Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Terkejot


__ADS_3

Mereka merancang rencana untuk pertemuan Ryan nanti, ada hal hal yang nyeleneh juga yang El dan Ryan sampaikan sebagai tantangan untuk menjadi calon dari adek ipar mereka


" Jangan lho, dia udah lewat ujian banyak, kasian" protes Zula merasa kasian dengan Ryan


" Kalau mau jadi adek kita harus lewati abangnya dulu lah" jawab El dan di acungi jempol oleh Al


" Gak usah.. Kak Liza sama kak Heny juga gak lewati ujian dari gue" bantah Zula kesal lama lama


" Gak usah, udah 2 tahun lebih dia hidup di mess, gak punya apa apa, udah masuk ujian Abah itu" jawab Zain yang membela Ryan


" Okey okey terimakasih atas restunya dan dukungannya, besok tolong di sambut dengan baik calon suami saya" ucap Zula bangga sendiri


" Langsung nikahkan aja?" ucap Zaij bergurau


" Boleh kalau dia mau" jawab Zula santai dan dapat sorakan dari abangnya kalau dia udah kebelet


Dan mereka lanjut bercerita dan berkumpul bersama sampai waktu magrib tiba


Kegiatan pondok tetap berlanjut dan Zula mengikuti kegiatan tersebut, apa lagi malam ini jadwal di semaan dan sampai malam


Zula di jam setengah 11 baru Zula kembali ke kamarnya dan melihat ponselnya ternyata banyak pesan yang masuk dari Ryan


Tadinya Zula lupa bilang kalau dia ikut semaan di pondok, makanya Ryan mungkin setelah selesai kerja langsung menghubunginya


Zula langsung telfon balik Ryan, yang masih menunggunya tentunya


Tak lama telfonnya langsung di angkat dan nyambung dong, namanya juga nunggu


" Assalamualaikum sayang" Ucap Zula pada Ryan yang menampakkan wajah tampannya


" Waalaikumsalam sayang... Baru selesai ngaji?" tanya Ryan dan Zula mengangguk


" Sorry tadi lupa bilang, soalnya tadi magrib habis ngobrol sama Abah Umi, batrai lobet, ketinggalan di kamar dan ikut jamaah sampai jam segini baru kembali ke kamar" jawab Zula menjelaskan


" Ya udah gak apa apa, tak kirain ketiduran sayang" jawab Ryan yang senyam senyum gak jelas


" Oh ya... Tau gak, tadi adek udah ngomong sama Abah sama Umi, " ucap Zula memberi tahu


" Abah Umi, Abah Sendiri apa Abah Zain Umi Jihan?" tanya Ryan lagi dan belum faham


" Abah sendiri" jawab Zula agak gimana kan ini kejutan untuk calon suaminya


" Bilangnya gimana? Ada seseorang mau melamar apa gimana? Hayo, " Tanya Ryan pasalnya menurut Ryan orang tua Zula belum kenal sama dia


" Ya seperti itu Abang mau datang kerumah, " jawab Zula sambil sedikit gugup takut ketahuan rencananya


" Terus mau ngapain di tanya juga gak?" tanya Ryan seolah mengintrogasi


" Abang Ih.. Kok jadi introgasi adek" keosal Zula dan Ryan tertawa


" Tadi lho adek udah di ledek sama abang abang, sekarang gantian Abang juga" Ucap Zula lagi dan malah melaporkan apa yang terjadi sore tadi


" Maaf sayang, abang cuman bercanda, sepertinya Tadi terlihat tegang banget kenapa? Tegang gitu tadi ngomong sama Abah dan Umi?" tanya Ryan dan Zula mengangguk polos dan terlihat begitu imut


" Kalau begitu imut banget sih, cantik lagi" ucap Ryan menggombali Zula dan malah cemberut


