua orang tuanya.
" La, Om sama tante ini buta huruf inggris, gak tau gimana bahasa inggris, nanti kalau di ajak ngobrol gimana?" ucap Rizqy was was
" Jawab aja dengan Yes aja " jawab Zula nyeleneh
" Jawab pake bahasa jawa aja Om, biar imbang sama sama gak faham" jawab Al sambil tertawa
" Ngawor..." ucap Rizqy menonyor Al yang ada di depannya
" Gak bisa ngobrol ajak aja ngobrol tante, " jawab Ula santai
" Ini juga paling gak bisa juga bahasa Inggris" ucap Al pada Aliza
" Kalau Adek gak bisa berarti sekolah BNT kurang berkualitas dong" jawab Aliza membalikkan ucapannya
Karena Aliza adalah lulusan BNT, sebelum Al masuk sebagai kerua yayasan BNT
__ADS_1
" Hayo gimana? Gini gini lulusan BNT lho mbak Liza mas, jangan merendahkan sekolahmu sendiri dengan mwnghina orang lain lho ya" ucap Zula membuat Al menciut