
Al El dan Zula langsung daling pandang dan gak menyangka Rank merekanyang gagal, berimbas ke Prank Uminya yang berhasil ngeprank balik mereka
" Kita kalah jauh" ucap Zula dan mengusap air matanya kasar
" Eh... Umi sampe lupa, anak ganteng Umi" ucap Jihan mendekat pada baby Bibi yang masih di gendongan Aliza
" Ya Allah.. Sama kakak ya, tinggal Umi ya, kakaknya sampe kena Prank juga" ucap Jihan mengambil baby Bibi
" Umi.... " Ucap Aliza memeluk Umi Jihan
" hehehe.. Maaf ya kak, makasih udah jagain baby Bibi" jawab Jihan memeluk Aliza balik dan mengelus punggung Aliza
Aliza itu sangat mengidolakan Jihan, dan paling gak bisa melihat Jihan, sedih, apa lagi sampe seperti drama barusan, sangat takut
Dan baginya adalah barokah mendapat mertua seperti Umi Jihan dan Abah Zain
" Jahil banget ya Umi, sama kami, Abah pun ikut ikutan" ucap Zula ikut duduk di sebelah Zain
Zain hanya senyam senyum sambil makan kentang goreng di dahapannya
" Jahil sih sama Abah Umi juga, gak tau apa Abah frustasi gimana nenangin Umi kalian, sempet pingsan juga tadi Uminya, " jawab Zain yang menjelaskan
" No Koment lah, " jawab El duduk di hadapan Abahnya
Dan Al menghampiri Aliza yang masih memeluk Umi Jihan
" Umi ini idola Liza lho Mi, jangan seperti tadi lagi" ucap Al ikut mengelus Aliza
" Jangan salahkan Umi, karena berawal dari kalian semua" jawab Jihan santai tanpa rasa dosa pada Anak anaknya
" Udah yuk makan dulu, lapet Umi, baby pasti juga udah mau nen lagi ini, iya" ucap Jihan sambil mengelus baby Bibi yang mengemut jempolnya
" Sampe jempolnya di masukkan udah laper baby Mi, mau nen, yang kenyang mandi terus bobok lagi" ucap Jihan dan di jawab senyuman oleh baby Bibi
Mereka kini kumpul bersama dan makan bersama sambil menikmati sunset yang terpancar di hadapan mereka
Sambil ngobrol bersama dan Jihan membahas kembali tentang prank mereka yang gagal dan tentang cendol dawet juga
" Besok kalau udah pulang, di jenguk mami tirinya di penjara" ucap Jihan santai
" Apaan yang mau di jenguk?" tanya Zain lagi
__ADS_1
" Orang dia udah mati kok" tambahnya
" Yang bener bah? " tanya Jihan sempet kaget
" Alhamdulillah dong" jawab Zula yang paling sebel sama orang seperti Rani
" Iya, habis dia sama si Novita katanya, banyak musuh di sana, " jawab Zain karena belum lama dia mendenagr cerita dari Irfan
" Abah tau dari mana? Novita masak belum bebas Bah?" tanya Jihan makin kaget
" Kasusnya bukan itu aja lho Mi ternyata, selain kasus dengan Umi, kasus kasus lain banyak yang nyusul, " jawab Zain malah ghibahin Novita
" Astagfirullahal adzim" ucap Jihan menutup mulutnya
" Terus cendol dawet kapan ninggalnya? Dia belum minta maaf sama gue lho, apa lagi sama mantan suami pertamanya, " jawab Jihan lagi mengìngat dosa Rani
" Belum lama, baru sekitar 2 minggunan yang lalu" jawab Zain yang tau juga
" Kok abah tau, gak cerita lagi sama Umi" jawab Jihan sambil mengerutkan keningnya
" Mau Cari masalah lagi kalau cerita sama Umi, nengok fotonya aja sepeeti tadi, apa lagi cerita soal dia, gak jadi liburan seperti ini kita Mi" jawab Zain yang gak mau ambil resiko
" Terus kok abah tau, abah di hubungi sama pihak kepolisian?" tanya Jihan lagi
" Jadi gak abah bantu?" tanya Jihan lagi
" Enggak sayang.... Abah bantu dia, gimana nasib rumah tangga kita?" jawab Zain yang tau akibatnya dan Jihan nyengir juga
" Ya Allah... Semoga Allah menempatkan di tempat yang tepat untuknya" jawab Jihan berdoa
" Weh istri muda mendoakan istri tua, sholehah ya" ucap Al meledek
" Idih.... Tempat yang tepat Al, seperti kelakuanmya, tepatnya di mana" jawab Jihan gak terima dan membuat Al dan yang lain tertawa
Sesaat kemudian Di sela mereka ngobrol dan bercanda bareng, ponsel Zula berdering panggilan dari musuh bebuyutannya
" Hem.... Kenapa lagi ini orang, " ucap Zula sebelum mengangkatnya.