" Seneng banget sih kalau gombalin " ucap Zula dan Ryan tertawa


" Jadi gimana? Kapan Abang boleh main kerumah?" tanya Ryan serius


" Besok malem bisa, mau bareng adek sekalian apa gimana?" tanya Zula santai


" Beneran besok?" tanya Ryan kaget dan Zula mengangguk


" Wokey siap, ya udah besok adek gak usah ke kantor deh, di rumah aja siap siap, Abang mau datang melamar" Ucap Ryan semangat


" Gini aja gak boleh kerja, dulu aja kalau gak berangkat di marah dan di caci maki" ucap Zula menyindir Ryan


" Bukan begitu sayang... Itu untuk menutupi rasa sayang Abang pada adek" Ucap Ryan berpura pura


" Alah modus.." jawab Zula ryan tertawa

__ADS_1


" Nanti tetap berangkat deh, kasian nanti abang kerja sendirian" jawab Zula yang padahal kangen sama Ryan


" Bilang aja kalau kangen" ucap Ryan kembali menggoda


" Kalau iya kenapa? Gak boleh?" tanya Zula sewot


" Ya harus kangen dong... Abang kan juga kagen, gini aja tadi gak bisa di hubungi haduh gak bisa tidur Abang" jawab Ryan makin menggoda Zula


Ya kedekatan hubungan mereka selama seminggu cukup membuat keduanya makin akrab, makin romantis dan makin mesra sehingga membuat Zula dan Ryan makin gak tahan kalau gak ada kontekan


Seperti biasa, walaupun seharian ketemu, tapi saat malam mereka tetap telfonan, dan sampai Zula ketiduran


___________


Malam berganti pagi, pindah kesiang dan sampai di sore dan kembali ke malam hari


Habis magrib Zain dan Jihan serta anak anaknya sudah berangkat kerumah Zula,


Rumah yang Zula tempati sebelum mengenal Abah dan kedua kakaknya, Rumah di mana tempat perrama kalinya mengetahui abah dan juga abangnya


Ya sengaja Zula merekomdasikan runah tersebut yang cukup sederhana, karena kecil memang jauh dari rumah megah Zain lainnya


Karena kejutan kan, yang Ryan tau Abahnya bukan Zain, jadi di tempat lain aja lah


Zula sudah pulang sejak siang tadi, dan Malam ini Ryan yang datang kerumah Zula dengan alamat yang Zula beri pagi tadi


Untuk hidangan sudah tersedia, ya sekedar untuk makan malam bersama sih dan jamuan seadanya


Ryan berangkat dari SRG sebelum magrib, sepulang kerja tadi, dia masih mengendarai motor belum mobil, karena masih indent dan belum tau kapan ready


Dengan membawa buah tangan yang sempat dia beli di super market tadi kini Ryan sampai di komplek rumah Zula pas adzab isya'


Ryan berhenti dulu untuk sholat isya' sekalian berjamaah dan berdoa semoga keluarga Zula menerima dia apa adanya


Setelah sholat berjamaah Ryan lanjut perjalanan dan sampai di rumah Zula yang nomer 14, Ryan berhenti dan memarkirkan motornya di sebelah motor motor Al dan El


Sengaja mereka gak bawa mobil nanti Ryan tau, karena dekat juga kan jadinya pada bawa motor, dan Zula goncengan sama Heny karena dia gak bisa bawa motor, kalau mobil bisa motor yang belum bisa


" Bismillahirrohmanirrohim..." Ucap Ryan saat berada di depan rumah Zula, padahal pintu rumahnya di buka tidak tutupan


" Assalamualaikum..." Ucap Ryan dan tak lama Zula muncul


" Waalaikumsalam..." jawab Zula dari dalam


" Masuk bang yuk... Langsung masuk aja" Ucap Zula dan Ryan mengangguk


" Silahkan duduk bang, Abah sama Umi masih sholat, jadi tunggu dulu ya" Ucap Zula menetralkan perasaannya yang sebenarnya gemeteran


