Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Ide Ancaman


__ADS_3

Yasmin terdiam bungkam mendengar jawaban Heny yang begitu dewasa, dan dia berfikir seharusnya dia kemaren seperti itu agar tidak terjadi peristiwa seperti kemaren


Di Selandia baru Al baru saja menyelesaikan tugas tugasnya, bukan hanya meeting tentang kerja sama saja, cuman Al juga survai atau meneliti tempat menarik dan indah yang bisa di kunjungi disana


Sebagai travel liburan atau wisata, tentu yang menjadi hal terpenting adalah tempat yang menarik, sehingga memikat pelanggan yang ingin mencari suasana baru


Al selama beberapa hari bahkan hampir seminggu di Selandia baru meninggalkan Aliza di rumah, tak henti hentinya Al selalu melakukan Video call


Di Indonesia kimi sekitar jam 2 siang, waktunya Aliza istirahat dan tidur siang di kamarnya,


Sedangkan di Selandia baru adalah jam 8 Malam, waktunya Al juga istirahat untuk tidur malam


Tapi sebelum istirahat Al selalu video call dengan Aliza yang sama sama mau istirahat


" Sayang..." ucap Al dengan sorotan mata yang sudah berbeda


Aliza tau kalau sudah seperti itu tandanya Al sudah gak bisa menahan nya lagi, sudah sangat sangat kepingin banget


" Mulai" ucap Aliza sambil tersenyum


" Boleh buka sedikit sayang, Mas kangen" ucap Al meminta agar Aliza membuka bagian istimewa Aliza


" Pulang dong lihat langsung malah" jawab Aliza menggodanya


" Kontrak kerjasamanya belum diel sayang" jawab Al memelas


" Ya sudah sabar ya sayang" jawab Aliza makin membuat Al uring uringan dan Aliza tertawa ngakak


Al makin kesal dan langsung mematikan sambungan Video callnya,


Aliza justru makin ngakak, dan membiarkan begitu saja, nanti juga telfon lagi, toh padahal besok juga Al akan pulang, dan kembali ke Indonesia setelah tanda tangan kontrak sesuai yang Al ceritakan kemaren


Tapi setelah membiarkan hampir setengah Jam, Aliza justru merasa bersalah, dan gak bisa tidur siang, dia akhirnya yang menelfon Al lagi dengan sambungan Video call


Tapi sayang, beberapa kali panggilan di tolak oleh Al dan malah mengirim pesan kepada Aliza


From: Mas Al ๐Ÿงก


Buka dulu baru Mas Angkat


Kirim pesan yang cukup mengganggu pikiran kedua pasangan yang sedang LDR itu

__ADS_1


Aliza langsung memangg Secara Video call, tapi lagi lagi di tolak sama Al


To : Mas Al ๐Ÿ’›


Ya udah lah, mas Mungkin gak kangen sama Adek ya, okey lah kalau gitu, Adek pulang ya tempat kakak, sama Mas,


Assalamualaikum...


Pesan terkirim dan Aliza cekikikan emang Al saja yang bisa mengancamnya, Dia juga bisa mengancam balik pada Al


Al menerima pesan itu langsung oanim dan akhirnya dia kembali Video Call Aliza


Tapi belum puas rasanya, Aliza gantian mematikan atau menolak panggilan dari Al hingga berkali kali


From: Mas Al ๐Ÿ’›


Sayang... Mas minta maaf, tapi angkat dong, mas kangen banget sama Adek, adek di rumah umi aja,


______________


Pagi harinya waktu selandia, di jam 8 pagi, di Indonesia masih jam 2 pagi, Al sudah ke kantor yang ingin bekerja sama, setrlah meeting 1 jam dan kontrak kerja sudah di tanda tangani Al langsung bergegas pamit dan langsung ke bandara


Di Indonesia saat ini sudah jam 6 pagi, Aliza sudah bangun tentunya dan sudah sholat subuh bahkan sudah ikut bantu setoran juga


