Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Sama


__ADS_3

Zula masuk kedalam kamarnya, melepas kaos kakinya, dan juga hijabnya, tanpa harus mandi lagi, dia masuk kamar mandi cuman cici muka dan wudhu, kemudian pake muka dan kembali turun ke bawah takut ketinggalan jamaah


Di luar dia berjumpa dengan El yang cunan ganti sarung doang, dan masih menggunakan kemeja saat kerja tadi


" Gak mandi dulu bang?" tanya Zula saat keluar kamar


" Emang kamu mandi?" tanha El balik Zula kembali nyengir


" Allahu akbar" terdebgar suara takbir dari lantai bawah Aula pesantren


" Ketinggalan bang" ucap Zula langsung berlari kebawah begitu juga dengan El seolah sedang berlomba lari menuju Aula pesantren


Sehabis magrib, Zula dan El yang sama sama masih belum mandi tetap melakulan aktifitasnya di pesantren, yang penting berparfum dan wangi, kalau wajah jangan di tanya, mereka tetap cantik dan ganteng walaupun mandi sekalipun


El dan Zula, serta Al tentu dapat tugas untuk ikut andil dalam pendidikan di pesantren, seperti Zain saat masih muda dulu


Mereka menyimak para santri yang sedang menghapal Al Qur'an, mulai dari bindhor bil ghoib sampai ke Sab'ah,


Karena santrinya semakin bludak, gak mungkin kalau hanya Zain dan Jihan, yang storan, sedangkan Abah dan Umi sudah gak mungkin lagi, karena sudah sangat sepuh, dan hanya cukup duduk manis menikmati hidup dan ibadah dan seminggu sekali untuk jumpa dengan para santriwan santri wati


Setelah sholat isyak mereka tak lanjut pulang, karena masih ada simaan khususnya Zula yang menjadi pembuka, istimaul Qur'an di blok pondok pesantren


Setelah mendapat 3 Juz, Zula pamit kaluar tak lupa mencomot snack yang tadi dia beli


Setelah itu dia kembali ke Ndalem, dan masuk kamarnha untuk mandi, kembali bertemu dengan El lagi yang baru selesai ngaji kitab dengan para santri


" Ck.. Masih belum mandi ternyata" ucap Zula mencibir El


" kayak yang ngomong udah mandi aja" jawabnya santai dan masuk kedalam kamarnya


Al keluar dari kamarnya saat mendengar omongan El dan Zula


" Udah cepet mandi lho, katanya mau ngerumpi" ucap Al dan membuat El dan Zula tertawa


" Hahahaha gak sabar dia La" ucap el sambil menutup pintu kamarnya


Padahal El dan Zula sendiri belum makan malam, padahal ini sudah jam 9 lewat, mereka justru belum mandi, ya itu karena agak sore dan nganter sang mantan,


Apa lagi di malam minggu bukannya mereka santai justru malah padet banget jadwalnya


Seusai mandi sudah pada seger, Zula yang mengenalan baju santainya, dan siap untuk ngerumpi bareng ke dua abangnya


Al dan El juga sudah menunggu di ruang tengah, karena biasa anak gadis memang agak lama, tapi tidak lama juga sih, cuman baru 5 menitan mereka menunggu


" Lama banget" ucap Al seperti jamuran menunggu kedua adeknya


Zula tersenyum dan duduk di sofa dekat Al


Krucuk krucuk....

__ADS_1


Suara perut Zula terdengar jelas di telinga Al dan El


" Hehe... Sorry" ucap Zula nyengir


" Loe laper? Makan dulu aja lah" ucap Al harus bersabar lagi


" Gue juga loe," saut El juga terasa kosong


" Gimana kalau kita keluar makan di kafe angkringan, seru kayaknya bang, yuk, tadi angkringan jalan rumah mantan" ucap Zula saat melewati puncak tadi ada kafe yang cukup seru


" Sambil gibah, di malam minggu Yuk Gas.." ucap Al makin semangat


" Dasar cowok cowok cucok tukang ghibah" ucap Zula sambil tertawa


Al menyaut kunci mobil dan juga dompetnya yang ada di meja kamarnya, serta berjalan mengajak kerdua adeknya


Mereka berjalan beriringan menunu tangga, untuk menuju ke mobil abang pertama mereka


