Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Akur


__ADS_3

Zula terbangun dan masih terdiam tak menjawab, sebenarnya dia sangat panik di kala Ryan mau menjenguk Uminya yang ada di rumah sakit


Tapi bukan Zula namanya kalau tidak bisa berdrama dan mengalihkan Ryan agar tidak bisa menjenguk Uminya


" Gak usah sok perhatian ya pak, terimakasih" jawab Zula sok judes


" Saya bukan bermaksud seperti itu, karena saya juga mau tau gimana keadaan Umi kamu" jawab Ryan lagi


" Gak usah, loe pasti mau modus kan? kamu mau pendekatan sama Orang tua gue, untuk bisa dapat empati biar terlihar baik bijak sana gak nyiksa seperti ini" ucap Zula masih sengaja memojokkan Ryan agar Ryan ilfil dan tidak jadi menjenguk Uminya


" Idih Hueek..... Ogah gue" ucap Ryan yang bener kata Zula kalau dia Ilfil dengan ucapan Zula


" Udah gak jadi" jawab Ryan santai dan mencium bau bau aneh dari Zula


Zula pun langsung lega dan langsung membereskan berkas berkasnya dan menonaktifkan laptopnya lanjut berjalan keluar tanpa pamitan dengan Ryan


Udah terlanjur jengkel pada Ryan dan udah hilang moodnya untuk baik baikin Ryan,


Ryan juga tau kalau Zula juga semakin masah padanya, makanya dia juga lanjut beberes dan mengikuti Zula, karena dalam hatinya juga gak enak kalau harus membiarkan Zula turun sendirian


Zula juga sebenarnya takut, karena sudah malam dan harus berjalan di gedung sendirian, walaupun ada Ryan di atas sana


Karena mereka benar benar sendirian di sana, karena semuanya sudah pada pulang, dan gak ada orang lain selain yang jaga di pos depan


Zula berjalan dan terus berjalan memberanikan diri, sambil menggenggam pojokan hijabnya, dan terus membaca sholawat agar tidaj takut


Dari balakang Ryan berjalan dan sikap jahil Ryan kumat ingin menakut nakuti Zula saat sampai di lantai dasar


Mereka tidak bareng naik liftnya, Zula menggunakan Lift atasan, dan Ryan menggunakan Lift karyawan ,dan hampir bareng sampe bawahnya


" Ih ih ihi kwkwkwkwkw" suara Ryan sengaja di bikin seperti mbak kuntil untum menakut nakuti Zula


" Huuuaaaa.... Umi abah" ucap Zula menjerit sekencang kencangnya dan mencari perlindungan dengan sosok Ryan yang ada di belakangnya


Ryan sudah menyiapkan sikap jahilnya saat di lift tadi, bahkan dia sengaja mendownload suara horor di ponselnya hanya untuk menakut nakuti Zula saja


Suara tersebut di putar oleh Ryan dan langsung membuat Zula makin kerakutan, karena lampu kantor yang semua sudah mati tinggal teras saja

__ADS_1


Zula lompat dan langsung mencekal jas yang Ryan kenakan, dan menggenggamnya dengan Erat,


Zula sudah kehilangan kesadarannya, dalam arti sikap takutnya jauh lebih kuat di banding sifat gengsinya yang saat ini sedang dekat dengan Ryan justru semakin dekat karena Zula menenggelamkan wajahnya di dada bidang Ryan


Ryan terdiam di kala detak jantung Zula terdengar bahkan Ryan sendiri dapat merasakan betapa ketakutannya Zula karena suara yang di putar dari ponselnya masih terus berbunyi


Zula kembali menangis karena sangat ketakutan, berbeda dengan Jihan dulu yang takut sama suara petasan, Zula justru takut dengan suara suara aneh tersebut


" Umi... Abah..." ucap Zula dalam dekapan Ryan


Ryan justru jantungnya ikut berdetak kencang, di kala kali pertamanya dia dekat dengan cewek, bahkan sangat dekat karena Zula yang mepet dengannyav


Ada desiran hebat dari darahnya yang mengalir, desiran syahdu walaupun hal itu berawal dari sikap jahilnya


