Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Habis sama Zula


__ADS_3

Seperginya Ryan dan juga Ucup dari tempat masing masing, salah satu teman Ryan nekat untuk mendekati Zula, dengan berniat mengajak kenalan


" Gue duluan ya, kalian nanti, gantian kita biar gak takut dia" ucap salah satu teman Ryan


Dan Diapun lanjut berjalan santai mendekati Zula yang sedang menatap pandangan luas pegunungan


" Hay Neng.... Sendirian aja magrib magrib" ucap Teman Ryan mulai mendekati Zula


Zula masih diam tak berkutik, bahkan menoleh ke asal suarapun enggak


Teman Ryan menggaruk kepalanya sendiri yang tidak gatal karena gak dapat jawaban dari Zula


" Neng, jangan ngalamun magrib magrib entar ke sambet lho" ucapnya lagi duduk di sebelah Zula


Zula masih diem dan terus menatap kearah yang masih sama tadi, tanpa sama sekali menoleh ke arah teman Zula


Dari jarak jauh teman temannya justru menahan tawa karena sikap Zula yang tidak menanggapi sama sekali


" Eh.. Si Eneng" ucapnya lagi sambil menepuk pundak Zula


Zula pun akhirnya menoleh ke arahnya, dan teman Ryan tersenyum


" Akhirnya noleh juga si Eneng" ucap ttemannya Ryan


" Gue?" tanya Zula menunjuk dirinya sendiri


" Loe ngajak ngomong gue?" tanya Zula lagi


" Lha iya neng siapa lagi, " jawab Teman Ryan kembali garuk kepala


" Oh.. Kirain siapa, nama gue bukan Eneng, " jawab Zula santai kembali menatap lurus ke depan


" Terus siapa namanya neng?" tanya teman Ryan lagi


" Nama Apa? Asli, lengkap, panggilan, panggung, apa nama yang di kenal orang?" jawab Zula tanpa menoleh sama sekali


" Nama yang biasa di kenal Neng" jawab teman Ryan bangga karena mendapat Respon


" Oh... Juminten" jawab Zula nyeleneh


" Masak cantik cantik Juminten neng" jawab teman Ryan gak percaya


" Kenapa?" jawab Zula cuek dan menoleh ke arah teman Ryan


" Gak apa apa sih, tapi bener Juminten?" tanya Teman Ryan lagi


" Iya" jawabnya cepat dan cuek


" Oh... Iya kenalkan saya Kenzy Neng" ucap orang tersebut memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya

__ADS_1


Zula tentu tidak menerimanya dan gak bakal dong, apa lagi baru kenal, dan hanya tersenyum kecut menanggapinya


Tau sendiri lah, si Zula gimana, karakternya tergantung orangnya, terdekat paling dekat apa sok dekat,


Ya kalau seperti ini sok kenal padahal tidak kenal ya ogah


" Eh.. Bukan mukhirm ya, hehehe Sorry" ucap Kenzy menarik kembali tangannya


Dari jauh, teman temannya sudah berteriak dan memberi kode agar gantian, untuk kenalan dengan Zula


" Oh ya Neng Juminten, boleh minta nomernya gak?" tanya Kenzy lagi


" Sepatu, sendal, apa nomer togel?" jawab Zula sadis


" Nomer WA dong neng" jawab Kanzy tetap sabar


" Gak di jual belikan, apa lagi cuman minta" jawab Zula cuek dan pedes


" Eh gitu ya.. Ya udah, maaf ya ganggu" jawab Kenzy langsung pergi karena sudah di lempar batu oleh ke 4teman lainnya


Zula melirik dan tau akan komplotan mereka yang akan bergantian


Beberapa menit kemudian mereka bergantian, hal yang sama di lakukan oleh teman Kenzy, tapi sama Zula mananggapi dengan cuek bebek


" Hem... Neng kenalan" ucap Adit setelag basa basi yang sama dengan Kenzy tadi


" Yang bener neng Sumarni?" kaget Adit karena yang tadi Kenzy bilang Juminten


" Salah? " tanya Zula dengan tatapan panas


" Eh enggak dong, nama adalah doa yang orang tua kita berikan neng " jawab Adit sok Alim