" Abah...." ucap Zula saat menemui abahnya yang ada di ruang tamu


Ternyara Abah Zain dan Umi Jihan sedang ada tamu makanya daru tadi tidak ada naik ke lantai atas


Sedangkan Mbah Umi Zahra, dan Mbah Abah Hasan sudah pada istirahat jam segini,


Berbeda dengan ke tiga cucunya yang justru baru mau keluar untuk jalan


" Sayangnya Abah" ucap Zain dan Zula merangkulnya,


" Seharian Abah belum ketemu ini," ucap Zain lembut


" Kangen ya" ucap Zula, Zain terkekeh


" Kami keluar dulu ya Bah, " ucap Zula sambil bersalaman dengan Zain dan Jihan


Di susul dengan kedua abangnya Al dan El yang ikut pamitan


" Mau kemana sih?" tanya Jihan heran


" Mau ghibah " jawab El tak lupa mendaratkan ciuman lembut di pipi Uminya


" Mari pak Buk, Assalamualaikum" sapa Al sopan dan langsung keluar menyusul kedua adeknya


" Maaf ya pak, mereka memang gitu, " ucap Jihan gak enak dengan tamunya


" Hehe Gak apa apa Umi, malah seneng lihatnya akur" jawab tamu dan Zain langsung cerita tentang ke 3 anakny, tentunya bukan menyangkut aibnya dulu


Kini ke tiganya sudah di dalam mobil, dan Zula memilih untuk di belakang sendirian, biar longgar,


Mereka sama sekali tidak membawa ponsel karena malam ini khusu untuk ghibah saja,

__ADS_1


" Loe pagi nanti sekolah Bang?" ucap El saat di perjalanan


" Iya, makanya jangan malem malem" jawab Al sok gak kuat begadang


" Blegedes, kalau telfon sama kak Helend aja sampe tengah malem juga, " jawab Jihan gak percaya


" Iya hari ini free, hanya karena mau ghibah sama Elo pada" jawab Al santai


" Jadi kepo banget nih?" tanya El sambil tertawa


Hingga akhirnya mereka sampai di kafe tersebut dengan pandangan yang sangat indah di atas bukit yang dingin


Mereka oun memilih tempat dan juga pesan makanan terlebih dahulu, untuk asupan El dan Zula yang sudah keroncongan katanya perutnya, dan masih banyak cemilan lainnya yang memenuhi meja mereka


" Jadi gimana bang? Loe dulu aja" ucap El sambil makan


" Heem... Betul tuh, ada apa dengan mu" jawab Zulq juga


" Gue tuh, tadi pagi di datengin sama si Yasmin, kalian tau kan kalau Yasmin jadi dosen di kampus gue" ucap Al mulai bercerita dan El serta Zula mengangguk faham


Kemudian Al melanjutkan ceritanya sampai habis, bahkan ungakapan Yasmin dan dirinya tadi di ceritakan semua, secara terang terangan


" Gitu certianya" ucap Al setelah selesai cerita


" Setelah gue lihat ya bang, mantan kalian itu sama, " ucap Zula pada kedua abangnya


" Lain lah kok sama" bantah Al paling gak peka


" Orangnya beda kok" imbuhnya membuat El kesal


Plak... buku menu mendarat ke kepala Al dari El


" Loe tuh pekanya di tambah dikit ngapa sih bang" ucap El kesal pada Al yang jarang peka masalah ucapan


" Ya gimana? sama apanya?" tanya Al ikutan kesal


Tapi walaupun mereka terkadang sama sama kesal, cuman tidak ada yang saling ngambek dan marah bila di katai


" Lha gimana? kalian tau, makanya gue bersyukur ada kalian yang siap menampung curhatan" jawab Al akhirnya sadar diri


" Udah cukup" ucap Zula melerai


" Sebenarnya Kak Heny, dan kak Yasmin, itu sama , sama sama belum move on" ucap Zula meluhat dari ekspresi Heny sore tadi dan cerita Al barusan


" Gue sudah melihat langsung kak Heny, dan Gue penasaran dengan Kak Yasmin, besok gue ikut loe ke Kampus bang" ucap Zula justru makin penasaran


Soalnya pas di permainan salju Jakarta, dia sendiri tidak melihat Yasmin langsung


Drama apa lagi yang akan di lakukan Zula besok???

__ADS_1


Tunggu episode berikutnya ..


__ADS_2