El yang di sebelahnya menengok nama yang gak asing,
" Angkat aja, kangen tuh" jawab El pada Zula
__ADS_1
" Ogah ah... Ganggu Q-time gue aja" jawab Jihan justru mematikan panggilan Ryan,
Karena Ryan mungkin kangen debat dengan Zula, apa lagi sudah hampir seminggu gak kerja bareng, sudah pastinya kebingungan juga
Gak pernah kasih kerjaan sih, tapi kadang sering WA nanyakan kabar Zula yang akhirnya berantem dengan Chat
" Ujung ujungnya ngajak debat, ngungkit ngungkit kalau gue enak enakan di rumah, jalan jalan , apa lagi kalau tau gue liburan udah di maki maki gue" jawab Zula makin kesal pada Ryan kalau sering ngajak debat
Yang lain hanya tertawa dan justru meledeki Zula dengan Ryan, terutama Al dan El, dan Zula memanas
" Enggak... Kamu kan udah ada Maulana, setia dong bisa jaga diri dan jaga hati" ucap Jihan mengelus Zula
" Entah tuh Abang, Emangnya gue apaan, nih.. Udah di ikat sama cincin nih... Gue bukan kayak manta mantan kalian" jawab Zula justru meledek balik Al dan El yang langsung terdiam
El kembali buka bicara tentang mimpinya sehabis istikharoh kemaren pada semua keluarganya Abah dan Uminya juga
" Kalau menurut Abah sama Umi gimana?" tanya El meminta pendapat
" Coba di ulang lagi sholatnya, sholat istikharoh itu bukan sekali saja " jawab Zain lagi
" Tapi kalau mau deketi ya deketi aja, kan sejalur sejurusan, enak kan, rekan kerja lho, selalu bersama" jawab Jihan mendukung
" Dia masih kuliah lho Mi, belum wisuda, El gak mau ganggu, dan El juga belum siap untuk membuka hati lagi untuknya" jawab El ragu pada dirinya sendiri
" Jadi maunya?" tanya Jihan balik
" Bebas dulu lah, biar Ula dulu kalau mau nikah dulu" jawab El malah mengajukan Zula
" Maulana baru belajar bekerja, biar dia mahir dulu, biar mateng dulu, " jawab Zula yang sama sama belum siap
" Kalian ini repot, gitu aja masih ini dulu itu dulu, sat set lho, kelamaan gantung mati" jawab Al menyaut ikut kesal
" Ibadah selamanya tuh jangan di tu da tunda, nunggu apa?" tambah Al lagi
" Tapi mencari teman ibadah selamanya juga perlu pematangan, " jawab El dan Zula kompak pake banget
" Itu prinsip Abah sama kamu aja yang kebetulan sama" ucap El lagi
" Untung Umi sama kak Liza orangnya paling pengertian dan sabar luar biasa, ngadepin kamu dan Abah yang sepertinya wajah wajah agrrsif" saut Zula membela kaum hawa
" Hahaha.. Setuju, libur semalam kayaknya gak bisa" tanbah El jadi kebayang suara Aliza saat di garap Al
__ADS_1
" Enak aja, Abah enggak... Al iya, Abah dulu puasa 2 tahun sama Umi, LDR setelah menikah, 2 tahun lho" babtah Zain gak terima di bilang agresif
" Haduh kasian.... Puasa dong" jawab Al meledek abahnya dan tertawa ngakak