
Zula dan Yasmin spontan menoleh ke asal suara, dan melihat Ilyas yang masih berdiri mematung di sana
" Pak Ilyas" ucap Zula sambil berdiri
" Gak apa apa buk, saya cuman tersandung tadi, maaf" jawab Ilyas mencoba mengalihkan suasana
Ilyas gak mau membuka bahkan membawa masalah yang barusan dia dengar di hadapan Zula, yang tidak tau apa apa
" Gimana pak Ilyas?" tanya Zula sopan
" Ini, tadi yang di minta pak Al, untuk persiapan yang akan di bawa ke Slandia baru, dari pak Irfan" jawab Ilyas sambil menyodorkan map tersebut
" Okey saya trima ya, Bang Al sedang pulang istrinya sedang sakit" jawab Zula sambil tersenyum manis
" Ibuk" tanya Balik Ilyas yang belum mengerti
" Kenalkan saya pak Ilyas, bapak sudah kenal saya, sejak masih di bangku sekolah BNT, dan mungkin setahu bapak saya istri dari bang Al," ucap Zula dan Ilyas mengangguk
" Maaf sebelumnya semua itu rekayasa, dan perkenalkan saya, Nazula anak perempuan dari bapak Zain Musthofa" jawab Zula lagi dan Ilyas menunduk sopan
" Untuk selanjutnya sepertinya bapak sudah cukup mengerti dan mendengar apa ucapan saya dan bu Yasmin tadi" tambah Zula dengan penuh ke wibawaan
" Saya gak bisa bantu banyak, karena itu bukan urusan saya juga, dan bukan karena ulah atau kesalahan saya maupun abang saya, karena gak ada sangkut pautnya dengan bapak, jadi untuk masalah selanjutnya tolong di bicarakan di rumah, secara baik baik, saya mohon jangan bawa masalah pribadi ke kantor maupun kampus, kalau memang belum bisa profesional kerja, sebaiknya di rumah saja" ucap Zula makin bijak sana
Ilyas sebenarnya sudah sangat sakit tapi benar kata Zula, dia harus menyelesaikannya di rumah dengan Yasmin sendiri
" Dan satu lagi, untuk sangsi yang harus bu Yasmin terima, karena ulah yang menggegerkan kampus, saya minta pak Ilyas menghadap langsung ke Bang Al, biar beliau yang ambil keputusan untuk di berhentikan apa bagaimana, biar bang Al semdiri" tambah Zula lagi
" Kalau gitu saya permisi, Assalamualaikum wr wb" ucap Zula dan meninggalkan keduanya
Seperginya Zula, Ilyas menatap Yasmin lembut dan tersenyum kemudian berbalik badan untuk pulang ke rumahnya
" Mas..... Mas...., Mas Ilyas" ucap Yasmin memanggil Ilyas yang sama sekali tidak menoleh padanya
Di rumah keluarga Al Musthofa, saat Aliza datang dengan kondisi yang berbanding balik saat berangkat pagi tadi, Apa lagi Aliza yang di gendong oleh Al, melihat itu Jihan sudah mulai panik dan segera menghampiri mereka kekamarnya
Karena gak biasanya Aliza minta gendong atau pun digendong, soalnya Aliza jauh dari Jihan dan Zula yang susah di bangunin
" Kenapa Al?" tanya Jihan saat melihat Al membaringkan Aliza di kasurnya
Al tidak menjawab dan masih merapikan selimut Aliza
__ADS_1
Aliza sangat lemas dan tertidur kembali saat di mobil tadi,
" Kenapa?" tanya Jihan mendekat dengan suara lirih
" Kita ngobrol di luar aja ya Mi" ucap Al sambil menarik Uminya keluar
Setibanya di luar ternyata Zain juga sudah mengikuti mereka, hingga akhirnya mereka ngobrol di sofa ruang tengah depan kamar Al El Il
" Gimana nak? Kenapa ada apa dengan Aliza?" tanya Zain lembut
Al menarik nafas dalam dan kemudian menceritakan semuanya, tentang apa yang terjadi hingga Aliza jatuh pingsan, dan di bawa kerumah sakit dan langsung pulang kerumah
" Masyaallah.... Kok bisa sampe seperti itu?" tanya Jihan cukup kaget
" Beneran Yasmin seperti itu?" tambahnya lagi dan Al mengangguk
" Entah di apakan tadi tuh Yasmin sama Zula, yang minta untuk turun di kampus tadi , tunggu Zula pulang dulu" jawab Al dan Jihan sama Zain sama sekali gak menyangkat tindakan nekat dan arogannya seorang yasmin yang terkenal lembut waktu dulu
" Tapi Liza gak kenapa napa kan?" tanya Jihan khawatir
" Tenang aja aman kok, Dia hamil Mih" ucap Al lagi yang tadi belum sempat di ceritakan
" Iya, tapi kok usia kandungannya sama pernikahan gue selisih ya, " ucap Al yang tad sempat di ragukan