Ryan tersenyum dan duduk di sofa ruang tamunya


" Jangan kaget ya Bang, rumah Zula kecil, ya ini keadaan Zula sebenarnya, cuman agak beruntung saat bertemu dengan Abah Zain dan Umi Jihan" Jawab Zula sok rendah


" Gak perlu di bahas masalah itu sayang, Abang sendiri kan gak punya apa apa, " jawab Ryan sadar diri


Mereka mengobrol cukup santai dan agak lamaz sekitsr 15 menitan lah


" Sebentar ya, Adek panggil Abah sama Umi dulu" Ucap Zula dan Ryan mengangguk


Zula berdiri dan ke belakang untuk memanggil Abah dan Uminya, dan kini gantian Ryan yang deg degan


Di belakang Zain dan Jihan sedang mengumpulkan berkas berkas mulai surat tanah dan mobil milik Ryan, yang sore tadi baru di anter oleh Irfan yang di ceritakan juga masalah Ryan yang mau jadi mantunya


Betapa bahagianya Ismi akhirnya Ryan dan Zula akan jadi tetangganya lagi, karena mereka tau gimana kepribadian Ryan juga yang luar biasa


Dan nanti Al dan El yang di perintahkan untuk mengambilnya bahkan sampai buku tabungan baru Ryan yang sudah di persiapkan sejal 2 tahun lalu, karena selama ini gaji Ryan di masukkan ke buku tabungan Ryan yang di buatkan oleh Irfan sesuai printah Zain


Kini Zula menggandeng kedua orang tuanya, untuk keluar menemui calon suaminya


" Assalamualaikum.." Ucap Zain pada Ryan


" Waalaikumsalam... Pak Zain, buk Jihan di sini juga?" tanya Ryan cukup kaget karena yang keluar justru bosnya

__ADS_1


" Silahkan duduk pak Ryan" Ucap Jihan santai dan Ryan masih bertanya tanya karena tidak di jawab sama mereka


Tak lama Al dan El keluar berasama dengan para istrinya dan anaknya, serta Bibi juga yang sudah mengenal Ryan


Mereka juga bersalaman dan duduk santai dengan Ryan yang makin bingung dengan keberadaan mereka


Secara sesuai yang Di janjikan kalau Zula hanya prifat saja hanya keluarga intinya saja


" Sayang... Mana Abah Umi?" tanya Ryan sambil memberi kode


Zula tersenyum dan kemudian menarik nafas terlebih dahulu dan ...


" Abang Ryan... Sebelumnya Zula minta maaf pada Abang yang sebesar besarnya, bila mana nanti Abang kecewa sama Zula ,gak apa apa, ini resiko Zula, " Ucap Zula sudah gemeteran dan merasa bersalah banget


Ryan masih diam dan mendengarkan suasana sangat hening, kedua bocilpun ikut terdiam tanpa berbicara seolah ngerti


" Tapi Zula cukup lega di mana kemaren Abang pernah bilang kalau apapun yang terjadi dan apapun keadaannya abang tetap menerima Zula apa adanya dan tanpa syarat" tambah Zula dan Ryan mengangguk


" Abang... Malam ini, detik ini, Zula perkenalkan, Abah dan Umi Zula pada Abang, beliau Abah Zain Musthofa ,dan Umi Jihan Aulia, beliau adalah orang tua Zula, orang tua kandung , Zula, dan Abang Al dan El adalah abang kandung Zula, mereka tidak bisa memiliki Zula bukan karena mereka berebut, tapi karena Zula adalah adek kandung mereka, " jawab Zula apa adanya


Seketika Ryan sangat syok, dia melamar anak dari bosnya sendiri, dan dia makin gemeteran di saat mengetahui yang sebenarnya


Bukan apa apa, mengetahui ini Ryan otomatis berfikir kalau Zula adalah anak perempuan satu satunya Abah Zain dan dia langsung insecure di saat keluarganya dengan keluarga Zain sangat jomplang dan kontras banget


Ryan cukup terdiam lama, dia sangat syok, rasanya mau pingsan, tapi kok ya malu masih bisa di rasakan,