Dan ujung ujungnya adit juga minta nomer telfon pada Zula


" Cari di gosokan kupon berhadiah" jawab Zula santai dan cuek


Adit sampe geleng geleng kepala, dan akhirnya minggir karena masih antri


Untung Ucup dan Ryan sepertinya juga masih lama, jadi cukup untuk bergantian


Dan tanpa menunggu lama, Akbar ikut andil dan gak mau kalah, lagi lagi basa basi mereka tetap sama, tanya nama dan nomer hp,


Di saat Akbar yang tanya, Zula menjawab namanya dengan Sadiyem, dan menjawab nomer telfonnya dengan jawaban yang cukup nyeleneh, karena suruh tanya sama tukang cilok lengganannya, dan tentunya Akbar sendiri gak tau tukang cilok yang mana


Dan mau gak mau Akbar menyerah karena ada Febiyan yang menunggunya di sana untuk giliran terakhir


" Gila gila, cuek banget memang, " ucap Akbar murka sendiri


" Gimana siapa namanya sama Elo?" tanya Kenzy kepo

__ADS_1


" Namanya Sadiyem, dan gue di suruh minta nomernya ke tukang cilok lengganannya, gue aja gak tau tukang ciloknya yang mana" jawab Akbar sambil menepuk jidatnya


" Ciri cirinya dong, loe gak tanya, mana tau kita jumpa juga" jawab Adit gak mau menyerah


" Dia jawab yang penting punya hidung sama kuping, dan Elo sih lempar lempar botol segala, jadi curiga nanti, kita di buat candaan sama dia" jawab Akbar jengkel


" Udah udah santai aja, nanti gue yang akan menakhlukkan tuh cewek, dan dapat nomernya" sombong Febiyan dan langsung berjalan menuju ke arah Zula


" Assalamualaikum mbak..." ucap Fabiyan dengan gaya alim


" Waalaikumsalam Mas" jawab Zula dengan gaya yang berbeda dengan teman lainnya


Febiyan langsung sumringah dan bergembira, karena mendapat respon yang berbeda dari teman temannya sebelumnya


" Mbak kok sendirian, gak ada temannya?" tanya Febiyan basa basi


" Ada, kan ada Emas" jawab Zula santai dan Febiyan merasa kalau dia yang akan berhasil


Apa lagi mereka tadi taruhan siapa yang mendapat nomer Zula akan di traktir secara bergantian


" Emas siapa namanya?" tanya Zula balik


Zula sengaja ramah dan berbeda karena tau ini yang terakhir


" oh.. Saya Fabiyan, mbak siapa namanya ? Tanya balik Febyan


" Perkenalkan, saya Juminten Sumarni Sadiyem, kalau di singkat Jumsaryem, panggil aja Iyem" jawab Zula sambil tersenyum meledek


Spontan Febiyan menggaruk kepalanya dan merasakan hawa hawa ke tidak enakan


" Oh Iya mbak Jum, apa mbak Yem tadi?" tanya Febiyan menanggapi


" Mbak Iyem aja Mas Biyan" jawab Zula sebenarnya menahan tawa dengan lawakan yang dia buat


" Iya mbak Iyem" jawab Febiyan lagi


" Mas Febiyan sendirian?" tanya Zula yang meluhat gelagat aneh Febiyan


" Tadi sama kawan sih, tapi melihat cewek cantik seperti mbak jadi gak tega kalau sendirian" jawab Febiyan mulai gombal dan Zula tersenyum aneh


" Oh ya mbak Yem, boleh saya mibta nomer ponselnya?" tanya Febiyan to the poin


" Boleh mas, " jawab Zula ramah dan


" Yes" jawab Febiyan mulai girang


" Tapi maaf mas, tadinya kan nomer ponsel saya gak di jual belikan, tapi kemaren saya titipkan ke gosokan undian berhadiah, dan di bawa tukang Cilok lengganan saya, gimana dong, Saya gak hafal mas" jawab Zula sok melas dan sebenarnya menahan tawa


Febiyan mulai menggaruk kepalanya dan justru dia yang berharap akan dapat malah menjadi pelengkap dari teman temannya tadi

__ADS_1


__ADS_2