Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Percaya


__ADS_3

" Beneran nih mbak? Kami cuman berdua lho, " ucap Zula lagi


" Lha mbak Tasya sama Mas Azam gak jadi ikut mbak?" tanya Nasiha lagi


" Enggak, Si Tasya ternyata lagi hamil, pas berangkat mabok mampir klinik ternyata isi Ayang, jadi mereka putar balik" jawab Ucup menjelaskan


" Ya udah gak apa apa, Aku percaya sama Ayang kok, mbak Zula juga baik, aku percaya juga, " jawab Nasiha percaya 100 persen sama Ucup


" Lagian mbak Zula juga gak mau sama orang modelannya kayak ayang" tambah Nasihan membuat Zula tertawa ngakak


Zula lanjut berkenalan, dan ngobrol santai dengan Ucup dan Nasiha melalui sambungan Video Call


Nasiha termasuk sosok yabg lugu tapi humoris, dia tuh sebenarnya pekerja di Resto Zain, di bagian kasir,


Dan Ceritanya pak Manager Ucup, naksir sama sosok Mbak Nasiha tukang kasir dan terjadilah cinta lokasi dan jodoh di rumah makan


Lucu, sih, tapi namanya jodoh gak ada yang tau sama sekali, Nasiha sosok wanita yang karakternya seperti Aliza, lembut polos kalem dan penyayang, pengertian dan tak mudah terpengaruh oleh Orang lain


Setelah ngobrol dengan Nasiha kini gantian Zula yang di tantang Ucup untuk ngobrol dan Izin langsung dengan Maulana


Maulana tentu sudah mengenal Ucup sebelumnya, Awal pendekatannya pada Zula, Maulana itu mendekati El duluan, tapi untuk mengetahui sikap dan sifat Zula El tidak bisa jawab ditail, karena Wl sendiri baru mengenal Zula dan tidak jauh sampai mendalam


Tapi bukan berarti El memberitahu kisah pahit kehidupan orang tuanya ya, tetap menjaga nama baik dan terus terang kalau dia sama Zula dulu sempet berpisah sedari kecil, cuman tidak menceritakan alurnya


Dan El menyarankan, untuk mengetahui lebih jauh di kasih nomer si Ucup, dan berkenalan dengan Ucup


Sebenarnya Ucup sendiri udah izin sama Maulana kalau mau mengajak muncak Zula, tapi Zula tidak tau kalau mereka saling kenal satu sama lain


Dan Di sini Ucup cuman pengen tau aja, apa sebenarnya yang terjadi sama Zula kalau minta izin sama Maulana di hadapannya


" Assalamualaikum.. Sayang... " ucap Maulana yang sedang berada di kantor


" Waalaikumsalam Sayang" jawab Zula lembut dan menampilkan senyum indahnya


" Kalau senyus seperti itu gue yang susah sayang , gak bisa mendekat" ucap Maulana dalam habasa inggris


" Eh... " ucap Zula kaget karena dia belum menampakkan wajah Ucup


" Loe gak faham kan Cup, Ucapan pacar gue?" tanya Zula lagi


" Enggak.. Aman gue kampung kok" jawab Ucup sambil tersenyum remeh


" Sama siapa sayang?" tanya Maulana yang belum tau


Kemudian Ucup menampakkan wajahnya di layar ponsel Zula


" Woy Bro.." ucap Maulana langsung kenal

__ADS_1


" Apa kabar Bro?" tanya Ucup balik


" Alhamdulillah sehat bro, Udah berangkat?" Tanya Maulana lagi


" Udah nih lagi mampir di Rest Area, " jawab Ucup menggunakan bahasa Inggris juga


" Okey hati hati, nitip calon istri gue ya , jaga dia jangan sampe lecet" ucap Maulana lagi


" Siap siap Aman" jawab Ucup sambil memperagakan nya


Zula justru bingung dengan perkenalanan keduanya yang justru sudah saling akrab dan mengenal satu sama lain,


Dan Dia masih mengerutkan dahinya dan merasa kesal sepertinya dia kena Prank


" Kenapa sayang?" tanya Maulana melihat wajah Aneh Zula


" Kalian ngeprank gue ya?" ucap Zula kesal


" Loe juga" tambahnya menonyor kepala Ucup


" Maaf sayang.... Bukannya ngeprank" jawab Maulana di seberang sana


" Kok udah saling kenal gitu?" tanya Zula masih kesal


" Udah lama dong, sebelum kita pacaran, kamu tau kalau dia adalah pakarnya, yang tau segalanya tentang kamu, dan Aku mengetahui siapa kamu dari Dia" jawab Maulana bercerita


