Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Pengakuan Ailza


__ADS_3

Hari kian berganti....


Dan Hari ini, adalah hari di mana perpisahan antara Ailza dan Soni,


Karena sebulan lagi Ailza akan menikah dengan El,


Persiapan pernikahan sudah El boking, Mulai gedung, WO, dan lain lain sudah di DP oleh El dengan bantuan Zula tentunya


Mereka akan menikah di tempat yang sama dengan Al, tapi El kini di gedungnya, bukan menggunakan konsep out door lagi


Karena pernikahan mereka akan di adakan di Indonesia, maka Ailza setrlah ini mau mengurus surat surat imigrasinya ke Indonesia


Di kamar yang sunyi ini, sepasang kekasih terlarang itu sedang menikmati hari terakhirnya mereka bersama


" Kamu jangan lupakan kejadian kejadian yang sudah kita lewati bersama ya" ucap Soni sambil memeluk dan mengelus kepala Ailza


" Okey siap... Jadi habis ini kamu juga mau pindah ke Indonesia?" tanya Ailza balik


Karena Soni sudah bercerita, kalau dia juga mau kembali ke Indonesia, dia mempunyai keluarga juga di Indonesia, karena dulu Ibunya seorang TKW di Jerman, dan menikah dengan juragannya sendiri


Dan sekarang Ayah bundanya akan berpindah ke Indonesia, untuk merawat neneknya yang sudah sakit


Dan kebetulan, Soni juga tidak jauh tempat tinggalnya dari tempat Tinggal El, cuman beda daerah saja


" Sebelum berpisah tambah sekali lagi pliss, sebelum kamu jadi milik orang lain" ucap Soni dan mereka kembali melakukan hubungan terlarang itu


Sore harinya Ailza mengantar Soni ke bandara untuk terbang ke Indonesia, dan setelah mengantar Soni Ailza juga langsung pulang ke rumahnya untuk mengurus semuanya


_____________


Surat surat sudah Ailza Urus, gak terasa 3 minggu lagi mereka menikah, El dan Ailza


Tapi seminggu berpisahkan Ailza dengan Soni, Ailza merasa sangat bersalah


Dan setiap malamnya selalu bermimpi buruk tentang El, karena mau bagaimanapun dia akan membohongi besar El yang benar benar tulus padanya


Apa lagi saat ini, Ailza sudah terlambat datang bulan sekitar 2 bulan, yang artinya dia sudah mengandung sekitar 2 bulanan


Dia tau itu, dan seminggu tinggal bersama orang tuanya dia menutupi hal itu, dia takut El nanti akan murka bila mengetahui semuanya, dan dia juga takut kalau nanti dia di usir dari Indonesia sebab tingkahnya sendiri


Ailza yang di landa ketakutan selama seminggu ini, Dia gak tau harus bagai mana, semakin lama dia menyembunyikannya, semakin lama dia merasa tertekan dan bersalah


Akhirnya Ailza mendekat pada momynya dan akan berkata tetus terang


" Momy..." panggil Ailza saat mendekat pada momynya


" Iya sayang.. Gimana? Udah siap udah mulai di peking baju bajunya?" tanya Momy Ailza lembut


" Hem.... Ail mau ngomong sama Momy" jawab Ailza masih ragu

__ADS_1


" Kenapa sayang? Apa yang mau di omongkan?" tanya Momynya lagi


" Ail udah gak suci Mi, Ail udah kotor" jawab Ailza terus terang


" Apa?? Maksudnya gimana?" kaget Momynya Ailza


" Ail sudah hamil Mi, " jawab Ailza sambil menundukkan kepalanya


" APA??" syok Momy Ailza


" Astagfirullahal adzim ......." Teriak Momy Ailza kaget


" Apa yang sudah kamu lakukan nak? Sama siapa kamu melakukan hal itu??" ucap Momy Ailza sembari berkucuran air mata


Ailza terdiam dan ikut menangis meratapi kesalahannya


" Jawab Ail? Kalau El gak mungkin melakukan Hal itu" teriak Momy Ailza lagi hingga akhirnya teriakan tersebut terdengar oleh Papinya yang sedang berkebun di belakang


Papinya berjalan dan berlari menghampiri Momynya yang sedari tadi berteriak dan menangis


