Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Rewel


__ADS_3

Setelah Zula berkata seperti itu hati lega para hatersnya langsung plong


Kini Zula berdiri dan menghampiri mereka, langsung bersalaman dan saling maaf maafkan,


Di hati Zula makin bahagia akhirnya dia bisa melepas penatnya berdiam pada siapapun,


Dirinya yang super duper cerewet sebenanrya nahan, cuman karena sudah keterlaluan jadinya mau gak mau harus, dan berubah menjadi cuek melupakan perhatian dan mengabaikan orang lain


Kini dia bediri dan berpelukan menjadi dirinya yang sebenarnya, dirinya yang asli yang berbaur dengan teman sebayanya, berbaur dengan mereka semua kini Zula kembali mempunya kawan lagi, bukan di TK di masa dewasanya


Pagi ini suasana haru tercipta di Aula ponpes Al Musthofa, sosok wanita cantik mesterius yang dulu hina, dan di pandang rendah sebelah mata, kali ini berbalik dan di kenal sebagai Neng dari keluarga besar


Kini semua sudah kembali ke tempat masing masing karena harus siap siap ngantri mandi, dan harus kembali ke aula untuk ngaji


Ngaji pagi di isi oleh santri putra senior dan Zula kali ini tentu tidak kerja karena di hari ini, hari pertama puasa kantor Zain juga di liburkan


Jadwal ngaji pesantren di bulan romadhon cukup padat,


Mulai bangun tidur sampai tidur lagi cukup padat


Seperti saat ini, habis bangun tidur sholat tahajut, dan wajib, kemudian sahur, lanjut jamaah subuh, lanjut ngaji, lanjut jam 8-10 siang ngaji lagi, habis dhuhur ngaji lagi sampe asar, habis asar sorogan Al Qur'an, jam 5 ngaji di masjid buka bersama, habis magrib istirahat sampe isya' habi isya' ngaji lagi sampe jam 10, muter terus tanpa henti tapi asyik sekali


Sore harinya kini Keluarga Zain sebagian sudah peking peking, mereka berniat besok mau pulang ke runah masing masing, di dapur sudah mulai riweh menyiapkan makanan, dapur ramadhan sudah di buat, selama bulan romadhon,santri lama maupun kilatan tidak di pungut biaya,


Semua di cover oleh Zain yang menanggung semua jatah makan mereka,


Zula sedang tiduran di lantai tuang tengah, rasanya perutnya sudah mulai kroncongan, padahal pas di pondok dia selalu puasa senin kami, dan puasa sunah lainnya


Cuman karena kerja Zula kadang kadang, dan ini kembali merasakan kelaparan


" Kenapa?" tanya El yang baru pulang dari rumah sakit


" Laper" jawab Zula lirih


" Wkwkwkwkwkwkw " Tawa El terpecah karena ucapan Zula


" Makan lah" ucap El santai dan


Bruk....


Zula melempar bantal pada El yang masih tertawa ngakak


" Mi.... Bah.... Ini anak perempuan kesayangannya" ucap El berteriak


" Kelaperan" tambah El makin berteriak


" Azmi alfi syahr..... Diam mulutmu" teriak Zula kesal


" Wkwkwkwkwkw " tambah El makin ngakak dan Zula mengejar El yang juga berlari karena kejaran Zula


" Apaan sih, pada kejar kejaran, mandi sana lho, udah sore juga ikut ngaji sana di masjid" ucap Jihan yang menghadang dan mencekal anak anaknya itu

__ADS_1


" Laper Mii" Ucap El menirukan Zula


" Heh... Puasa gak boleh gitu" Elak Jihan dan El tertawa


" Lemes bestie" tambah El makin mencibir adeknya


Zula makin kesal dan langsung loncak ke punggung Abangnya mibta gendong


" La... Woy turun gak" ucap El pada Zula yang sudah di punggungnya


" Bodo amat gendong geu sampe kamar, gue gak kuat naik tangga" jawab Zula gak mau lepas


Dan mau gak mau El tetap menggendongnya sampai kamarnya


_____________


Tung tung tung buk buk buk...


Suara bedukagrib sudah berkumandang, semua keluarga Zain sudah berkumpul, dan begitu juga para santri putri yang sudah kembali ke pondok dengan membawa nasi kotak masing masing


Kini mereka semua kembali tersenyum lebar menghilangkan haus dahaga puasa seharian


Begitu juga dengan para bocil bocil cucu cicit dari Abah Hasan dan Umi Zahra yang ikut berpuasa dengan lahap menikmati semua hidangan yang ada


Begitu pula dengan baby Bibi yang ikut berbuka puasa dengan di taruh di sebelah Umi Jihan dan Zula


" Baby Puasa juga iya,? Puasa minum cucunya, iya" Ucap Zula dan baby Bibi tersenyum sambil mengemut jempol tangannya


Mereka lanjut makan dan lanjut sholat berjamaah di aula masjid


" Adek... Kamu kenapa sayang? Kok makin banyak kedutannya" Ucap Aliza mengelus perut buncitnya yang baru 5 bulan itu, karena sudah ada gerakan kecil dari dalam perut