Hingga akhirnya Ryan makin gak tega dan membawa Zula berjalan keluar dari area kantor, dan mematikan putaran tersebut secara diam diam


" Astagfirullahal adzim.." ucap Zula baru sadar dan seger menghapus air matanya


" Sorry" ucapnya singkat


" Marah aja bisa, masak di gelap gelapan gak berani" ucap Ryan seolah melupakan desiran di hatinya tadi,


" Bukan hanya gelap, loe denger gak jeritan dan suara aneh tadi di dalam" ucap Zula bertanya


" Suara apa? gak ada apa apa, cuman lampunya gak di nyalain aja, gitu aja takut" jawab Ryan sok santai


" Heh.. masak gak denger apa gue aja ya.?" tanya Zula makin panik dan tambah ketakutan


" Loe kebanyakan dosa sih, kualat sama gue, makanya di ganggu suara aneh" jawab Ryan santai dan berjalan menuju mobilnya


" Hah....?" ucap Zula ikut berlari mengikuti Ryan


" Gue bareng loe aja" ucap Zula santai


" Loe kan bawa mobil sendiri" jawab Ryan lagi


" Bodo amat, biarin aja di sini, gue gak berani" jawab Zula langsung naik ke mobil Ryan tanpa permisi

__ADS_1


" Oh bocil gak jelas" ucap Ryan lagi dan ikut masuk ke pintu bagian kemudi


" Gue gak langsung pulang, gue mau nengok Bu Jihan" ucap Ryan lagi


Karena Ryan juga tau kalau Jihan di rawat, tadinya memang mau nengokin makanya sekalian mau menjenguk Uminya Zula yang Ryan sendiri belum tau kalau uminya adalah bu bosnya sendiri


" Istrinya pak Zain?" tanya Zula lagi


" Kok tau, ?" tanya Ryan balik


" Gue dulu mau jadi memantunya, tapi gue gak mau, anak Pak Zain pada naksir gue, karena mereka rebutan makanya gue mundur aja, dari pada ada yang tersakiti" jawab Zula ngasal dan tidak bohong ya karena itu ada benernya juga


" Ngayal" jawab Ryan gak percaya


" Tanya aja sama mereka" jawab Zula santai


" Udah lah, Umimu di rawat di mana?" tanya Ryan serius


" Bukan urusan loe, kalau mau jenguk Bu Jihan, gue ikut, nanti pulang biar gue di antar mantan" jawab Zula santai


" Terserah" jawab Ryan kesal dan melajukan mobilnya keluar dari area kantor


Di perjalanan Zula dan Ryan saling diam, tali sebelum sampai rumah sakit, Ryan berhentin di salah satu toko buah untuk buah tangan buat Ryan


Ryan tentu kenal dekat dengan Jihan juga, Jihan yang gak jarang ke kantor untuk cek ataupun membantu Zain, jadi sering juga kerja bareng dengan Zain san Jihan


Zula menunggu di dalam mobil, dan Dia juga menseting semua yang ada di rumah sakit untuk tetap ber drama, karena dia juga akan berdrama lagi, apa lagi di sana banyak teman Uminya yang kumpul, seperti Double Me bersama suami masing masing, dengan Ismi yang juga sama Irfan yang ada di sana juga


Bahkan Zula juga meminta sama El untum memberi tau si penjaga, agar tidak menyapanya seperti biasanya


Dan setelah Ryan kembali dan melanjutkan perjalanannya ke rumah sakit yang jaraknya gak jauh, kini Ryan sampai dan Zula ikut turun dan ikut menyusul Ryan bahkan berjalan di samping Ryan, karena Ryan tadi sempet ngomong kalau di rumah sakit justru makin horor


Tiba mereka di ruangan Jihan , dan masuk bersamaan setelah pintu terbuka


" Assalamualaikum..." ucap Ryan dan Zula dengan drama Zula yang siap di mulai


" Waalaikumsalam.." jawab semuanya dan langsung tertuju pada Ryan dan Zula

__ADS_1


" Weh akur nih, dua hari gak berangkat malam mingguan bareng" ucap Irfan pada mereka berdua yang setau dia setiap hari berantem mulu


__ADS_2