Masih diam dan diam dengan kebenaran yang dia ketahui saat ini


" Pak pak... Pak Ryan Okey?" tanya Zain yang tepat di sebelahnya


Ryan sadar dan langsung jongkok di hadapan Zain, dan menangis di hadapan Zain dengan terus berkata maaf


" Pak Zain saya mohon maaf banget dengan tingkah lancang saya pada putri bapak" Ucap Ryan merasa bersalah dengan perasaannya yang suka sama Zula


" Pak Ryan ayo bangun jangan begini" Ucap Zain pada Ryan dan membantu Ryan untuk duduk kembali di sebelahnya


Ryan berdiri dengan dirinya yang sangat ketakutan dan masih menangis di hadapan Zain dan Jihan


Dia gak tau menangis karena Haru atau menangis karena takut kehilangan Zula kalau nanti seumpama Zain dan Jihan tidak merestuinya


" Pak Ryan, kami semua sudah mendengar semua cerita dari Zula , " Ucap Jihan sendiri terhenti karena gak bisa menahan air matanya


Semua terdiam dan jadi hening, Ryan mulai bingung mau gimana, dan akhirnya mungkin ini waktu yang tepat untuk menyampaikan tujuannya


" Bismillahirrohmanirrohim... Pak Zain , Buk Jihan, Saya kemari pertama untuk bersilaturrahim, yang kedua saya mau meminta izin sekaligus meminta restu bapak dan Ibuk, serta pak Al pak El, berserta istri, untuk memberi restu pada hubungan saya dengan dek Zula, untuk lanjut ke hubungan yang lebih serius yaitu pernikahan, saya mohon deblngan sangat untuk restunya" Ucap Ryan dengan hati yang gemeteran,


Secara entah di terima entah enggak pokoknya di tembung saja, bahkan saat ini Ryan memejamkan matanya karena takut nanti kalau di tolak


" Alhamdulillah niat baik pak Ryan untuk bersilaturrahmi ke sini kami, terima begitu juga dengan restu kami, insyaallah kami semua memberi restu untuk kalian berdua untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, yaitu ibadah menikah " ucap Zain tegas dan penuh wibawa


Seketika mata Ryan terbuka terang dan langsung mengucapk syukur tanpa henti, dan bersalaman serta mencium tangan Zain tanpa henti


" Terimakasih pak Zain" Ucap Ryan sangat gembira sekali


" Sama sama, Jaga putri bapak baik baik ya" Ucap Zain dan Ryan mengangguk dan menjawab


" pasti pak....Pasti itu" Ucap Ryan dan juga bersalaman dengan Jihan juga


Jihan sampai gak bisa berkata kata lagi, dia saking senengnya doanya di ijabah oleh Allah SWT, Memiliki calon menentu sesuai harapannya


Bukan hanya pada mereka Ryan juga bersalaman pada Al dan El juga calon kakak iparnya,


" Nikahkan aja bah sat set, biar gak lama lama" Ucap Al pada Zain di saat Ryan sudah kembali ke tempatnya lagi


" Gimana pak Ryan? mau di nikahkan sekarang? udah ada saksinya sekalian lho" ucap Zain serius


Ryan menoleh pada Zula dan seolah bertanya, jawaban Zula sama memberi kode dan terserah dia


" Bigini bapak, bukannya sama menolak, dan gak mau sat set, tapi karena Dek Zula ini putri satu satunya bapak, dan saya kepingin untuk melanjutkannya dengan step by step, mulai dari lamaran hingga ke resepsi, karena mungkin moment tersebut ada moment yang di impikan sama dek Zula, karena sekali seumur hidup" jawab Ryan sopan dan tegas


" Saya ingin menjadikan Putri bapak sebagai ratu dalam hidup saya" tambah Ryan yang luar biasa sekali sehingga membuat Zula makin meleleh padanya

__ADS_1


__ADS_2