Melihat Klasak krusuk Aliza membuat Al terbangun dari tidurnya


" Kenapa sayang?" tanya Al pada Aliza


" Perut Adek kok gak nyaman banget ya sayang, detupan dari perut adek terus gak berhenti, entah ini baby nya kenapa" jawab Aliza resah sendiri


" Pengen do tengoin Abah lagi ya nak?" ucap Al tersenyum dan mengelus peut Aliza


" Abahnya modus " jawab Aliza kesal


" Ya udah gimana enaknya di elus?" tanya Al yang bangkit dari tidurnya


" Hooh... Elus ya mas," jawab Aliza manja


" Iya sayang" Jawab Al lembut


" Sebenarnya malam jum'at seperti ini enaknya sunah rosul lho Dek " jawab Al kebetulan ini malam jum'at


" Nanti lagi napa Mas, gak nyaman banget lho" jawab Aliza dan Al nyengir

__ADS_1


" Lepas ya" ucap Al pada Aliza hendak melepas Dasternya


Aliza mengangguk dan jadilah dia tanpa sehelai benang di tubuhnya,


Al mengelus lembut perut buncit Aliza dan juga bagian istimewa kesukaannya, sampai Aliza kembali tertidur lagi dan si otong yang malah bangun


Tak berbeda dengan calon baby Aliza yabg seolah agak rewel di dalam perut Uminya,


Baby Bibi sudah rewel sejak tadi, Jihan dan Zain sangat bingung, dan sesekali di bawa keluar ternyata anak Halwa juga sedang rewel juga


" Waduh kenapa seperti janjian sih, kenapa ini?" ucap Alwi yang gendong anaknya, Alwi adalah suami dari Halwa


" Rewel juga Mas?" tanya Jihan yang maish menggendong baby Bibi


" Iya mbah, entah kenapa ini, kok bareng rewelnya, gak mau tidur" jawab Halwa yang sedang mengelus kepala anaknya


" Sini sini sama Abah, Umi bobok gih, capek lho" Ucap Zain menghampiri Jihan


Jihan akhirnya memberikan baby Bibi pada Zain, karena memang sudah sejam lebih dia menggendong baby Bibi


Dan saat mau kembali ke kamar, para santri ndalem sudah pada naik untuk menyiapkan sahur mereka


" Lho mbak Atik? jam berapa ini kok udah mau di siapkan?" tanya Jihan pada Mbak atik


" Udah jam 3 Umi, bentar lagi waktunya sahur" jawab Mbak Atik ramah


" Jam 3, ya Allah... Gak jadi tidur Bah," jawab Jihan lemes


" Ya udah nanti kalau anaknya gak rewel lagi baru tidur ya" Ucap Zain dan Jihan mengangguk


Zain masih menenangkan Baby Bibi, sedangkan Jihan kembali ke kamar untuk sholat tahajut dan lain sebagainya, sampai semua sudah tersedia dan Abah Hasan serta Umi Zahra ikut naik di tuntun dengan Zula mereka menaiki tangga


Setelah membantu mbah abah dan mbah Umi duduk, Zula menghampiri Zain yang masih menggendong babi Bibi


Zula selama ini tidur bersama mbahnya, banyak wejangan yang dia dapat banyak ilmu tentang kehidupan juga yang dia dapat dari kedua mbahnya


" Hay .. Udah bangun, mau apa? Mau ijut sahur?" tanya Zula dan malah menangis lagi baby Bibi


" Kenapa sih? Kok malah nangi nih? Mau gendong kakak?" tanya Zula pada baby Bibi yang malah makin menangis


" Udah sana sahur dulu, yang lain udah pada kumpul, nanti kalau udah gantian sama Abah dan umi" jawab Zain dan Zula menurut


Mereka semua lanjut sahur dengan kerempongan 2 baby yang makin membuat rame


Setelah subuh kembali pengajian di masjid, baby Bibi masih rewel dan gak mau tidur


Jihan mencoba mengajak Bibi yang rewel ke masjid, siapa tahu jadi tenang,


Di masjid Zula duduk di sebelah Abah Hasan lagi, bersama kedua abangnya ngaji sudah di mulai oleh Abah Hasan sejak setengah jam yang lalu


" Dua kalimah syahadat yaitu syahadat tauhid dan syahadat rosul, sayahadat tauhid, Laailaahaillah , syahadat rosul, muhammadurrosulullah.." Ucap Abah Hasan yang sedang menafsikan tentang 2 kalimah syahadat

__ADS_1


" Jadinya Laailaahaillah Muhammadurrasulullah..." Tambahnya dengan nada lembut dan sedikit berat kemudian duk...


Kepala Abah Hasan mengenai mic di hadapannya dengan Abah yang tergeletak di atas mejanya, dengan posisi menghadap dan mencium ke kitab yang Abah Hasan baca tadi dan


__ADS_2