" Ngambek kok ngomong" jawab Ucup balik menonyor kepala Zula


" Bro jangan di tonyor dong kepala Calon istriku, kasian" ucap Maulana gak tega


Zula masih cemberut karena dapat di Prank kedua cowok yang sayang padanya


" Maaf ya baby, itu permintaan sahabat baby, untuk kejutan katanya pas kami nikah, lha ini udah ketahuan duluan" jawab Maulana paling bingung kalau lihat Zula ngambek


" Gak mau" jawab Zula masih pura pura ngambek


" Maunya apa sayang?" tanya Maulana sangat halus


Bahkan Ucup sampe kagum banget dia sebegitu lembutnya memperlakukan Zula, sebegitu perhatiannya sama Zula, dan sangat sabar


" Nikah sama kamu" jawab Zula langsung membuat Maulana senyum sumringah


" Hayok siapa takut? Kapan sekarang? Aku terbang ke Indonesia" jawab Maulana langsung siap sedia


" Iya beb, nunggu Aku sudah siap dan mateng ya beb, masih sabar kan?" Ucap Zula lagi


" Iya sayang... Sampai kapan pun aku siap menunggumu" jawab Maulana sambil tersenyum lebar begitu juga dengan Zula

__ADS_1


" Bro kami jadinya cuman berdua nih gimana? Teman kami ternyata sedang hamil, jadi mau gak mau harus pulang dong, gak bisa muncak bareng lagi, boleh gak nih di bawa calon istrinya" ucap Ucup menyeka, dia terlalu terbawa perasaan haru kalau lihat Zula dan Maulana yang benar benar sayang lada Adek angkatnya itu


" Gue percaya sama Elo, bertahun tahun elo bisa jaga dia, kenapa sekarang enggak" jawab Maulana sangat percaya pada Ucup


Mereka lanjut ngobrol dan akhirnya mengakhiri panggilan Video mereka san lanjut untuk melanjutkan perjalanan lagi


Zula sudah mulai tertidur, dan Ucup masih fokus dengan setirnya


Ucup memilih muncak debgan tetap membawa mobilnya sampai ke puncak,


Rencana awal sebenarnya mereka mau jalan, tapi karena kebetulan mobik Ucup adalah mobil Jeep, yang kuat mendaki sampai atas, dan ada jalur khusus untuk kendaraan juga, jadi masih bisa muncak dan tanpa harus capek, paling capek ngendaliin mobil yang harus melewati jalan yang ekatrim


Bahkan di jalanan ekstrim aeperti ini, Zula sama sekali tidak terbangun dari tidurnya dan masih tetap terlelap


Hingga sampai di puncak gunung dan Ucup berhasil memarkirkan mobilnya


Dan banyak pendaki yang jalan kaki, dan banyak juga yang menggunakan mobil seperti punya Ucup saat ini


Mereka sudah ada yang santai, ada pula yang sudah mau pulang, banyak yang sudah berdatangan, dan ada yang masang tenda, bongkar tenda, masak, ngobrol, nyanyi nyanyi dan lain sebagainya


Ucup yang baru datang dan memarkirkan mobilnya, teduh tenang dan menampilkan senyumnya untuk sahabat sejatinya yang masih terlelap di bangku sebelahnya


" Masyaallah cah ayu cah ayu, kamu masih sama seperti yang dulu" gumam Ucup sembari memandangi wajah cantik sahabatnya itu


Ucup meminum air yang dia beli tadi, sebelum turun dari mobil untuk mendirikan tendanya dan juga tenda Zula


30 Menit berlalu, Zula akhirnya terbangun dan tenda sudah Ucup dirikan, secara berhadap hadapan,


" Lho Cup, loe kok diem sih kalau udah sampe sini, gak bangunin gue, loe gendong gue tadi?" tanya Zula masih belum ssepenuhnya sadar


" Enggak.. Loe gak lihat, loe turun dari mana barusan ?" tanya balik Ucup


" Eh... Iya ya, kok bisa mobil naik ke sini?" tanya Zula kaget


" Iya pemerintahnya hobinya daki gunung dan muncak kayak kita, makanya di bikinkan jalan" jawab Ucup ngasal


" Tau lah, gue mau buang hajat dulu lah" jawab Zula yang sebenarnya dia sendiri belum pernah ke puncak yang dia naiki sekarang


Puncaknya begitu luas, dan terang lebar bahkan sangat rame,


Seperti puncak yang khusus untuk orang orang yang suka kemping dan bersantai, dan sekaligus jadi tempat wisata, di sana juga tersedia fasilitas kamar mandi dan ada beberapa kafe juga,


Saat Zula berjalan tiba tiba..


Suut..... Ada mobil yang hampir saja menabrak Zula, seketika orang tersebut turun dan mendekati Zula yang tadi sudah pasrah tanpa keluar suara


" Elo.." Teriak keduanya yang saling mengena

__ADS_1


__ADS_2