Sesampainya di sana sangat kaget karena keduanya sama sama menangis dan Momynya Ailza sudah kalang kabut seperti gak sadarkan diri


" Ada apa ini? Ada apa mom?" tanya Papinya Ailza menghampiri istrinya


" Anakmu Pi.... anakmu..." teriak Momy Ailza sambil menangis yang makin menjadi


Ailza tidak menjawab dan masih menundukkan kepala sambil menangis


Papinya makin heran dengan keberadaan mereka yang sama sama menangis tapi tidak menjawab pertanyaanya


Papinya menghela nafas dalam dan mengelus pundak momy Ailza agar lebih tenang


Setelah tenang Momy Ailza kemudian menjelaskan apa yang Ailza omongkan barusan dan..


PLAAAK.....


Satu tamparan mendarat di pipi Ailza dari Papinya, membuat Ailza spontan menoleh ke atah tamparan tersebut


" Siapa yang melakukannya?" tanya Papi Ailza tajam


Ailza masih menangis dan takut untuk menjawab,


" Ailza? Siapa yang melakukannya?" tanya Papinya lagi


" Soni" jawab Ailza mengaku tentang pelaku yang menghamili dirinya


" Masyaallah...... Terus gimana ini nanti urusannya dengan El? Kamu mikir sampe sana gak? " bentak Papi Ailza


Ailza masih sesenggukan dan tidak menjawab sama sekali

__ADS_1


" Kamu pernah mikir gak sih Ail, dengan apa yang kamu lakukan itu, semua salah, " tambahnya lagi


" El samgat cinta sama kamu, dengan ketulusan hati yang mendalam, rela LDR, rela menyiapkan semuanya, malah kamu hianati seperti itu" ucap papinya lagi masih marah marah


" Udah Mi... Telfon El Mi, suruh ke sini" ucap Papi Ailza gak mau ambil pusing lagi


" 3 minggu lagi Lho Ail, kamu menghancurkan semuanya, sekarang si Soni di mana?" tanya Papi Ailza lagi


" Dia udah pulang ke Indonesia" jawab Ailza masih menundukkan kepalanya


" Mana nomer ponselnya" ucap papinya untuk segera menghubungi Soni


Papi Ailza sudah pasrah apa yang terjadi nantinya, walaupun hatinya kecewa dengan anaknya sendiri


Berbesan dengan pengusaha ternama seperti Zain adalah suatu penghormatan baginya


Mengenal El sebagai sosok calon mantu adalah hal yang berharga, mengenal keluarga Zain, sangat merubah kehidupan mereka, merubah segalanya


Mulai dari segi ibadah dan lain sebagainya, tapi kali ini hubungan baik mereka harus retak karena kelakuan anaknya sendiri yang bertingkah bodoh dan murah pada orang lain


Kini Papi Ailza sudah berhasil menghubungi Soni,


" Selamat siang ada yang bisa saya bantu?" ucap Soni yang sudah berada di Indonesia


" Siang... Soni" bentak papi Ailza


" Apa yang udah kamu lakukan sama anakku Ailza?" ucap Papi Ailza to the poin


" Maaf Om..." Jawab Soni langsung melemas


" Maaf maaf, kamu itu udah merusak segalanya, " jawab Papinya makin emosi


" Tanggung jawab sekarang" ucap Papi Ailza lagi


" Siap Om, saya akan segera tanggung jawab" ucap Soni tanggung jawab


" Saya tunggu sampe 3 hari, temui Ailza " jawab Papi Ailza lagi dan Soni menyetujuinya


Setelah saling menyetujui Papi Ailza makin bingung gimana ngomongnya sama El dan keluarga Zain nantinya


Apa lagi semua persiapan sudah tinggal beberapa persen lagi, dan tinggal 3 minggu lagi


Di tambah tangisan anak dan istrinya yang makin membuat dirinya makin pusing tujuh keliling


Dan pada Sore harinya Papi Ailza mencoba menghubungi El, untuk mengatakan semuanya


" Assalamualaikum...." Ucap papi Ailza setelah panggilan terhubung


" Waalaikumsalam... Papi, gimana? Apa kabar?" tanya El ramah, karena jarang banget papi Ailza menghubunginya

__ADS_1


__ADS_2