" Maksudnya gimana?" tanya Zain antusias
" Enggak gimana mana sih bah, tadi pas hasil lab di kasihkan Al bahagia karena ternyata dia udah hamil, setelah itu Al minta untuk di USG, agar mengetahui berapa usia kandungannya, ternyata sekitar 5 minggu, sedangkan pernikahan gue masih di usia 4 minggu lebih 2 hari " jawab Al menjelaskan dengan ditail
" Pas loe mau malem pertama, bini Loe masih halangan gak?" tanya El cepat dan Al menjawab dengan anggukan
" Paginya baru suci, dan siangnya baru belah duren" jawab Al apa adanya dan membuat Jihan dan Zain menahan tawa
" Gak usah jelas gitu ngomongnya, ini kuping masih perjaka" ucap El kesal
" Itu tuh bang, karena perhitungan usia kehamilan itu di mulai hari pertama terakhir haid, kalau 5 hari sebelum menikah mbak Iza udah halangan ya, berarti di itung mulai itu lah, " jawab El mejelsakan
Karena memang selepas Al pulang melamar Aliza, di sana Aliza gagal sholat isya' karena haid
" Berarti itu anak gue?" tanya Al lagi, dan Jihan melotot tajam
" Kamu mau ngikutin jejak Abahmu Al? Sakit Al sampai saat ini masih sakit" ucap Jihan memarahi Al yang hampir saja gak percaya sama Aliza
__ADS_1
" Bukan mi, kan Al bertanya, namanya Al gak tau tentang begituan, Al percaya kok sama Aliza, dia masih prawan ting ting, orang Al jiga lihat sendiri, Al yang nyobekin selaput keperawanannya" jawab Al dengan ucapan yang polos dan el bolak balik tepuk jidatnya
" Nah tuh tau, jadi ya wes gak boleh ngomong gitu, percaya sepenuhnya sama Aliza, tau kan apa yang sering Umi bicarakan sama kalian, di pegang tuh" jawab Jihan menegaskan kembali
" Kalau hamil gitu boleh gak Mih untuk itu" tanya Al lagi karena sama dengan Abahnya yang gak bisa nahan
" Gak boleh Al, Abah kalau Umi hamil puasa 4 bulan" ucap Zain menakut nakuti
" Yang bener Bah?" tanya Al kaget
" Eleh... Ngomong apaan sih? Puasa 4 bulan sebentar itu, dari pada mabok 4 bulan" jawab Jihan sambil mencubit lembut Zain
" Tapi enggak juga sih, tergantung kondisi Aliza nanti gimana? Kalau lagi lemes mabok ya harua puasa, tapi kalau sehat sehat aja, kayaknya gak masalah, asal pelan pelan" jawab Jihan santai dan memberi solusi atau menjawab pertanyaan Al
" Sepertinya Aliza gak mabok deh Mi, kayak tadi tuh cuman lemas gak bisa lihat orang yang mendemo dan mengatai dia, jadi mentalnya yang kena dan down" jawab Al berharap Aliza baik baik saja tanpa adanya mabok seperti Uminya
" Ya sukur lah kalau gak mabok mah" jawab Jihan santai
" Berarti boleh Mi? Gak harus puasa?" tanya Al lagi dan Jihan mengangguk
" Kok gitu Mi.. Abah Aja suruh puasa terus lho kalau Umi Hamil tuh" bantah Zain seolah gak terima
" Kebakar deh telingaqu lama lama" ucap El membuat mereka semua tertawa
Di sisi lain, Ilyas dan Yasmin kini sudah sampai rumah mereka, dengan Ilyas yang pulang duluan, tanpa membawa Yasmin sekalian,
Sedangkan Yasmin pulang dengan mengendarai ojek online, yang mengantarkannya sampai ke rumah
Sesampainya di rumah, Yasmin salam sama sekali gak dengar jawaban, dan Ilyas padahal sudah ada motor dan juga ada di dalam
Yasmin masuk dengan memanggil Ilyas tapi Ilyas sama sekali tidak menyahut dan tetap diam
Ilyas ternyata ada di kamarnya sedang memainkan ponselnya, sampe Yasmin di sebelahnya dan memanggil Ilyas, Ikyas juga sama sekali gak menyahut dan menjawab panggilan Yasmin
" Mas.... Mas kenapa sih? Di panggil dari tadi diam mulu ? Mas gak denger?" tanya Yasmin lama lam kesal
Ilyas masih gak menjawab dan masih menatap ponselnya dengan cuman di bolak balik buka menu tutup lagi, hatinya hancur sangat hancur di saat cinra tulusnya gak ada nilainya di hati istrinya sendiri
Bahkan kenikmatan yang dia berikan justru di bayangkan menikmati orang lain
" Mas Dengar semuanya tentang apa yang kami ucapkan tadi? Mas gak marah kan?" tanya Yasmin dan Ilyas menghentikan ponselnya dan menghadap pada Yasmin
__ADS_1