
Hari ini Zain seolah terpukul akan kejadian di pagi ini
Hari ini menjadi awal perpisahan buat dia dan kedua orang tuanya, awal perpisahan mereka untuk selama lamanya
Kini semua tamu makin membeludak, tamj dari semua penjuru, bahkan semua kariawan dari Zain dan Jihan hadir di sana
Karangan bunga bela sunhkawa makin berdatangan, dan menenuhi pinhgiran jalan arah ke rumah Zain
Zain gak peduli tamu yanh datanh, setelah selesai mensucikan Uminya, Zain berganti baju dan duduk di sebelah Istri dan juga Anak anaknya yang semua kumpul di hadapan kedua jenazah Abah Hasan dan Umi Zahra
Sebelumnya Umi Zahra yanh pimpin yasin dan tahlil, kini gantian Zain yang meminpin yasin dan tahlil
Jihan sebagai istri tau gimana rasanya perasaan suaminya yang dalam sekejap, haris kehilangan sosok orang tua yang sangat di cintai pastinya
Jihan terus mengelus tangan Zain, seolah memberi kekuatan pada suaminya, sedangkan Zain sendiri tidak mau lepas menggenggam tangan Jihan
Bukan tangisan yang Abah Uminya minta, tapi doa dan bacaan Al Qur'an yang mereka harapkan
Tiba saatnya di mana jasad Abah Hasan dan Umi Zahra harus di antar ke makbarohnya
Untuk orang alim alamah, bukan kuburan seburannya tapi makbaroh, termpat peristrahatan terakhir
Tidak Umum bagi mereka para wanita mengantar ke Makbaroh, jadi cukup kaum adam saja
Jihan dan yang lain menunggu di rumah, sedangkan para kaum laki laki semua ikut mengantar Abah Hasan dan Umi Zahra
Lautan manusia yang hadir dan ikut mengantarkan, sebelum di antar ke makbaroh
Kedua Jenazah di bawa ke masjid Al Musthofa untuk di sholatkan terlebih dahulu,
Masjid megah dengan ukuran yang sangat luas, penuh dengan orang, para alumni santri wali santri para kyai hadir disana untuk Khormat hari terahir Abah Hasan dan Umi Zahra di dunia
Padahal di Ndalem juga sudah penuh para tamu yang datang,
Setelah di sholatkan, kemudian jenazahnya di bawa ke makbarohnya yang gak jauh dari masjidnya cuman 50 meter dari masjid
Yang memikul anak cucunya sendiri, bahkan Zain sama sekali gak mau di gantikan, bukan Zain aja semuanya, karena ini bakti terakhirnya di dunia kepada kedua orang tuanya
__ADS_1
Hingga masuk ke makbarohnya anak cucunya Juga, banyak santri dan beberapa orang berniat menggantikan, tapi mereka sama sekali tidak mau hingga proses pemakaman selesai satu persatu pamit dan berbela sungkawa
Irfan dan Ismi juga hadur di sana, Ismi sudah menemani Jihan sejak jenazah di bawa ke makbaroh, dan Irfan serta tetangganya yang saat ini di blokir sama Zula ikut mengantar ke makbaroh
Siapa lagi kalau bukan Ryan, yang beberapa hari sudah kelimpungan gak ada yang bantu sama sekali
Ismi masih menemani Jihan dan tak lama Irfan dan Ryan datang hendak mengajak Ismi pulang
" Mbak Jihan kami turut berduka cita ya Atas semua ini, semoga mbak Jihan dan Pak Zain serta keluarga lainnya di beri ketabahan, " ucap Irfan pada Jihan
" Amin ya Allah... Makasih pak Irfan pak Ryan udah hadir ke sini" ucap Jihan dengan mata sembabnya
" Duduk dulu pak, " ucap Jihan mempersilahkan duduk
Irfan duduk dan gak mau memburu burui Ismi karena merasa gak enak, apa lagi Melihat Jihan yang seolah berduka pasti butuh pendamping.