Al sudah mengabarkan kalau dia akan pulang dan kemungkinan dia akan dampai di rumah sekitar jam 1 malam, di mana waktu yang sangat rentan dengan suasana syahdu pengantin baru


" Mbak..... Bang Al kapan katanya pulang?" tanya Zula yang main ke kamar Aliza


" Udah di bandara dek, bentar lagi bording katanya" jawab Aliza sambil meletakkan Ponselnya


" Weh... Bawa oleh oleh gak nih?" ucap Zula duduk di ranjang Al


" Enggak kayaknya dek, entah kenapa dia buru buru banget, paling gak sempet mampir beli oleh oleh" jawab Aliza


" Udah kangen istrinya makanya buru buru, mana seminggu gak jumpa gak kasih jatah" ucap Zula membuat Aliza malu


" Ciee malu malu, slow aja kali mbak udah ada oton nih di dalam sini" ucap Zula sambil mengelus perut Aliza yang masih rata


" Tapi gue punya ide untuk mendapat pahala buanyak dan merontokkan dosa mbak" tambah Zula terlewat ide jahilnya


" Apaan?" tanya Aliza yang tidak faham

__ADS_1


" Nanti pulang kerja gue bawain ya, harus di pakai untuk menyanbut kedatangan tamu, dia bawa kunci serep kamar gak?" tanya Zula mulai jahil


" Bawa kayaknya, kan kamar kita semua pake kunci pin dek, " ucap Aliza lagi


" Oh iya deng... " jawab Zula sambil menggaruk kepalanya


Tapi semua orang di sana tidak tau apa pinnya, kecuali yang punya saja, bahkan Zula dan El tidaj tau juga, karena itu prefesi dan tidak bisa di bagikan ke siapapun dan mereka semua saling mengerti


" Ya udah, nanti sore ya tak bawakan, biar bang Al makin klepek klepek" ucap Zula membuat Aliza makib penasaran


" Apaan sih?" kepo Aliza


" Nanti sore aja, harus di pake gak boleh nolak, kalau nolak gak ngehargai usaha dan ide gue, dan gue marah, jangan harap gue sama mbak lagi" jawab Zula dan justru mengancam kemudian berjalan keluar dan Aliza terus memanggilnya


" Haduh piye toh kii.... Ngasih ide kok ngancam" batin Aliza makin bingung


________________


Sore harinya sepukang kerja Zula pergi ke salah satu super market, untuk membelikan baju dinas buat Aliza yang super duper polos dan belum pernah pake begituan, biasanya Al langsung buka loss


Zula membelikan 2 bigini, lingerly yang sangat sexy dan yakin Kalau Aliza bakal muntah melihatnya, tapi ancaman dia gak boleh di tolak dan di tawar lagi


Jadi sesampainya di rumah Zula langsung masuk kamar Aliza setelah pintu di buka dan memberikan paperbag pada Aliza


" Apaam sih Dek ini?" tanya Aliza masih penasaran dan membukanya cepat


Aliza menjembrengnya dan membukanya dengan mata yang melotot


" Yakin dek gue harus sambut bang Al dengan pakaian sobek sobek dan kueang bahan seperti ini?" ucap Aliza sudah neg duluan


" Harus... Gue yakin Dosa mbak ghibah sama gue, rontok sekaligus" jawab Zula sambil tertawa ngakak


" Ingat gak boleh di tolak, kalau masih sayang sama gue" jawab Zula gak mau tau dan langsung keluar


" Jangan lupa semprot parfum kesukaan bang Al, jam 1 malam bangun sambut dengan goyangan bohay" ucap Zula sebelum menutup pintu


Dan.... Aliza masih risih dan melemparnya ke atas ranjang


" Hih.... Megilan" ucap Aliza tisih sendiri


Untuk selanjutnya nanti malam aja ya.. Malam jum'at biar syahdu

__ADS_1


__ADS_2