Sebenarnya banyak yang mendampingi, karena keluarga Jihan juga sudah hadir, walaupun Bapak Ibunya belum datanh cuman dari Charir sudah pada datang dan sekarang sesnag berada di lantai dua
Ryan melihat Zula yang ada di sebelah Jihan, tapi agak jauhan sedikit dengan mata sembabnya
Apa lagi setahu Ryan Zula hanya santri di sana, dan dianggap sebagai anak oleh Abah Zain, bukan anak kandung yang seperti kenyataannya
Dan Ryan berfikir kedekatan Zula dengan Abah Hasan dan Umi Zahra juga gak begitu dekat dan seolah gak berpengaruh juga
Ryan bangkit dan pindah ke sebelah Zula yang mana, di belakang Zula juga banyak santri putri dan juga saudaranya
" Nih...." Ucap Ryan basa basi dengan memberikan tissu pada Zula
Zula menoleh ke arah Ryan dan kaget dong, secara musuhnya darang dan memberikan tissu untuknya
Padahal di sana udah ada tissu
" Nih ada" jawab Zula ketus dan memperlihatkan kotak tissu pada Ryan
" Makasih udah hadir" ucap Zula lagi
" Udah dapat ucapan itu gue dari Bu Jihan, gue gak hutuh ucapan itu dari elo" jawab Ryan sambil tersenyum
__ADS_1
" Bodo amat, gue nyesel udah ngucap gitu sama Elo" jawab Jihan kesal
Kesedihan yang dia rasakan sekarang berganti dengan rasa kesal pada musuhnya
" Mau loe apa?" tanya Zula lagi
" Loe kenapa kok blok nomer gue" Ucap Ryan tanpa basa basi
" Karena panggilan elo tuh mengganggu tau gak" jawab Zula makin kesal
" Ya elo gak berangkat berangkat sih, makanya gue telfon terus, gue kerepotan La, mana banyak yang harus kita siapkan juga untuk cuti lebaran nanti, ayo lah La, buka blok loe" ucap Ryan berkata apa adanya
Mendengarnya Zula semakin gak tega, karena dia tau gimana Ryan, mampu cuman kurang sat set, butuh dia tapi sering komen ya gimana sih, namanya manusia sudah wajar seperti itu, banyak komen tapi gak bisa bertindak
" Ya nanti seminggu lagj gue berangkat" jawab Zula gak tegaz toh itu juga perusahannya sendiri yang harus di tangani
" Besok ngapa La.." ucap Ryan lagi
" Besok sabtu libur apa lembur?" tanya Zula balik
" Loe gitu amat tumban sama gue, menurunkan harga diri elo sendiri" ucap Zula lagi dan memang Ryan sednag memohon dan melas agar Zula bisa kembaki kerja dan membantunya
" Ya gue tau gue salah La, gue udah lancang ngata ngatain elo, sorry banget, gue udah menghina Elo, sampe bawa bawa gaji segala, gue minta maaf" jawab Ryan merendah agar dia di buka bloknya dan Zula berangkat kerja lagi
" Iya... " jawab Zula singkat
" Dang berangkat La, kerjaan Elo numpuk banget kasian takut ambruk" ucap Ryan lagi padahal dia yang sangat butuh Zula.
" Nanti kalau Mood gue bangkit" jawab Zula santai gak mau tau dan Ryan pasrah aja
Sudah bosan dia beberapa kali merendahkan diri agar berdamai aja Zula masih sama aja, kalau kesal dia juga yang kena imbasnya, ya gimana enggak kena Imbas orang Ryan sendiri yang suka cari gara gara
" Kemaren dari pimpinan perusahaan Turky menghubungi, habis lebaran kita pertemuannya di Turky, " ucap Ryan lagi dan membuat Zula menoleh padanya
Zula sebenarnya nyesel sih menanggapi Ryan, tapi karena Ryan temunya ya mau giman lagi,
" Gue gak tanya" jawab Zula singkat
__ADS_1